Kabupaten Banggai Kepulauan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Banggai Kepulauan
Sulawesi 1rightarrow blue.svg Sulawesi Tengah
Lambang Kabupaten Banggai Kepulauan (2015-sekarang).png
Lambang
Motto: 
Kenendeke Konda Lipu
Locator Kabupaten Banggai Kepulauan.svg
Kabupaten Banggai Kepulauan berlokasi di Sulawesi
Kabupaten Banggai Kepulauan
Kabupaten Banggai Kepulauan
Kabupaten Banggai Kepulauan berlokasi di Indonesia
Kabupaten Banggai Kepulauan
Kabupaten Banggai Kepulauan
Koordinat: 1°24′31″S 123°12′23″E / 1.408619°S 123.206363°E / -1.408619; 123.206363
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tengah
Tanggal peresmian-
Dasar hukumUndang-Undang Nomor 51 Tahun 1999
Ibu kotaSalakan
Pemerintahan
 • BupatiRais D. Adam
Luas
 • Total2.448,79 km2 (94,548 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total118.403 jiwa
Demografi
 • AgamaIslam 58,82%
Kristen 41,14%
- Protestan 36,46%
- Katolik 4,68%
Hindu 0,02[2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0462
Kode Kemendagri72.07 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan19 Kecamatan
Jumlah kelurahan6 Kelurahan
187 Desa
DAURp. 446.340.738.00.-(2013)[3]
Situs webwww.banggaikep.go.id

Kabupaten Banggai Kepulauan adalah salah satu kabupaten yang terdapat di provinsi Sulawesi Tengah dan beribu kota di Salakan. Kabupaten ini sebelumnya merupakan kesatuan wilayah dengan Kabupaten Banggai. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1999 menetapkan pulau-pulau di tengah lautan tersebut menjadi daerah otonom Banggai Kepulauan, sementara kabupaten induk tetap disebut Kabupaten Banggai dan pemekarannya disebut Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.448,79 Km².   Banggai Kepulauan berbatasan langsung dengan Teluk Tomini di sebelah utara, Teluk Tolo di sebelah selatan, Selat Peling di sebelah barat, serta Laut Maluku di sebelah timur.

Jumlah Penduduk Banggai Kepulauan (Bangkep) sebanyak 118.403 jiwa (2019).[1] Secara administratif, Kabupaten Banggai Kepulauan terdiri dari 19 kecamatan, 6 kelurahan dan 187 desa yang terdiri atas 342 pulau dengan 5 pulau sedang yakni Pulau Peleng (luas 2.340 km²), Pulau Banggai (268 km²), Pulau Bangkurung (145 km²), Pulau Bokan Kepulauan (84 km²), Pulau Labobo (80 km²) dan 337 pulau-pulau kecil. Panjang pantai 1.714,218 km.

Banggai Kepulauan terdiri dari gugusan atau rangkaian pulau-pulau berukuran sedang dan kecil sejumlah 121, lima diantaranya berukuran sedang, sisanya kecil-kecil bahkan ada yang berwujud batu karang, mencuat ke permukaan. Laut yang mengelilinginya merajut tebaran pulau itu menjadi satu gugusan yang disebut Banggai Kepulauan. Luas hamparan laut di wilayah ini lima kali lipat dibandingkan dengan luas daratannya.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Nomor Foto Nama Masa Jabatan Keterangan Wakil Bupati Ref
1 H. M. Ali Hamid, S.H. 1999–2001 Penjabat bupati
2001–2006 Bupati definitif Drs. Sunarto Saleh
2 Drs. H. Irianto Malinggong 2006–2011 Bupati definitif Drs. Ehud Salamat
3 Drs. Lania Laosa 29 September 2011 – 29 September 2016 Bupati definitif Drs. H. Zakaria Kamindang
4 Ir. Faisal Mang, M.Si. 30 September 2016 – 21 Mei 2017 Penjabat bupati [4]
5 Zainal Mus 22 Mei 2017 – 9 Juli 2018 Kombes Pol (purn). H. Rais D. Adam [5]
6 Kombes Pol (purn). H. Rais D. Adam 9 Juli 2018 - sekarang Pelaksana tugas [6]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan dalam dua periode terakhir. [7][8][9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019
Sebelum Pemekarana
2014-2019
Sesudah Pemekaranb
2019-2024
Logo PKB.svg PKB 2 0 1
Logo Gerindra.svg Gerindra 4 2 3
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 6 4 Steady 4
GolkarLogo.png Golkar 9 5 4
Partai NasDem.svg NasDem 4 2 4
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 3 2 0
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 1
Logo PPP.svg PPP 0 1 0
Logo PAN.svg PAN 3 5 3
Logo Hanura.svg Hanura 2 1 2
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 2 Steady 2 3
Bulan Bintang.jpg PBB 0 1 0
Jumlah Anggota 35 25 Steady 25
Jumlah Partai 9 10 9
Keterangan:
aDPRD Banggai Kepulauan dan DPRD Banggai Laut
bDPRD Banggai Kepulauan

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Sebagai wilayah kepulauan, laut menjadi sektor utama yang selalu dan harus digeluti. Pasalnya, di sanalah terdapat potensi dan kekayaan alam yang pantas diolah dan diusahakan sebagai penopang kehidupan penduduk Bangkep. Laut yang bagi banyak orang terkesan menakutkan bagi kabupaten ini merupakan harapan. Dari sektor kelautan tahun 2002 ditangkap 11.487 ton ikan. Jika dirupiahkan, nilainya Rp 31,6 miliar. Ini belum transaksi atau tangkapan yang tidak tercatat.

Kontribusi perikanan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Bangkep tahun 2002 tercatat Rp 33,3 miliar, atau sekitar 6,8 persen dari total kegiatan ekonomi Rp 491,4 miliar. Perkebunan menyumbang 19,4 persen dan tanaman bahan pangan 18,5 persen. Sektor pertanian khususnya perkebunan juga sangat berpotensi, Andalan perkebunan wilayah ini adalah kelapa, cengkih, kakao, dan jambu mete, serta buah-buahan seperti langsat, durian dan manggis. Dengan wilayah gografis kepulauan dan laut yang luas, Wilayah Bangkep kaya akan keindahan laut, pantai, dan pulau-pulau kecil yang memesona. Ini tentunya memiliki potensi untuk pengembangan wisata bahari.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Untuk mencapai Bangkep dapat menggunakan berbagai jenis transportasi. Untuk perjalanan Ke Banggai Kepulauan ada tiga alternatif yang bisa dipilih, pertama rute: Jakarta-Makasar-Luwuk, kedua rute: Jakarta-Palu-Luwuk, ketiga: Jakarta-Makassar-Kendari-Banggai-Bitung. Rute kedua akan memakan waktu lebih lama dari rute yang pertama. Namun jika ingin lebih cepat dapat melalui rute ketiga dengan KM Sinabung. Karena rute kedua berangkat dari Bandara Cengkareng Jakarta ke Bandara Mutiara Palu tanpa transit, kemudian dari Palu menuju ibu kota Kabupaten Banggai Luwuk ditempuh melalui jalan darat (Bus/dengan kendaraan carteran). Memakan waktu kurang lebih 16 jam karena jarak Palu - Luwuk sekitar 350 km. Dari Luwuk ke Pulau Peling, Salakan dengan KMP Lemuru kurang lebih ditempuh 3-4 jam perjalanan. Dari Luwuk ke Pulau Banggai, Banggai dengan KMP Cakalang kurang lebih 6-8 jam perjalanan sedangkan menggunakan "kapal kayu" waktu tempuh antara 8-12 jam. Sedangkan rute ketiga dari Tanjung Priok, Jakarta seminggu sekali pada hari jumat menyinggahi Banggai di Pulau Banggai.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Banggai Kepulauan Dalam Angka 2020". www.bangkepkab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 April 2020. 
  2. ^ "Persentase Pemeluk Agama Menurut Kecamatan dan Agama di Kabupaten Banggai Kepulauan". Diakses tanggal 23 April 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ "Faisal Mang Penjabat Bupati Bangkep". portalbangkep.com. 30 September 2016. Diakses tanggal 26 Desember 2016. 
  5. ^ "Besok, Bupati dan Wabup Bangkep Terpilih Dilantik". sultengterkini.com. 21 Mei 2017. Diakses tanggal 22 Mei 2017. 
  6. ^ "KPK Tahan Zainal Mus, Rais Adam Jadi Plt Bupati Bangkep". Radarsulteng.id. 12 Juli 2018. Diakses tanggal 18 April 2020. 
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Bangkep 2014-2019 Sebelum Pemekaran
  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama bps
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Bangkep 2019-2024

Pranala luar[sunting | sunting sumber]