Sabang, Bulagi Utara, Banggai Kepulauan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sabang
Kelurahan
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tengah
KabupatenBanggai Kepulauan
KecamatanBulagi Utara
Luas62 km²

Sabang adalah sebuah kelurahan di kecamatan Bulagi Utara, kabupaten Banggai Kepulauan, provinsi Sulawesi Tengah. Sabang adalah salah satu dari tiga kelurahan yang ada di kabupaten Banggai Kepulauan termasuk kelurahan Salakan, kecamatan Tinangkung dan kelurahan Bulagi I, kecamatan Bulagi.


Secara geografis Sabang berbatasan langsung dengan:


Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal Usul Nama[sunting | sunting sumber]

Menurut cerita kuno bahwa dahulu ada seorang penjahat jagoan yang namanya tidak diketahui. Penjahat dalam bahasa Banggai "Tolang" artinya sesorang yang banyak berbuat kejahatan dan pada umumnya suka membunuh sesama manusia dan tidak mau bergaul dengan orang lain.


Tolang semakin merajalela dan membuat keonaran di kampung-kampunng. Hal ini membuat seluruh orang kampung menjadi risau terutama Kepala Kampung. Kepala Kampung pun memikirkan hal itu. Maka di dapatlah suatu cara untuk dapat mengalahkan dan memusnahkan Tolang tersebut. Melalui seorang Kepala Jaga maka dikumpulkan beberapa jagoan yang handal. Jagoan-jagoan itu disebut Talenga. Seusai mengumpulkan para Talenga Kepala Jaga tidak langsung menyuruh untuk menyerang di tunggulah hari yang tepat.


Beberapa hari kemudian munculah Tolang tersebut dan membuat keonaran di kampung. Dengan segerah Kepala Jaga menyuruh untuk menyerang. Dikejarlah Talenga itu hingga akhirnya tertangkap dan memusnahkannya dengan memotong dengan parang. Tapi anehnya hanya beberapa hari dibunuh Tolang tersebut hidup kembali dan muncul di tengah-tengah orang-orang kampung dan mulai mengadakan kekacauan kembali. Dengan rasa heran Kepala Jaga memerintahkan untuk diselidiki apa sebenarnya Tolang tersebut demikian. Akhirnya di ketahui bahwa ia mempunyai banyak ilmu-ilmu gaib.


Itulah sebabnya walaupun ia sudah dibunuh tetapi bilah badannya tetap masih satu (tidak dipisah-pisahkan) maka pasti ia bisa hidup kembali. Setelah diketahui demikian maka diadakan pembunuhan yang kesekian kalinya. Ketika Tolang tersebut muncul dikejarlah sampai akhirnya tertangkap kembali. Dimusnahkanlah Tolang itu dan dipenggal-penggal tubuhnya. Kepalanya dan badannya di belah dua dan kemudian di tanam pada tempat yang berbeda dan berjauhan. Badan sebelah kiri dan kananya masing-masing ditanam di sebuah tanjung.


Kini tempat ditanam kepalanya telah di buka perkampungan yang diberi nama "Oluno" artinya kepala. Tempat badan sebelah kanannya ditanam telah berdiri sebuah kampung yang diberi nama "Bakalinga" artinya Kanan. Dan tempat di tanam badan sebelah kirinya kini telah menjadi kampung besar bernama



Pemimpin[sunting | sunting sumber]

Kepala Kampung/Kepala Desa[sunting | sunting sumber]

No Nama Lahir Masa
1 Siako Mosooli 1921-1926
2 Mulia 1927-1928
3 Eliezer Petty Bias 1929-1949
4 Estefanus Lokano 1950-1958
5 Yan Minunggil 1959-1975
6 Zet Siako 1976-1977
7 Nethanel Mosooli 1978-1998

Lurah[sunting | sunting sumber]

No Nama Lahir Masa
1 Jhon Frans Anasim 1998-2002
2 Joko Prihantoro, S.STP 2002 - April 2008
Yair Puiya Mei 2007 - April 2008 - pelaksana tugas
3 Yair Puiya Mei 2008 - April 2009
Muhammad Rusdi Mangit, S.IP Mei 2009 - 2011 - pelaksana tugas
Alpius Ginda, S.Sos 2011-2012 - pelaksana tugas
Jefrien Molunggui, S.Sos 2012-2015 - pelaksana tugas
4 Jefrien Molunggui, S.Sos 2015-...

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Nama Buka Kepala Sekolah
TK Tunas Pulau 2003 Pirdolin Maria Kusaling
SD GKLB Sabang 1925 Oktovin Tanduk, S.Pd
SD Negeri Sabang 2006 Hepi Mosooli, S.Pd
SMP Kristen Sabang Desni Masrita Sambeta, S.Th
SMP Negeri 3 Bulagi Utara 2007 Oskar Kupansin, S.Pd
SMA Negeri Bulagi Utara 2008 Eidens Beati, S.Pd

Keagamaan[sunting | sunting sumber]

  • Gereja Kalvari Sabang
  • Gereja Eklesia Sabang
  • Gereja Adven Sabang
  • Gereja Bethel Sabang
  • Gereja Suloingan Sabang

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Sejarah Kelurahan sabang