Lompat ke isi

Sabang, Bulagi Utara, Banggai Kepulauan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sabang
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tengah
KabupatenBanggai Kepulauan
KecamatanBulagi Utara
Kode Kemendagri72.07.17.1009 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS7201062008 Suntingan nilai di Wikidata
Luas62 Km2
Jumlah RT10
Jumlah RW2
Peta
PetaKoordinat: 1°12′48.56″S 123°4′14.99″E / 1.2134889°S 123.0708306°E / -1.2134889; 123.0708306

Sabang adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah. Sabang merupakan salah satu dari tiga Kelurahan yang ada di kabupaten Banggai Kepulauan termasuk Kelurahan Salakan, Kecamatan Tinangkung dan Kelurahan Bulagi I, Kecamatan Bulagi.

Letak Geografi

[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Sabang berbatasan langsung dengan:

UtaraSelat Peling
TimurDesa Koyobunga
SelatanDesa Alul, Kecamatan Bulagi
BaratDesa Ombuli

Asal Usul Nama

[sunting | sunting sumber]

Menurut cerita kuno bahwa dahulu ada seorang penjahat jagoan yang namanya tidak diketahui. Penjahat dalam bahasa Banggai "Tolang" artinya sesorang yang banyak berbuat kejahatan dan pada umumnya suka membunuh sesama manusia dan tidak mau bergaul dengan orang lain.

Tolang semakin merajalela dan membuat keonaran di kampung-kampunng. Hal ini membuat seluruh orang kampung menjadi risau terutama Kepala Kampung. Kepala Kampung pun memikirkan hal itu. Maka di dapatlah suatu cara untuk dapat mengalahkan dan memusnahkan Tolang tersebut. Melalui seorang Kepala Jaga maka dikumpulkan beberapa jagoan yang handal. Jagoan-jagoan itu disebut Talenga. Seusai mengumpulkan para Talenga Kepala Jaga tidak langsung menyuruh untuk menyerang di tunggulah hari yang tepat.

Beberapa hari kemudian munculah Tolang tersebut dan membuat keonaran di kampung. Dengan segerah Kepala Jaga menyuruh untuk menyerang. Dikejarlah Talenga itu hingga akhirnya tertangkap dan memusnahkannya dengan memotong dengan parang. Tapi anehnya hanya beberapa hari dibunuh Tolang tersebut hidup kembali dan muncul di tengah-tengah orang-orang kampung dan mulai mengadakan kekacauan kembali. Dengan rasa heran Kepala Jaga memerintahkan untuk diselidiki apa sebenarnya Tolang tersebut demikian. Akhirnya di ketahui bahwa ia mempunyai banyak ilmu-ilmu gaib.

Itulah sebabnya walaupun ia sudah dibunuh tetapi bilah badannya tetap masih satu (tidak dipisah-pisahkan) maka pasti ia bisa hidup kembali. Setelah diketahui demikian maka diadakan pembunuhan yang kesekian kalinya. Ketika Tolang tersebut muncul dikejarlah sampai akhirnya tertangkap kembali. Dimusnahkanlah Tolang itu dan dipenggal-penggal tubuhnya. Kepalanya dan badannya di belah dua dan kemudian di tanam pada tempat yang berbeda dan berjauhan. Badan sebelah kiri dan kananya masing-masing ditanam di sebuah tanjung.

Kini tempat ditanam kepalanya telah di buka perkampungan yang diberi nama "Oluno" artinya kepala. Tempat badan sebelah kanannya ditanam telah berdiri sebuah kampung yang diberi nama "Bakalinga" artinya Kanan. Dan tempat di tanam badan sebelah kirinya kini telah menjadi kampung besar bernama Sabang.

Kepala Kampung/Kepala Desa

[sunting | sunting sumber]
Nu Nama Lahir Mulai Selesai
1 Siako Mosooli 1921 1926
2 Mulia 1927 1928
3 Eliezer "Petty" Bias 1905-1977 1929 1949
4 Estefanus Lokano 1917-? 1950 1958
5 Yan Minunggil 1929-? 1959 1975
6 Zet Siako 1943-? 1976 1977
7 Nethanel Mosooli 1950-2015 1978 1998
Nu Nama Lahir Mulai Selesai Ket.
1 Jhon Frans Anasim 1998 2002
2 Joko Prihantoro, S.STP 2002 April 2008
- Yair Puiya Mei 2007 April 2008 Pelaksana Tugas
3 Yair Puiya Mei 2008 April 2009
- Muhammad Rusdi Mangit, S.IP Mei 2009 2011 Pelaksana Tugas
4 Alpius Ginda, S.Sos 2011 2012 Pelaksana Tugas (?)
- Jefrien Molunggui, S.Sos 2012 2015 Pelaksana Tugas
5 Jefrien Molunggui, S.Sos 2015 2020
6 Ones M. Maasi, S.Sos 2020 Petahana

Bidang Pendidikan

[sunting | sunting sumber]
Nama Buka Kepala Sekolah
TK Tunas Pulau/
TK Negeri Sabang
2003 Nonce Adelita Kusaling
SD GKLB Sabang/
(Inlandsch Volksschool)
1925 Kiawasti Sataong, S.Pd
SD Negeri Sabang 2006 Herti Kumala Takus, S.Pd
SMP Kristen Sabang 1967 Desni Masrita Sambeta, S.Th
SMP Negeri 3 Bulagi Utara 2007 Krisanto Siunta
SMA Negeri Bulagi Utara 2008 Eidens Beati, S.Pd

Bidang Keagamaan

[sunting | sunting sumber]

Dalam hal keagamaan masyarakat Kelurahan Sabang mayoritas menganut agama Kristen yang terdiri dari 5 denominasi dengan 8 gedung Gereja. Sedangkan, minoritasnya beragama Islam dengan 1 gedung Masjid, yakni Masjid Mua'laf Sabang.

Nama Gereja Berdiri Lembaga Pimpinan
Jemaat Kalvari Sabang 1918 GPIBK
Jemaat Eklesia Sabang 1976 GPDI
Jemaat Advent Sabang 1989 GMAHK
Jemaat Bethel Sabang GBI
Jemaat Suloingan Sabang 2008 GPIBK
Jemaat Tiberias Sabang GPDI
Jemaat Elohim Sabang GPKdI
Jemaat Dunia Baru Sabang 2019 GPIBK

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]