Kabupaten Morowali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Morowali
Lambang Kabupaten Morowali.jpg
Lambang Kabupaten Morowali
Moto: -


{{{peta}}}
Peta lokasi Kabupaten Morowali
Koordinat: -
Provinsi Sulawesi Tengah
Dasar hukum UU RI No. 51 Tahun 1999
Tanggal 3 November 1999
Ibu kota Bungku
Pemerintahan
 - Bupati Anwar Hafid (2007-...)
 - DAU Rp. 615.422.867.000.-(2013)[1]
Luas 15.490,12 km2
Populasi
 - Total 179.649 jiwa (2004)[2]
 - Kepadatan 11,6 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan 13
 - Kelurahan 238 (desa)
 - Situs web -

Kabupaten Morowali adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Bungku (sebelumnya pernah dipindahkan sementara hingga tahun 2005 ke Kolonodale, Petasia, Morowali).[3] Kabupaten ini memiliki luas wilayah 14.489,62 km² dan berpenduduk sebanyak 179.649 jiwa (2009)[4]. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Poso pada 3 November 1999. Mata pencaharian terbesar penduduk kabupaten ini adalah petani.[5]

Secara geografis Kabupaten Morowali terletak di 01o31 12 - 03o46 48 LS dan antara 121o02 24- 123o15 36 BT, dengan batas-batas sebagai berikut:

Nama "Morowali" berasal dari bahasa Suku Wana yang berarti "gemuruh".[5]

Pemekaran daerah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Morowali Utara[sunting | sunting sumber]

Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi:

  1. Mori Atas
  2. Mori Utara
  3. Petasia
  4. Petasia Timur
  5. Mamosalato
  6. Bungku Utara
  7. Soyo Jaya
  8. Lembo
  9. Lembo Raya
  10. Bungku Barat


Ibu kota kabupaten ini adalah Kolonodale.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ Profil Morowali di situs web Sulawesi Tenggara (2004) (format PowerPoint)
  3. ^ "Wawancara dengan Anwar Hafid, Bupati Morowali: Pendidikan Gratis Sudah Menjadi Impian Saya", TEMPO, No. 3746 (26 Januari-1 Februari 2009)
  4. ^ Sulawesi Tengah Dalam Angka Tahun 2010, BPS Sulawesi Tengah 2010.
  5. ^ a b "Menghidupkan Semanagat Suku Wana", TEMPO, No. 3746 (26 Januari-1 Februari 2009)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]