Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Sumatra 1rightarrow blue.svg Jambi
Logo Kabupaten Tanjung Jabung Barat.jpg
Lambang
Motto: 
Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan
Lokasi Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.svg
Kabupaten Tanjung Jabung Barat berlokasi di Sumatra
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Barat berlokasi di Indonesia
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Koordinat: 1°03′S 102°56′E / 1.05°S 102.93°E / -1.05; 102.93
Negara Indonesia
ProvinsiJambi
Tanggal peresmian10 Agustus 1965
Dasar hukumUndang-Undang No. 7
Ibu kotaKuala Tungkal
Pemerintahan
 • BupatiDr. Ir. H. Safrial, M.S.
 • Wakil BupatiDrs. H. Amir Sakib
Luas
 • Total5.009,82 km2 (193,430 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total320.108 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaJawa, Melayu, Bugis, Batak, Minangkabau, Banjar, Palembang, Tionghoa, Sunda, Kerinci, dan lain-lain
 • AgamaIslam 93,52%
Kristen 5,99%
Protestan 5,45%
Katolik 0,54%
Buddha 0,45%
Konghucu 0,05%
Hindu 0,01%[1]
 • BahasaBahasa Melayu, Bahasa Indonesia, Bahasa Banjar, Bahasa Jawa dan lain-lain
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon+62742
Kode Kemendagri15.06 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan13
Jumlah kelurahan20
Jumlah desa114
DAURp. 387.991.551.000.-(2013)[2]
Situs webhttp://tanjabbarkab.go.id

Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayahnya 5.009,82 km² dengan populasi 320.108 jiwa pada tahun 2019[1] dan ibukotanya ialah kota Kualatungkal, yang letaknya berada di kecamatan Tungkal Ilir . Kabupaten ini terbagi menjadi 13 kecamatan dan memiliki 20 kelurahan serta 138 desa. Sebelumnya, kabupaten ini bergabung dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang kemudian dimekarkan membentuk Kabupaten Tanjung Jabung.[1]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau
Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Selat Berhala
Selatan Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi
Barat Kabupaten Tebo

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lambang Kabupaten Tanjung Jabung, sekarang dipisah menjadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur sejak tahun 1999.[3]

Seiring bergulirnya perkembangan zaman berdasarkan keputusan Komite Nasional Indonesia (KNI) untuk Pulau Sumatra di Kota Bukitinggi (Sumbar) pada tahun 1946 tanggal 15 April 1946, maka pulau Sumatra di bagi menjadi 3 (tiga) Provinsi, yaitu Provinsi Sumatra Tengah, Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Sumatra Selatan, pada waktu itu Daerah Keresidenan Jambi terdiri dari Batanghari dan Sarolangun Bangko, tergabung dalam Provinsi sumatera Tengah yang dikukuhkan dengan undang - undang darurat Nomor 19 Tahun 1957, kemudian dengan terbitnya undang - undang Nomor 61 Tahun 1958 pada tanggal 6 januari 1958 Keresidenan Jambi menjadi Provinsi Tingkat I Jambi yang terdiri dari : Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun Bangko dan Kabupaten Kerinci.

Pada tahun 1965 wilayah Kabupaten Batanghari dipecah menjadi 2 (dua) bagian yaitu : Kabupaten Dati II Batanghari dengan Ibu kota Kenaliasam, Kabupaten Dati II Tanjung Jabung dengan Ibu kotanya Kuala Tungkal. Kabupaten Dati II Tanjung Jabung diresmikan menjadi daerah kabupaten pada tanggal 10 Agustus 1965 yang dikukuhkan dengan Undang - Undang Nomor 7 Tahun 1965 (Lembaran Negara Nomor 50 Tahun 1965), yang terdiri dari Kecamatan Tungkal Ulu, Kecamatan Tungkal Ilir dan kecamatan Muara Sabak.

Setelah memasuki usianya yang ke-34 dan seiring dengan bergulirnya Era Desentralisasi daerah, di mana daerah di beri wewenang dan keleluasaan untuk mengurus rumah tangganya sendiri, maka kabupaten Tanjung Jabung sesuai dengan Undang-undang No.54 Tanggal 4 Oktober 1999 tentang pemekaran wilayah kabupaten dalam Provinsi Jambi telah memekarkan diri menjadi dua wilayah yaitu : 1. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sebagai Kabupaten Induk dengan Ibu kota Kuala Tungkal 2. Kabupaten Tanjung Jabung Timur Sebagai Kabupaten hasil pemekaran dengan Ibu kota Muara Sabak

Kabupaten yang beribu kota di Kuala Tungkal ini memiliki masyarakat yang heterogen. Suku Jawa, Banjar, Melayu, Bugis, Batak, Minangkabau, Palembang, Tionghoa, Kerinci dan berbagai etnis berbaur di kabupaten yang terkenal dengan julukan kota bersama ini. Dengan hasil pertanian dan perkebuanan yang cukup melimpah kabupaten ini terus berkembang. Kelapa, Kelapa Sawit, Pinang, dan beraneka buah-buahan adalah sumber daya alam yang banyak terdapat di daerah ini. Juga kekayaan minyak bumi dan gas yang saat ini dikelola oleh perusahaan asing juga merupakan kekayaan asli dari daerah ini.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Bupati Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
Drs.
Moh. Amir
(Pejabat Sementara)
1965
1967
Drs.
M. Radja’i
(Pejabat Sementara)
1967
1968
1
Hasanuddin Kamaruddin
1968
1979
1
2
Drs.
Alamsyah Braksan
(Pelaksana Tugas)
1979
1981
2
Drs.
Toegino
1981
1985
3
Drs.
Hasyim Hanafi
(Pejabat Sementara)
1985
1986
3
Selamat Barus
1986
1996
4
5
4
Achmad Sugeng
1996
2001
6
[ket. 1]
5
UsmanErmulan-RegentofWestTanjungJabung.jpg Drs. H.
Usman Ermulan
M.M.
27 Januari 2001
20 April 2005
7
[ket. 2]
[ket. 3]
Dr. Ir. H.
Safrial
M.S.
Safrial.png Dr. Ir. H.
Safrial
M.S.
20 April 2005
27 Januari 2006
6
27 Januari 2006
27 Januari 2011
8
H. M.
Yamin
S.H.
(5)
UsmanErmulan-RegentofWestTanjungJabung.jpg Drs. H.
Usman Ermulan
M.M.
27 Januari 2011
27 Januari 2016
9
Dr.
Katamso Syafe'i Ahmad
S.E., M.E.
Ir. H.
Ahmad Fauzi Ansori
M.T.P.
(Penjabat)
27 Januari 2016
17 Februari 2016
[ket. 4]
(6)
Safrial.png Dr. Ir. H.
Safrial
M.S.
17 Februari 2016
Petahana
10
Drs. H.
Amir Sakib
Keterangan
  1. ^ Bupati Tanjung Jabung sebelum pemekaran pada 1999
  2. ^ Bupati Tanjung Jabung Barat setelah pemekaran
  3. ^ Mengundurkan diri pada 2005 karena mencalonkan diri sebagai Gubernur pada Pemilihan umum Gubernur Jambi 2005
  4. ^ Menjadi Pejabat Bupati karena Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada Pilkada Serentak 2015, Safrial dan Amir Sakib dilantik mengikuti jadwal pelantikan pada 17 Februari 2016


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil Pemilihan umum Legislatif 2019, DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat tersusun dari sebelas partai, dengan perincian sebagai berikut:

DPRD Tanjung Jabung Barat 2019-2024
Partai Kursi Perolehan Suara
PDI-Perjuangan 8 32.944 (19,70%)
GolkarLogo.png Partai Golkar 6 20.407 (12,21%)
Logo PAN.svg PAN 5 20.991 (12,55%)
PKB 4 18.146 (10,85%)
Logo Gerindra.svg Partai Gerindra 3 17.896 (10,70%)
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 2 14.531 (8,69%)
Partai NasDem.svg Partai NasDem 2 9.204 (5,50%)
Partai Demokrat 2 8.558 (5,12%)
Logo PPP.svg PPP 1 7.667 (4,59%)
Logo Partai Berkarya.svg Partai Berkarya 1 5.262 (3,15%)
Bulan Bintang.jpg PBB 1 3.354 (2,01%)
PartaiPerindo.png Partai Perindo 0 4.306 (2,58%)
Logo Hanura.svg Partai Hanura 0 3.199 (1,91%)
Logo Partai Garuda.svg Partai Garuda 0 445 (0,27%)
LogoPSI.svg PSI 0 220 (0,13%)
Logo Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.svg PKPI 0 65 (0,04%)
Total 35 167.195

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah sebagai berikut;

  1. Renah Mendaluh
  2. Batang Asam
  3. Tebing Tinggi
  4. Tungkal Ulu
  5. Merlung
  6. Muara Papalik
  7. Senyerang
  8. Pengabuan
  9. Bram Itam
  10. Betara
  11. Kuala Betara
  12. Seberang Kota
  13. Tungkal Ilir

Lambang Daerah[sunting | sunting sumber]

  1. Bidang Dasar lambang berbentuk perisai yang memiliki 5 (lima) sudut berwarna kuning cerah dengan dua garis tepi berwarna hitam yang melambangkan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berideologi Pancasila dan dalam menjalankan roda pemerintahan berdasarkan Undang Undang Dasar 1945.
  2. Bintang bersisi 5 (lima) berwarna kuning emas melambangkan bahwa bagaimanapun bentuk dan keanekaragaman yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
  3. Payung berwarna orange dengan enam ruas melambangkan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki adat istiadat yang mengayomi segala aspek kehidupan dalam masyarakat etnis, agama maupun budaya. Lima ruas dipandang sebagai agama yang ada di Indonesia dan satu ruas dipandang representatif mewakili daripada etnis-etnis yang heterogen, melambangkan dalam penggambilan keputusan para tua tenganai dan tokoh adat, sebelumnya memandang etnis dan agama yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
  4. Bambu Runcing menyilang yang diikat dengan kain berwarna merah melambangkan asal mula perjuangan rakyat Tanjung Jabung Barat. Bambu runcing merupakan persenjataan yang digunakan dalam perjuangan. Seutas kain berwarna merah merupakan sebutan pejuang selempang merah karena setiap pejuang mempunyai tanda pengenal dengan tanda kain merah yang diikatkan atau dilingkarkan di tubuh para pejuang tersebut.
  5. Perahu layar merupakan lambang atau ciri yang menggambarkan salah satu potensi alam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Layar berwarna Putih melambangkan kesucian masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Perahu dan tonggak berwarna kuning melambangkan bahwa apapun potensi yang ada dalam Kabupaten Tanjung Jabung Barat keseluruhannya adalah milik Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
  6. Garis panjang ombak yang melengkok-lengkok melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat yang heterogen dengan keanekaragaman etnis, agama, ras dan sebagainya menjadi penopang untuk tegak, maju dan berkembangnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan memanfaatkan potensi yang ada.
  7. Gambar air yang mengalir di depan perahu melambangkan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang memiliki potensi sektor pertambangan.
  8. Lima buah batu bata putih melambangkan jumlah kecamatan yang ada pada saat pemekaran Kabupaten Tanjung Jabung menjadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
  9. Gong berwarna coklat muda melambangkan bahwa dalam pengambilan keputusan lebih mengutamakan kemufakatan sebagaimana kata pepatah “ Bulat Air Dek Pembuluh Bulat Kata Dek Mufakat”
  10. Padi berwarna kuning berjumlah 10 biji pada sebelah kiri dan 8 biji pada sebelah kanan yang terletak di sebelah kiri dalam lambang melambangkan pangan bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat dan sekaligus mencerminkan sejarah tanggal dan bulan lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tanggal 10 Agustus.
  11. Daun Kelapa berwarna hijau berjumlah 65 (enam puluh lima) helai yang terletak di sebelah kanan dalam lambang melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat dapat berguna di mana dan kapan saja, karena ia dapat hidup di manapun, sekaligus mencerminkan sejarah tahun lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tahun 1965.
  12. Rantai putih yang menghubungkan gambar padi dan daun kelapa melambangkan kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat, saling bantu-membantu atau bekerja sama dalam setiap masalah yang dihadapi dalam masyarakat.
  13. Pita berwarna orange yang bertuliskan “SERENGKUH DAYUNG SERENTAK KE TUJUAN” melambangkan bahwa masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berbeda etnis dan agama bersama-sama dalam memajukan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang sangat potensial untuk mencapai Tanjung Jabung Barat yang lebih maju dan berkembang.

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

  1. LPPL Radio Siaran Pemerintah Daerah Tanjung Jabung Barat (RSPD) 94.0 FM (Milik Pemerintah)
  2. LPPL Tungkal Televisi (TTV) 48 UHF (Milik Pemerintah) (tutup pada Desember 2016)
  3. RKIN ( Radio Kelapa Indah ) 90.7 FM (Swasta)
  4. Radio Masjid Agung Al-Istiqamah 107.8 FM (Swasta) (setiap bulan Ramadhan)
  5. TVRI Jambi 36 UHF Kuala Tungkal
  6. MNC TV Jambi 42 UHF Kuala Tungkal
  7. Pengabuan TV (hanya dapat disaksikan oleh pelanggan TV Kabel Pengabuan Visual Mandiri)
  8. Tanjab TV

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Dalam bidang kesehatan, di Tanjung Jabung Barat memiliki rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Tanjung Jabung Barat sendiri memiliki sebuah rumah sakit umum yang termasuk dalam Badan Layanan Umum Daerah dan Puskesmas di setiap kecamatan yang ada.

Rumah Sakit[sunting | sunting sumber]

  1. RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal

Puskesmas yang ada di Kuala Tungkal

  1. Puskesmas I Kuala Tungkal
  2. Puskesmas II Kuala Tungkal
  3. Puskesmas Pembantu Kuala Tungkal

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Water Front City di Kuala Tungkal
  2. Ancol Beach di Kuala Tungkal
  3. Taman PKK di Kuala Tungkal
  4. Pemandian Air Hangat di Desa Pematang Buluh Kec. Betara
  5. Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Kec. Batang Asam yang berbatasan dengan Kab. Tebo
  6. Air Terjun Bukit Pinang Bawah di Tanjung Bojo yang dapat dilalui di Jalan Lintas Timur Sumatra
  7. Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur yang membentang dari Kecamatan Seberang Kota, Tungkal I, sampai ke Pangkal Babu.
  8. Air Terjun Pelang di Dusun Gemuruh Pelabuhan Dagang
  9. Wisata Alam Pelatihan Gajah di Tungkal Ulu
  10. Taman Wisata Lestari Indah di Muntialo Kecamatan Betara
  11. Pelabuhan Roro (diresmikan pada Februari 2017)
  12. Balai Adat Tanjung Jabung Barat di Jalan Prof. Sri Soedewi, Desa Pembengis
  13. Taman Pondok Cinta di Parit IV Jalan Manunggal II Ujung Kuala Tungkal
  14. Jembatan Rawa Karindangan di Desa Pematang Buluh Kec. Betara
  15. Taman Disparpora di Halaman Kantor Dinas Disparpora Kab. Tanjung Jabung Barat
  16. Taman Persitaj di samping kanan Stadion Karya Bhakti Kuala Tungkal

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan[sunting | sunting sumber]

Semua pelabuhan ini terletak di Kuala Tungkal

  1. Pelabuhan Roro
  2. Pelabuhan Marina Batam
  3. Pelabuhan Ampera
  4. Pelabuhan LLASDP
  5. Pelabuhan Kwatik
  6. Pelabuhan Tanggo Rajo Ulu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Kabupaten Tanjung Jabung Barat Dalam Angka 2020". www.tanjabbarkab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ Profil Daerah Kabupaten dan Kota (edisi ke-1). Penerbit Kompas. 2001. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]