Ninmedia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ninmedia
PT. Ninmedia Indonesia
Perseroan terbatas
IndustriTelevisi satelit
DidirikanSeptember 2013
Kantor
pusat
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Rahadi Arsyad (Presdir)
Jemy Penton (Dirut)
Situs webninmedia.tv

PT Ninmedia Indonesia atau lebih dikenal dengan nama Ninmedia saja merupakan sebuah layanan stasiun televisi satelit freemium asal Indonesia.[1] Ninmedia didirikan pada September 2013 oleh sekelompok profesional yang telah berpengalaman di industri media massa terutama televisi.[2] Layanan Ninmedia dipancarkan melalui satelit ChinaSat 11 dengan pita frekuensi Ku.[3]

Ninmedia menawarkan siaran televisi satelit gratis lewat parabola tanpa perlu berlangganan. Konsumen yang ingin menyaksikan layanan Ninmedia cukup memasang antena parabola mini dan membeli dekoder rekomendasi untuk Ninmedia.

Kompetitor Ninmedia saat ini adalah SMV FreeSat TV dan Gramedia.

Serba-serbi[sunting | sunting sumber]

Kerjasama dengan Tiviplus[sunting | sunting sumber]

Pada 22 Mei 2019, Ninmedia mengumumkan kerjasama kemitraan dengan Tiviplus yang menyewa 15 slot saluran di transponder Ninmedia di satelit Chinasat 11 untuk saluran-saluran premium (berbayar).[4] Selama masa percobaan, pelanggan Ninmedia hanya perlu memakai dekoder rekomendasi untuk bisa menyaksikan tayangan saluran premium tersebut tanpa dikenakan biaya.[4]

Sejak Juli 2019, layanan Tiviplus di Ninmedia resmi menjadi layanan berbayar dengan harga terjangkau dan sistem pembayaran prabayar.[5]

Kerjasama dengan Multivision Plus[sunting | sunting sumber]

Pada November 2018, Ninmedia dan Multivision Plus sepakat melakukan kerjasama kemitraan dengan Multivision yang memasukan saluran-saluran premium mereka ke Ninmedia.[6]

Kontroversi saluran Grup MNC[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Mei 2019, RCTI atas nama Media Nusantara Citra (MNC) melayangkan gugatan kepada Ninmedia melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Menurut perwakilan RCTI, Ninmedia telah melakukan pelanggaran hak cipta dengan menyebarluaskan atau menyiarkan saluran-saluran Grup MNC seperti RCTI, GTV dan MNC TV.[7]

Pada 18 Desember 2019, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak sepenuhnya gugatan yang dilayangkan oleh RCTI.[8]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Apa itu Ninmedia?. Diakses 1 November 2019.
  2. ^ Sejarah Ninmedia. Diakses 1 November 2019.
  3. ^ Frekuensi Channel Ninmedia Indonesia Chinasat 11 Terbaru. Satelit Indonesia. Diakses 1 November 2019.
  4. ^ a b Kolaborasi Ninmedia dan Tiviplus Hadirkan Saluran Premium dengan Harga Merakyat. Tribun News. Diakses 1 Desember 2019.
  5. ^ Cara Bayar Tiviplus Melalui Aplikasi. Diakses 1 Desember 2019.
  6. ^ Multivision Plus-Ninmedia Hadirkan TV Satelit Gratis hingga ke Pelosok. Rakyatku Bisnis. Diakses 1 Desember 2019.
  7. ^ Hak Cipta : 2 Perusahaan Ini Digugat RCTI Rp2 Triliun. Diakses 1 Desember 2019.
  8. ^ Pengadilan Niaga JakPus Tolak Gugatan RCTI Atas Ninmedia. Diakses 22 Desember 2019.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]