Cinta Fitri (musim 4)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Cinta Fitri Season 4
Musim 4
Berkas:Cinta Fitri Season 4 Ramadhan 1.jpg
Jumlah episode115
Rilis
Saluran asliSCTV
Tanggal tayangSenin, 20 Juli –
Minggu, 15 November 2009
Kronologi Musim
← Sebelumnya
Cinta Fitri (musim 3)
Selanjutnya →
Cinta Fitri (musim 5)

Cinta Fitri 4 atau Cinta Fitri Musim Ramadan adalah musim keempat dari sinetron Cinta Fitri yang ditayangkan oleh SCTV pada tanggal 20 Juli hingga 15 November 2009 dengan jumlah 115 episode.

Pemeran

Pemeran Peran
Shireen Sungkar Fitri Rahayu
Teuku Wisnu Emeraldi Farrel Hutama
Dinda Kanya Dewi Mischa
Shandy Syarif Faiz
Verlita Evelyn Maya
Iqbal Pakula Bram
Nuri Maulida Kayla
Lian Firman Hadi
Adly Fairuz Aldo
Donita Moza
Boy Tirayoh Hutama
Irene Librawati Lia
Ida Kusumah Oma
Teuku Ryan Hartawan
Silvana Herman Doli
Meidiana Hutomo Bu Lik Rini
Randy Pangalila Tristan
Nurul Hidayati Dinita
Arthur Tobing Iman
Debbie Cynthia Dewi Asih
Bemby Putuanda Norman
Anbo Onthoceno Yuga
Raffa Nemaja Raffa
Fabian Alif
Angelia Quartiana Abel

Alur cerita

Bayi Farrel dan Fitri lahir dengan selamat dan diberi nama oleh Bu Lia, "Raffa Emeraldy Hutama." Kini Farrel dan Fitri tinggal di rumah keluarga, meskipun ada tekanan dari Maya, Bram, Faiz, dan Mischa. Sementara itu, teror dari Tristan ke Moza berhasil diatasi oleh Aldo dan Fitri, meskipun Fitri kemudian terus diteror oleh Tristan. Akhirnya Tristan ditangkap oleh polisi dan dijebloskan ke penjara setelah berusaha membunuh Fitri di rumah Hutama.

Kembali ke Farrel, karena ia telah kembali ke keluarga, maka Bu Lia kembali memercayakan Retro kepadanya, dan Faiz bekerja di bawahnya. Farrel terus berusaha mendidik Faiz. Di sisi lain, Bram telah berhasil mengambil rekaman CCTV pembunuhan Pak Hutama, yang menunjukkan bahwa Faiz dan Mischalah yang membunuh Pak Hutama. Bram menyimpan rekaman itu di safety boxnya. Akan tetapi, Maya yang melihat dan curiga lalu memberanikan diri untuk membuka safety box itu. Intinya, Maya mengetahui kejadian pembunuhan Pak Hutama yang sebenarnya dan menuduh bahwa Bram terlibat.   Maya segera menelepon Farrel dan berlari terus ke jalan menjauhi Bram namun kemudian ditabrak lari oleh sebuah mobil. Maya mengalami pendarahan yang hebat di kepalanya, dan memengaruhi otaknya. Maya tidak dapat merespon, melihat, serta menggerakkan tangan dan kaki. Atas usulan Fitri, Maya diterapi. Dengan sabar semua berdoa untuk kesembuhan Maya. Farrel terus berusaha mengajar Maya berjalan dengan sabar, dan Mischa berusaha menghabisi Maya sehingga Farrel yg melihatnya tidak sadar ada mobil di sampingnya dan menabrak mobil Farel dan Farel mengalami kecelakaan terdengar dari rumah dan ditolong oleh Mischa, Faiz, dan Fitri. Tak lama kemudian, Faiz yang sudah terjepit lalu mengakui perbuatannya membunuh Pak Hutama. Hal ini membuat Bu Lia tidak mau mengakui keberadaan Faiz lagi. Faiz dan Mischa diusir dari rumah.   Setelah Maya sembuh, Maya tidak mengingat isi rekaman CCTV itu. Melihat Faiz dan Mischa terusir, Maya merasa iba dan menyuruh mereka kembali. Farrel dan Fitri berusaha menjelaskan kenyataannya, tetapi takut jika Maya nantinya syok. Di sisi lain, Bram yang masih merasa bersalah dengan keluarga lalu menyatakan diri bahwa ia juga berperan dalam pembunuhan Pak Hutama. Ia yang menyimpan rekaman CCTV itu yang berarti menyelamatkan Faiz dan Mischa. Pengakuan Bram itu membuat Maya kembali mengingat semua yang dialaminya. Bram kemudian pergi dari rumah. Sementara itu, Mischa dan Faiz berusaha menarik perhatian Bu Lia supaya ia bisa diterima kembali di keluarga Hutama dengan segala cara yang ada, namun sayangnya, Bu Lia tetap membenci Faiz dan Mischa.   Suatu hari ketika Fitri melihat Faiz dan Mischa berada di rumah sakit, Fitri mendengar ucapan mereka, bahwa mereka masih menyembunyikan suatu rahasia yang sangat besar. Maka dari itu, Fitri, bekerja sama dengan Pak Hartawan, melakukan penyelidikan. Mischa yang mengetahui hal ini kemudian membayar Bu Dolly, seorang PSK, untuk mengaku bahwa ia pernah menitipkan anaknya pada Dinita, sehingga rahasia besar yang ditemukan Fitri bukanlah mengenai Faiz bukan anak kandung Hutama, melainkan mengenai "Ibu kandung Farrel" masih hidup. Fitri dan Oma merahasiakan dari Farrel bahwa Bu Dolly ibu kandungnya namun hal ini diketahui oleh Farrel. Lalu Farrel pergi dari Rumah untuk bertemu dengan Bu Dolly, dan Bu Dolly terus menggodanya. Fitri menjelaskan bahwa itu ibu kandungnya ia yg sangat sedih hatinya yg membawa nya ke kuburan Hutama. Di sisi lain, Maya dan Bram akan memidahkan sekolah Alif karena tidak berkembang. Pada malam hari Farrel berkata dalam Hati meminta kepada Tuhan agar diberi petunjuk karena tidak fokus Farrel mengalami kecelakaan menghindari truck di depannya dan mobilnya menabrak pohon. Lia yg sangat mencemaskan Farrel berusaha tenang dan Farrel sadar dari pingsannya karena kecelakaan tadi ia masih dalam mobil. Farrel yg kesakitan memegang dahinya yg berdarah dan keluar dari mobil itu ia melijat jalan yg berkunang-kunang akibat benturannya itu dan sempat terjatuh. Dan ketika akan ditolong orang-orang Farrel membentak sehingga orang-orang itu meninggalkan Farrel, ia teringat masa kecilnya dengan orang tuanya, dan Farrel merasa bahwa kecelakaan ini petunjuk apapun yang terjadi Lia dan Hutama tetap orang tua Farrel. Ketika sampai di rumah mereka senang Farrel pulang dan Fitri bertanya kenapa dahinya luka. Farrel berjanji kepada Lia dia tidak akan meninggalkan keluarga Hutama.   Bu Dolly pun akhirnya memasuki keluarga Hutama dan Fitri dan Oma curiga dengan kelakuannya. Akhirnya Fitri berhasil mengambil sampel darah Bu Dolly, dan terbukti bahwa Bu Dolly bukan ibu kandungnya Farrel. Sayangnya Bu Dolly sudah kabur. Farrel, Fitri, Oma, dan Bu Lia melabrak Mischa dan Faiz, karena menyangka bahwa merekalah dalang dari semua ini. Tapi ternyata mereka tidak mendapatkan apa-apa. Sesampainya mereka pulang, Fitri mendapati Bu Lik, Bibi, dan Maya tergeletak pingsan di dapur, Fitri berteriak. Lia, Oma, dan Farrel pun datang ke dapur, sampai semuanya sadar, bibi pun berkata bahwa Raffa telah hilang. Segera saja, Fitri dan Farrel, dengan bantuan Pak Hartawan, mencari Raffa.

Pranala luar