Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2019

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jokowi - Ma'ruf Amin
JokowiAmin01.png
Kampanye untukPemilihan umum Presiden Indonesia 2019
KandidatJoko Widodo
Presiden Indonesia (petahana)
Gubernur DKI Jakarta (2012–14)
Wali Kota Surakarta (2005–12)

Ma'ruf Amin
Ketua Majelis Ulama Indonesia (2015–sekarang)
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2007–09, 2010–14)
StatusDidaftarkan: 10 August 2018
Disahkan: 20 September 2018
Markas pusatGedung High End
Kebon Sirih, Menteng, Daerah Khusus Ibukota Jakarta[1]
Tokoh kunciKetua Tim Sukses:
Erick Thohir
Situs webhttps://jokowiamin.id/
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPR, DPRD, dan DPD
TAHUN 2019
Indonesian Presidential Seal gold.svg Indonesian Vice Presidential Seal gold.svg Coat of arms of the People's Representative Council of Indonesia.svg Coat of arms of the Regional Representative Council of Indonesia.svg
Pilpres sebelumnya
Pileg sebelumnya

Kampanye kepresidenan Joko Widodo 2019 adalah upaya kedua presiden Joko Widodo, menyusul keberhasilan kampanye pertamanya dalam pemilihan presiden 2014. Kampanye ini bertujuan untuk pemilihan kembali Jokowi, dengan ulama Islam Ma'ruf Amin sebagai pasangannya, kembali melawan Prabowo Subianto.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Joko Widodo dilantik sebagai Presiden Indonesia pada 20 Oktober 2014 setelah mengalahkan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden Indonesia 2014.[2] Kepresidenannya awalnya melihat peringkat persetujuan yang rendah - kurang dari 30% di awal 2015 - yang akhirnya meningkat menjadi sekitar dua kali lipat pada akhir 2017.[3]

Tim kampanye[sunting | sunting sumber]

Pengusaha Erick Thohir mengepalai tim kampanye, yang terdiri dari berbagai politisi dari partai-partai koalisi.[4] Pada saat pengumuman awal, tim kampanye juga menyertakan tiga menteri yang duduk dalam jabatan - Sri Mulyani, Pramono Anung, dan Puan Maharani - dan tiga gubernur yang sedang atau akan menjabat - Ridwan Kamil, Muhammad Zainul Majdi, dan Lukas Enembe.[5] Perlu diketahui bahwa dua gubernur terakhir adalah anggota Partai Demokrat, yang sebenarnya mendukung upaya memenangkan Prabowo Subianto.[6]

Dukungan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Jokowi-Ma'ruf Akan Gelar Rapat di Kantor Tim Kampanye". SINDOnews.com. 17 September 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2018. 
  2. ^ "Joko Widodo sworn in as Indonesian president". BBC (dalam bahasa Inggris). 20 Oktober 2014. Diakses tanggal 24 Desember 2018. 
  3. ^ "Jokowi's popularity strong ahead of Indonesian elections". Nikkei Asian Review (dalam bahasa Inggris). 16 Januari 2018. Diakses tanggal 24 Desember 2018. 
  4. ^ "Indonesian tycoon Erick Thohir helms Jokowi's campaign team". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). 7 September 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2018. 
  5. ^ "Deretan Menteri dan Gubernur di Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin, Ada 2 Menteri Perempuan". Tribun Jabar. 20 Agustus 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2018. 
  6. ^ "Para Kepala Daerah Partai Demokrat yang Dukung Jokowi-Ma'ruf". KOMPAS. 11 September 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2018.