Tiworo Kepulauan, Muna Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tiworo Kepulauan
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tenggara
KabupatenMuna Barat
Populasi
 • Total7,215 jiwa (2.018) jiwa
Kode Kemendagri74.13.09 Edit the value on Wikidata
Luas77,90 km²
Desa/kelurahan9

Tiworo Kepulauan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara astronomis, Kecamatan Tiworo Kepulauanterletak di bagian barat laut pulau Muna.Kambara sebagai ibu kota Tiworo Kepulauan secara geografis, Tiworo Kepulauanterletak di barat laut garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan di antara 4°53’ – 4°59’lintang selatan dan membentang dari barat ke timur diantara 122.48° - 122.55° bujur timur.

Batas wilayah administrasi Kecamatan Tiworo Kepulauansebagai berikut:

  • Sebelah utara berbatasan dengan selat tiworo dan Kecamatan Sawerigadi
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Sawerigadi.
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Tiworo Selatan.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Kecamatan Tiworo Tengah.

Luas daratan Kecamatan Tiworo Kepulauan yaitu sekitar 77,90 km2 yang terletak di bagian Barat laut Pulau Muna Barat. Kecamatan Tiworo Kepulauan terdiri atas 7 Desa dan 2 Kelurahan yaitu Desa Sido Makmur, Desa Wulanga Jaya, Desa Wandoke, Kelurahan Tiworo, Desa Laworo, Desa Waturempe, Kelurahan Waumere, Desa Lasama dan Desa Katela.

Kecamatan Tiworo Kepulauan pada umumnya beriklim tropis dengan suhu rata-rata antara 26ºC – 29ºC.Seperti halnya daerah lain di Kabupaten Muna Barat, pada bulan November sampai Juni angin bertiup dari benua asia dan samudera pasifik mengandung banyak uap air yang menyebabkan terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Kecamatan Tiworo Kepulauan.

Sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan juli dan oktober, dimana pada bulan ini angin bertiup dari benua Australia yang sifatnya kering dan sedikit mengandung uap air. Seperti halnya daerah Sulawesi Tenggara pada umumnya, di Kecamatan Tiworo Kepulauanangin bertiup dengan arah yang tidak menentu, yang mengakibatkan curah hujan yang tidak menentu pula, dan keadaan ini dikenal sebagai musim pancaroba.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Untuk menjalanakan fungsi Pemerintahan, Administrasi Pemerintahan di Kecamatan Tiworo Kepulauan di bagi menjadi beberapa wilayah administrasi desa dan Kelurahan.

Kecamatan Tiworo Kepulauan merupakan salah satu kecamatan yang berada di Bawah pemerintahan administrasi Kabupaten Muna Barat Propinsi Sulawesi Tenggara.

Kecamatan Tiworo Kepulauan merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di wilayah Kabupaten Muna Barat dengan ibukota Tiworo. Kecamatan Tiworo kepulauan terdiridari 9 Desa/Kelurahan 19 dusun, dan 46 rukun tetangga (RT). Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pemerintah di desa/kelurahan maka di masing-masing desa/ kelurahan telah dibangun kantor desa, balai desa dan Sanggar PKK.

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk Jumlah penduduk Kecamatan Tiworo Kepulauanpadatanun 2017 sampai dengan tahun 2018 berdasarkan proyeksi penduduk SP 2010 berjumlah 7.215 jiwa. Dari jumlah tersebut 3.537 jiwa atau 49 persen adalah penduduk laki-laki. Sedangkan untuk penduduk perempuan pada tahun 2018 sebanyak 3.678 jiwa atau 51 persen. Perbandingan antara penduduk laki-laki dan perempuan atau sex ratio pada tahun 2018 sebesar 96 yang artinya setiap 100 penduduk perempuan ada 95 penduduk laki-laki.

Kepadatan Penduduk Berdasarkan tingkat kepadatannya, Desa Laworo merupakan desa dengan kepadatan penduduk terbesarya itu sebesar 176 jiwa/km2, kemudian Kelurahan Tiworo merupakan kepadatan penduduk yang terkecil sebesar 59 jiwa/Km2.

Persebaran Penduduk Kecamatan Tiworo Kepulauan terdiri adalah 9 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk setiap desa tidak merata. Pada tahun 2018 desa yang paling banyak penduduknya adalah Kelurahan Tiworo berjumlah 1.066 jiwa atau 15 persen, kemudian Desa Katela berjumlah 1.024 jiwa atau sebesar 14 persendan Desa Wulanga Jaya berjumlah 916 jiwa atau sebesar 13 persen.

Desa yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit adalah Desa Waturempe dengan jumlah penduduknya adalah sebesar 436 Jiwa atau sekitar 6 persen.

Banyaknya rumah tangga Desa/Kelurahan Tahun 2018 dan penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin. Kelompok usia anak-anak atau umur 0-14 tahun berjumlah 2.388 jiwa atau 33 persen, penduduk usia produktif atau umur 15-54 tahun berjumlah 4.042 jiwa atau 56 persen. Penduduk usiatua atau penduduk yang berumur 55 tahun ke atas berjumlah 785 jiwa atau 11 persen.

Berikut jumlah penduduk di kecamatan Tiworo Kepulauan berdasarkan Desa/Kelurahan :

  1. Sidomakmur, luas 5,50 km2, penduduk 780 jiwa, kepadatan 138 jiwa/km2.
  2. Wulanga Jaya, luas 5,83 km2, penduduk 916 jiwa, kepadatan 157 jiwa/km2.
  3. Wandoke, luas 10,50 km2, penduduk 708 jiwa, kepadatan 67 jiwa/km2.
  4. Tiworo, luas 18 km2, penduduk 1.066 jiwa, kepadatan 59 jiwa/km2.
  5. Laworo, luas 3,25 km2, penduduk 575 jiwa, kepadatan 176 jiwa/km2.
  6. Waturempe, luas 10,63 km2, penduduk 436 jiwa, kepadatan 41 jiwa/km2.
  7. Waumere, luas 6,10 km2, penduduk 906 jiwa, kepadatan 148 jiwa/km2.
  8. Lasama, luas 10,55 km2, penduduk 824 jiwa, kepadatan 78 jiwa/km2.
  9. Katela, luas 7,54 km2, penduduk 1.024 jiwa, kepadatan 135 jiwa/km2.

Sosial[sunting | sunting sumber]

Kehidupan sosial yang ada di kecamatan Tiworo Kepilauan antara lain pendidikan, kesehatan, agama dan sosial lainnya.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Dalam mewujudkan upaya mencerdaskan bangsa, pemerintah menyelenggarakan programprogram peningkatan mutu pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan Perguruan Tinggi. Disamping itu, program lain seperti wajib belajar 9 tahun, kejar paket bagi yang putus sekolah dan lain sebagainya terus digalakkan.

Di wilayah Kecamatan Tiworo Kepulauan terdapat 9 unit Taman Kanak-Kanak dengan jumlah murid sebanyak 318 orang dengan tenaga pengajar sebanyak 20 orang. Dengan demikian rasio murid terhadap guru adalah sebesar 16 orang murid untuk setiap orang guru.

Pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar jumlah sekolah yang ada sebanyak 10 unit dengan jumlah murid 1.025 orang dibimbing oleh 79 orang guru. Rasio murid terhadap guru sebesar 14 orang.

Selain tingkat pendidikan TK, SD dan SLTP di Kecamatan Tiworo Kepulauan juga terdapat sekolah MTs 1 unit terdapat di Desa Wandoke. Untuk SLTA terletak di Kelurahan Waumere dengan jumlah murid 537 orang dan jumlah guru 33 orang, sehingga rasio murid terhadap guru adalah 15.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kesehatan masyarakat adalah salah satu hal penting yang diperlukan agar masyarakat dapat senantiasa mendukung programprogram yang dicanangkan oleh pemerintah. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Muna Barat terus meningkatkan pembangunan kesehatan baik fasilitas kesehatan maupun pelayanan kesehatan bagi masyarakat di semua kecamatan termasuk Kecamatan Tiworo Kepulauan Demikian pula dengan Program Keluarga Berencana (KB) juga terus digiatkan pelaksanaanya dengan tujuan untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Sampai dengan tahun 2018 di Kecamatan Tiworo Kepulauan telah dibangun fasilitas kesehatan sebanyak 6 unit, Puskesmas terdapat di Kelurahan Waumere, Puskesmas pembantu sebanyak 2 unit di samping itu telah tersedia tenaga kesehatan berupa tenaga dokter 1 orang, perawat 11 orang bidan 12 orang, tenaga farmasi 2 orang dan tenaga kesehatan lainnya sebanyak 9 orang.

Agama[sunting | sunting sumber]

Jumlah tempat peribadatan di Kecamatan Tiworo Kepulauan berupa fasilitas tempat ibadah yang terdiri dari masjid 13 unit dan pura 2 unit. Selama tahun 2018, jumlah pasangan yang menikah sebanyak 68 pasangan, talak, cerai, dan rujuk tidak ada.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Di Kecamatan Tiworo Kepulauan yang terdiri atas tanah sawah dan tanah kering.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Jenis tanaman perkebunan yang disajikan terdiri dari beberapa jenis tanaman perkebunan yaitu : kelapa, lada, jambu mente, kemiri, kopi dan coklat/kakao. Tanaman perkebunan yang paling banyak di usahakan adalah coklat/kakao dengan luas panen 763 hektar dengan produksi 824.39 ton, disusul perkebunan jambu mete dengan luas tanam 461.84 hektar dengan produksi 76.56 ton. Selain itu tanaman kelapadengan luas tanam 415.71 hektar dengan produksi 288.08 ton. Tanaman yang paling sedikit diusahakan adalah tanaman asam jawa dengan luas tanam 3 hektar dengan produksi 0.006 ton.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Jenis peternakan yang banyak diusahakan penduduk Kecamatan Tiworo Kepulauanberupa ternak kambing dan sapi serta unggas berupa ayam buras dan ayam potong. Jumlah ternak sapi di Kecamatan Tiworo Kepulauan selama tahun 2018 adalah sebanyak 1.257 ekor, kambing 169 ekor dan babi sebanyak 505 ekor.

Unggas berupa ayam bukan ras (buras) selama tahun 2018 berjumlah 10.669 ekor, ayam potong sebanyak 4.980 ekor dan Itik sebanyak 328 ekor.

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Jumlah penangkap ikan menurut jenisnya. Tahun 2018 di Kecamatan Tiworo Kepulauan terdapat 66 buah perahu tanpa motor, 156 buah perahu motor tempel dan 12 buah kapal motor yang digunakan untuk menangkap ikan.

Sarana penangkapan tersebut didukung pula oleh alat penangkap ikan berupa pukat sebanyak 102 buah,bubu 4.570 buah, jaring 89 buah dan bagang berjumlah 138.

Pada tahun 2018 jumlah produksi ikan tangkap di Kecamatan Tiworo Kepulauan sebanyak 3.400 ton,produksi udang berjumlah 79.00 ton, ikan bandeng berjumlah 9.34 ton, rumput laut berjumlah 180 ton dan produksi ikan air tawar berjumlah 3.80 ton.

Industri dan Energi[sunting | sunting sumber]

Industri[sunting | sunting sumber]

Industri yang disajikan adalah jumlah usaha industri menurut kelompok dan jenis industri tiap desa/kelurahan. Industri menurut jenisnya terdiri dari industri besar, sedang, kecil dan rumah tangga.

Pembagian tersebut berdasarkan jumlah tenaga kerja yang bekerja di perusahaan industri tersebut. Yang dimaksud Industri besar adalah kegiatan industri dimana tenaga kerja yang dipekerjakan mencapai 100 orang atau lebih, untukindustri sedang apabila jumlah pekerja yang dipekerjakan antara 20-99 orang dan jika jumlah tenaga kerjanya antara 5-19 orang, maka industri tersebut dikategorikan sebagai industri kecil.

Untuk kegiatan industri yang mempekerjakan kurang dari 5 pekerja maka dikategorikan sebagai industri rumah tangga. Jumlah usaha industri di Kecamatan Tiworo Kepulauan tahun 2018 sebanyak 333 usaha industry dengan tenaga kerja berjumlah 449 orang. Dari jumlah tersebut industri kerajinan rumah tangga yang terbesar di Kecamatan Tiworo Kepulauan adalah Kelurahan Tiworo dengan jumlah usaha sebanyak 75 dengan jumlah tenaga kerja 119 orang.

Listrik[sunting | sunting sumber]

Listrik merupakan sumber energi yang penting bagi kehidupan masyarakat pada umumnya. Jumlah pelanggan Listrik PLN di Kecamatan Tiworo Kepulauan sampai dengan tahun 2018 berjumlah 1.421 pelanggan. Sedang listrik non PLN tercatat selama tahun 2018 pengguna listrik non PLN sebanyak 250 pelanggan.

Air Minum[sunting | sunting sumber]

Untuk air minum yang merupakan salah satu kebutuhan utama penduduk, sumber air minum penduduk Kecamatan Tiworo kepulauan sebagian besar berasal dari sumur.

Bahan Bakar[sunting | sunting sumber]

Jenis bahan bakar utama yang banyak digunakan di Kecamatan Tiworo Kepulauan untuk memasak oleh rumah tangga adalah kayu bakar sebanyak 1.071 rumah tangga, minyak tanah 566 rumah tangga dan gas sebanyak 34 rumah tangga.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Di Kecamatan Tiworo Kepulauan Jumlahpedagang tahun 2018 mencapai 230 orang pedagang yang semuanya adalah pedagangbesar dan eceran. Jumlah pasar, toko, kios, dan rumah makan. Di Kecamatan Tiworo Kepulauan terdapat 2 buah pasar masing-masing di Kelurahan Tiworo dan Desa Wulanga Jaya dengan bangunan permanen/semi permanen. Jumlah kios di Kecamatan Tiworo Kepulauan berjumlah 214 buah dan terdapat di seluruh desa dan Rumah makan 5 buah terdapat di Kelurahan Waumere 2 buah dan di Desa Wulanga Jaya 2 buah serta Tiworo 1 buah. [1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Data BPS Kabupaten Muna Barat Kecamatan Tiworo Kepulauan [[1]]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]