Gereja Ortodoks Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gereja Orthodox Indonesia
KlasifikasiGereja Ortodoks
PemimpinMitra-Arkimandrit Romo Daniel (Bambang Dwi Byantoro)
WilayahIndonesia
Didirikan1990-an
Gereja indukOld Calendarists Julian
Umat2.000 orang (2009)[1]
Situs webhttps://gerejaorthodoxindonesia.com/paroikia/

Gereja ortodoks Indonesia (GOI) merupakan salah satu Lembaga Gerejawi Aras Nasional di bawah SK Dirjen Bimas Kristen, Kementrian Agama Republik Indonesia.

GOI berada dalam Sinode Genuine Greek Orthodox Church (Gereja ortodoks Yunani Sejati). GOI didirikan dan diketuai oleh Arkhimandrit Romo Daniel Bambang Dwi Byantoro, Ph.D.

GOI tersebar di seluruh Indonesia melalui Paroikia-Paroikia (Gereja) dan Komunitas-Komunitas GOI.

Sejarah Kekristenan Timur (Ortodoks) di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Tentang ortodoks[sunting | sunting sumber]

Kekristenan telah ada sejak Tuhan Yesus Kristus mendirikan Gereja-Nya melalui Para Rasul (Matius 16:18, Efesus 2:20). Gereja perdana muncul pada hari Pentakosta, yaitu pada saat turunnya Roh Kudus pada tahun 33 (Kisah 2:1-4, 33) dan Gereja itu masih terpelihara sampai sekarang. Awalnya, Gereja tidak memiliki nama, aliran dan denominasi apapun sebab Gereja adalah Satu, Kudus, Katolik (universal) dan Apostolik (Rasuliah). Gereja yang diwariskan Kristus kepada Para Rasul berkembang hingga ke berbagai penjuru dunia. Pada awalnya, Gereja berpusat di Yerusalem (Kisah Rasul 2-10), kemudian berkembang dan memiliki pusat kedua di Antiokhia, Syria (Kisah Rasul 11 :19- 13). Dari Syria, Gereja berkembang ke wiayah Asia Kecil (sekarang Turki), kemudian juga Yunani (Kisah Rasul 16).

Pada tahun 70 Masehi kota Yerusalem diserbu dan digempur oleh Jendral Titus dari Roma, sehingga Yerusalem berhenti menjadi pusat Kekristenan. Sejak saat itu pusat Kekeristenan ada tiga, yaitu:

  • Wilayah Barat: ada satu di Roma
  • Wilayah Timur: Timur Tengah  dan Turki ada dua, yaitu; Aleksandria di Mesir dan Antiokhia di Syria

Setelah bertobatnya Konstantinus Agung  (tahun 312 Masehi) dibangunlah ibu kota baru dari negara Romawi di sebelah Timur: Konstantinopel. Kota Yerusalem dibangun lagi atas prakarsa ibunda dari Konstantinus Agung: Ibu Suri Ratu Heleni. Sehingga pusat Gereja Rasuliah Purba yang hanya satu itu sekarang ada lima, yaitu:

Gereja Barat memiliki satu pusat yaitu

  • Roma (Italia), yang kemudian diasosiasikan dengan Rasul Petrus dan Rasul Paulus tahun 42. Gereja Barat berpusat di Roma dan kemudian dikenal sebagai Gereja Roma Katolik,

Gereja Timur memiliki empat pusat yaitu

  • Gereja Antiokhia (Suriah, sekarang Turki) yang kemudian dipimpin oleh Rasul Petrus tahun 37 selama 7 tahun,  setelah pindah dari Yerusalem, sebelum pindah ke Roma dan mati sahid dibawah Kaisar Nero,
  • Gereja Yerusalem (Israel) yang semula dipimpin Rasul Petrus kemudian oleh Rasul Yakobus tahun 49

Pada tahun 1054 terjadi perpecahan besar antara Gereja Barat dan Gereja Timur. Gereja Timur yang kemudian dikenal sebagai Gereja ortodoks saling berpisah dengan Gereja Barat. Pada tahun 1517, Marthin Luther seorang rahib dari Gereja Roma Katolik memisahkan diri dari Gereja Roma Katolik dan sejak saat itu muncul gereja-gereja Reformasi atau Protestan. Sejak saat itu, muncul ribuan denominasi gereja. Hingga saat ini, telah ada 53 ribu aliran/denominasi Protestan yang berbeda, karena tidak saling setuju dalam hal ajaran dan praktek satu dengan yang lain. Sehingga secara garis besar Kekristenan terpecah menjadi tiga kelompok besar, yaitu :

  • ortodoks
  • Katolik Roma
  • Protestan dengan segala aliran dan denominasinya.

Gereja Rasuliah di Timur disebut sebagai Gereja Orthodox, bukan sebagai nama aliran. Sebutan tersebut sudah mulai digunakan oleh Ireneus, seorang cucu rohani Rasul Yohanes pada abad ke-2. Terutama istilah itu menjadi sagat penting pada abad ke-4, bagi membedakan sifat Gereja yang sejati dengan gerombolan para Bidat. Orthodox berasal dari bahasa Yunani, Orthos (Ορθός) yang artinya benar/lurus dan Doxa (δόξα) yang artinya adalah benar, sehingga Orthodox bermakna “kepercayaan atau ajaran yang benar dan lurus”. Ajaran Rasuliah Gereja dibentengi dari para bidat itu selama kurun waktu empat abad melalui pengadaan Konsili Ekumenis (Pertemuan Agung Gereja se-Luas Dunia) dan menghasilkan 7 buah Konsili yang merupakan Ajaran Gereja yang masih satu dan tak terpisahkan. Ketujuh Konsili itu adalah :

  • Konsili Ekumenis I tahun 325, menentang Ajaran Arianisme yang nenolak keIlahian Kristus. Hasil Konsili dan definisi Dogmatiknya dirumuskan dalam bentuk Pengakuan Iman Nicea, yang merupakan Pengakuan Iman Gereja Universal
  • Konsili Ekumenis II tahun 381, menentang Ajaran Makedonianisme yang menolak keilahian Roh Kudus
  • Konsili Ekumeniske III tahun 431, menentang Ajaran Nestorianisme yang menolak gelar Theotokos untuk Bunda Maria, sehingga mengakibatkan keayakinan bahwa didalam diri Kristus yang satu itu terdapat Dua Pribadi yang Terpisah-pisah. Kelompok Nestorian ini Sebagian besar akhirnya berpusat di Persia dan dikenal sebagai Gereja Nestorian atau lebih terkenal sekarang sebagai Gereja Asiria Timur, meskipun tidak semua anggota Gereja Persia itu Nestorian karena ada juga yang memegang Iman Orthodox
  • Konsili Ekumenis IV tahun 451, menentang Ajaran Eutikes yang memunculkan paham Monofisitisme yang menganggap Kristus hanya punya Satu Kodrat saja, sementara Konsili Keempat ini, menegaskan Kristus memiliki Dua Kodrat dalam Satu Pribadi atau Satu Pribadi dalam dua kodat, yang tidak terbagi-bagi, tidak terpisah-pisah, tidak campur-baur dan tidak kacau-balau. Kelompok yang pada zaman kuno disebut Mononofisit ini pada zaman modern sekarang menyebut diri mereka sebagai Gereja Orthodox Oriental dan mereka terdiri dari Gereja-Gereja: Koptik, Ethiopia, Eritria, Syria, Thomas-India, Armenia. Secara hubungan Sakramental mereka tak terkait dengan Gereja Orthodox, sebab ajaran Kristologinya yang berbeda itu
  • Konsili Ekumenis ke V tahun 553, tidak menghasilkan definisi dogmatik
  • Konsili Ekumenis ke VI tahun 680-681, menentang ajaran Monotelitisme yang mengatakan bahwa dalam Kristus hanya ada satu Kehendak yaitu Kehendak Ilahi saja, sehingga ini merupakan versi Monofisitisme yang tersembunyi. Gereja Rasuliah dalam Konsili VI itu menegaskan bahwa Kristus memiiliki Dua Kehendak, yaitu Kehendak Manusiawi dan Kehendak Ilahi, dengan Kehendak Manusia tunduk pada Kehendak Ilahi
  • Konsili Ekumenis ke VII tahun 787, menentang bidat Ikonoklasme, yang menentang penggunaan Ikonografi dengan dituduh sebagai berhala. Konsili menegaskan jika Firman Allah telah betul-betul menjadi manusia (Yohanes 1:14) yang dapat “dilihat, didengar, diraba, dan disaksikan” (1 Yohanes 1:1), maka tentulah dapat Digambar. Jadi Ikon itu adalah sangat esensial dalam menegaskan realita Inkarnasi Firman jadi Mansuia. Karena itu Ikon tak ada kaitannya dengan berhala

Setelah perpecahan besar tahun 1054, hubungan Gereja Barat dan Gereja Timur makin memburuk karena terjadi Perang Salib oleh Gereja Barat pada ke-11 sampai abad ke-17. Banyak wilayah Gereja Timur direbut oleh Tentara Salib dari Barat. Terutama pada Perang Salib ke IV tahun 1204 dimana Konstantinopel diserbu dan dijarah oleh Tentara Perang Salib. Patriarki Gereja ortodoks di Konstantinopel yang sah diusir dan digantikan Patriarki boneka dari Tentara Salib, Kardinal Morosini, juga Kaisarnya diusir dan diganti oleh Jendral dari Tentara Perang Salib itu, Jendral Baldwin. Hubungan ini tidak makin membaik sampai jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Turki pada tahun 1453. Kerajaan Kristen Byzantium berubah menjadi negara Islam Turki. Namun, Iman Orthodox tetap hidup di wilayah Kerajaan Kristen Orthodox Rusia, dan negara-negara Eropa Timur. Negara Timur Tengah yang telah ditaklukkan Islam ini kebanyakan dari kelompok minoritas yang ada disitu, adalah umat dari Gereja Timur ini, baik yang Ortodox, Monofisit (Gereja Oriental) maupun Nestorian (Gereja Assyria Timur) atau Gereja Persia.

Umat Gereja Persia dan Timur Tengah lainnya di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Menurut berita dari pengelana Timur Tengah yang berminat akan sejarah Kekristenan sekitar tahun 833-1300-an ternyata Gereja Timur Persia di daerah Islam telah membangun beberapa keuskupan di daerah yang jauh diluar wilayah Timur Tengah, sampai India dan Cina. Dalam pelebaran ke daerah Asia Timur dan Selatan Gereja Orthodox dibawah yuridiksi Antiokhia  mendirikan Ke-Episkopan di Kedah, Malaka dan pulau-pulau di selatan Malaka yaitu Indonesia. Pada abad ke 7 dalam sistem Pentarkhi, berdasarkan hasil Konsili Ekumenis, Gereja Antiokhia diberi kekuasaan atas Episkop dan Metropolitan dari Siria, Siria Tengah, dua daerah lainya disebut Kilika. Irak dan Iran serta wilayah-wilayah Ke-Episkopan lainnya berada pada kekuasaan hukum Gereja Antiokhia berdasarkan Pedalion 20 buah Kanon Konsili Ekumenis Agung Pertama, Kanon IV

Gereja Persia waktu itu memiliki wilyah Gerejawinya di Sin (Cina) dan Masin (Asia Tenggara, termasuk Indonesia). Di Indonesia saat itu berada di kota Pancur, wilayah Pelabuhan Tapanuli, pulau Sumatera. Banyak pedagang-pedangang Kristen Timur mendirikan gereja-gereja disana, karena kota itu merupakan pusat perdagangan sejak abad pertama Masehi. Menurut catatan dari Metropolitan Gereja Persia atau Khaldea yang menjabat dari tahun 1291 – 1319 terdapat wilayah Kemetropolitan di Jawa dan Sumatera dengan tiga Episkop yang berkedudukan disitu, yaitu : Episkop Agung Mar Yaballaha, dan dua Episkop Pembantu: Mar Denha dan Mar Yaqub, namun lokasinya tidak disebutkan, barangkali di Kedah, Malaka dan Sriwijaya.

Umat Gereja ortodoks Rusia di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1930-1950 umat Rusia yang melarikan diri dari revolusi Bolshevik untuk mennghidari aniaya komunisme, semuanya berada dibawah pemeliharaan rohani dari Sinode Gereja ortodoks Rusia di Luar Rusia (Russian Orthodox Chruch Outside of Rusia atau ROCOR) mereka tingal di Harbin, Cina Utara dan Mancuria. Pada tahun 1934 Romo Vasily Bystrov (kemudian dikenal sebagai Arkhimandrit Innokentii) ditunjuk sebagai Presbiter Kepala di Batavia (Jakarta) sebagai bagian dari dari wilayah Keepiskopoian Harbin di Gereja Rusia diluar Rusia. Pada tahun 1940 Romo Vasily mendirikan Gereja di kota Bandung, semua ini dilakukan dengan izin pemerintah Belanda pada tahun 1936. Tahun 1940-an Paroikia-Paroikia Jawa berada dibawah administrasi dari wilayah Ke-Episkopan Episkop Agung Tikhon dari San Fransisco. Pada tahun 1950 – 1950an seluruh umat Rusia anggota- anggota gereja di Jakarta dan Bandung meninggalkan Indonesia. Setelah 16 tahun melayani di Indonesia Romo Vasily terpaksa pergi Amerika Serikat, dimana beliau menjadi Rahib dan Kepala Pertapaan di New York.

Umat Etnis ortodoks Oriental Armenia (Persia) di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1960-an saat pemerintahan Belanda banyak etnis Gereja Oriental Armenia yang tinggal di Indonesia. Pada pertengana tahun 1960an mereka memiliki dua gedung Gereja ortodoks, di Surabaya dan Jakarta. Saat peristiwa G30S/PKI umat Orthodox Armenia banyak yang meninggalkan Indonesia dan pergi ke Singapura atau Australia. Sementara itu tanah Gereja ortodoks Armenia yang di Jakarta saat ini menjadi Gedung Bank Indonesia dan gedung Gereja ortodoks Armenia yang di Jalan Pacar 6, Surabaya, telah dibeli oleh jemaat Kristen Protestan etnis Tionghoa yang masih ada sampai saat ini.

Sejarah Berdirinya Gereja ortodoks Indonesia (GOI)[sunting | sunting sumber]

Masa Awal Karya Pelayanan[sunting | sunting sumber]

Sejarah Gereja ortodoks Indonesia di zaman modern, muncul tak lepas dari pergumuan pribadi seorang pemuda, yang kemudian kita kenal sebagai Romo Arkhimandit Daniel Bambang Dwi Byantoro yang pada masa mudanya mempertanyakan begitu banyak denominasi dengan ajaran yang berbeda-beda dan saling bertentangan. Dalam pemikirannya ia berpendapat jika Alkitab itu satu, Allah itu satu, Yesus Kristus itu satu, Roh Kudus itu satu, harusnya ajaran Gereja itu satu juga. Ajaran-ajaran yang saling bertentangan ini tidak semuanya benar, kalua begitu bagaimana ajaran Kristen yang mula-mula, ajaran Kristen zaman Para Rasul. Dalam kegelisahan dan pertanyaannya serta kerinduan akan Gereja mula-mula  sampai suatu waktu  ia menemukan jawabannya oleh Rahmat Tuhan di Seoul – Korea pada buku yang ia beli berjudul “The Orthodox Cruch karangan Episkop Kalistos Ware (di Seoul – Korea Romo Daniel muda mengambil pendidikan di Sekolah Theologi selama 5 tahun), di Korea juga ia bergabung dengan Gereja Orthodox (Gereja ortodoks dari Misi Rusia) dan menjadi orang Indonesia pertama pada zaman modern yang memeluk iman ortodoks. Setelah dari Korea atas tuntunan Tuhan Romo Daniel muda pergi ke Yunani dan Amerika untuk melanjutkan belajar tentang Iman Rasuliah, yang Pada tahun 1987 Romo Daniel ditahbiskan menjadi Romo Diakon Daniel, sebagai rohaniawan yang selibat (tidak menikah, meskipun dalam Gereja ortodoks juga diizinkan memiliki isteri, saat sebelum tahbisan harus sudah menikah) di Gereja ortodoks Salib Kudus, Pittsburgh, Pa, oleh Episkop Maximos dari Pittsburgh. Tahun 1988 Romo Diakon Daniel diangkat dan ditahbiskan menjadi Romo Presbyter Daniel dalam Gereja ortodoks Jana Suci Rasul Paulus di North Royalton, Cleveland, OHIO, oleh Episkop Maximos.

Pada tahun 1988 Romo Daniel tiba di Indonesia dan menemui keluarganya di pulau Jawa untuk memberitahukan kepada mereka Iman Orthodox, sehingga mereka tertarik dan bergabung dengan Iman Orthodox. Setelah itu Romo Daniel pergi ke Solo untuk memulai Penginjilannya dengan mendirikan “Yayasan Suara Dharma Tuhu”, yang kemudian dirubah menjadi “Yayasan ortodoks Injili Indonesia”, didepan Notaris Ibu Monica Sri Widiyanti Adi Sutjipto.

Penetapan Gereja ortodoks Indonesia Sebagai Lembaga Gerejawi[sunting | sunting sumber]

Kantor Yayasan ortodoks Injili Indonesia beralamat di perumahan dosen Baturan, dengan dua orang pegawai kantor : Sdr. Parluhutan Manalu (sekarang dikenal Romo Chrysostomos Manalu) dan Sdr. Khristodoulos Wahyu Utomo Nugroho. Tempat Ibadah ortodoks berada diruang tengah kantor Yayasan. Tahun 1988-1990 karya Romo Daniel dalam menyebarkan Iman Ortodox di Indonesia, berada dibawah ikatan hukum kanon dengan wilayah ke-Episkop-an Pittsburg. Komunitas-komunitas Orthodox mulai terbentuk disekitar Solo, seorang penginjil pedesaan lulusan STTII Sdr. Sri Gunarjo (saat ini dikenal Romo Methodius) dari desa Grasak, Boyolali, bergabung dengan Gereja Orthodox dan diangkat Romo Daniel sebagai pegawai Yayasan. Masa itu juga pelayanan Orthodox Indonesia oleh Romo Daniel banyak lewat undangan-undangan untuk ceramah, khotbah, dialog antar Agama, KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), mengajar di  perguruan-perguruan tinggi dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Komunitas umat ortodoks mulai terbentuk di beberapa daerah, Romo Daniel mendaftarkan Yayasan Orthodox Injili Indonesia sebagai Lembaga Gerejawi di DEPAG RI (Departemen Agama Republik Indonesia). Sri Paus Yohanes Paulus dari Roma Katolik pernah mengutus Romo Suryo dan Romo Paulus, Pastur dari Roma Katolik di Kleco Solo dan Keuskupan Semarang, untuk bertemu Romo Daniel guna mengetahui keadaannya dalam memulai karya Kerasulannya di Indonesia. Setelah itu kantor Yayasan pindah ke Jalan Pajajaran, Sumber Tringkilan, RT 02, RW 15 Solo dan tempat Ibadah ortodoks berpindah tempat di tingkat 2, Hotel Kaloka, di Jalan Gajah Mada, Solo.

Oleh pertolongan Tuhan melalui Bapak Eliezer Sutarno dari kantor DEPAG Solo dan Bapak Parwoto Kakanwil DEPAG Bimas Kristen Semarang, Romo Daniel berhasil mendaftarkan Gereja ortodoks Indonesia ke Dirjen Bimas Kristen yang dipimpin oleh Dirjen Soenarto Martowiloyo.

Pada tahun 1991 dibawah Bapak Dirjen Yan Kawatu, Gereja ortodoks Indonesia (GOI) secara resmi diakui sebagai Lembaga Gerejawi yang sah dengan masa percobaan selama lima tahun, yang berarti Romo Daniel juga adalah Pendiri dan Ketua Umum Gereja ortodoks Indonesia. Pada masa itu setelah dua tahun Romo Daniel secara internal Lembaga Gerejawi berada dibawah Episkop Maximos dari Pittsburgh, akhirnya pelayanannya diletakan dibawah wilayah ke-Episkop-an Agung New Zeland dibawah Metropolitan (semacan Uskup Agung) Dionysios.

Kunjungan pertama ke Indonesia Metropolitan Dionysios bersama Arkhimandrit Sotirios Trambas dari Korea, menyaksikan diadakannya baptisan masal di sumber air Cakra, Tulung Agung, Klaten, serta diangkatnya Romo Daniel ke jenjang Arkhimandrit secara jenjang ke-Imam-an juga sebagai Vikaris Episkop untuk Indonesia bagi tugas administrasi. Masa itu juga akhirnya Arkhimandrit Romo Daniel dengan usahanya berhasil mengirim beberapa orang untuk sekolah di luar negeri, yaitu :

  • Sdr.Gregorius Eko Budi Setyarso, kuliah di Adelaide, Australia, disusul tak lama
  • Sdr.(Chrysostomos) Parhulutan Manalu, pegawai Arkhimandrit Romo Daniel di kantor GOI, kuliah di Universitas Theologia Orthodox Tesalonika Yunani
  • Sdri.(Taxiarkhia) Jayanti Penny Titi Bintari ke Universitas Theologi ortodoks St.Sergius di Paris, Prancis
  • Sdr. Timotius Joko Umbar Wibowo, kuliah di Sekolah Theologi Athena Yunani
  • Sdri.Margareta Latisa Wau, kuliah di Sekolah Theologi Athena Yunani

Sdr. Joko menikah dengan Sdri. Margaretha dan mahasiswa itu ditahbis di Yunani menjadi Romo Timotius. Saat itu juga pulangnya tiga mahasiswa Indonesia dari luar Amerika Serikat, yaitu:

  • Lazarus Bambang Sucanto
  • David Samiyono
  • Yohanes Bambang Cahyo Wicaksono (ditahbis oleh Episkop Maximos dari Pittsburgh sebagai Romo Yohanes)

Bersamaan dengan itu mendirikan Sekolah Theologia “Salib Kudus” yang pada saat itu dimulai dengan lima mahasiswa namun karena kurang dukungan yang kuat maka tidak dapat berlanjut.

Riwayat Legalitas Gereja Orhodox Indonesia[sunting | sunting sumber]

Yuridiksi Gereja[sunting | sunting sumber]

Yuridiksi adalah wilayah/daerah tempat berlakunya sebuah undang-undang yang berdasarkan hukum, dalam hal ini Yuridiksi dalam Gereja Orthodox berarti Gereja-Gereja yang berada dibawah perlindungan hukum dari suatu ke-Episkop-an dalam urusan Gereja dan administratifnya. Gereja Orthodox Indonesia sendiri mengalami perpindahan dibawah naungan ke-Episkop-an salam penyelarasan visi misi Gereja Orthodox Indonesia dimana secara Kekristenan berurusan dengan wilayah yuridiksi ke-Episkop-an terkait namun secara pertanggung jawaban kegiatan Gerejawi di Indonesia bertanggung jawab juga pada Pemerintah Republik Indonesia. Berikut beberapa Riwayat yuridiksi Gereja Orthodox Indonesi yaitu :

  • Tahun 1988 – 1990, berada di bawah ke-Episkop-an Maximos dari Pittsburgh
  • Tahun , berada dalam wilayah ke-Episkop-an Agung New Zeland, di bawah Metropolitan Dionysios
  • Tahun 2005 - , penerimaan dari Patriarkh Konstatinopel untuk Gereja Orthodox Indonesia dalam yuridiksi Gereja Orthodox Rusia diluar Rusia (Russian Orthodox Chruch Outside of Russia, ROCOR) dibawah Metropolitan Hilarion dari ke-Episkop-an Agung Australia dan Selandia Baru
  • Tahun 2019 sampai sekarang, berada dibawah Sinode Genuine Greek Orthodox Chruch (GGOC)

Perizinan Dalam Hukum-Hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • Tahun 1988 - 1991, Yayasan Suara Dharma Tuhu
  • Berubah nama menjadi Yayasan Injili Orthodox Indonesia
  • Mendaftarkan Yayasan Injili Orthodox Indonesia ke DEPAG RI sebagai Lembaga Gerejawi, Nomor: 189/th.1991
  • Mendapatkan izin dari DEPAG RI sebagai Lembaga Gerejawi, dengan masa percobaan lima tahun
  • Tahun 1996, Penetapan Gereja Orthodox Indonesia oleh Dirjen Bimas Kristen sebagai Lembaga Gerejawi Permanent dengan Nomor Keputusan : F/Kep/HK.00.5/19/637/1996
  • Tahun 2001, Pusat Gereja Orthodox Indonesia di Jakarta, terdaftar dengan SK Dirjen Bimas Kristen DEPAG RI, Nomor : F/Kep./HK.00.5/20/708/2001
  • Tahun 2006,  Pembaharuan SK Dirjen Bimas Kristen DEPAG RI tentang Gereja Othodox Indonesia sebagai Lembaga resmi dari Gereja Orthodox di Indonesia Nomor : DJ.III/Kep/HK.00.5/190/2006

Klerus-Klerus Gereja Orthodox Indonesia[sunting | sunting sumber]

Wakil Episkop dan Protopresbiter serta Presbiter[sunting | sunting sumber]

  • Wakil Episkop Arkhimandrit Romo Daniel Bambang Dwi Byantoro
  • Protopresbiter Yohanes Bambang Cahyo Wicaksono
  • Protopresbiter Alexios Setir Cahyadi
  • Romo Antonius Bambang Setiatmodjo
  • Romo Markus Wiyono
  • Romo Michael Momongan
  • Romo Michael Roring
  • Romo Nikon Jemmy Frans
  • Romo Juventius Agastiyan Kenanga Bumi
  • Romo Stavros Widi Putranto Kristian Daru
  • Romo Yakobus Jimmy Mboe

Diakon[sunting | sunting sumber]

  • Romo Diakon Abraham Sri Nugroho
  • Romo Diakon Dimitry Ivan Rosa

Sub-Diakon[sunting | sunting sumber]

  • Sub-Diakon Kristoforus Indra Sumantri
  • Sub-Diakon Gregorius Efraent Lamorahan
  • Sub-Diakon Yohanes Wahyu Ismoyo Sejadti

Struktur Organisasi Gereja Orthodox Indonesia[sunting | sunting sumber]

Dewan Pengurus Pusat Periode 2020 – 2025[sunting | sunting sumber]

Pendiri        : Arkhimandrit Romo Daniel Bambang Dwi Byantoro

Penasihat      :

  • Romo Yohanes Bambang Cahyo Wicaksono
  • Romo Alexios Setir Cahyadi
  • Romo Antonius Bambang Setiatmodjo

Ketua          : Romo Yakobus Jimmy Mboe

Sekertaris Umum: Subdiakon Gregorius Efraent Lamorahan Bendahara Umum : Bpk. Serafim Peeter Alifyanto

Dewan Pastoral Periode Tahun 2020 - 2025[sunting | sunting sumber]

Ketua        :

Sekretaris 1  : Bpk. Artemius John Thomas Matulessy

Bendahara 1  : Subdiakon Yohanes Wahyu Ismoyo S.

Bidang Hukum 2: Subdiakon Christoforus Indra Sumantri

Departemen-Departemen[sunting | sunting sumber]

Dep. Misi/Media     : Yohanes Roy

Dep.Redaksi Website : Irene Wahyu Widuri

Dep.Literatur       :

  • Chryse Tantri
  • Theodora Erawati

Dep.Anak dan Pemuda : Dep.Wanita                    : Helena Luki Hendrawati

Koordinator Wilayah Periode Tahun 2020 - 2023[sunting | sunting sumber]

Sumatera            : Lentera Pangaribuan

Jawa                  : Langsung Presbyter Paroikia/Ketua pengurus Paroikia masing-masing

Sulawesi, Maluku, Papua            : Romo Michael Roring

Kalimantan, Bali, NTB, NTT        : Ephipanios Agung Priambodo

Penyebaran Gereja Orthodox Indonesia[sunting | sunting sumber]

Paroikia[sunting | sunting sumber]

Tritunggal Maha Kudus, Surakarta (berdiri tahun 1988)[sunting | sunting sumber]

Alamat :Jl.Pajajaran Barat No.20 RT 02/RW XV Sumber – Surakarta

Klerus  :

  • Protopresbiter Romo Alexios Setir Cahyadi
  • Romo Makarios Rudyo Mursanto ( tertidur )
  • Sub-Diakon Christophoros Indra Sumantri

Kegiatan :

  • Ibadah Rabu Senja, Pukul 18:00 WIB
  • Ibadah Sabtu Senja, Pukul 18:00 WIB
  • Liturgi Perjamuan Kudus, Minggu, Pukul 09:00 WIB

Janasuci Dimitrios dari Tesalonika, Mojokerto (berdiri tahun 1995)[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jl.Gatul V No.7, Puri, Mojokerto

Klerus  :

  • Protopresbiter Romo Yohanes Bambang Cahyo Wicaksono
  • Romo Stavros Kristian Daru
  • Sub-Diakon Yohanes Wahyu Ismoyo Sejadti

Kegiatan : Liturgi Perjamuan Kudus, Minggu, Pukul 09:00 WIB

Janasuci Matius, Boyolali[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jl.Tentara Pelajar No.25 Dukuh Karangturi, RT 001/RW 004, Desa Mudal, Kec.Boyolali,   Kab.Boyolali

Klerus :

  • Romo Markus Wiyono
  • Romo Diakon Abraham Sri Nugroho

Kegiatan : Liturgi Perjamuan Kudus, Minggu, Pukul 09:00 WIB

Janasuci Nikolaos dari Myra, Surabaya[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jl.Kutisari Indah Utara 4/32 Surabaya

Klerus : Protopresbiter Romo Yohanes Bambang Cahyo Wicaksono

Kegiatan: Sementara tidak aktif karena pandemic COVID-19, kegiatan dipindah ke Mojokerto

Paroikia Janasuci Gregorius dari Nyssa, Minahasa[sunting | sunting sumber]

Alamat : Desa Raringis Selatan Jaga 2, Kec.Langowan Barat, Kab.Minahasa Sulawesi Utara

Klerus : Romo Micahael Momongan

Kegiatan : Liturgi Perjamuan Kudus, Minggu, Pukul 09:00 WIB

Paroikia Janasuci Petrus dan Paulus, Tangerang[sunting | sunting sumber]

Alamat : Ruko Melati Mas Square Blok A1 No.51, Jl.Raya Serpong, Kel.Lengkong Karya, Kec.Serpong Utara,Kota Tangerang Selatan, Banten

Klerus : Romo Yakobus Jimmy Mboe

Kegiatan : Liturgi Perjamuan Kudus, Minggu, Pukul 09:00 WIB

Paroikia Js.Barbara, Salatiga[sunting | sunting sumber]

Alamat : Gracia Land no 2, gunung sari RT 04/RW 06 kel.Sidorejo kidul, Kec.Tingkir, Salatiga

Klerus :

  • Romo Antonius Bambang Setiatmojo
  • Romo Juventius Agastyan Kenanga Bumi
  • Romo Diakon Dimitry Ivan Rosa

Kegiatan : Liturgi Perjamuan Kudus, Minggu, Pukul 09:00 WIB

Paroikia Mikhael Sang Penghulu Malaikat, Manado[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jl.Arnold Mononutu No.9, Wanea, Manado

Klerus : Romo Michael Roring

Kegiatan : Liturgi Perjamuan Kudus, Minggu, Pukul 09:00 WIB

Komunitas[sunting | sunting sumber]

Janasuci Romanos Sang Pengidung, Purwokerto[sunting | sunting sumber]

Alamat : Perum Puri Darmawangsa No. 18 Beji, Kec.Baturraden, Kab.Banyumas, Jawa Tengah

Klerus :

  • Protopresbiter Romo Alexios Setir Cahyadi
  • Sub Diakon Tomas Wijaya

Janasuci Stefanus Sang Martir, Minahasa Selatan[sunting | sunting sumber]

Alamat : Amurang Buyungon Lingkungan 2, Jalan Trans Sulawesi, Minahasa Selatan

Klerus : Romo Nikon Jemmy Frans

Janasuci Petrus, Semarang[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jl.Taman Mangga No.1 Semarang

Klerus : Romo Makarios Rudyo Mursanto ( Tertidur )

Para Rasul Kudus, Makasar[sunting | sunting sumber]

Alamat : Perumahan Desa Hijau Blok C/2 Barombong, Makasar

Klerus : Sub Diakon Gregorius Efraent Lamorahan

Janasuci Andreas, Tegal[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jalan Raya Pegirikan RT 01/RW 03, Talang, Tegal

Klerus : Protopresbiter Romo Alexios Setir Cahyadi

Janasuci Athanasius dari Mesir, Surabaya Barat[sunting | sunting sumber]

Alamat : Perumahan Grand Pakuwon, Cluster Adeleide JF1 53

Klerus : Dibawah bimbingan Protopresbiter Romo Yohanes Bambang Cahyo Wicaksono

Janasuci Yohanes Krisostomos, Bali[sunting | sunting sumber]

Alamat : Hotel Restu Bali Jl. Legian 113, Kuta Bali

Ketua Komunitas : Damaskinos David Tilukay

Janasuci Andreas, Bekasi[sunting | sunting sumber]

Alamat : Homeschooling Summarecon Jl.Ahmad Yani, Bekasi Utara

Koordinator : Bowo Swasono

Janasuci Martir, Yogyakarta[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jl.Stadion Maguwoharjo O5/35 Nglarang Malangrejo Wedomartani Ngemplak Sleman, Yogyakarta

Koordinator : Pandu Yoga

Janasuci Basilius Agung, Depok[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jl.Flamboyan Jembatan Panus, Depok Lama

Koordinator : Timothy

Janasuci Thomas Sang Rasul, Sorong – Papua Barat[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jl.Sorong, Klamono Km.17 (sebelum perumahan Kehutanan/taman bunga)

Koordinator : BRIGIT OLYN WAY

Janasuci Martir Wanita Thomias dari Alexandria, Maybrat Papua Barat[sunting | sunting sumber]

Alamat : Jl.Moraran Kamp.Karsu Distrik Aitinyo, Kab.Maybrat, Papua Barat

Koordinator : BRIGIT OLYN WAY

Komunitas Orthodox Js. Gregorius dari Nazianzus Pematang Siantar[sunting | sunting sumber]

Koordinator : Clarentios Yos El Roy Sijabat, S.H. No.WA/Hp  : 085360361676

Alamat  : Jl. Parapat KM 4.5, Komplek Pariama, Simpang Dua, Siantar Marimbun, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Profil Gereja Ortodoks Indonesia, Russkiy Mir Foundation. Akses: 13 September 2022.