Baha'i di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pada 2014, Bahá'í diakui sebagai agama di Indonesia, walau tak diresmikan oleh pemerintah sebagaimana enam agama lainnya yang sudah berstatus resmi.[1][2][3][a] Menurut Perhimpunan Arsip Data Agama pada 2015, jumlah akurat untuk pengikut Baha'i di Indonesia tak tersedia.[5] Bahá'í di Indonesia menjadi subyek dari perlakuan diskriminasi pemerintah.[6]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Keberadaan Bahá'í di Indonesia bermula dari akhir abad ke-19, saat dua pengikut Bahá'í berkunjung ke Hindia Belanda dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.[7] Kepulauan Mentawai menjadi salah satu wilayah pertama di luar Timur Tengah dan dunia Barat dimana jumlah signifikan konversi ke agama tersebut terjadi, bermula pada 1957.[8] Pada 2014, Komunitas Internasional Bahá'í mendirikan kantor regional di Jakarta.[7]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Amanah Nurish dari The Jakarta Post menyebut bahwa Bahá'í sudah diakui oleh pemerintah sehingga jumlah agama resmi di Indonesia adalah tujuh.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hafil, Muhammad (red.) (8 Agustus 2014). "Setelah Diakui Agama, Baha'i Ucapkan Terima Kasih ke Menteri Agama". Republika. Diakses tanggal 15 Februari 2019. 
  2. ^ Fardianto, Fariz (27 Juli 2014). "Menteri Agama: Baha'i belum jadi agama baru, masih kepercayaan". Merdeka. Diakses tanggal 15 Februari 2019. 
  3. ^ Triono, Sugeng (13 Agustus 2014). "Mendagri: Agama Baha'i Dibolehkan, Tapi Tak Tercantum di KTP". Liputan 6. Diakses tanggal 15 Februari 2019. 
  4. ^ Nurish, Amanah (8 August 2014). "Welcoming Baha'i: New official religion in Indonesia". Jakarta Post. Diakses tanggal 12 February 2019. 
  5. ^ "Indonesia". Association of Religion Data Archives. Diakses tanggal 12 February 2019. 
  6. ^ "USCIRF Annual Report 2016 - Tier 2 countries - Indonesia". Refworld. United States Commission on International Religious Freedom. 2 May 2016. Diakses tanggal 12 February 2019. 
  7. ^ a b "Exploring religion's contribution to peace in Southeast Asia". Bahá'í World News Service. 17 November 2016. Diakses tanggal 13 February 2019. 
  8. ^ Smith, Peter; Momen, Moojan (1989). "The Baha'i faith 1957–1988: A survey of contemporary developments". Religion. 19 (1): 63–91. doi:10.1016/0048-721X(89)90077-8. Diakses tanggal 12 February 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]