Hutasoit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Hutasoit yang diberi gelar Borsak Bimbinan adalah anak ke empat atau bungsu dari Toga Sihombing.

Menurut Sejarah Toga Sihombing dahulu bermukim di Pulau Samosir kemudian merantau ke daerah Tipang. Tipang kemudian menjadi diabadikan sebagai daerah asal dari keempat Anak Toga Sihombing: Silaban, Lumbantoruan, Nababan, dan Hutasoit kemudian keempat anak Toga Sihombing merantau ke dataran tinggi Humbang. Hutasoit menempati beberapa wilayah di Humbang Habinsaran (Siborong-borong).

Asal usul[sunting | sunting sumber]

Secara umum Hutasoit menganggap Siborong-borong menjadi bonapasogit. Dari daerah ini mereka menyebar ke wilayah Kabupaten Tapanuli Utara) dan Humbang Hasundutan (Sigumpar, Hutasoit, Lintong Nihuta, Dolok Sanggul- sekarang setelah pemekaran menjadi Kabupaten Humbang Hasundutan) serta menyebar lagi ke Tanah Dairi Sidikalang.

Hutasoit tersebar dari Tipang naik ke dataran tinggi Humbang ke Negeri Lintongnihuta di desa Sigumpar dan Desa Hutasoit. dan ke Negeri Butar dan kemudian ke Negeri Siborongborong, yaitu di Desa Pardomuan dan Desa Siaro/silaitlait. Keturunan keempat borsak ini secara bersamasma tinggal bedampingan di Dataran Humbang. Di Negeri Lintongnihuta keempat borsak itu memiliki desa dan juga di Negeri Siborongborong. Desa-desa di Negeri Lintongnihuta kebanyakan di tempati Lumbatoruan, antara lain : Desa Parulohan, Sibntuon, Lumbajulu, Sigompul dan Siguriguri. Desa lain ada desa Hutasoit dan Sigumpar di tempati Marga Hutasoit dan Negeri Silaban di tempati marga Silaban dan Negeri Nagasaribu di tempati marga Nababan. Demikian juga di Negeri Butar,keempat borsak itu ada disana; Butar toruan tinggal Nababan dan Butar dolok tinggal Lumbantoruan, silaban, Hutasoit. Desa di Negeri Siborongborong di tempati Hutasoit antara lain di Lumban Pea, di Pardomuan, di Siaro, di Silaitlait dan di pusat kota siborongborong. Dari Siborongborong Marga Hutasoit menyebar ke Pangaribuan dan Ke Silindung dengan menamakan marga Sihombing (memakai marga Sihombing bukan Hutasoit)

Submarga Hutasoit[sunting | sunting sumber]

Pada generasi keenam, Hutasoit dibagi dalam dua submarga, yakni : Sunggu Parbaja dan Parpati Toba.B orsak Bimbinan (Generasi I) anaknya satu diberi nama: O.Raja Ginaung(Generasi II). Anak dari Raja Ginaung juga puna anak satu, namanya: O. Raja Dibabana(Generasi III). Anak dari O.Raja Dibabana juga satu, bernama: O. Lanok Nabolon (Generasi IV). Anak dari generasi ke empat ini baru ada dua, yaitu: Saribugaja dan O.Hundulbatu (Generasi VI). Anak dari O. Hundul Batu ada dua, yaitu: 1. Sunggu Parbaja dan 2. Parpati Toba. Catatan: Keturunan dari Saribugaja tidak diketahui?

Padan (perjanjian) dengan Marga lain[sunting | sunting sumber]

Hutasoit memiliki perjanjian untuk tidak saling menikah dengan : Sihotang - Marsoit.

Sihotang Marsoit adalah yang dilahirkan boru Manik istrin dari Sihotag. Anak itu diberi nama Marsoit oleh ibu yang melahirannya. Pemberian nama ini adalah sebagai kenangan baginya bahwa Marsoit itu adalah anak yang dikandung dari marga Hutasoit. Hubungan boru Manik dengan Hutasoit terjadi ketika Sihotang meninggalkannya. Beberapa tahun kemudian setelah ada hubungan boru Manik dan Hutasoit, pulanglah Sihotang ke rumahnya. Demikian juga Hutasoit terpaksa melarikan diri meninggalkan boru Manik, karena perkawinan mereka tidak resmi. Sihotang menerima "Langge na do na tubu di porlakna". Langge adalah sejenis tumbuhan yang dapat berkembang sampai di luar perbatasan tanah. Tanaman itu menjadi milik dari pemilik tanah itu, walaupun bukan dia yang menenanam. Mengetahui kejadian itu Sihotang Marsoit dan Hutasoit merasa ada hubungan satu darah dan memutuskan tidak boleh kawin kedua marga itu.

Tokoh terkenal[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. Borsakbimbinan