Sigumpar, Toba

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sigumpar
Kecamatan Sigumpar, Toba Samosir 02.jpg
Kecamatan Sigumpar, Toba Samosir 01.jpg
Kantor Kecamatan Sigumpar
(Peta Lokasi) Kecamatan Sigumpar, Toba Samosir.svg
Peta lokasi Kecamatan Sigumpar
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenToba
Pemerintahan
 • CamatJaga Situmorang
Populasi
 • Total7,881 jiwa (2.019) jiwa
Kode Kemendagri12.12.19 Edit the value on Wikidata
Luas25,20 km²
Desa/kelurahan9 Desa
1 Kelurahan

Sigumpar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Toba, Sumatra Utara, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Sigumpar memiliki luas wilayah 25,20 km² atau 1,25% dari total luas Kabupaten Toba.

Kecamatan Sigumpar berada pada 2°20’- 2°24’ Lintang Utara dan 99°08’ - 99°11’ Bujur Timur.

Kecamatan Sigumpar berada di atas sekitar 900 hingga 1.500 meter dari permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Siantar Narumonda
Timur Kecamatan Silaen
Selatan Kecamatan Laguboti
Barat Danau Toba

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Sigumpar terdiri dari 9 desa dan 1 kelurahan yang terbagi habis dalam 39 dusun. Kelurahan Sigumpar Dangsina adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Kecamatan Sigumpar.

Desa Marsangap merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 5,30 km² atau 21,03% dari total luas Kecamatan Sigumpar, sementara Desa Sigumpar Barat merupakan wilayah terkecil yaitu 1,40 km² atau 5,56% dari total luas Kecamatan Sigumpar.

Desa Marsangap merupakan desa yang paling jauh dari ibu kota Kecamatan Sigumpar yaitu berjarak sekitar 4 kilometer.

Sejarah Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Ketika pembentukan Kabupaten Toba Samosir sebagai hasil pemekaran Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 1998, Sigumpar masih bagian dari Kecamatan Silaen. Pembentukan Kecamatan Sigumpar didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir No. 6 Tahun 2004 tentang pembentukan Kecamatan Sigumpar yang dimekarkan dari Kecamatan Silaen.

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Sigumpar[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Sigumpar
Desa /
Kelurahan
Nama Kepala Desa /
Lurah
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2015)
Desa Banua Huta Binner Panjaitan 2,10 km² (8,33%) 455 (216,67 jiwa/km²)
Desa Dolok Jior Mangarerak Siregar 1,70 km² (6,75%) 622 (363,53 jiwa/km²)
Desa Maju Maraden Baringbing 1,80 km² (7,14%) 471 (261,67 jiwa/km²)
Desa Marsangap Tigor Parlin Siagian 5,30 km² (21,03%) 901 (170,00 jiwa/km²)
Desa Nauli Parjuangan Siagian 3,50 km² (13,89%) 1,050 (300,00 jiwa/km²)
Desa Sigumpar Binahar Simanjuntak 1,90 km² (7,54%) 1.328 (698,95 jiwa/km²)
Desa Sigumpar Barat Tonny Hutagaol 1,40 km² (5,56%) 455 (325,00 jiwa/km²)
Desa Sigumpar Julu Selamat Simanjuntak 2,00 km² (7,94%) 451 (225,50 jiwa/km²)
Desa Situatua Marsada Simangunsong 3,00 km² (11,90%) 1.081 (360,33 jiwa/km²)
Kelurahan Sigumpar Dangsina Marion Simangunsong 2,50 km² (9,92%) 886 (354,40 jiwa/km²)

Daftar Camat yang pernah menjabat di Kecamatan Sigumpar[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Sigumpar berasal dari suku Toba.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Sigumpar memeluk agama Kristen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Toba tahun 2020 mencatat penduduk kecamatan ini yang menganut agama Kekristenan sebanyak 97,32% (Protestan 95,91% dan Katolik 1,41%), dan selebihnya memeluk agama Islam 2,19%, dan kepercayaan Parmalim sebanyak 0,49%.[2] Di kecamatan Sigumpar terdapat 11 sarana ibadah yang terdiri dari 11 bangunan Gereja.

Sarana ibadah menurut desa/kelurahan di Kecamatan Sigumpar[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, terdapat 12 bangunan sekolah di Kecamatan Sigumpar yang terdiri dari 9 sekolah SD, 2 sekolah SMP dan 1 sekolah SMK.[3]

Sarana pendidikan menurut desa/kelurahan di Kecamatan Sigumpar[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Sigumpar memiliki 21 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Sigumpar adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Tanaman selain padi yang diupayakan adalah tanaman palawija, yaitu tanaman jagung.

Dari jenis ternak besar yang diusahakan di Kecamatan Sigumpar pada umumnya adalah kerbau. Sedangkan pada ternak kecil, yang paling dominan diusahakan adalah ternak babi. Untuk pemeliharaan pada ternak unggas, masyarakat di Kecamatan Sigumpar umumnya memelihara ternak ayam dan itik.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Sigumpar memiliki 1 unit pasar yang terdiri dari:

  • 1 unit pasar tanpa bangunan, terletak di Desa Sigumpar

Industri[sunting | sunting sumber]

Perindustrian yang ada di Kecamatan Sigumpar pada umumnya adalah industri mikro. Secara umum, industri yang ada di Kecamatan Sigumpar bergerak pada bidang penggilingan padi dan juga penenunan ulos.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Hampir seluruh perumahan yang ada di Kecamatan Sigumpar sudah dialiri listrik oleh PLN, kecuali beberapa dusun di empat desa yang masih belum bisa dijangkau listrik oleh PLN.

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Sigumparhanya memiliki 1 menara BTS yaitu di Desa Sigumpar.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.baruaja.com/1169286/bupati-kukuhkan-lima-puluh-pejabat.html[pranala nonaktif permanen]
  2. ^ "Kabupaten Toba Samosir Dalam Angka 2020" (pdf). hlm. 189-190. Diakses tanggal 17 November 2020. 
  3. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-01-18. Diakses tanggal 2017-01-11. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]