Lompat ke isi

Siempat Nempu, Dairi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Siempat Nempu

Kantor Kecamatan Siempat Nempu
Peta lokasi Kecamatan Siempat Nempu
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenDairi
Pemerintahan
 • CamatBinuar Malau.S.Pd,M.Si[1]
Populasi
 • Total20.241 jiwa
 • Kepadatan337/km2 (870/sq mi)
Kode pos
22261
Kode Kemendagri12.11.04 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS1210070 Edit nilai pada Wikidata
Luas60,15 km²
Desa/kelurahan13 desa


Siempat Nempu adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Dairi, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibukota kecamatan ini berada di desa Buntu Raja.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Nama Siempat Nempu berasal dari nama salah satu persatuan Marga Pakpak yang berisikan marga Capah, Gajahmanik, Kudadiri, dan Sinamo.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Siempat Nempu terdiri dari 13 desa yang adalah sebagai berikut:

  1. Adian Gupa
  2. Adian Nangka
  3. Buntu Raja
  4. Gomit
  5. Huta Imbaru
  6. Juma Siulok
  7. Juma Teguh
  8. Jumantuang
  9. Maju
  10. Sihorbo
  11. Sinampang
  12. Soban
  13. Sosor Lontung

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Demografi berdasarkan Marga di Kecamatan Siempat Nempu [3]

  Sihombing (10.43%)
  Sinaga (5.16%)
  Situmorang (5.04%)
  Simamora (3.98%)
  Manalu (3.98%)
  Purba (3.88%)
  Silaban (3.74%)
  Simanullang (3.72%)
  Marga Pakpak (4.22%)
  Marga Lain (55.23%)
  Non-Batak (0.62%)

Dalam Sensus Penduduk Indonesia 2020, jumlah penduduk kecamatan ini sebanyak 20.241 jiwa.[2] Penduduk kabupaten Dairi, pada umumnya merupakan etnis Batak Dairi, dan ada juga sebahagian besar lainnya berasal dari suku Batak Karo dan Batak Toba, serta sebagian kecil Batak Angkola dan Batak Simalungun. Beberapa suku pendatang yang umumnya berada di ibukota kabupaten, seperti suku Aceh, Jawa, Minangkabau, dan suku lainnya.

Sementara itu, mayoritas penduduk Kecamatan Siempat Nempu adalah Suku Batak Toba. Marga yang mendominasi di Kecamatan Siempat Nempu adalah marga Sihombing dan Simamora. Persatuan marga Toga Sihombing (marga Sihombing, Silaban, Lumbantoruan, Nababan, dan Hutasoit) mencapai sekitar 18,40% dari penduduk Kecamatan Siempat Nempu, disusul oleh persatuan marga Toga Simamora (marga Simamora, Manalu, Purba, dan Debataraja) yang mencapai 12,17%.[3]

Sedangkan marga dari Suku Pakpak hanya berjumlah sekitar 4,22% dari total penduduk Kecamatan Siempat Nempu, dimana marga terbanyak adalah Maha, Padang, dan Kudadiri.[3]

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Dairi mencatat bahwa 92,86% penduduk kecamatan ini memeluk agama Kristen, dimana Protestan 86,13% dan Katolik 6,73%. Kemudian sebagian lagi memeluk agama Islam yakni 7,13% dan Buddha 0,01%.[4][5] Untuk sarana rumah ibadah, terdapat 57 gereja Protestan, 5 gereja Katolik dan 7 masjid.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Profil Camat Siempat Nempu". www.portal.dairikab.go.id. Diakses tanggal 19 Maret 2023. 
  2. ^ a b c "Kabupaten Dairi Dalam Angka 2021" (pdf). www.dairikab.bps.go.id. hlm. 8, 68, 156. Diakses tanggal 22 Mei 2021. 
  3. ^ a b c Data diolah dari Daftar Pemilih Pemilu 2019 Kecamatan Siempat Nempu[pranala nonaktif permanen]
  4. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 9 Februari 2022. 
  5. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Dairi". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Mei 2021.