Kabupaten Bolaang Mongondow

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Bolaang Mongondow
Lambang Kabupaten Bolaang Mongondow
Lambang Kabupaten Bolaang Mongondow


Moto: Mototompiaan Mototabian bo Mototanoban



Lokasi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow.svg
Peta lokasi Kabupaten Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara
Koordinat: -
Provinsi Sulawesi Utara
Dasar hukum PP No.24 Tahun 1954
Tanggal peresmian 23 Maret 1954
Ibu kota Lolak[1]
Pemerintahan
-Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow
-Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, S.Th., M.M.
APBD
-DAU Rp. 437.804.387.000.-(2013)[2]
Luas 5.397,69 km2
Populasi
-Total 233.189 jiwa (2015)[3]
-Kepadatan 43,2 jiwa/km2
Demografi
-Agama Islam 60.05%
Kristen Protestan 34.82%
Hindu 4.51%
Katolik 0.61%
Buddha 0.01%%[3]
-Kode area telepon 0434
Pembagian administratif
-Kecamatan 15
-Kelurahan -
Simbol khas daerah
Situs web http://www.bolmongkab.go.id/

Kabupaten Bolaang Mongondow adalah kabupaten di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Ibukotanya adalah Lolak[1]. Etnis Mayoritas di kabupaten ini adalah Suku Mongondow. Bahasa ibu penduduk asli di daerah ini adalah Bahasa Mongondow.

Kabupaten Bolaang Mongondow ditetapkan pada tanggal 23 Maret 1954, terletak pada salah satu daerah Sulawesi Utara yang secara historis geografis adalah bekas danau, serta merupakan daerah subur penghasil utama tambang dan hasil bumi lainnya.

Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow telah mengalami sejumlah pemekaran. Tahun 2007 dimekarkan menjadi Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Pada tahun 2008 dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah Daftar Bupati Bolaang Mongondow yang menjabat sejak pembentukannya pada tahun 1954.[4]

Nomor Foto Nama Masa Jabatan Keterangan Wakil Bupati Ref
1 Anton Cornelis Manoppo Maret 1954–Juni 1954
2 Henny Yusuf Cornelis Manoppo Juni 1954–September 1959
3 Mayor Inf. Daan Olii September 1959–Juni 1965
4 Piet Johanis Manoppo Juni 1965–Agustus 1966
5 Letkol. (CPM) Oemarudin Nini Mokoagow 1966–1967 Penjabat bupati
1967–1971 Periode pertama
1971–1976 Periode kedua
6 Drs. Hi. Syamsudin Paputungan Januari 1976–Mei 1976
7 Letkol. Art. Inyo Tangkudung Mei 1976–Januari 1981
8 Drs. Ahmad Nadjamudin Januari 1981–Mei 1981
9 Drs. Hi. Jambat Arsyad Damopolii Mei 1981–Mei 1986 Periode pertama
Mei 1986–Mei 1991 Periode kedua
10 Drs. Hi. Syamsudin Paputungan Mei 1991–Mei 1996
11 Drs. Hi. Muda Mokoginta Mei 1996–Mei 2001
12 Dra. Hj. Marlina Moha Siahaan Mei 2001–Mei 2006 Periode pertama Ir. H. Syamsudin C. Mokoginta [5]
Mei 2006–Mei 2011 Periode kedua Drs. Hi. Sehan Mokoapa Mokoagow, M.Si.
13 Hi. Gun Lapadengan, S.H. 5 Mei–Juli 2011 Penjabat bupati [6]
14 Hi. Salihi B. Mokodongan Juli 2011–Juli 2016 Bupati definitif Yanny Ronny Tuuk, S.Th.
15 Adrianus Nixon Watung, S.H. 20 Juli 2016–21 Mei 2017 Penjabat bupati [7]
16 Dra. Yasti Soepredjo Mokoagow 22 Mei 2017–sekarang Yanny Ronny Tuuk, S.Th., M.M. [8]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Setelah dimekarkan (dengan membentuk Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur), maka kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow yaitu:

  1. Bilalang
  2. Passi Barat
  3. Lolayan
  4. Dumoga Timur
  5. Dumoga Barat
  6. Dumoga Utara
  7. Bolaang
  8. Bolaang Timur
  9. Poigar
  10. Lolak
  11. Sang Tombolang
  12. Bilalang(pemekaran kecamatan Passi Timur)
  13. Dumoga(pemekaran kecamatan Dumoga Timur)
  14. Dumoga Tenggara(pemekaran kecamatan Dumoga Utara)
  15. Dumoga Tengah(pemekaran kecamatan Dumoga Barat)

Lambang daerah[sunting | sunting sumber]

  • Bentuk : segi lima sama sisi di atas dasar bentuk jantung berukuran 16:21. Bentuk inti lambang segi lima sama sisi, ukurannya ½ dari luas jantung melambangkan dasar negara Pancasila dimana kabupaten Bolaang Mongondow adalah satu bagian organik daripadanya. Bentuk dasar jantung melambangkan sumber hidup bagi tiap makhluk di Bolaang Mongondow yang diharapkan sebagai salah satu daerah sumber kehidupan bagi daerah Sulawesi Utara terutama dibidang produksi pangan (beras, jagung, dsb). Warna biru pada bentuk dasar ( jantung ) melambangkan: Kesetiaan rakyat Bolaang Mongondow & Secara historis geografis daerah Bolaang Mongondow adalah bekas danau.
  • Lukisan :
    1. Dua bulir padi masing-masing dengan warna hijau dan kuning melambangkan bahwa daerah Bolaang Mongondow adalah penghasil beras terutama di Sulawesi Utara. Masing-masing bulir tiga jajar dengan dua puluh tiang bulir melambangkan tanggal 23 Maret, tanggal dan bulan lahirnya kabupaten Bolaang mongondow menjadi daerah yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri PP No.24 tahun 1954.
    2. Tombak dan perisai melambangkan patriotisme dan kesatuan kebudayaan daerah Bolaang Mongondow (Bekas 4 swapraja Bolaang Mongondow, Bolaang Uki, bintauna dan kaidipang Besar). Warna perang (merah kehitam-hitaman) Wijn Rood pada tombak dan perisai mengandung arti dinamika hidup dan keberanian.
    3. Bintang warna kuning emas melambangkan bahwa rakyat Bolaang Mongondow adalah orang-orang beragama yang bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa.
    4. Pita kuning bertulis : Bolaang Mongondow melambangkan keagungan dan kejayaan daerah Bolaang Mongondow.
  • Warna : Biru muda, hijau tua, kuning emas, merah kehitaman (wijn rood) dan hitam. Warna kuning emas segi lima, melambangkan belerang dan emas sebagai hasil tambang di daerah Bolaang Mongondow. Warna hijau tua pada segi lima melambangkan kesuburan, kekayaan daerah dan hasil bumi (padi, jagung, kelapa, kopi, cengkih, kayu dan hasil-hasil hutan lainnya). Warna hitam pada nama Bolaang Mongondow melambangkan ketekunan dan ketabahan. Seluruh warna putih yang terdapat pada lambang, baik pada bingkai dasar maupun pada bentuk inti melambangkan kesucian.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow memeluk agama Islam (61%), Kristen (33%), Katolik (1%) dan Hindu (5%).[3]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Komoditas Unggulan[sunting | sunting sumber]

  1. Pertanian dan Perkebunan: Padi, Jagung, Kacang Tanah, Kedelai, Singkong, Ubi jalar, Kentang, Nenas, Kelapa, Cengkeh.
  2. Pertambangan: Emas, Tembaga, Besi, Kaolin, Bentonit, Belerang, Batu Gamping, Batu Lamping, Pasir Kuarsa, Mangan.
  3. Perikanan dan Kelautan: Ikan Demersil, Ikan Plagis, Ikan Tuna, Ikan Cakalang.
  4. Budidaya: Udang, kepiting, Ikan Air Tawar.
  5. Kehutanan: Meranti, Agatis, Nyato, Cempaka, Rotan, Gondrukem, Damar.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Pantai Lolan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 2010
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ a b c "Kabupaten Bolaang Mongondow Dalam Angka 2016"
  4. ^ "Sejarah Singkat Bolaang Mongondow". suaramanado.com. 24 Maret 2012. Diakses tanggal 25 Desember 2016. 
  5. ^ "Selamat Jalan Papa Rep Jasamu Terus Dikenang, Dicintai Keluarga dan Bawahan". radarbolmongonline.com. 21 Januari 2016. Diakses tanggal 25 Desember 2016. 
  6. ^ "Gubernur Lantik Lapadengan sebagai Penjabat Bupati Bolmong". sulutonline.com. 9 Mei 2011. Diakses tanggal 25 Desember 2016. 
  7. ^ "Adrianus Nixon Watung Resmi Pj Bupati Bolmong". detotabuan.com. 20 Juli 2016. Diakses tanggal 25 Desember 2016. 
  8. ^ "Siang Ini, Olly Lantik YaYa dan MegaHagho". manadonews.co.id. 22 Mei 2017. Diakses tanggal 22 Mei 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]