Tombariri, Minahasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tombariri
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Sulawesi Utara
Kabupaten Minahasa
Pemerintahan
 • Camat Drs. Yoris Tumilantow
Luas 139,20 km²
Jumlah penduduk 25.366 (2003)
Kepadatan 182,23 jiwa/km²
Desa/kelurahan 14 desa

Tombariri adalah sebuah kecamatan yang terletak di bagian utara Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia. Kecamatan ini beribukota di Tanawangko dan berbatasan di sebelah utara dengan Laut Sulawesi, di sebelah timur dengan Kecamatan Pineleng, di sebelah selatan dengan Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Selatan, dan di sebelah barat dengan Laut Sulawesi.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Tanah di Kecamatan Tombariri ini berjenis latosol dan aluvial dengan tingkat keasaman (pH) antara 4,5-7,5. Kecamatan ini terletak pada ketinggian antara 0-700 dpl. Permukaan tanah di wilayah kecamatan Tombariri ini merentang dari wilayah datar sampai dengan curam.

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten yang luasnya 139,20 km² ini terdiri dari 14 desa dengan penyebaran sebagai berikut: 7 di daerah pantai, 3 di daerah lereng bukit, dan 4 di dataran. Desa-desa tersebut adalah:

  1. Senduk
  2. Ranowangko
  3. Sarani Matani
  4. Poopoh
  5. Teling
  6. Kumu
  7. Pinasungkulan
  8. Lemoh
  9. Ranotongkor
  10. Borgo
  11. Tambala
  12. Mokupa
  13. Lolah Satu
  14. Lolah Dua

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk di Kecamatan Tombariri pada 2003 adalah 25.366 orang, dengan tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata 1,81% per tahunnya. Dari jumlah ini, yang termasuk angkatan kerja adalah 19.557 orang.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lahan di Kecamatan Tombariri pada umumnya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dengan luas 8.500 ha. Tanaman yang banyak ditanam di sini adalah jagung, padi sawah, padi ladang, cengkeh, kelapa, buah-buahan, vanili, kakao, dll.). Selain itu masyarakat juga memanfaatkan tanahnya sebagai kawasan wisata, hutan lindung dan pemukiman.

Potensi pengembangan ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Tombariri berpotensi besar untuk pengembangan ekonominya. Di pantai Tanawangko, misalnya, terdapat pasir besi yang potensinya belum banyak diketahui dan belum dikelola. Tanaman kelapa yang ada masih berupa perkebunan rakyat yang dapat ditingkatkan pengelolaannya dan pemanfaatannya untuk pemrosesan virgin coconut oil, kopra putih, sabut kelapa, karbon aktif dan nata de coco.

Karena letaknya yang berbatasan dengan Laut Sulawesi, kecamatan ini juga berpotensi untuk dikembangkan industri kelautannya berupa penangkapan ikan laut dan pengembangan industri peralatan dan perlengkapan penangkapannya seperti jaring insang tetap, jaring insan hanyut, pukat harimau dan payang dengan skala kecil. Investasi yang diharapkan adalah usaha kapal dan peralatan penangkapan, gudang/kamar pendingin

Selain penangkapan ikan laut, di Kecamatan Tombariri juga dapat dikembangkan budidaya ikan yang hingga kini belum disentuh. Rumput laut juga dapat dikembangkan secara besar-besaran, sementara yang pernah ada selama ini baru usaha perorangan. Pembudidayaannya dan pemrosesannya dapat ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pantai Mangatasik yang memiliki pasir putih, memiliki potensi pariwisata yang besar, khususnya karena pemandangan bawah airnya yang indah. Saat ini pengelolaan pantai ini dilakukan oleh pemerintah desa. Investasi yang diharapkan adalah pengembangan fasilitas wisata seperti pembangunan cottage dan restoran.

Pembangunan infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Peluang investasi yang besar terutama sekali adalah pembangunan saluran air bersih dan pasar tradisional yang diharapkan dapat dilakukan oleh pihak swasta yang bekerja sama dengan pihak pemerintah Kabupaten Minahasa.