KLM

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
KLM
Koninklijke Luchtvaart Maatschappij
KLM logo.svg
IATA ICAO Kode panggil
KL KLM KLM
Didirikan 7 Oktober 1919; 96 tahun lalu (1919-10-07)
Penghubung Bandara Amsterdam Schiphol
Program penumpang setia Flying Blue
Lounge bandara
  • KLM Crown Lounge
  • SkyTeam Lounge
Aliansi SkyTeam
Anak perusahaan
Armada 115
Tujuan 138
Slogan Journeys of Inspiration
Perusahaan induk Air France-KLM
Kantor pusat Amstelveen, Belanda
Tokoh utama
Pendapatan €9,643 milliar (2014)
Penghasilan operasi €175 juta (2014)
Karyawan 32.685 (2014)
Situs web klm.com

KLM (lengkapnya: Koninklijke Luchtvaart Maatschappij, secara harafiah berarti Perusahaan Dirgantara Kerajaan) adalah maskapai penerbangan nasional Belanda.[4] KLM berkantor pusat di Amstelveen, dengan operasinya berpusat di Bandara Amsterdam Schiphol. Pada bulan Mei 2004, KLM bergabung dengan Air France, untuk membentuk Air France-KLM. Namun, kedua maskapai penerbangan ini akan tetap terbang dengan merek mereka masing-masing. KLM juga merupakan anggota dari aliansi maskapai SkyTeam. KLM didirikan pada tahun 1919, sehingga KLM adalah maskapai penerbangan tertua yang masih beroperasi hingga saat ini dengan nama yang sama.

KLM mempunyai beberapa anak perusahaan, yakni KLM Cityhopper, KLM Cargo, KLM Flight Academy, KLM Engineering and Maintenance, Martinair, dan Transavia.com. KLM juga memegang 80% saham di Transavia Airlines, 50% di Martinair, dan 26% di Kenya Airways. KLM UK adalah anak perusahaan KLM lainnya, namun akhirnya digabung dengan KLM Cityhopper. KLM tercatat di bursa saham Amsterdam, New York dan Paris.

KLM mengoperasikan penerbangan penumpang dan kargo terjadwal ke hampir 130 destinasi. KLM telah lama mendapat reputasi sebagai salah satu maskapai penerbangan teraman di dunia[butuh rujukan]. Program penumpang setia KLM diberi nama Flying Blue. KLM telah menjalin kerja sama dengan berbagai maskapai, baik dengan anggota SkyTeam yang lain ataupun bukan.


Kantor pusat KLM
KLM Boeing 737
KLM Cityhopper Fokker 70

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pendirian dan Tahun-Tahun Awal[sunting | sunting sumber]

Sebuah poster KLM, mungkin berasal dari akhir dekade 1920an, saat KLM baru saja membuka rute ke Jakarta[5]

Pada tahun 1919, seorang letnan penerbang muda bernama Albert Plesman menyeponsori pameran dirgantara ELTA, yang diadakan di Amsterdam. Pameran ini menuai sukses, sehingga setelah menarik uangnya dari investasi lain, ia pun berniat mendirikan maskapai penerbangan.[6] Pada bulan September 1919, Ratu Wilhelmina menganugerahkan maskapai yang bahkan belum didirikan ini dengan gelar "Koninklijke" (Kerajaan).[7] Pada tanggal 7 Oktober 1919, delapan pebisnis asal Belanda, termasuk Frits Fentener van Vlissingen, pun resmi mendirikan Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (disingkat KLM) sebagai salah satu maskapai penerbangan pertama di dunia. Plesman pun ditunjuk menjadi administratur dan direktur pertama KLM.[6]

KLM pun terbang pertama kali pada tanggal 17 Mei 1920, dari Bandara Croydon, London, ke Amsterdam, dengan Jerry Shaw bertindak sebagai penerbangnya.[7] Penerbangan ini menggunakan sebuah De Haviland DH-16 bekas milik Aircraft Transport and Travel,[7] dengan kode registrasi G-EALU, membawa serta dua orang jurnalis asal Inggris dan beberapa surat kabar. Selama tahun 1920, KLM berhasil mengangkut total 440 orang penumpang dan 22 ton kargo. Pada bulan April 1921, setelah libur musim dingin, KLM melanjutkan operasinya dengan penerbangnya sendiri, dan dengan pesawat Fokker F.II dan Fokker F.III miliknya sendiri.[7] Pada tahun 1921, KLM memulai penerbangan terjadwal.

Fokker F-XVIII milik KLM di Hindia Belanda, 1932.

Penerbangan antar benua pertama KLM resmi dibuka pada tanggal 1 Oktober 1924,[7] dengan tujuan ke Batavia, di Hindia Belanda. Penerbangan pertama ini menggunakan sebuah Fokker F.VII[7] dengan kode registrasi H-NACC, dan diterbangkan oleh Van der Hoop.[8] Pada bulan September 1929, penerbangan terjadwal antara Amsterdam dan Batavia pun resmi diumumkan. Hingga meletusnya Perang Dunia II pada tahun 1939, penerbangan ini adalah penerbangan terjadwal terjauh di dunia.[7] Hingga tahun 1926, KLM telah melayani penerbangan ke Amsterdam, Rotterdam, Brussels, Paris, London, Bremen, Copenhagen, dan Malmö, menggunakan pesawat Fokker F.II dan Fokker F.III.[9]

Douglas DC-2 milik KLM bernama Uiver, sedang transit di Lapangan Udara Rambang, di pesisir timur Pulau Lombok, saat sedang mengikuti MacRobertson Air Race, dari Mildenhall, Inggris ke Melbourne pada tahun 1934.

Selama tahun 1930, KLM berhasil mengangkut total 15.143 penumpang. Douglas DC-2 pun mulai dipakai untuk penerbangan ke Batavia pada tahun 1934. KLM juga mulai melayani rute transatlantik antara Amsterdam dan Curaçao pada bulan Desember 1934, dengan menggunakan Fokker F.XVIII bernama "Snip".[7] Pada tahun 1936, KLM resmi menerima Douglas DC-3 pertamanya, DC-3 inipun digunakan untuk menggantikan DC-2 yang sebelumnya melayani rute ke Sydney via Batavia. KLM adalah maskapai pertama yang melayani rute ke bandara baru Manchester, mulai bulan Juni 1938. KLM adalah satu-satunya maskapai penerbangan sipil yang menerima Douglas DC-5, dimana KLM menjual dua diantaranya ke pemerintah lokal Hindia Belanda.

Perang Dunia II[sunting | sunting sumber]

Douglas DC-3 milik KLM di Bandara Manchester, pada tahun 1947

Ketika Perang Dunia II meletus pada tahun 1939, dan Belanda diduduki Jerman pada tahun 1940, sejumlah pesawat KLM (kebanyakan berjenis DC-3 dan beberapa DC-2) tetap terbang ke Timur Jauh dan Eropa. Lima unit DC-3 dan satu unit DC-2 pun diungsikan ke Inggris. Selama perang, pesawat-pesawat ini tetap melayani penerbangan berjadwal antara Bristol dan Lisbon dibawah nama BOAC.[butuh rujukan]

Satu unit Douglas DC-3 berkode registrasi PH-ALI "Ibis", yang lalu diubah kodenya menjadi G-AGBB, diserang beberapa kali oleh Luftwaffe pada tanggal 15 November 1942, 19 April 1943, dan akhirnya pada tanggal 1 Juni 1943 saat pesawat ini terbang sebagai BOAC Penerbangan 777, yang menyebabkan seluruh penumpang dan awaknya terbunuh.

Beberapa pesawat KLM lain juga beroperasi di wilayah Australia dan Hindia Belanda, di bawah bendera KNILM (dengan kode registrasi Hindia Belanda, PK-***), yang juga ikut mengangkut warga negara Belanda yang melarikan diri dari serangan Jepang tahun 1942.[butuh rujukan]

Jet Age[sunting | sunting sumber]

Dimulai pada bulan September tahun 1959, maskapai ini memperkenalkan turboprop empat mesin Lockheed Electra ke beberapa rute Eropa dan Timur Tengah. Pada bulan Maret 1960, KLM memperkenalkan Douglas DC-8 pertama ke armadanya. Pada tahun 1961, KLM melaporkan tahun pertama kerugian. Pada tahun 1961, presiden KLM, Fons Aler, digantikan oleh Ernst van der Beugel. Tetapi Perubahan kepemimpinan tidak menyebabkan kesulitan keuangan KLM berubah. Van der Beugel mengundurkan diri sebagai presiden pada tahun 1963 karena alasan kesehatan. Horatius Albarda ditunjuk untuk menggantikan Ernst van der Beugel sebagai presiden KLM pada tahun 1963. Alberda memulai reorganisasi perusahaan yang menyebabkan pengurangan staf dan pelayanan udara. Pada tahun 1965, Alberda meninggal dalam kecelakaan udara. Kemudian Dr. Gerrit van der Wal menggantikan Alberda sebagai presiden KLM. Van der Wal menjalin kesepakatan dengan pemerintah Belanda bahwa KLM akan dijalankan sekali lagi sebagai perusahaan swasta tanpa campur tangan dari pemerintah. Pada 1966, saham dari pemerintah Belanda di KLM dikurangi menjadi saham minoritas menjadi 49,5%. Pada tahun 1966, KLM memperkenalkan Douglas DC-9 di rute Eropa dan Timur Tengah.

Bangunan terminal baru di Bandara Schiphol Amsterdam dibuka pada bulan April 1967 dan pada tahun 1968, Douglas DC-8-63 masuk dalam armada KLM. Dengan kapasitas 244 kursi, pesawat tersebut adalah pesawat terbesar pada saat itu. KLM merupakan maskapai pertama untuk menempatkan Boeing 747-200B ke dalam layanan mulai Februari 1971 didukung oleh mesin Pratt & Whitney JT9D, sehingga KLM memulai awal era maskapai jet berbadan lebar. Pada Maret 1971 , KLM membuka kantor pusatnya di Amstelveen. Pada tahun 1972, KLM membeli Douglas DC-10 yang pertama. Pesawat ini adalah respon McDonnell Douglas untuk Boeing 747.

Pada tahun 1973, Sergio Orlandini ditunjuk untuk menggantikan Gerrit van der Wal sebagai presiden KLM. Pada saat KLM serta maskapai lainnya harus berurusan dengan kelebihan kapasitas. Orlandini mengusulkan untuk mengkonversi 747 menjadi 747 Combi yang bisa membawa kombinasi penumpang dan barang. Pada bulan November 1975, 747-200 combi ditambahkan ke armada KLM

Krisis minyak tahun 1973 menyebabkan kondisi ekonomi menjadi sulit, menyebabkan KLM untuk mencari bantuan pemerintah dalam mengatur utang. KLM menerbitkan saham tambahan kepada pemerintah. Pada akhir tahun 1970, saham pemerintah telah meningkat lagi menjadi saham mayoritas sebanyak 78%. Sekali lagi KLM dinasionalisasi.

Armada[sunting | sunting sumber]

KLM Fleet
Aircraft In Service Orders Passengers Notes
C Y+ Y Total
Airbus A330-200 11 1 30 35 178 243 2013-04
Airbus A330-300 2 2 30 40 224 294 2012-04, 2013-01
Boeing 737-700 18 0 var. 0 var. 129
Boeing 737-800 23 4 var. 0 var. 171 2013-04, 2013-05, 2013-08, 2013-10
Boeing 737-900 5 0 var. 0 var. 189
Boeing 747-400 6 0 42 38 335 415
Boeing 747-400M 16 0 42 38 195 275
Boeing 777-200ER 15 0 35 34 249 318
Boeing 777-300ER 5 3 35 40 350 425 2012-06, 2012-07, 2013-05
McDonnell Douglas MD-11 10 0 24 34 227 285 To be replaced on short term by A330 and B777 on order.
KLM Cargo Fleet
Boeing 747-400ERF 4 0 112,760 kg All leased to Martinair Cargo
Total 114 11

[sunting | sunting sumber]

1961–
1961–  
1993–2002  
2004–2011  
2012–  

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama FI_founder_1959
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama FI_founder_1971
  3. ^ KLM (15 October 2014). Pieter Elbers appointed President and CEO of KLM, replacing Camiel Eurlings. Siaran pers. Diakses pada 15 October 2014.
  4. ^ "Air France: Strikers against reality". The Economist (Paris). 20 September 2014. Diakses tanggal 14 April 2015. 
  5. ^ Vrije Universiteit Amsterdam. "Urban Nebula". 
  6. ^ a b "Koninklijke Luchtvaart Maatschappij, N.V. History". International Directory of Company Histories 28. 1999. Diakses tanggal 30 July 2013. 
  7. ^ a b c d e f g h "History". KLM Corporate. KLM. Diakses tanggal 30 July 2013. 
  8. ^ "H-NACC". Aviacrash.nl (dalam Dutch). Diakses tanggal 11 October 2015. 
  9. ^ (Dutch) Albert Heijn, ed (1969) KL-50 – logboek van vijftig jaar vliegen. Meijer, Amsterdam.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]