Perkebunan Nusantara I
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
|---|---|
| Industri | Agribisnis dan perkebunan |
| Pendahulu | PPN Kesatuan Aceh |
| Didirikan | 14 Februari 1996 |
| Kantor pusat | Gedung Agro Plaza Lantai 14, , Indonesia |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Abdul Rivai Ras (Direktur Utama) |
| Produk | |
| Total aset | Rp73,555 triliun (2024) |
| Pemilik |
|
| Anak usaha | Lihat daftar |
| Situs web | ptpn1 |
PT Perkebunan Nusantara I atau disingkat PTPN I adalah perusahaan agribisnis Indonesia yang menjadi subholding pendukung bisnis perkebunan dalam Holding Perkebunan Nusantara. Perusahaan ini menggunakan nama komersial SupportingCo dan mengelola portofolio komoditas perkebunan, optimalisasi aset, serta berbagai usaha penunjang.[1]
Dalam bentuknya sekarang, PTPN I merupakan perusahaan penerima penggabungan PTPN II, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV pada 1 Desember 2023. Restrukturisasi tersebut menjadikan PTPN I salah satu dari tiga subholding utama PTPN Group bersama PTPN IV PalmCo dan PT Sinergi Gula Nusantara.[2]
Per 31 Desember 2024, PTPN I mengelola areal tertanam sekitar 276.137 hektare dengan aset yang tersebar dari Aceh hingga Maluku. Pada tanggal yang sama, PTPN III memegang 89,42% saham perusahaan, sedangkan Pemerintah Indonesia memegang 10,58%. Total aset sebelum eliminasi tercatat sebesar Rp73,555 triliun.[1][2]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Awal pembentukan
[sunting | sunting sumber]Akar PTPN I bermula di Aceh pada 1961 melalui pembentukan PPN Kesatuan Aceh, yang mengelola perkebunan-perkebunan swasta yang telah diambil alih oleh Pemerintah Indonesia. Pada 1968, perusahaan tersebut diubah menjadi PN Perkebunan I. Statusnya kemudian diubah menjadi perusahaan perseroan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1981.[3]
Pada 1996, PN Perkebunan I digabung dengan aset PTP V di Aceh serta aset PTP II, PTP III, PTP VII, dan PTP IX yang berada di PT Cot Girek Baru. Penggabungan tersebut membentuk PT Perkebunan Nusantara I berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1996.[4]
Pembentukan holding perkebunan
[sunting | sunting sumber]Pada 2014, Pemerintah Indonesia mengalihkan sebagian besar saham PTPN I kepada PTPN III sebagai bagian dari pembentukan holding BUMN perkebunan. Sesudah transaksi tersebut, PTPN I berubah menjadi perseroan terbatas yang tunduk pada Undang-Undang Perseroan Terbatas, sementara negara tetap memiliki sebagian saham secara langsung.[5][2]
Pembentukan SupportingCo
[sunting | sunting sumber]Pada 1 Desember 2023, PTPN II, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV digabungkan ke dalam PTPN I. Integrasi tersebut memperoleh persetujuan melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor S-595/MBU/11/2023 dan menjadikan PTPN I sebagai subholding SupportingCo.[2]
Setelah integrasi, kantor pusat perusahaan dipindahkan ke Gedung Agro Plaza di Setiabudi, Jakarta Selatan.[6]
Pada 1 April 2024, PTPN I dan PTPN IV menandatangani kerja sama operasi untuk pengelolaan kebun, pabrik kelapa sawit, dan pabrik minyak inti sawit. Bagi PTPN I, pendapatan dari kerja sama tersebut direncanakan untuk mendukung pemulihan dan pengembangan komoditas lain yang dikelolanya.[7]
Pada 29 Juni 2026, rapat umum pemegang saham mengangkat Abdul Rivai Ras sebagai direktur utama. Pada awal masa jabatannya, ia menyampaikan lima fokus transformasi, yaitu penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, transformasi digital, optimalisasi aset, dan penguatan hubungan kelembagaan.[8][9]
Kegiatan usaha
[sunting | sunting sumber]PTPN I mengelola komoditas kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, dan tembakau. Selain kegiatan perkebunan, perusahaan menjalankan optimalisasi dan pemanfaatan aset, kerja sama operasi, agroindustri, layanan kesehatan, properti, pengolahan pangan, energi terbarukan, dan usaha penunjang lainnya melalui kantor regional dan entitas anak.[1]
PEFINDO memberikan peringkat korporasi idBBB dengan prospek stabil kepada PTPN I pada Februari 2025. Menurut lembaga tersebut, peringkat itu didukung oleh dukungan PTPN Group dan luas areal perusahaan, tetapi dibatasi oleh profil keuangan yang agresif serta paparan terhadap perubahan harga komoditas dan cuaca.[1]
Daftar direktur utama
[sunting | sunting sumber]Daftar berikut memuat Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I sejak perusahaan ini menjalani transformasi menjadi subholding pendukung bisnis perkebunan atau SupportingCo pada Desember 2023.[10][11]
| No. | Nama | Mulai menjabat | Selesai menjabat | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Teddy Yunirman Danas | 20 Desember 2023 | 29 Juni 2026 | Direktur utama pertama PTPN I setelah pembentukan SupportingCo.[10][11] |
| 2 | Abdul Rivai Ras | 29 Juni 2026 | Petahana | Diangkat menjadi Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PTPN I pada 29 Juni 2026.[12] |
Kantor regional
[sunting | sunting sumber]PTPN I menjalankan kegiatan operasional melalui delapan kantor regional. Pembagian regional mengikuti wilayah dan aset perusahaan-perusahaan yang digabungkan pada 2023.[2][13]
| Regional | Basis wilayah sebelum integrasi | Kantor regional |
|---|---|---|
| Regional 1 | PTPN II | Deli Serdang, Sumatera Utara |
| Regional 2 | PTPN VIII | Bandung, Jawa Barat |
| Regional 3 | PTPN IX | Semarang, Jawa Tengah |
| Regional 4 | PTPN X dan PTPN XI | Surabaya, Jawa Timur |
| Regional 5 | PTPN XII | Surabaya, Jawa Timur |
| Regional 6 | PTPN I sebelum integrasi | Banda Aceh, Aceh |
| Regional 7 | PTPN VII | Bandar Lampung, Lampung |
| Regional 8 | PTPN XIV | Makassar, Sulawesi Selatan |
Entitas anak
[sunting | sunting sumber]Setelah penggabungan 2023, portofolio PTPN I mencakup sejumlah entitas yang sebelumnya berada di bawah perusahaan-perusahaan pendahulunya. Entitas utama yang masih dicatat dalam laporan konsolidasian PTPN Group hingga akhir 2024 antara lain:[2]
| Entitas | Bidang usaha |
|---|---|
| PT Cut Meutia Medika Nusantara | Pelayanan kesehatan dan rumah sakit |
| PT Nusa Dua Bekala | Pengembangan dan pemasaran kawasan |
| PT Nusa Dua Propertindo | Properti |
| PT Tembakau Deli Medika | Pelayanan kesehatan dan rumah sakit |
| PT Karya Nusa Tujuh | Peternakan dan produksi sapi |
| PT Optima Nusa Tujuh | Pertambangan dan pengolahan bahan tambang |
| PT Buma Cima Nusantara | Pengolahan bahan baku tebu |
| PT Agro Medika Nusantara | Pelayanan kesehatan dan rumah sakit |
| PT Mitratani Dua Tujuh | Pengolahan edamame dan okra |
| PT Dasaplast Nusantara | Kemasan dan produk plastik |
| PT Energi Agro Nusantara | Produksi etanol |
| PT Rolas Nusantara Tambang | Pertambangan |
| PT Rolas Nusantara Mandiri | Agroindustri kopi dan teh |
| PT Industri Gula Glenmore | Industri dan perdagangan gula |
| PT Industri Gula Tinanggea | Pengembangan industri gula |
| PT Berkah Cenning Tebu | Pabrik gula |
Daftar tersebut tidak mencakup PT Sinergi Gula Nusantara, yang sejak restrukturisasi PTPN Group ditempatkan sebagai subholding tersendiri untuk bisnis gula.[2]
Optimalisasi aset
[sunting | sunting sumber]Optimalisasi aset menjadi salah satu bagian dari model bisnis SupportingCo. Selain kerja sama pengelolaan perkebunan dengan PTPN IV, perusahaan mengembangkan aset melalui kerja sama dengan pihak ketiga, pemanfaatan properti, serta proyek kawasan industri dan pariwisata.[1]
Pada September 2024, PTPN I menandatangani perjanjian dengan PT Kawasan Industri Terpadu Batang untuk pemanfaatan lahan perusahaan dalam pembangunan dan pengelolaan kawasan industri di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Perjanjian tersebut berlaku selama 80 tahun.[2]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 Rating Summary: PT Perkebunan Nusantara I (Report). PT Pemeringkat Efek Indonesia. 2025-02-05. Diakses tanggal 2026-08-02.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Laporan Keuangan Konsolidasian PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 (PDF) (Report). PT Perkebunan Nusantara III (Persero). 2025. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ↑ "Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1981 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Negara Perkebunan I Menjadi Perusahaan Perseroan" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 1981. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ↑ "Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1996 tentang Peleburan Perusahaan Perseroan Perkebunan" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 1996. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ↑ "Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2014" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2014. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ↑ "Portal Aplikasi PTPN I". PT Perkebunan Nusantara I. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ↑ Laporan Tahunan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) 2024 (PDF) (Report). PT Perkebunan Nusantara III (Persero). 2025. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ↑ "Dirut baru PTPN I siapkan lima pilar transformasi perusahaan". Antara. 2026-07-04. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ↑ Harahap, Devi (2026-07-02). "Dirut Baru PTPN I Komitmen Benahi Tata Kelola Perusahaan". Media Indonesia. Diakses tanggal 2026-08-02.
- 1 2 Solihat, Kodar (21 Desember 2023). "Susunan Direksi PTPN I SupportingCo Terbentuk, Dipimpin Bukan Orang Perkebunan". Desk Jabar. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- 1 2 "Subholding PalmCo dan SupportingCo Resmi Dibentuk". Investor.id. 22 Desember 2023. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ↑ Harahap, Devi (2 Juli 2026). "Dirut Baru PTPN I Komitmen Benahi Tata Kelola Perusahaan". Media Indonesia. Diakses tanggal 3 Agustus 2026.
- ↑ "Katalog Aset PTPN I". PT Perkebunan Nusantara I. Diakses tanggal 2026-08-02.