Bandar Pusaka, Aceh Tamiang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bandar Pusaka
Negara Indonesia
ProvinsiAceh
KabupatenAceh Tamiang
Pemerintahan
 • CamatM. Hans Marta Kesuma, S.STP, MSP
Populasi
 • Total12,995 jiwa
Kode Kemendagri11.16.10 Edit the value on Wikidata
Luas252.37 km²
Desa/kelurahan15

Bandar Pusaka adalah sebuah kecamatan di kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Indonesia. Kecamatan Bandar Pusaka yang ber ibu kota Babo ini merupakan pemekaran dari kecamatan Tamiang Hulu. Bandar Pusaka termasuk kecamatan yang cukup luas. Dengan luas wilayah 252,37 kmᒾ, kecamatan ini terdiri dari 40 dusun, 15 desa, dan 1 mukim. Di sebelah utara, kecamatan Bandar Pusaka berbatasan dengan kecamatan Sekerak, sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Kejuruan Muda dan kecamatan Sekerak, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Tamiang Hulu, dan sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues.

Geografi dan iklim[sunting | sunting sumber]

Secara astronomis, kecamatan Bandar Pusaka terletak pada 04°02’36,00”- 04°20’43,00” LU dan 97°43’51,00” - 98°00’53,00” BT. Kecamatan Bandar Pusaka memiliki ketinggian 50 - 700 m di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 260-300C. Jika dilihat menurut penggunaan lahan, Bandar Pusaka masih termasuk kecamatan yang kurang diberdayakan. Hal ini terlihat dari lahan hutannya yang masih luas, sekitar 173,25 kmᒾ, sedangkan sawah dan ladang masing-masing hanya 6,78 kmᒾ dan 6,62 kmᒾ. Desa yang memiliki luas hutan terluas adalah desa Serba dengan luas hutan 22 persen dari luas hutan keseluruhan, sekitar 37,83 kmᒾ.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Bandar Pusaka terdiri dari 15 desa, 40 dusun, dan 1 mukim. Masing-masing pemerintahan desa dipimpin oleh Kepala Desa atau Datok Penghulu yang bertanggung jawab kepada Camat. Untuk membantu agar terlaksana kegiatan administrasi di desa, maka Datok Penghulu dibantu oleh Sekretaris Desa dan Kepala Dusun. Adapun jumlah Sekretaris Desa di Bandar Pusaka 15 orang dan Kepala Dusun 40 orang. Secara administrasi seluruh kecamatan di Bandar Pusaka mempunyai peran sebagai pengguna anggaran. Setiap tahunnya, kecamatan dan kelurahan memperoleh anggaran untuk operasional dan pelayanan kepada masyarakat. Sejak terbentuknya kecamatan Bandar Pusaka, baru 6 Camat yang bertugas di kecamatan ini. Untuk saat ini, Camat yang bertugas adalah Rusni Devi Ariyanti Manulang, S.STP. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Camat Bandar Pusaka tahun 2017 berjumlah 15 orang dan tenaga honor daerah 6 orang. Dengan 21 pegawai ini, diharapkan bisa meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Hanya 8 desa di Kecamatan Bandar Pusaka yang memiliki Kantor Datok Penghulu.

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2017, jumlah penduduk kecamatan Bandar Pusaka mencapai 12.995 jiwa dan terdapat 3.189 rumah tangga. Dikarenakan luas wilayah 252,37 Kmᒾ, berarti setiap 1 kmᒾ ditempati sebanyak 51 penduduk. Jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada penduduk perempuan. Hal ini ditunjukkan oleh sex ratio yang nilainya 103. Artinya, dalam setiap 100 penduduk perempuan, terdapat 103 penduduk laki-laki. Penduduk usia produktif (15-64 tahun) memiliki potensi yang terbesar yaitu 62,43 persen. Sedangkan untuk usia tidak produktif sekitar 37,57 persen untuk usia 0-14 tahun dan usia 65 tahun ke atas. Sehingga, tingkat ketergantungan (dependency ratio) di kecamatan Bandar Pusaka adalah sebesar 60,18 persen. Artinya, dalam setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 60-61 orang usia tidak produktif. Desa dengan penduduk terbanyak adalah desa Babo dengan jumlah penduduk sebanyak 2.544 jiwa.

Ketenagakerjaan[sunting | sunting sumber]

Jika dilihat dari status pekerjaan, pada tahun 2017 sekitar 43,89 persen penduduk kecamatan Bandar Pusaka yang bekerja, sebanyak 28,29 persen penduduk yang bersekolah, dan sebanyak 27,82 persen penduduk yang tidak bekerja. Kategori tidak bekerja dalam hal ini meliputi orang-orang yang menganggur atau tidak sedang bekerja, sedang mencari pekerjaan, atau ibu rumah tanga yang memang tidak bekerja. Jumlah penduduk yang tidak bekerja menurun sekitar 2 persen dari tahun yang lalu. Pada tahun 2017, sebanyak 68,61 persen dari penduduk 15 tahun ke atas bekerja menggantungkan rezekinya pada lapangan usaha pertanian, meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan kehutanan. Kemudian, lapangan usaha Sektor Jasa menempati urutan kedua terbanyak, yaitu dengan persentase 16,36 persen. Hal ini tentu mengindikasikan bahwa pertanian sangat dominan dan memiliki elastisitas yang sangat tinggi dalam penyerapan tenaga kerja. Dibandingkan tahun yang lalu, sektor pertanian meningkat sekitar 3,5 persen dalam hal menyerap tenaga kerja. Pekerja sektor pertanian usia 15 tahun ke atas terbanyak di desa Blang Kandis (702 orang) dan Babo (676 orang).

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun ajaran 2016/2017, di kecamatan Bandar Pusaka terdapat 14 unit TK sederajat, 17 unit SD sederajat, 8 unit SMP sederajat, dan 4 unit SMU sederajat. Pada tahun ajaran yang sama murid sebanyak 3.353 orang, jumlah dengan sebaran murid TK sederajat sebanyak 394 orang, murid SD sederajat sebanyak 1.788 orang, murid SMP sederajat sebanyak 799 orang, dan murid SMU sederajat sebanyak 372 orang. Hingga tahun 2017, jumlah guru yang mengajar di sekolah baik yang sudah PNS, honorer, maupun bakti di kecamatan Bandar Pusaka sebanyak 349 orang, dengan rincian yaitu guru TK sederajat sebanyak 49 orang, guru SD sederajat sebanyak 154 orang, guru SMP sederajat sebanyak 90 orang dan guru SMA sederajat sebanyak 56 orang. Bila dilihat dari status pengajar, dari 349 guru yang ada di kecamatan Bandar Pusaka yang berstatus PNS hanya 128, orang atau sekitar 36,68 persen dari total guru pengajar, Sedangkan yang terbanyak adalah yang berstatus honorer dan guru bakti sebesar 63,32 persen. Kondisi seperti ini tentu perlu ditingkatkan guna kualitas pendidikan di kecamatan Bandar Pusaka yang lebih baik.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Tingkat kesehatan merupakan salah satu indikator dari tingkat kesejahteraan penduduk. Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk terus dilakukan seperti penyediaan sarana kesehatan, penyediaan tenaga kesehatan yang cukup, dan sosialisasi budaya hidup sehat. Jumlah sarana kesehatan berupa puskesmas di Kecamatan Bandar Pusaka pada tahun 2017 sebanyak 1 unit yang terletak di Desa Babo. Sementara jumah Puskesmas pembantu sebanyak 5 unit yang terletak di Desa Blang Kandis, Alur Jambu, Sunting, Bengkelang, dan Batu Bedulang. Sedangkan posyandu sudah tersebar hampir di tiap desa di Kecamatan Bandar Pusaka. Desa Serba dan Pengidam yang tidak memiliki posyandu. Tenaga medis seperti dokter yang bertugas di Kecamatan Bandar Pusaka pada tahun 2017 hanya 3 orang. Mantri/perawat yang bertugas berjumlah 20 orang, dan bidan yang bertugas berjumlah 22 orang. Hal ini tentu masih jauh dari harapan, dimana keberadaan sarana medis, dokter, dan tenaga medis lainnya masih sangat kurang. Sehingga untuk ke depannya agar bisa ditingkatkan lagi. Sebanyak 43% pasangan usia subur di kecamatan Bandar Pusaka merupakan peserta Program Keluarga Berencana (KB).

Perumahan[sunting | sunting sumber]

Menurut jenis bangunan, di Kecamatan Bandar Pusaka ada sekitar 50,61 persen rumah tangga yang bertempat tinggal di bangunan tidak permanen, 25,31 persen bertempat tinggal di bangunan semi permanen, dan hanya 24,08 persen yang bertempat tinggal di bangunan permanen. Jika dilihat menurut sumber air minumnya, sekitar 64,97 persen rumah tangga di Kecamatan Bandar Pusaka menggunakan air sumur sebagai sumber air minum. Hanya sekitar 19,41 persen rumah tangga menggunakan air kemasan bermerk dan isi ulang sebagai sumber air minumnya. Sedangkan penggunaan air sungai mencapai 15,62 persen. Untuk air ledeng (PDAM), belum ada sama sekali rumah tangga yang menggunakannya. Hal ini dikarenakan belum ada saluran air dari PDAM Tirta Tamiang untuk wilayah ini. Jika dilihat menurut sumber penerangan utama, hampir semua rumah tangga sudah menggunakan listrik dari PLN. Hanya sekitar 3,92 persen yang tidak menggunakan listrik PLN, dengan rincian sekitar 2,76 persen menggunakan Non-PLN dan 1,16 persen menggunakan minyak lampu sebagai sumber penerangannya. Ada 5 desa di Kecamatan Bandar Pusaka yang beberapa rumah tangganya masih menggunakan minyak lampu sebagai sumber penerangan.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Sektor pertanian menjadi penopang dalam perekonomian hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini jelas terlihat dalam share PDRB Kabupaten Aceh Tamiang yang sebagian besarnya adalah berasal dari sektor pertanian. Begitu juga di Kecamatan Bandar Pusaka, sektor pertanian menjadi kontributor utama perekonomiannya. Dilihat dari subsektor pendukungnya, kontribusi subsektor tanaman bahan makanan (tabama) dan subsektor perkebunan merupakan yang terbesar. Pada subsektor tabama, padi merupakan komoditas utama karena menghasilkan produksi yang terbesar dibandingkan dengan komoditas tabama lainnya. Pada tahun 2017, produksi padi mencapai 4.488,8 ton, turun sekitar 20% dari tahun 2016. Sedangkan produksi jagung meningkat hingga 1.825 ton, kacang tanah 30 ton, kacang kedelai 208,8 ton, dan ubi kayu 345 ton. Jika dilihat secara umum, produktivitas subsektor tabama fluktuatif dari tahun ke tahun. Hal ini tentu harus menjadi perhatian, agar produksinya dapat semakin meningkat dan kesejahteraan para petani akan semakin baik. Pada tahun 2017, Kecamatan Bandar Pusaka merupakan penyumbang produksi terbesar untuk tanaman kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan ubi kayu di Kabupaten Aceh Tamiang.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Bandar Pusaka memiliki potensi perkebunan yang luar biasa. Hal tersebut bisa terlihat dari luas penggunaan lahan untuk perkebunan di Kecamatan Bandar Pusaka yang mencapai 22,86% dari luas wilayahnya. Pada tahun 2017, produksi kelapa sawit meningkat 0,90% menjadi 19.215 ton dengan luas area panen sebesar 1.426 Ha sehingga produktivitasnya mencapai 13,5 ton/Ha. Untuk tanaman perkebunan karet, jumlah produksi pada tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 1,66% menjadi 1.602 ton dengan areal panen seluas 1.780 Ha, sehingga produktivitasnya mencapai 0,9 ton/Ha Untuk komoditas perkebunan lainnya, pada tahun 2017, produksi kelapa sebesar 11,8 ton, produksi pinang sebesar 14,8 ton, produksi sagu dan aren masing-masing sebesar 1,0 ton, sedangkan kopi dan coklat masing-masing sebesar 0,3 ton dan 72,8 ton. Pada tahun 2017, Kecamatan Bandar Pusaka merupakan kecamatan 3 terbesar penghasil tanaman karet, setelah Tamiang Hulu dan Kejuruan Muda.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Populasi ternak di Kecamatan Bandar Pusaka didominasi oleh ternak sapi, kambing, kerbau, dan domba. Jumlah ternak sapi pada tahun 2017 berjumlah 815 ekor, dengan jumlah produksi daging sapi mencapai 26.472 kg. Demikian juga dengan populasi kambing pada tahun 2017 mencapai jumlah 3.350 ekor, dengan produksi daging mencapai 749 kg. Di samping itu juga, terdapat ternak kerbau dengan jumlah populasi 59 ekor, serta populasi domba yang mencapai jumlah 760 ekor dengan produksi daging sebanyak 368 kg. Dari sektor peternakan unggas, terdapat 6.200 ekor ayam kampung dan sebanyak 392 kg dagingnya yang telah dihasilkan. Sedangkan ayam pedaging berjumlah 1.300 ekor dengan produksi daging sebanyak 8.627,5 kg. Produksi telur ayam mencapai 72.270 butir yang diproduksi selama kurun waktu tahun 2017. Di samping itu juga, terdapat produksi daging itik/entok sebanyak 470,25 kg dan produksi telur itik/entok yang mencapai 4.971 butir yang diproduksi pada kurun waktu yang sama. Pada tahun 2017, Kecamatan Bandar Pusaka menyumbang 1,58% produksi susu di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]