Pengamen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pengamen

PENGAMEN (bahasa Inggris: street singers atau buskers), adalah sekelompok orang maupun individu yang melakukan pertunjukan di tempat umum (baik bernyanyi, menari, maupun bermain alat musik) untuk mendapatkan uang. Umumnya, pengamen dilakoni oleh remaja yang putus sekolah. Tapi kini ada banyak orang tua maupun anak-anak yang menjadi pengamen karena faktor ekonomi.

Pengamen jalanan sering beroperasi di setiap lampu merah, terminal, di dalam bus, di depan pertokoan, pasar, tempat wisata, dan lain-lain. Penampilan mereka pun bermacam-macam. Mulai dari tampilan biasa, badut, anak punk, hingga memakai pakaian seksi. Kehadiran mereka sering dikonotasikan negatif karena mengganggu ketertiban. Selain itu, stigma ini juga muncul karena sering ditemui pengamen jalanan yang tidak tahu sopan santun dan brutal (beberapa di antara mereka memaksa para pendengar untuk memberikan sejumlah uang).

Dalam sejarahnya, pengamen telah ada sejak abad pertengahan, terutama di Eropa. Bahkan di kota lama London, terdapat jalan bersejarah bagi pengamen yang berada di Islington. Pada saat itu, musik di Eropa berkembang sejalan dengan penyebaran musik keagamaan, yang kemudian dalam perkembangannya pengamen menjadi salah-satu landasan kebudayaan yang berpengaruh dalam kehidupan umat manusia.

Pengamen di luar negeri

Seperti yang dilansir BBC, badan penyiaran nasional BNT mengungkapkan bahwa para musisi jalanan di Plovdiv, Bulgaria Tengah, diizinkan bernyanyi dan bermain musik untuk mendapatkan nafkah di jalan-jalan utama kota dengan syarat mereka memiliki latar belakang diploma pendidikan musik.

Poldiv merupakan kota terbesar kedua di Bulgaria yang memiliki jumlah penduduk yang padat. Pemerintah setempat ingin mengikuti kota lain yang menerapkan peraturan bagi para pengamen jalanan, seperti Madrid yang pada tahun 2013 lalu mulai memberlakukan audisi untuk para pengamen jalanan.

Pemerintah pun kini membagi Plovdiv ke dalam tiga zona:

* Zona pertama digunakan untuk tempat perbelanjaan dan wilayah Kota Tua terbuka hanya untuk para pengamen yang memiliki ijazah,

* Zona kedua dibuka untuk mereka yang tidak memiliki ijazah resmi, tetapi minimal sudah pernah tampil di acara musik atau ikut sebuah kompetisi,

* Zona ketiga, para pengamen bisa bebas mencari uang.

Peraturan ini bukan bermaksud untuk menyulitkan para pengamen jalanan, melainkan pihak pemerintah hanya ingin memastikan bahwa para musisi cukup bagus dan berkualitas untuk menghibur para wisatawan dan warga kota itu sendiri.

Pengamen yang terkenal[sunting | sunting sumber]

Inggris[sunting | sunting sumber]

  • The Beatles
  • Nirvana
  • Gun and Roses
  • Ed Sheeran
  • Green Day
  • Linkin Park

Amerika Serikat[sunting | sunting sumber]

  • Bobby lashley
  • Niki Minaj
  • John Terry

Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • Iwan Fals
  • Charly Van Houten
  • Via Vallen
  • Rian D'Massiv
  • Slank
  • Klantink
  • Tegar
  • Sandhy Sondoro
  • Didi Kempot

Referensi[sunting | sunting sumber]