Bluebird

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Blue Bird)
PT Blue Bird Tbk
Bluebird
Perseroan terbatas
Kode emitenIDX: BIRD
IndustriTransportasi
Didirikan29 Maret 2001; 21 tahun lalu (2001-03-29)
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Wilayah operasi
 Indonesia
Tokoh
kunci
Sigit Priawan Djokosoetono[1]
(Direktur Utama)
Noni Sri Ayati Purnomo[2]
(Komisaris Utama)
Produk
  • Taksi reguler dan eksekutif
  • Angkutan komuter
Merek
  • Goldenbird
  • Silverbird
  • Bigbird
  • Pusaka
  • Lombok Taxi
  • Bali Taxi
  • Cititrans
Jasa
  • Penyewaan mobil dan bus
  • Pelelangan kendaraan bermotor
PendapatanRp 2,047 triliun (2020)[3]
Rp -172.579 milyar (2020)[3]
Total asetRp 7,253 triliun (2020)[3]
Total ekuitasRp 5,236 triliun (2020)[3]
PemilikPT Pusaka Citra Djokosoetono (31,52%)
Purnomo Prawiro (9,56%)
Kresna Priawan Djokosoetono (6,17%)
Sigit Priawan Djokosoetono (5,97%)
Indra Priawan Djokosoetono (5,83%)
Karyawan
2.890 (2020)[3]
Anak
usaha
PT Blue Bird Pusaka
PT Silver Bird
PT Pusaka Nuri Utama
PT Big Bird Pusaka
PT Lombok Taksi Utama
PT Lintas Buana Taksi
PT Pusaka Satria Utama
PT Morante Jaya
PT Cendrawasih Pertiwijaya
PT Prima Sarijati Agung
PT Irdawan Multitrans
PT Central Naga Europindo
PT Luhur Satria Sejati Kencana
PT Pusaka Prima Transport
PT Praja Bali Transportasi
PT Trans Antar Nusabird
PT Balai Lelang Caready
Situs webwww.bluebirdgroup.com

PT Blue Bird Tbk (berbisnis dengan nama Bluebird) adalah sebuah perusahaan transportasi yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memiliki 16.963 unit taksi reguler, 1.131 unit taksi eksekutif, 5.027 unit mobil, 526 unit bus, dan 161 unit angkutan komuter.[3][4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1965 saat istri Djokosoetono, Mutiara Fatimah, beserta dua anaknya, Chandra Suharto dan Purnomo Prawiro, mulai mengoperasikan taksi tanpa argo dengan nama "Chandra Taxi". Pada tahun 1972, ketiganya bersama sejumlah mitra bisnis, secara resmi berbisnis transportasi dengan 25 unit taksi. Blue Bird kemudian mulai mengenakan tarif berdasarkan argometer dan melengkapi seluruh armadanya dengan radio komunikasi dan GPS. Pada tanggal 29 Maret 2001, perusahaan ini resmi didirikan. Pada tahun 2012, perusahaan ini melakukan restrukturisasi dengan membentuk 15 anak usaha untuk melakukan kegiatan bisnis secara langsung. Pada tanggal 5 November 2014, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2015, perusahaan ini meluncurkan Bluebird MPV, yakni layanan taksi dengan MPV pertama di Indonesia. Pada tahun 2016, perusahaan ini meluncurkan versi baru dari aplikasi My Bluebird yang memungkinkan pembayaran non-tunai. Pada tahun 2017, perusahaan ini berkolaborasi dengan aplikasi Gojek, sehingga pengguna aplikasi tersebut juga dapat memesan taksi Bluebird.[5][6] Perusahaan ini kemudian meluncurkan angkutan komuter dari dan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta. Perusahaan ini juga berkolaborasi dengan Traveloka, sehingga pengguna Traveloka juga dapat memesan angkutan komuter dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta yang disediakan oleh Bigbird dan Goldenbird. Pada tahun 2018, perusahaan ini meluncurkan fitur Fixed Price di My Bluebird, sehingga memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan kepastian harga sebelum memesan taksi. Menteri Pariwisata juga menetapkan perusahaan ini sebagai Wonderful Indonesia Service Ambassador. Perusahaan ini kemudian menjalin kerja sama dengan BTN untuk menyediakan pembiayaan perumahan bagi para pegawainya. Pada tahun 2019, perusahaan ini mengakuisisi Cititrans, sebuah penyedia jasa angkutan komuter antar kota dan komuter eksekutif, dengan harga Rp. 115 milyar.[7] Perusahaan ini kemudian menjalin kerja sama strategis dengan MUFG untuk mendirikan PT Balai Lelang Caready yang bergerak di bidang pelelangan kendaraan.[8] Melalui Program Kawan Bluebird, perusahaan ini juga berekspansi ke Yogyakarta dengan menggandeng Taksi Pataga sebagai kawan Bluebird. Pada bulan Mei 2019, perusahaan ini mulai mengoperasikan taksi Bluebird dan Silverbird yang ditenagai dengan listrik. Perusahaan ini kemudian menjalin kerja sama dengan Telkomsel untuk mengimplementasikan IoT di armadanya, serta dengan DANA, agar dapat menjadi salah satu metode pembayaran di aplikasi My Bluebird. Pada tahun 2020, Gojek resmi membeli 4,3% saham perusahaan ini yang sebelumnya dipegang oleh PT Pusaka Citra Djokosoetono, dengan harga Rp 411 miliar.[9][4][3]

Manajemen[sunting | sunting sumber]

Perusahaan manajemen ini diantarannya sebuah komisaris dan direktur Bluebird Group saat ini yang ada ketemui di sini adalah sebagai berikut ini

Komisaris

Direktur

Kendaraan[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini dikenal dengan empat layanan transportasi daratnya: taksi reguler Bluebird dan Pusaka, taksi eksekutif Silverbird, taksi lifecare Bluebird Peduli, taksi listrik eBluebird, taksi eksekutif listrik eSilverbird, mobil rental dan mobil limosin rental Goldenbird dan Bluebird Transport, mobil bekas Mobilgo, sewa bus Bigbird dan shuttle bus Cititrans.

Taksi Reguler (Bluebird & Pusaka)

Taksi Lifecare (Bluebird Peduli)

Taksi Listrik Reguler (Bluebird e-Taxi)

  • Taksi Listrik Reguler - BYD E6
  • Taksi Listrik Reguler - BYD M3

Taksi PHEV Reguler (Bluebird PHEV)

Taksi Eksekutif (Silverbird)

Taksi Listrik Eksekutif (Silverbird e-Taxi)

Mobil Rental dan Mobil Limosin Rental (Goldenbird & Bluebird Transport)

Mobil Bekas (Mobilgo)

Sewa Bus (Bigbird)

  • Sewa Bus - Delta LWB 11 Seater
  • Sewa Bus - Delta LWB 16 Seater
  • Sewa Bus - Delta Reguler 10 Seater
  • Sewa Bus - Delta Reguler 11 Seater
  • Sewa Bus - Commuter Reguler 14 Seater
  • Sewa Bus - Charlie Premium 10 Seater
  • Sewa Bus - Bravo Reguler 25 Seater
  • Sewa Bus - Bravo Reguler 27 Seater
  • Sewa Bus - Bravo Premium 12 Seater dengan toilet
  • Sewa Bus - Alpha Reguler 37 Seater dengan toilet
  • Sewa Bus - Alpha Reguler 44 Seater
  • Sewa Bus - Alpha Reguler 54 Seater
  • Sewa Bus - Alpha Premium 14 Seater dengan toilet

Shuttle Bus (Cititrans)

Bluebird Group juga telah berkembang lebih jauh ke bisnis lain seperti logistik, industri properti, alat berat, dan layanan konsultasi TI.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Dewan Direksi". PT Blue Bird Tbk. Diakses tanggal 22 Januari 2022. 
  2. ^ "Dewan Komisaris". PT Blue Bird Tbk. Diakses tanggal 22 Januari 2022. 
  3. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Blue Bird Tbk. Diakses tanggal 22 Januari 2022. 
  4. ^ a b "Sejarah Perusahaan". PT Blue Bird Tbk. Diakses tanggal 22 Januari 2022. 
  5. ^ Go Blue Bird, Bentuk Kemesraan Baru Gojek dan Blue Bird
  6. ^ Saat Gojek Rogoh Rp 411 M Demi Secuil Saham Blue Bird
  7. ^ Ekspansi Blue Bird Beli Shuttle Cititrans Rp 115 M
  8. ^ Blue Bird Buka Bisnis Lelang Mobil Bekas
  9. ^ "Gojek Resmi Jadi Pemegang Saham Blue Bird (BIRD) | Market". Bisnis.com (dalam bahasa Inggris). 2020-02-21. Diakses tanggal 2021-06-11. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]