Traveloka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Traveloka.com
PT Trinusa Travelindo
Traveloka logo.svg
Jenis situs
Pemesanan tiket pesawat dan hotel online
BahasaIndonesia, Inggris, Thai, Melayu, Vietnam
MarkasJakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Pendiri
Tokoh pentingFerry Unardi (CEO)
Alfan Hendro (COO)
Christian Suwarna (CMO)
Sektor
ProdukPegiPegi, Jet Tech Innovation Ventures
Karyawan400 lebih (tengah 2015)
SloganTraveloka Dulu, _______ Kemudian
Your Lifestyle Superapp
Situs webwww.traveloka.com
Peringkat Alexa110 Indonesia, 4286 global (April 2017)
DiluncurkanFebruari 2012
StatusAktif

Traveloka adalah perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia. Didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang.[1] Traveloka yang merupakan salah satu perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn asal Indonesia ini mengembangkan layanannya pada pemesanan tiket kereta api, bus, penyewaan mobil, hingga aktivitas wisata.[2] Sejak tahun 2015, Traveloka mulai berekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan didirikan pada tahun 2012[4] oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang.[1]

Ide ini muncul disaat Ferry Unardi sering mengalami kesulitan dalam pemesanan pesawat, terutama disaat dia ingin pulang ke Padang, Indonesia, dari Amerika Serikat.[5]

Pada awal konsepnya Traveloka berfungsi sebagai mesin pencari untuk membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai situs lainnya. Pada pertengahan tahun 2013 Traveloka kemudian berubah menjadi situs reservasi tiket pesawat[6] di mana pengguna dapat melakukan pemesanan di situs resminya. Pada bulan Maret 2014, Ferry Unardi menyatakan bahwa Traveloka akan segera masuk ke bisnis reservasi kamar hotel.[7] Pada bulan Juli 2014, jasa pemesanan hotel telah tersedia di situs Traveloka.

Investasi[sunting | sunting sumber]

Pada bulan November 2012, perusahaan Traveloka mengumumkan investasi tahap awal oleh East Ventures.[8] Pada bulan September 2013, perusahaan Traveloka mengumumkan investasi seri A oleh Global Founders Capital.[9] Dana dari investasi digunakan untuk membangun layanan baru seperti pemesanan hotel dan paket wisata.

Traveloka mengumumkan pendanaan sebesar US$500 juta pada bulan Juli 2017. Sekitar US$350 juta dari pendanaan tersebut berasal dari Expedia.[10] Mereka juga dikabarkan mendapat dana segar sebesar US$420 juta dari GIC pada tahun 2019.[11]

Pada tahun 2020, Traveloka menyatakan bahwa mereka telah mendapat pendanaan sebesar US$250 juta di tengah pandemi Covid-19.[12]

Pada tahun 2022 Traveloka juga melakukan investasi tambahan dengan meluncurkan layanan baru yaitu Traveloka Eats[13] di Indonesia yang merupakan salah satu layanan akomodasi kuliner bagi para pengguna ketika berwisata di luar daerah. Traveloka Eats menyediakan berbagai macam fitur seperti direktori tempat makan, opsi kategori, view desain restoran, fitur booking tempat makan dan juga review restoran.

Pemboikotan[sunting | sunting sumber]

Traveloka sempat diadang aksi pemboikotan oleh warganet karena disinyalir pendiri Traveloka, Derianto Kusuma, ikut melakukan aksi walk out seperti Ananda Sukarlan ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pidato acara Perayaan 90 tahun Kolese Kanisius pada tanggal 14 November 2017, meskipun pihak Traveloka membantah bahwa Derianto Kusuma menghadiri acara tersebut.[14]

Anak perusahaan[sunting | sunting sumber]

  • Traveloka Services Pte. Ltd. (Singapura)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b http://dailysocial.net/post/layanan-pencarian-tiket-pesawat-traveloka-masuki-tahap-public-beta
  2. ^ "Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia". id.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-01. 
  3. ^ "Cerita Ferry Unardi Dirikan Traveloka Hingga Masuk ke Pasar Asia Tenggara | Surabaya Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-08-01. 
  4. ^ http://www.bloomberg.com/research/stocks/private/snapshot.asp?privcapId=224266003
  5. ^ http://www.eyerys.com/articles/people/way-travel-ferry-unardi
  6. ^ http://www.tnooz.com/article/story-behind-travelokas-pivot-metasearch-ota/
  7. ^ http://id.berita.yahoo.com/blogs/jagat-pintar/solid-di-bisnis-tiket-penerbangan--traveloka-segera-rambah-segmen-reservasi-kamar-hotel-034417895.html
  8. ^ http://e27.co/east-ventures-funds-indonesian-travel-startup-by-ex-silicon-valley-engineer/
  9. ^ http://e27.co/travel-portal-traveloka-is-first-investment-by-samwer-brothers-in-asia/
  10. ^ "Traveloka Raih Investasi 500 Juta Dolar". Antara. 2017-07-31. Diakses tanggal 2020-09-03. 
  11. ^ "Indonesia's travel unicorn Traveloka said to secure $420m in funding". DealStreetAsia (dalam bahasa Inggris). 2019-04-11. Diakses tanggal 2020-09-03. 
  12. ^ "Traveloka bags $250m as it recovers from Covid-19". Tech in Asia (dalam bahasa Inggris). 2020-07-28. Diakses tanggal 2020-09-03. 
  13. ^ ari (2022-03-01). "Apa Itu Traveloka Eats dari Review, Kelebihan dan Kekurangan". Infojek. Diakses tanggal 2022-06-17. 
  14. ^ "Diboikot Netizen, Traveloka Angkat Bicara". wartaekonomi.co.id. 14 November 2017. Diakses tanggal 17 November 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]