Bhinneka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bhinneka
Jenis situs
Situs web
Perdagangan
e-commerce
BahasaIndonesia
PemilikHendrik Tio
Situs webwww.bhinneka.com
KomersialYa
Diluncurkan16 Januari 1996
StatusAktif

Bhinneka (sebelumnya dikenal sebagai Bhinneka.com atau Bhinneka.Com) merupakan situs web perdagangan elektronik penjualan barang-barang elektronik pertama di Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bhinneka lahir dari situasi genting di saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997-1998 yang kemudian berkembang menjadi krisis sosial politik.

PT Bhinneka Mentari Dimensi berdiri tahun 1993 dan memilih bidang teknologi informasi sebagai inti bisnisnya. Fokus pertama dimulai dari distribusi mesin cetak berskala besar (large-format printer), dan produk IT seperti PC Build Up dan PC Compatible, Peripherals, rancang bangun perangkat lunak jasa jaringan (LAN/WAN), solusi video editing hingga pusat servis.

Saat krisis moneter 1998, bisnis PT Bhinneka Mentari Dimensi juga nyaris lumpuh. Berbagai ektensifikasi bisnis yang dipikir mampu mendongkrak bisnis dilakukan untuk survive. Saat itulah Nicholas Tio dan Hendrik Tio melihat peluang yang barangkali dapat dilakukan, yaitu perkembangan internet yang luar biasa di Amerika Serikat. Sehingga situs Bhinneka.com yang masih berupa profil perusahaan, disetujui untuk dijadikan model online store.

Maka pada 1 Juni 1999, dengan 24 personel sisa karyawan yang tinggal dari 129 staf, dikumpulkan untuk menggalang semangat dan kesatuan untuk bangkit, dengan model bisnis dari agensi distribusi menjadi ritel produk komputer dan berjualan melalui internet. Maka itulah saat pertama situs Bhinneka.com diluncurkan dengan program yang masih sangat sederhana, yaitu HTML. Dan para karyawan yang sama sekali masih buta apa itu internet.

Menghadapi Berbagai Tantangan[sunting | sunting sumber]

Survival menjadi frasa spiritual yang menghidupi nadi Bhinneka pada masa bertahun-tahun dalam upaya mengembangkan usaha. Berbagai keraguan terhadap masa depan terus membayangi. Infrastruktur internet yang mengunakan dial-up, selain lambat, juga masih merupakan sebuah kemewahan. Karena sudah telanjur, maka tidak ada pilihan selain mencari berbagai cara untuk hidup, demikian kisah Hendrik Tio dalam berbagai kesempatan.

Setelah berulang tahun pertama, bermunculan situs dengan investasi besar baik dari pemain bisnis lokal yang sudah besar maupun dana investasi dari luar negeri, sebut saja lipposhop.com, astaga.com, kopitime.com. Namun belum seumur jagung euforia online shopping melanda Indonesia, masa gelembung (Bubble Economic of eCommerce atau Dot-Com Bubble) menghadang, para raksasa bisnis berjatuhan. Melihat situasi ini, Bhinneka memutuskan untuk membangun brick & mortar business, dibukalah toko fisik berkonsep agar citra merek terjaga. Dengan nama Bhinneka Store, toko fisik pertama Bhinneka dibuka di Mangga Dua Mall, Jakarta Pusat.

Pasar yang masih asing dan belum percaya pada belanja online kala itu, juga belum didukung dengan online payment system dari perbankan. Kartu kredit sudah bisa digunakan tetapi dengan biaya yang mahal, sekitar 9% (tidak memungkinkan untuk ritel komputer dan elektronik). Situasi ketidakpercayaan ini diperparah dengan tingginya tingkat fraud yang dilakukan dari Indonesia, sehingga menyebabkan kartu kredit-kartu kredit pernah diblokir atau tidak bisa digunakan secara internasional.

Pasar yang masih kecil, ketidakpercayaan masyarakat pada model bisnis internet, perbankan yang belum siap, infrastruktur pendukung bisnis online shopping seperti jasa pengiriman, jaringan internet dan unit komputer yang masih mahal. Itulah sederet tantangan yang perlu dihadapi.

Tekad Membangun Merek[sunting | sunting sumber]

Pengalaman pahit dengan membesarkan merek produk yang ternyata tidak mampu bertahan ketika krisis menghantam. Maka ketika meluncurkan Bhinneka sudah bertekad untuk membangun merek sendiri.

Pemilihan nama Bhinneka, selain memang kata pertama dari nama perusahaan, dirasakan perlu untuk menggambarkan suasana sangat Indonesia. Apalagi kata Bhinneka mengandung filosofi yang pas, yaitu keanekaragaman. Sebab positioning yang ingin dibangun adalah: "Apa pun kebutuhan produk IT Anda, klik saja Bhinneka.com, yang menyediakan produk IT yang lengkap, up-to-date dan kompetitif." Slogan yang menempel kala itu adalah "Indonesia #1 Computer Webstore".

Setelah kurang lebih 9 tahun, Bhinneka mempersiapkan diri untuk melebarkan sayap di luar lini produk selain produk IT & Elektronik. Maka pada tahun 2008, tagline "Indonesia #1 Computer Webstore" diubah menjadi "Indonesia #1 Online Store".

Produk yang dijual makin beragam, selain produk IT & Office (Hardware, Software & Solution), ada produk Home & Kitchen Appliances (peralatan, perlengkapan rumah dan dapur), Toys & Baby Care, Health Care, Beauty & Fashion, Tools, dan Music. Perluasan ini terus dilakukan, hingga pada 2019 Bhinneka resmi menghadirkan kategori produk Maintenances, Repairs, and Operations (MRO).

Membedakan Diri dalam Membangun Merek[sunting | sunting sumber]

Berkas:Website-bhinneka.jpg
19 tema situs Bhinneka.com.

Humane adalah pilihan untuk membedakan diri dalam membangun merek. hal ini sejalan dengan cita-cita untuk memiliki sebuah bisnis yang berkembang dan dikenal dengan pelayanan (yang dalam waktu berjalan di rumuskan dalam frasa sederhana "pelayanan antusias dari hati").

Bagaimana memanusiakan toko online? Menjadi tantangan tersendiri apalagi teknologi interaktif belum secanggih dan sebanyak sekarang ini, terutama problem koneksi dial-up. Untuk menunjukkan sisi sentuhan pribadi Bhinneka senantiasa menampilkan wajah-wajah asli karyawan baik pada situas maupun iklan-iklan di media. Desain dan tampilan laman depan situs dibuat dengan tema-tema kontemporer sosial budaya Indonesia.

Menjelang milenium baru, kerusuhan antaretnis menajam dan bencana silih berganti. Dengan tema-tema persatuan, ajakan untuk maju bersama, menjaga alam dan budaya bangsa, Bhinneka ingin turut ambil bagian kontribusi pada penyebaran semangat dan pengalangan persaudaraan.

Bhinneka sudah lebih dari 19 kali berganti tema desain. Desain ke-19 mengangkat tema "Faces of Indonesia" mengangkat kekayaan budaya Topeng Nusantara.

Menjadi Mitra Pemerintah Membangun e-Katalog[sunting | sunting sumber]

Dikenal sebagai pionir e-commerce di Indonesia, Bhinneka mendapatkan kepercayaan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk membantu memberikan masukan terkait pembangunan platform e-Katalog pada 2015. Platform e-Katalog ini memungkinkan seluruh institusi pemerintah untuk melakukan belanja pengadaan barang maupun jasa secara elektronik dengan mekanisme yang transparan, akuntabel, dan kepada para mitra resmi terdaftar.

Perubahan Logo dan Tagline[sunting | sunting sumber]

Bhinneka.Com telah sekali memperbarui logo. Efektif sejak 2018, logo Bhinneka.Com tidak lagi menampilkan tulisan ".COM". Selain itu, tulisan "Indonesia No. 1 Online Store" juga sudah tidak ditampilkan lagi. Logo baru tetap memuat tulisan "BHINNEKA" dengan warna merah, ditambah dengan ornamen bentuk swoosh di bagian atas huruf "i".

[sunting | sunting sumber]

Service Center[sunting | sunting sumber]

Karena asalnya perusahaan ini adalah perusahaan IT sehingga mereka memiliki Service Center atau pusat servis sendiri untuk memberikan layanan teknis kepada pembeli, baik untuk produk yang masih bergaransi maupun yang lewat garansi. Tersedia juga layanan onsite, layanan penjemputan dan pengantaran (pick and drop service). Selain jasa servis, Bhinneka juga memiliki tim teknisi untuk maintenance dan instalasi jaringan (network) maupun aplikasi (application).

Pusat Servis Bhinneka juga menjadi partner dari merek-merek terkenal lainnya.

  1. Authorized Lenovo Service: Mencakup semua produk Lenovo (Lenovo Gadget Smartphone &Tablet, Lenovo Notebook, Lenovo Desktop, dan Lenovo All in One)
  2. HP Service Point: Untuk produk HP Consumer (Notebook, Desktop, All in One dan Printer
  3. Authorized HTC Service: Mencakup semua produk HTC

Pranala luar[sunting | sunting sumber]