Ananda Sukarlan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Berkas:Ananda Sukarlan1.jpg
Ananda Sukarlan, Indonesian pianist

Ananda Sukarlan (lahir di Jakarta, 10 Juni 1968; umur 49 tahun) adalah pianis asal Indonesia yang menetap di Spanyol. Namanya lebih dikenal di kalangan musik klasik. Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia dalam buku "The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century", yang berisikan riwayat hidup 2000 orang yang dianggap berdedikasi pada dunia musik. [1][2][3]

Riwayat hidup[sunting | sunting sumber]

Saat ini Ananda Sukarlan dikenal sebagai pianis,komponis, pendidik, penulis dan aktivis kebudayaan Indonesia. Ia juga telah bekerjasama dengan Fundacion Musica Abierta untuk membuat musik bagi anak-anak cacat (disabled). Apa yang telah ia pelajari di periode itu kini ia usahakan untuk diwujudkan di Indonesia, antara lain lewat yayasan yg didirikannya bersama beberapa rekan yang lain, Yayasan Musik Sastra Indonesia / YMSI. YMSI bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan musik klasik di Indonesia. Salah satu programnya adalah ‘Children In Harmony’ (CHARM), yaitu memberikan pendidikan musik klasik gratis (beasiswa) kepada anak-anak usia muda untuk belajar musik klasik di Jakarta. Selain CHARM juga ada program ‘Music For Humanity’, yaitu program music klasik melalui konser atau seminar musik untuk membantu sesama, melalui penggalangan dana ataupun berpartisipasi dalam kegiatan berbagi untuk kemanusiaan dan perdamaian.

Ananda telah belajar bermain piano sejak kecil. Selulusnya dari SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1986, ia belajar ke Amerika Serikat, dilanjutkan ke Den Haag, Belanda. Di tempat terakhir ini ia meraih master dengan predikat summa cum laude. Kesempatan bersekolah di Eropa ini dipakainya untuk mengikuti berbagai kompetisi piano internasional.

Sebagai pianis, ia telah memenangkan banyak kompetisi internasional di masa mudanya, yang membawanya ke karier musik internasional yang gemilang. Sampai saat ini ia telah memperdanakan lebih dari 300 karya baru yang ditulis khusus untuknya oleh komponis-komponis dunia, seperti Peter Sculthorpe, David del Puerto, Per Norgard, Gareth Farr dll. Musik-musik tersebut menggunakan elemen-elemen etnik Indonesia yang telah diperkenalkan oleh Ananda Sukarlan. Selama periode 1995-2006 ia mengadakan minimal 50 konser setahun di seluruh bagian dunia dihadiri oleh para anggota kerajaan dan para pejabat tinggi banyak negara, dan sejak 2006 ia mengurangi kegiatan konsernya untuk lebih berkonsentrasi ke menulis musik.

Pada tahun 2000 ia diundang oleh Kementrian Kebudayaan Portugal untuk menjadi solois dengan Portuguese National Symphony Orchestra sebagai seniman Indonesia pertama yang membuka hubungan budaya antara 2 negara setelah hubungan diplomatik Indonesia-Portugal kembali dibuka. Saat ini ia sudah mengeluarkan 14 Compact Discs, beberapa diantaranya telah memenangkan penghargaan di Spanyol, antara lain Disco de Oro (Golden Disc) dari majalah Compact Disc (Spanyol) dan Best Classical Recording of the Year. Pada bulan September 2005 ia menerima gelar "Musician of the month" oleh Radio Nacional de Espana dan menjadi cover majalah Radio Clasica. Sebagai komponis, karyanya telah banyak dipesan dan dimainkan di benua Amerika dan Eropah. Festival & organisasi yang telah meminta karyanya antara lain Mozart 250 years di Mexico , Associated Board of Royal Schools of Music , Mexico Symphony Orchestra, Segovia Guitar Festival dll. Ia telah mencipta beberapa karya besar, antara lain sebuah kantata tentang cinta "Ars Amatoria". Sebagai seorang komponis yang produktif, karyanya mencakup hampir semua instrumen. Karya nya yang terbanyak adalah karya untuk vokal yang saat ini berjumlah lebih dari 200 lagu. Musiknya telah banyak ditulis sebagai bahan desertasi dan tesis doktoral di beberapa universitas, antara lain di Griffith ( Queensland ), Sydney,Maastricht , Glasgow , Madrid dan banyak universitas di Amerika Serikat. Karyanya yang paling terkemuka adalah Rapsodia Nusantara yang sangat virtuosik untuk piano yang kini berjumlah 21 nomor, yang mana setiap nomor didasari oleh musik rakyat dari satu provinsi di Indonesia. Nomor-nomor tersebut telah dimainkan oleh ratusan pianis baik dari Indonesia maupun internasional. Dua buah thesis dan disertasi yang telah diterbitkan secara online di di beberapa blognya.

Ia adalah orang Indonesia pertama, dan saat ini satu-satunya, yang tercantum di 2000 Outstanding Musicians of the 20th century. Sebagai penderita Tourette - Asperger Syndrome yang berhubungan dengan autisme, ia kini berkonsentrasi dalam aplikasi pendidikan musik untuk anak-anak yang menderita penyakit serupa serta telah menulis beberapa artikel serta menjadi pembicara. Sebagai pembicara ia telah banyak diundang untuk mengajar atau memberi ceramah, antara lain di Universitas Indonesia, Universitas Satya Wacana (Salatiga), Universitas Brawijaya (Malang), Middlesex University (London), Edinburgh University, Griffith University (Brisbane, Queensland), Sydney Conservatory of Music, Maastricht Conservatory of Music, Monterrey Conservatory (Mexico) dan banyak konservatorium di Spanyol. Ia telah memperkenalkan musik tradisional Jawa dan Bali ke banyak komponis dunia, sehingga elemen musik ini berasimilasi dengan banyak karya baru yang ditulis pada abad ini oleh para komponis itu. Bekerjasama dengan Chendra Panatan, mereka berhasil mempagelarkan tari Kecak yang pertama kalinya di Spanyol, yang kemudian menginspirasi banyak komponis untuk mempelajarinya. Komponis Jesus Rueda memasukkan elemen ini di karyanya, Sonata "Kecak" yang dipersembahkan untuk Ananda. Karya terbesar dari asimilasi kebudayaan sampai saat ini antara lain Simfoni no. 2 "Nusantara" untuk piano dan orkes, oleh komponis Spanyol David del Puerto. Sebagai penulis, ia sering diminta menulis artikel mengenai musik di berbagai majalah budaya di Spanyol dan Australia serta Indonesia . Tahun 2013 ia menerima Penghargaan Diaspora RI, dan tahun 2015 ia menerima Anugerah Kebudayaan RI.

Kiprah kesenian[sunting | sunting sumber]

  • Mendirikan Yayasan Musik Sastra Indonesia (YMSI) yg bertujuan memberikan pendidikan musik yang basic kepada anak-anak yg tidak mampu membayar, serta membantu anak-anak berbakat untuk uang kuliah mereka.
  • Menuliskan seri "Rapsodia Nusantara" (saat ini sudah 21nomor), dimana setiap nomor adalah berdasarkan lagu-lagu daerah dari 1 propinsi. Tujuannya untuk memberi bahan kepada para pianis dunia, menemukan identitas musik klasik Indonesia dengan karya2 yang "Indonesia" tapi dengan teknik permainan klasik, tradisi virtuositas dari sejak Mozart, Beethoven dan lain-lain.
  • Di Spanyol, Ananda Sukarlan telah menuliskan karya-karya musik untuk anak-anak difabel (disabled), untuk 1 tangan saja, utk piano tanpa menggunakan kaki utk pedalnya dan lain-lain bersama sebuah Yayasan (Fundacion Musica Abierta). Sampai akhirnya ia menuliskan satu Rapsodia Nusantara (no. 15) berdasarkan lagu daerah dari Lampung yang khusus untuk tangan kiri saja.
  • Menyambung koneksi sastra dan musik di Indonesia, dengan menggunakan puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono, Eka Budianta, W.S. Rendra, Adimas Immanuel, Hasan Aspahani, Triyanto Triwikromo, Okky Madasari, Chairil Anwar dan puluhan lainnya untuk musiknya. Juga karya prosa seperti cerpen dan naskah teater telah dibikin opera, merintis opera berbahasa Indonesia. Salah satunya dari sajak Chairil Anwar "Krawang Bekasi"
  • Mantan Presiden RI, B.J. Habibie telah meminta Ananda untuk 2 karya "Chamber Symphony", no. 1 (2014) dan no. 2 (2015). Terakhir, Habibie meminta karya besar untuk mengabadikan cintanya kepada almarhum istrinya Ainun Habibie, dan terciptalah "An Ode to the Nation" yang dipagelarkan oleh Ananda Sukarlan dan orkes di World Culture Festival di Bali, pertama kalinya mengetengahkan musik klasik Indonesia dengan identitasnya yang kuat di sebuah forum dunia.
  • Kompetisi musik klasik paling terkemuka di Indonesia, Ananda Sukarlan Award Piano Competition dan Ananda Sukarlan Vocal Award diadakan setiap 2 tahun, mulai tahun 2008.[4]

Daftar karya[sunting | sunting sumber]

Opera[sunting | sunting sumber]

  • CLARA, for soprano & two tenors, orchestra  1 hr 15'
  • TUMIRAH, for female rocker, 2 sopranos, 2 tenors, 1 countertenor, 1 baritone, orchestra,  1 hr 30'

Chamber Opera[sunting | sunting sumber]

  • SATRIA, for soprano, baritone, 3 actors/dancers & 9 musicians, 1 hr 10'
  • IBU, YANG ANAKNYA DICULIK ITU (The Mother, whose son was kidnapped)
  • for soprano solo, piano, flute & percussion 40'
  • LAKI-LAKI SEJATI (A Real Man) for soprano, mezzosoprano & piano 20'

Orkestra[sunting | sunting sumber]

  • FONS JUVENTATIS, an overture for piano & orchestra 5'
  • Cantata no. 2 "LIBERTAS", for solo baritone, choir & chamber orchestra 28'
  • STANZA SUARA, for choir, orchestra & angklung (Indonesian trad. instrs.) 7'
  • An Ode to the Nation, for tenor solo & orchestra  24'
  • Fantasia on Selendang Sutra, for piano & orchestra
  • Fantasia on Indonesia Pusaka, for piano & orchestra
  • Two fantasies on Ismail Marzuki's songs ("Halo-halo Bandung" & "Wanita") for violin & orchestra

Paduan suara[sunting | sunting sumber]

  • Cantata no. 1 "ARS AMATORIA" for soprano & baritone, children & male choir & 4 instruments 30' (some numbers are orchestrated for big orchestra and could be performed separately)
  • Cantata no. 2 "Libertas" for baritone, mixed choir & orchestra 30'
  • Choral Fantasy for soprano solo, choir & piano 6'
  • Psalm 148, for SATB a cappella 4'
  • Jokpiniana no.1, for SATB a cappella 4'
  • Jokpiniana no.2, for SATB & piano 4'
  • Kita Ciptakan Kemerdekaan (words by Sapardi Djoko Damono), for SATB Ballet (could be performed as concert music):
  • BIBIRKU BERSUJUD DI BIBIRMU, for soprano, flute (doubl. alto-fl), violin, piano 13'
  • VEGA & ALTAIR, for flute, violin, cello, harp 20'

Chamber music[sunting | sunting sumber]

  • Chamber Symphony no. 1 & no. 2, for 10 instruments (each around 20' )
  • LONTANO, for string quartet (choreographic interlude from the opera "Mengapa Kau Culik Anak Kami") 5'
  • REQUIESCAT, for english horn & str. qt (from Cantata no. 2 "Libertas")
  • RESCUING ARIADNE, for flute & piano 6'30"
  • PRELUDE AND INTERMEZZO from the opera "IBU", for flute & piano 6'
  • ECHO'S WHISPER, for oboe & piano 4'
  • LUST'S PASSION, for clarinet in Bb & piano 5'
  • A SICILIAN DIARY, for 3 flutes 6'
  • THE TRAITOR'S TORTURER TANGO (from the unfinished opera PRO PATRIA) for cello & piano 4'
  • Sadness Becomes Her, for violin & piano  5'
  • Chamber music written for handicapped pianists (LH normal, RH only functioning with 2 fingers) . Can be played by normal (intermediate level) pianists
  • Someone's stolen her heart (and I found it) , for viola & piano 3'
  • The Sleepers, for violin & piano 4'
  • SWEET SORROW, for violin & piano 3'
  • Two pieces for trumpet & piano 5'
  • Nothing Gold can stay (Robert Frost), for soprano & piano 2'
  • Daun Jati (S. Yoga), for baritone (with falsetti) & piano 2'
  • The Pirates are Coming, for 1 pianist with only 2 fingers acc. by 1 pianist (both hands)
  • Eine kleine (sehr) leicht Musik, for bassoon & piano 2'

Piano[sunting | sunting sumber]

  • "... and the twain shall meet ...," for piano 4 hands 5'
  • THE HUMILIATION OF DRUPADI, for 2 pianos 6'
  • SCHUMANN'S PSYCHOSIS, for 3 pianos 6 pianists 5'30"
  • VIVALDI'S WINTER OF DISCONTENT, for 4 pianos (4 pianists) 6'
  • 5 ETUDES for piano solo
  • RAPSODIA NUSANTARA no. 1 - 21 (number still growing), virtuosic works for piano solo (Rhapsodies based on Indonesian folksongs. Each rhapsody is based on folksongs of 1 province)
  • JUST A MINUTE ! , 13 pieces for left hand alone
  • 180 Easy to moderately difficult pieces in "Alicia's First - Sixth Piano Book" Vocal works (accompanied by piano otherwise indicated)
  • SENYAP DALAM DERAI , 6 songs for soprano
  • GEMURUHNYA MALAM, 4 songs for baritone
  • CANDA EMPAT PENJURU, 4 short songs (Autumn, Winter, Spring, Summer) for baritone
  • A UNTUK AKIS, ALAM DAN ANGKASA, 5 songs for baritone
  • ILHAM DI PENJARA, 3 songs for high voice
  • NYANYIAN MALAM, 12 songs for medium voice
  • LOVE AND VARIATIONS, 8 songs for soprano & baritone duet (in English, Spanish & Indonesian)
  • SAJAK 3 BAGIAN, for tenor and guitar
  • 3 duets (soprano & baritone) from Cantata no. 1 "Ars Amatoria"
  • Rangkaian Rahasia untuk Mariska, 5 songs on poems by Adimas Immanuel

Instrumental solo[sunting | sunting sumber]

  • SATRIA SENDIRI, for bassoon solo (from the opera "Satria") 3'
  • YOU HAD ME AT HELLO, 3 pieces for flute solo (choreographic intermezzi from the cantata "Ars Amatoria") 8'
  • 2 short pieces for piccolo solo 3'
  • THE 5 LOVERS OF DRUPADI, for guitar solo 5'30"
  • 3 STAR SIGNS, for oboe solo (one of them is for circular breathing). each 1 - 2 mins.
  • THE BIRTH OF DRUPADI , for marimba solo 4 '

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 23 Februari, Ananda Sukarlan menyampaikan klarifikasi melalui jejaring sosial Facebook miliknya dan kanal berbagi video YouTube tentang karya komposisi pianonya yang mengundang kontroversi berjudul December, 2016 yang penggalannya, sebelumnya ditayangkan oleh CNN Indonesia dalam sebuah wawancara dengan Ananda. Klarifikasi tersebut dimaksudkan untuk melengkapi wawwancara, bahwa karya ini memang "mengawinkan" alunan "adzan" dengan lagu Natal sebagai karya baru yang utuh, dan bukan dalam rangka membela Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Lagu tersebut dapat didengar seutuhnya di CD Love and Variations.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Tokoh Indonesia Pianis Yang Mendunia diakses 11 Desember 2016
  2. ^ Kapan Lagi Ananda Sukarlan diakses 11 Desember 2016
  3. ^ Liputan 6: Ananda Sukarlan: Musik Klasik Seperti Tas atau Sepatu Mahal, diakses 14 Juni 2017
  4. ^ Padmagz Ananda Sukarlan Award Tanpa Juara I diakses 11 Desember 2016