Tokopedia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Tokopedia
Tokopedia Icon.png
Logo-Tokopedia.png
Logo Tokopedia
Jenis situs
Situs web
Portal web
Bahasa Indonesia, Inggris
Pemilik PT Tokopedia
Pencipta William Tanuwijaya
Leontinus Alpha Edison
Slogan Sudah Cek Tokopedia Belum? (2014–2017)
Ciptakan Peluangmu (2015–2017)
Semua Dimulai dari Tokopedia (2017)
Mulai Aja Dulu (2018-sekarang)
Situs web www.tokopedia.com
Peringkat Alexa 147 (hingga April 2018)[1]
Komersial Ya
Daftar akun Diperlukan untuk menjual atau membeli
Diluncurkan 6 Februari 2009
Status Aktif

Tokopedia merupakan perusahaan teknologi Indonesia dengan misi mencapai pemerataan ekonomi secara digital[2]. Sejak didirikan pada tahun 2009, Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah unicorn yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.[3]

Tokopedia memiliki bisnis marketplace terdepan di Indonesia yang memungkinkan setiap individu, toko kecil, dan brand untuk membuka dan mengelola toko daring. Hingga saat ini, Tokopedia menjadi marketplace yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia.[4] Sejak diluncurkan, layanan dasar Tokopedia dapat digunakan oleh semua orang secara gratis.[5]

Dengan visi "Membangun sebuah ekosistem dimana siapa pun bisa memulai dan menemukan apapun "[6], Tokopedia telah memberdayakan jutaan pedagang dan konsumen untuk berpartisipasi dalam masa depan perekonomian. Tokopedia secara konsisten mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan untuk mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara daring.

Usaha ini juga terlihat dari berbagai program yang dibuat maupun diinisiasi oleh Tokopedia dengan bekerjasama dengan Pemerintah dan pihak-pihak lainnya. Salah satu program kolaborasi yang diinisasi oleh Tokopedia adalah acara tahunan MAKERFEST yang diadakan sejak bulan Maret 2018.[7]  Acara yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia ini merupakan panggung perayaan kreasi lokal yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif dalam negeri.[7]

Sejak tahun 2018, Tokopedia juga menghadirkan Tokopedia Center.[8] Experience center ini telah diluncurkan di beberapa kota di Indonesia, dua diantaranya adalah Boyolali dan Padang. Melalui Tokopedia Center, pengunjung dapat melakukan transaksi secara online-to-offline (O2O), membayar tagihan, membeli tiket, mendapatkan informasi mengenai cara menggunakan aplikasi Tokopedia, belanja secara interaktif, sampai mencari inspirasi untuk memulai usaha daring secara gratis.[8]

Tokopedia memudahkan seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk mendapatkan kebutuhan mereka. [9]Selain berperan sebagai marketplace pertama yang menerapkan sistem escrow atau rekening bersama di Indonesia, Tokopedia juga menjadi perusahaan teknologi pertama di Indonesia yang memperkenalkan pengentaran instan melalui kemitraan dengan perusahaan transportasi daring.[9] Hal ini memungkinkan konsumen untuk mendapatkan barang dengan cepat.

Sejarah

Tokopedia resmi diluncurkan ke publik pada 17 Agustus 2009 di bawah naungan PT Tokopedia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 6 Februari 2009. Sejak resmi diluncurkan, PT Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat[10].

PT Tokopedia mendapatkan pendanaan awal dari PT Indonusa Dwitama pada tahun 2009. Pada tahun-tahun berikutnya, Tokopedia kembali mendapat suntikan dana dari pemodal ventura global seperti East Ventures (2010)[11][12], Cyber Agent Ventures (2011)[13], Netprice (2012)[14], dan SoftBank Ventures Korea (2013)[15]. Pada Oktober 2014, Tokopedia menjadi perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara yang menerima investasi sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc (SIMI)[16][17]. Pada April 2016, Tokopedia kembali dikabarkan mendapatkan investasi sebesar USD 147 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun.[18]

Pada bulan Agustus 2017, Tokopedia menerima investasi sebesar USD 1,1 milyar dari Alibaba. Dikabarkan bahwa keputusan ini dilakukan agar Alibaba dapat semakin memperluas jaringannya di Indonesia dan Asia Tenggara setelah sebelumnya membeli saham Lazada.[19].

Berkat peranannya dalam mengembangkan bisnis daring di Indonesia, Tokopedia berhasil meraih penghargaan Marketeers of the Year 2014 untuk sektor e-Commerce pada acara Markplus Conference 2015 yang digelar oleh Markplus Inc. pada tanggal 11 Desember 2014[20]. Pada 12 Mei 2016, Tokopedia terpilih sebagai Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award 2016[21]

Pada tahun 2018, Tokopedia kembali meraih beberapa penghargaan. Mei lalu lalu aplikasi Tokopedia berhasil memuncaki Apple Store mengalahkan Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Sementara di Android, Tokopedia juga berhasil menjadi #3 Top Chart di Google Play mengalahkan Facebook dan Instagram[22]. Pada Desember 2018 Tokopedia terpilih sebagai aplikasi terbaik pilihan masyarakat di Google Play.

Jenis Bisnis

Sebagai perusahaan teknologi, Tokopedia menghadirkan empat bisnis utama bagi para penggunanya. Bisnis pertama Tokopedia, sekaligus yang menjadi bisnis paling dikenal masyarakat adalah marketplace. Tokopedia menyediakan serambi bisnis C2C gratis untuk penjual dan pembeli. Terdapat juga toko resmi untuk beberapa merek resmi terkemuka.

Tokopedia juga menyediakan produk digital seperti pulsa, pembayaran BPJS, listrik dan air, tagihan telepon, kartu kredit, tv berlangganan, dan lain sebagainya. Terdapat juga tiket pesawat, tiket kereta, acara, voucher permainan video, dan produk digital lainnya.

Pada tahun 2016, Tokopedia melebarkan sayap dengan menghadirkan produk teknologi finansial. Produk fintech Tokopedia terdiri dari dompet digital, investasi terjangkau, kredit modal bisnis, kartu kredit virtual, produk proteksi, skoring kredit berdasarkan data untuk produk pinjaman, investasi, serta layanan keuangan lainnya[23]

Baru-baru ini pada tahun 2018 Tokopedia menghadirkan aplikasi Mitra Tokopedia. Aplikasi berukuran 1 MB ini ditujukan untuk memungkinkan semua orang khususnya pemilik warung dan usaha kecil untuk bisa berjualan produk digital Tokopedia seperti paket data, token listrik, BPJS, voucher game, dan lain sebagainya.[24]

Sistem Pembayaran

Sistem pembayaran di Tokopedia.com menggunakan sistem Rekening Bersama atau escrow. Dalam hal ini, Tokopedia.com berperan sebagai pihak ketiga yang menengahi antara penjual dan pembeli, sehingga dapat meminimalisir terjadinya tindak penipuan.

Hingga awal tahun 2017, terdapat 2 macam kategori pembayaran yang dapat digunakan untuk bertransaksi di Tokopedia.com, yaitu sistem pembayaran instan dan sistem pembayaran manual.

Sistem pembayaran instan Tokopedia yaitu tidak perlu melakukan konfirmasi pembayaran karena pembayaran sudah otomatis terverifikasi. Sistem pembayaran instan terdiri dari :

  • mandiri clickpay
  • mandiri e-cash
  • BCA KlikPay
  • KlikBCA
  • e-Pay BRI
  • BRI Virtual Account (BRIVA)
  • BNI Virtual Account
  • Indomaret
  • Alfamart
  • Pos Indonesia
  • Kartu Kredit
  • Cicilan
  • Saldo Tokopedia
  • Tokocash
  • Kredivo

Sedangkan sistem pembayaran manual Tokopedia adalah pembeli harus melakukan konfirmasi pembayaran (per tanggal 18 Nopember 2016, pembeli tidak perlu lagi melakukan konfirmasi pembayaran, asalkan nominal yang ditransfer sudah sesuai dengan nominal yang diberikan untuk dibayar, biasanya mengandung angka unik dibelakang nominal harga dan ongkos kirim) terdiri dari:

  • Transfer ATM
  • Setoran tunai
  • Internet banking
  • Mobile banking

Brand Ambassador

Pada tanggal 12 November 2014, Tokopedia secara resmi mengumumkan Chelsea Islan sebagai brand ambassador yang merepresentasikan Tokopedia[25]. Pada 21 Oktober 2015, Isyana Sarasvati menjadi brand ambassador yang mewakili Tokopedia.[26] Saat ini, belum ada lagi brand ambassador baru untuk Tokopedia.

Teknologi

Versi awal Tokopedia yang dibangun tahun 2009 menggunakan bahasa pemrograman Perl, database Oracle dan webserver Apache dengan mod_perl. Seiring perkembangan waktu, sekitar tahun 2015, Tokopedia mengganti mesin databasenya dengan PostgreSQL. Selain pergantian database server, webserver Tokopedia pun belakangan berganti menggunakan Nginx.

Pada tahun 2015, arsitektur serambi Tokopedia sudah berganti dari yang sebelumnya monolitik menjadi berbasis microservices. Pemilihan bahasa program pun mengalami perubahan, walaupun belum 100%, sebagian sistem Tokopedia sudah dibangun menggunakan bahasa program Go.

Tokopedia juga menggunakan beberapa layanan berbasis cloud, contohnya: S3 (untuk storage) dan Cloudsearch, keduanya dari Amazon Web Services.[27]

Referensi

  1. ^ "tokopedia.com Site Info". Alexa Internet, Inc. Diakses tanggal 27 April 2018. 
  2. ^ "Tentang Tokopedia". Tokopedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-12-10. 
  3. ^ "Jalan Panjang Tokopedia Menjadi Unicorn Indonesia". SWA.co.id (dalam bahasa Inggris). 2018-03-08. Diakses tanggal 2018-12-10. 
  4. ^ "Tokopedia dan Shoppe Paling Banyak Dikunjungi dan Dibeli". Warta Kota. 2018-12-07. Diakses tanggal 2018-12-10. 
  5. ^ "Mulai Berjualan: Buka Toko Online di Tokopedia". Seller Tokopedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-12-10. 
  6. ^ "Tentang Tokopedia". Tokopedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-12-10. 
  7. ^ a b Mamduh, Naufal. "Tokopedia-Bekraf Luncurkan Maker Fest 2018". tirto.id. Diakses tanggal 2018-12-10. 
  8. ^ a b "Tokopedia Center Mulai Tersedia di Boyolali, Palu dan Padang". industri.bisnis.com. Diakses tanggal 2018-12-10. 
  9. ^ a b Media, Solopos Digital. "Genap 9 Tahun Tokopedia Dukung UMKM". Solopos.com. Diakses tanggal 2018-12-10. 
  10. ^ http://id.techinasia.com/toko-online-tokopedia-kirim-dua-juta-barang-per-bulan/
  11. ^ http://swa.co.id/listed-articles/pendiri-mixi-jepang-suntik-modal-ke-tokopedia
  12. ^ Tokopedia Terima Dana Investasi dari East Ventures dailysocial.net 25 Maret 2010
  13. ^ http://dailysocial.net/post/tokopedia-dapatkan-pendanaan-dari-cyberagent-ventures-jepang-sekarang-dinilai-seharga-us7-juta
  14. ^ http://dailysocial.net/post/tokopedia-dapatkan-investasi-baru-dari-perusahaan-asal-jepang-netprice  
  15. ^ http://tekno.kompas.com/read/2013/06/12/10022221/Tokopedia.Dapat.Suntikan.Dana.dari.Softbank.Korea
  16. ^ http://www.forbes.com/sites/ryanmac/2014/10/22/softbank-and-sequoia-capital-mark-first-investment-in-indonesia-with-100-million-backing-of-tokopedia/
  17. ^ https://www.techinasia.com/tokopedia-softbank-sequoia-capital-funding-news/
  18. ^ https://id.techinasia.com/situs-marketplace-c2c-tokopedia-peroleh-investasi
  19. ^ https://www.eyerys.com/articles/news/alibaba-expands-its-grip-southeast-asia-investing-indonesias-tokopedia
  20. ^ http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/12/11/330617/inilah-18-orang-peraih-marketing-champion-2014
  21. ^ https://m.tempo.co/read/news/2016/05/12/072770422/tokopedia-raih-best-company-in-customer-industry-idea-2016
  22. ^ Group, INDOMEDIA. "Tokopedia Kalahkan Facebook, WhatsApp, dan Instagram". m.tabloidpulsa.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-12-10. 
  23. ^ "Tokopedia Rambah Layanan Fintech Tahun Ini | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-12-10. 
  24. ^ "Tokopedia Buat Program Agen O2O "Mitra Tokopedia" | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-12-10. 
  25. ^ http://tekno.liputan6.com/read/2132813/dongkrak-brand-awareness-tokopedia-gandeng-chelsea-islan
  26. ^ "Isyana Sarasvati Bangga Jadi Brand Ambassador Baru Tokopedia – Blog Tokopedia". Blog Tokopedia (dalam bahasa Inggris). 2015-10-21. Diakses tanggal 2016-10-10. 
  27. ^ "Buka-bukaan Teknologi Tokopedia dari Masa ke Masa". LABANA.id (dalam bahasa Inggris). 2016-04-29. Diakses tanggal 2017-02-10. 

Pranala luar