Tokopedia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tokopedia
PT Tokopedia
Tokopedia.svg
Logo Tokopedia
Jenis situs
Situs web
Portal web
BahasaIndonesia, Inggris
PemilikPT Tokopedia
PenciptaWilliam Tanuwijaya
Leontinus Alpha Edison
Karyawan4,700 (2019)[1]
SloganBelanja Gak Belanja Yang Penting Ngumpul (2009-2014)
Sudah Cek Tokopedia Belum? (2014–2017)
Ciptakan Peluangmu (2015–2017)
Semua Dimulai dari Tokopedia (2017)
Mulai Aja Dulu (2018-2020)
Selalu Ada Selalu Bisa (2020-sekarang)
Situs webwww.tokopedia.com
Peringkat Alexa144 (Dunia, September 2020)[2]
8 (Indonesia, September 2020)[2]
KomersialYa
Daftar akunDiperlukan untuk menjual atau membeli
Diluncurkan6 Februari 2009
StatusAktif

Tokopedia merupakan perusahaan perdagangan elektronik atau sering disebut toko daring. Sejak didirikan pada tahun 2009, Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah unicorn yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.[3] Hingga saat ini, Tokopedia termasuk marketplace yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia.[4]

Tokopedia turut mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan untuk mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara daring dengan Pemerintah dan pihak-pihak lainnya. Salah satu program kolaborasi yang diinisasi oleh Tokopedia adalah acara tahunan MAKERFEST yang diadakan sejak bulan Maret 2018.[5]

Sejarah

Tokopedia Tower, Jakarta

Tokopedia resmi diluncurkan ke publik pada 17 Agustus 2009 di bawah naungan PT Tokopedia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 6 Februari 2009. Sejak resmi diluncurkan, PT Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat[6].

Pada tahun 2016, Tokopedia menghadirkan produk teknologi finansial. Produk fintech Tokopedia terdiri dari dompet digital, investasi terjangkau, kredit modal bisnis, kartu kredit virtual, produk proteksi, skoring kredit berdasarkan data untuk produk pinjaman, investasi, serta layanan keuangan lainnya[7]

Pada tahun 2017, Tokopedia meluncurkan produk Deals untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan penawaran terbaik dari delapan kategori, termasuk Travel dan Activity. Produk ini dimaksudkan untuk membantu bisnis offline melebarkan sayap mereka secara online melalui Tokopedia.

Pada tahun 2019, Tokopedia meluncurkan jaringan Gudang Pintar bernama TokoCabang di tiga kota yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Layanan gudang ini bertujuan untuk membantu para penjual di marketplace tersebut dalam memenuhi pesanannya. Pada tahun yang sama, Tokopedia juga menghadirkan Tokopedia Salam, sebuah platform yang mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berbagai pilihan produk dan layanan yang baik. Tokopedia Salam juga memiliki fitur halal filter yang membantu pengguna untuk menemukan produk halal secara mudah. [8]

Pendanaan

PT Tokopedia mendapatkan pendanaan awal dari PT Indonusa Dwitama pada tahun 2009. Pada tahun-tahun berikutnya, Tokopedia kembali mendapat suntikan dana dari pemodal ventura global seperti East Ventures (2010)[9][10], Cyber Agent Ventures (2011)[11], Netprice (2012)[12], dan SoftBank Ventures Korea (2013)[13]. Pada Oktober 2014, Tokopedia menjadi perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara yang menerima investasi sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc (SIMI)[14][15]. Pada April 2016, Tokopedia kembali dikabarkan mendapatkan investasi sebesar USD 147 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun.[16]

Pada bulan Agustus 2017, Tokopedia menerima investasi sebesar USD 1,1 miliar dari Alibaba yang merupakan raksasa e-commerce asal Tiongkok[17]. CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan kucuran dana dari Alibaba ini merupakan investasi murni dan bukan mengakuisisi Tokopedia.[17] Bagi Alibaba keputusannya ini merupakan strategi agar semakin memperluas jaringannya di Indonesia dan Asia Tenggara setelah sebelumnya membeli saham Lazada.[18] Pada Desember 2018, Tokopedia kembali mengumumkan telah berhasil mendapat pendanaan senilai US$1,1 miliar (sekitar Rp16 triliun) dari sejumlah investor. Seri pendanaan tersebut dipimpin SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group.[19] Valuasi Tokopedia setelah mendapatkan seri pendanaan ini diperkirakan mencapai US$7 miliar (sekitar Rp102 triliun).[19]

Penghargaan

  • Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award 2016.[20]
  • Menjadi #3 Top Chart di Google Play
  • 'Fastest Value Growth' dalam acara BrandZ™️ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands.
  • 'Best Companies to Work For' dari HR Asia Award.

Brand Ambassador

Pada tanggal 12 November 2014, Tokopedia secara resmi mengumumkan Chelsea Islan sebagai brand ambassador yang merepresentasikan Tokopedia[21]. Pada 21 Oktober 2015, Isyana Sarasvati menjadi brand ambassador yang mewakili Tokopedia.[22]

Pada 7 Oktober 2019,Tokopedia mengumumkan grup musik asal Korea Selatan, BTS menjadi brand ambassador baru untuk Tokopedia.[23] BTS adalah grup mega bintang global asal Korea Selatan yang dinaungi oleh Big Hit Entertainment.[24] Pertumbuhan serta pencapaian luar biasa yang diraih oleh BTS berhasil memecahkan rekor dalam beberapa tahun terakhir sehingga BTS ditetapkan sebagai persona brand Tokopedia.[25]

Pada Januari 2021, Tokopedia kembali menunjuk BTS sebagai brand ambassador Tokopedia. Kolaborasi Tokopedia dengan BTS yang dimulai sejak 2019 disambut antusiasme luar biasa dari masyarakat.

Selain kembali ditunjuknya BTS, pada Januari 2021 Tokopedia juga mengumumkan penunjukan mega bintang global asal Korea Selatan, BLACKPINK, sebagai brand ambassador Tokopedia lainnya. BLACKPINK adalah girl group Korea Selatan di bawah naungan YG Entertainment yang telah mencatatkan banyak prestasi di industri musik. [26][27]

Kebocoran data

Pada bulan Mei 2020, data dari 91 juta akun pengguna Tokopedia diretas oleh pihak tak bertanggung jawab.[28] Data para pengguna Tokopedia tersebut dijual dengan harga US$5.000.[29] Komunitas Konsumen Indonesia pun melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menuntut Tokopedia untuk membayar denda administratif sebesar 100 juta rupiah.[30]

Meskipun demikian, Tokopedia telah memastikan bahwa kata sandi pengguna aman karena telah dienkripsi dengan enkripsi satu arah. Selain itu, Tokopedia juga bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara untuk melakukan investigasi atas kejadian ini. Sebagai langkah pencegahan kedepannya, Tokopedia menunjuk institusi independen kelas dunia yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan siber dalam membantu investigasi dan identifikasi langkah-langkah yang diperlukan guna lebih meningkatkan lagi perlindungan data para pengguna Tokopedia.[31]

Referensi

  1. ^ Tokopedia Rangkul Difabel untuk Wujudkan Pemerataan Ekonomi Digital
  2. ^ a b "Tokopedia.com Site Info". Alexa Internet. Amazon.com. Diakses tanggal September 09, 2020. 
  3. ^ "Jalan Panjang Tokopedia Menjadi Unicorn Indonesia". SWA.co.id (dalam bahasa Inggris). 2018-03-08. Diakses tanggal 2018-12-10. 
  4. ^ "Tokopedia dan Shoppe Paling Banyak Dikunjungi dan Dibeli". Warta Kota. 2018-12-07. Diakses tanggal 2018-12-10. 
  5. ^ Mamduh, Naufal. "Tokopedia-Bekraf Luncurkan Maker Fest 2018". tirto.id. Diakses tanggal 2018-12-10. 
  6. ^ http://id.techinasia.com/toko-online-tokopedia-kirim-dua-juta-barang-per-bulan/
  7. ^ "Tokopedia Rambah Layanan Fintech Tahun Ini | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-12-10. 
  8. ^ "Bantu Penjual, Tokopedia Buka Jaringan Logistik TokoCabang di 3 Kota - E-commerce Katadata.co.id". katadata.co.id. 2019-05-22. Diakses tanggal 2020-12-11. 
  9. ^ http://swa.co.id/listed-articles/pendiri-mixi-jepang-suntik-modal-ke-tokopedia
  10. ^ Tokopedia Terima Dana Investasi dari East Ventures dailysocial.net 25 Maret 2010
  11. ^ http://dailysocial.net/post/tokopedia-dapatkan-pendanaan-dari-cyberagent-ventures-jepang-sekarang-dinilai-seharga-us7-juta
  12. ^ http://dailysocial.net/post/tokopedia-dapatkan-investasi-baru-dari-perusahaan-asal-jepang-netprice  
  13. ^ http://tekno.kompas.com/read/2013/06/12/10022221/Tokopedia.Dapat.Suntikan.Dana.dari.Softbank.Korea
  14. ^ http://www.forbes.com/sites/ryanmac/2014/10/22/softbank-and-sequoia-capital-mark-first-investment-in-indonesia-with-100-million-backing-of-tokopedia/
  15. ^ https://www.techinasia.com/tokopedia-softbank-sequoia-capital-funding-news/
  16. ^ https://id.techinasia.com/situs-marketplace-c2c-tokopedia-peroleh-investasi
  17. ^ a b Liputan6.com (2017-08-17). "Alibaba Suntik Rp 14,7 Triliun ke Tokopedia". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-12-17. 
  18. ^ https://www.eyerys.com/articles/news/alibaba-expands-its-grip-southeast-asia-investing-indonesias-tokopedia
  19. ^ a b "Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia". id.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-17. 
  20. ^ https://m.tempo.co/read/news/2016/05/12/072770422/tokopedia-raih-best-company-in-customer-industry-idea-2016
  21. ^ http://tekno.liputan6.com/read/2132813/dongkrak-brand-awareness-tokopedia-gandeng-chelsea-islan
  22. ^ "Isyana Sarasvati Bangga Jadi Brand Ambassador Baru Tokopedia – Blog Tokopedia". Blog Tokopedia (dalam bahasa Inggris). 2015-10-21. Diakses tanggal 2016-10-10. 
  23. ^ "Ini Alasan Tokopedia Gandeng BTS Jadi Brand Ambassador". suara.com. 2019-10-08. Diakses tanggal 2019-12-17. 
  24. ^ "BTS (grup musik)". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2019-12-16. 
  25. ^ Adriennawati, Bianca (7 October 2019). "Tokopedia Umumkan BTS Sebagai Brand Ambassador". Tokopedia Blog. Diakses tanggal 3 Januari 2019. 
  26. ^ "2021, Tokopedia Tunjuk Dua Brand Ambassador Sekaligus: BTS dan Blackpink". pressrelease.id. Diakses tanggal 2021-01-28. 
  27. ^ Media, Kompas Cyber. "Gandeng BTS dan BLACKPINK sebagai Brand Ambassador, Ini Alasan Tokopedia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-01-28. 
  28. ^ Redaksi. "Buka-bukaan Bos Tokopedia Soal Bocornya 91 Juta Data Pengguna". tech. Diakses tanggal 2020-05-24. 
  29. ^ Media, Kompas Cyber. "Data Pengguna Tokopedia Bocor, Cek Apakah Akun Anda Terdampak". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-05-24. 
  30. ^ Saputra, Andi. "Data Pribadi Konsumen Bocor, Tokopedia Digugat Rp 100 Miliar". detiknews. Diakses tanggal 2020-05-24. 
  31. ^ Media, Kompas Cyber. "Jutaan Akun Bocor, Tokopedia Pastikan Data Pembayaran Tetap Aman". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-12-11. 

Pranala luar