Jerome Polin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jerome Polin
Nama lahir Jerome Polin Sijabat
Nama lain Nihongo Mantappu
Lahir 2 Mei 1998 (umur 21)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Suku Batak
Pekerjaan Mahasiswa, YouTuber, selebriti internet
Tahun aktif 2015 - sekarang
Alma mater SMAN 5 Surabaya

Jerome Polin Sijabat (lahir di Jakarta, 2 Mei 1998; umur 21 tahun), atau lebih dikenal sebagai Jerome Polin, adalah seorang YouTuber dan selebriti internet berkebangsaan Indonesia. Namanya mulai dikenal publik sejak aktif memuat konten tentang kehidupan pribadinya di YouTube, selama di Jepang dan kerap membuat konten cara belajar Bahasa Jepang. Jerome masih kuliah di Jepang, dan aktif memberi edukasi positif bagi anak-anak muda. Akun YouTube miliknya adalah "Nihongo Mantappu".[1]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Perlombaan[sunting | sunting sumber]

Kegigihan Jerome dalam belajar, kerap mendapatkam hasil yang cukup memuaskan. Berbagai penghargaan dari berbagai perlombaan yang dia ikuti pun membuahkan hasil yang membanggakan. Berikut ini beberapa prestasi yang pernah ia raih:

  • Juara 1 Olimpiade National Industrial Engineering ITS 2016
  • Juara 2 Regional Olimpiade Farmasi Nasional UNAIR 2015
  • Juara 3 Olimpiade Matematika tahun 2014
  • The winner 14th Japanese Speech Contest, Suginami Association

Inspirasi Jerome juga ia dapat dari kakaknya, Jehian P Sijabat yang meraih beasiswa Mitsui Bussan tahun 2016. Beasiswa yang diberikan oleh Mitsui & Co Ltd (salah satu trading company terbesar Jepang) mengantarnya ke Tokyo Japanese Language Education Centre.

Beasiswa Kuliah di Jepang[sunting | sunting sumber]

Fasilitas yang diberikan berupa biaya hidup 150.000 yen/bulan dan biaya lainnya yang bersangkutan dengan proses belajar sudah ditanggung. Itulah yang beasiswa yang diterima Jerome, selama mengikuti perkuliahan di Jepang.

Berbagai tahap dilewati Jerome dengan penuh perjuangan. Mulai dari tes tertulis bidang matematika dan bahasa Inggris. Dan, persaingan untuk mendapatkan kesempatan kuliah di Jepang begitu sengit. Jumlah pendaftar 16.000, sedangkan yang memang layak ke Negeri Kimono hanya dua orang. “Di luar negeri, hidup secara internasional. Persaingannya, pertemanannya, budayanya, dan sebagainya. Kemudian tidak cuma belajar satu hal (pelajaran kuliah), tapi bisa belajar budaya, bahasa, bahkan enggak hanya tentang Jepang, bisa dapat pengetahuan baru melalui teman-teman yang datang dari mancanegara,” ujarnya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Mengenal Jerome Polin dan Alasan Bikin Vlog Kehidupan Kuliah di Jepang". www.edukasi.kompas.com. Diakses tanggal 1 Maret 2019.