Lompat ke isi

Jerome Polin

Dengarkan artikel ini
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Jerome Polin
LahirJerome Polin Sijabat
2 Mei 1998 (umur 27)
Jakarta, Indonesia
Nama lainJerome • Jer • Bang Jer
AlmamaterUniversitas Waseda
Pekerjaan
AgenMantappu Corp.
KerabatJehian Panangian Sijabat (Kakak)
Informasi akun TikTok
Pengikut6.7 Juta
Jumlah suka344,6 Juta

Diperbarui: 15 Juni 2025
Informasi YouTube
Kanal
LokasiIndonesia
Jepang
Tahun aktif2017-sekarang
Genre
  • Vlogger
  • Edukasi
  • Kuliner
  • Hiburan
Pelanggan10.6 Juta[1]
Total tayang3.001.437.362[1]
Artis terkait
Jargon
  • Mantappu Jiwa
  • Minnasan konijiwaa
  • Ja matane, mantappu jiwa!
100.000 pelanggan 2018
1.000.000 pelanggan 2019
10.000.000 pelanggan 2022

Diperbarui: 15 Juni 2025
Instagram: jeromepolin Tiktok: jeromepolin98 Youtube: UC1Gmqqs_Myzl2KHIeqfUC9A Modifica els identificadors a Wikidata

Jerome Polin Sijabat (lahir 2 Mei 1998) adalah seorang YouTuber, selebritas internet, dan guru matematika berkebangsaan Indonesia. Jerome dikenal setelah memulai kanal YouTube bernama Nihongo Mantappu yang membagikan kehidupan pribadinya sebagai mahasiswa Indonesia di Jepang. Jerome membuat konten vlog cara belajar bahasa Jepang, matematika, dan kesehariannya selama berada di Jepang.[2]

Jerome menyelesaikan kuliah tingkat Strata 1 (S1) di Universitas Waseda, Shinjuku, Tokyo, Jepang, program studi matematika terapan.[3][4] Saat ini, dia menjabat sebagai CEO Mantappu Corp. dan bersama kakaknya, Jehian Panangian Sijabat, mempunyai bisnis minuman teh bernama Menantea, serta mengembangkan pusat bimbingan belajar matematika bernama Mantappu Academy, dan lapangan padel bernama Beyond Padel. Pada bulan April 2021, Jerome bersama Jehian masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia.[5]

Kehidupan awal dan pribadi

[sunting | sunting sumber]
Jerome Polin (paling kiri) meraih juara pada lomba pelajar prestasi tingkat SMA Provinsi Jawa Timur, 2015

Jerome lahir di Jakarta pada tanggal 2 Mei 1998. Ia merupakan putra kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Marojahan Sintong Sijabat (24 Maret 1967 - 30 Oktober 2025) dan Chrissie Rahmeinsa. Ayah Jerome adalah seorang pendeta, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.[6]

Jerome lahir berdekatan dengan kerusuhan yang terjadi di Jakarta tahun 1998. Pada tahun 2001, keluarga Jerome pindah ke Kota Malang, Jawa Timur, di mana saat itu Jerome mengeyam pendidikan kelompok bermain dan taman kanak-kanak di Sekolah Taman Harapan, Malang. Hingga pada tahun 2004, keluarga Jerome pindah ke Kota Surabaya. Setelah pindah ke Surabaya, Jerome bersama saudaranya Jehian Panangian Sijabat ini mengeyam pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Sekolah Intan Permata Hati, Surabaya, dengan mendapat beasiswa.[7] Pada tahun 2013 ini, Jerome mengeyam jenjang sekolah menengah atas di SMA Negeri 5 Surabaya.

Ketika berada di kelas 2 SD, Jerome berkeinginan untuk berkuliah di luar negeri. Setelah lulus SMA, keinginan untuk kuliah di luar negeri tersebut mengalami kendala karena orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi, sehingga Jerome mencoba mengambil program beasiswa.[8] Mulanya, Jerome mengikuti ujian seleksi program beasiswa ke Universitas Teknologi Nanyang Singapura di Jakarta. Dua bulan setelah tes, Jerome dinyatakan lulus seleksi tetapi hanya memperoleh setengah beasiswa.[8]

Karena jumlah beasiswa yang akan diterima tidak penuh, Jerome membatalkan mengambil beasiswa ke Singapura. Jehian menyarankan agar ia mengikuti program beasiswa dari sebuah perusahaan asal Jepang, yakni Mitsui–Bussan, yang bisa memberikan beasiswa penuh.[7] Jerome kemudian mengikuti ujian seleksi tersebut dan dinyatakan lulus untuk mendapat beasiswa dari program Mitsui–Bussan Scholarship dan berkuliah di Universitas Waseda, Shinjuku, Tokyo, Jepang. Ia mendapat dukungan beasiswa sebanyak ¥ 150.000 atau sekitar Rp 18.900.000 per bulan.[9]

Pada tanggal 26 Maret 2022, Jerome lulus dari kuliah di Universitas Waseda setelah melaksanakan wisuda dan mendapatkan gelar Bachelor of Engineering atau Sarjana Teknik.[10]

Awal karier

[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Juli 2015, Jerome bersama kakaknya yaitu Jehian, membuat akun resmi Line yang bersifat akademik bernama 'Math Q&A'. Setelah mendapat dukungan yang baik dari berbagi pihak, mereka memutuskan untuk membuka akun resmi baru, dan memuat materi dari mata pelajaran lain, selain matematika.

Nihongo Mantappu dan Waseda Boys

[sunting | sunting sumber]
Jerome Polin di Future Enterpreneur Summit Surabaya, 2025

Jerome memulai kanal YouTube bernama Nihongo Mantappu pada bulan Desember 2017 bersama temannya asal Manado, Kevin Sendouw. Pada awalnya, Jerome dan Kevin membagikan konten video yang membahas pelajaran bahasa Jepang.[11] Kevin akhirnya memutuskan keluar dari Nihongo Mantappu pada tahun berikutnya dan digantikan dengan Waseda Boys yang beranggotakan Ryoma Otsuka, Tomohiro Yamashita dan Yusuke Sakazaki. Kanal ini mendapatkan Silver Play Button pada tahun 2018, Gold Play Button pada tahun 2019 dan Diamond Play Button pada tanggal 4 Januari 2023. Pada tanggal 10 Maret 2024, Waseda Boys resmi berpisah dengan Jerome saat acara WanderLand (Waseda Boys and the Recommendation Land) yang digelar di Gandaria City, Jakarta Selatan.

Sebelum Jerome memulai kanal Nihongo Mantappu, ia telah memiliki kanal YouTube sendiri yang kini menjadi kanal YouTube Mantappu Academy. Kanal tersebut juga berisi video pertama Jerome di YouTube yang direkam di Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara pada tahun 2016. Kanal ini mendapatkan Silver Play Button pada tahun 2021.

Bisnis makanan dan minuman

[sunting | sunting sumber]

Selain mengembangkan kanal YouTube, pada bulan April 2021, Jerome bersama Jehian membuka jejaring bisnis kedai minuman teh yang diberi nama Menantea.[12] Selain menjual minuman teh, Menantea juga menjual makanan ringan berupa naget ayam dan kentang goreng berbumbu. Pada tanggal 27 Februari 2024, Jerome dan Jehian mengumumkan bahwa Menantea hadir dengan logo dan gelas baru.

Pengembangan pusat bimbingan belajar

[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Agustus 2024, Jerome mulai mengembangkan pusat bimbingan belajar matematika yang diberi nama Mantappu Academy, di Ruko Puri Niaga, Jakarta Barat. Mantappu Academy mulai beroperasi pada tanggal 13 Januari 2025 dan resmi dibuka pada tanggal 8 Februari 2025.

Pengembangan lapangan padel

[sunting | sunting sumber]

Jerome juga membangun lapangan padel sendiri yang diberi nama Beyond Padel, di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. Lapangan padel ini mulai beroperasi pada tanggal 22 Juni 2025.

Kolaborasi lainnya

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 30 Oktober 2022, Jerome bersama YouTuber Nessie Judge merilis lagu berjudul "Stay" yang dinyanyikan oleh Nessie dengan bagian rap oleh Jerome sendiri. Lagu tersebut diunggah di kanal YouTube Nessie Judge. Sejak itulah Jerome mulai terjun di bidang musik.

Aktivisme

[sunting | sunting sumber]

Jerome Polin mulai menunjukkan keterlibatan aktif dalam isu sosial-politik di Indonesia sekitar Agustus 2025. Ia menggunakan platform media sosialnya yang memiliki jutaan pengikut untuk menyuarakan kritik dan menggalang kesadaran publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan isu hak asasi manusia.[13]

Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat

[sunting | sunting sumber]

Di tengah meningkatnya demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil pada akhir Agustus 2025, Jerome menjadi salah satu inisiator gerakan "17+8 Tuntutan Rakyat".[14] Bersama sejumlah pemengaruh (influencer) lain seperti Salsa Erwina Hutagalung, Andovi da Lopez, Fathia Izzati, Abigail Limuria, dan Andhyta F. Utami, ia merumuskan dan menyebarluaskan 25 poin tuntutan yang ditujukan kepada Presiden, DPR, partai politik, Kepolisian RI, dan TNI.[15]

Gerakan ini terbagi menjadi 17 tuntutan jangka pendek dengan tenggat waktu satu pekan dan 8 tuntutan jangka panjang dengan tenggat waktu satu tahun.[16] Beberapa poin utama dalam tuntutan tersebut antara lain:

  • Pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut kekerasan aparat dan kematian demonstran, termasuk kasus Affan Kurniawan.
  • Penolakan kenaikan gaji dan fasilitas anggota DPR serta mendorong transparansi anggaran parlemen.
  • Reformasi institusi Kepolisian dan TNI, termasuk penarikan militer dari ranah sipil.
  • Penjaminan upah layak bagi pekerja, termasuk guru dan tenaga kesehatan.

Untuk memperluas jangkauan gerakan, Jerome mengajak pengikutnya di media sosial untuk mengganti foto profil dengan tema warna merah muda dan hijau sebagai simbol dukungan.[17] Puncak dari gerakan ini adalah ketika Jerome, untuk pertama kalinya, ikut serta dalam unjuk rasa dengan mendatangi Gedung DPR RI pada 4 September 2025.[18] Bersama rekan-rekannya, ia menyerahkan dokumen "17+8 Tuntutan Rakyat" secara langsung kepada perwakilan anggota DPR, di antaranya Rieke Diah Pitaloka dan Andre Rosiade.[19]

Selama periode ini, Jerome mengaku menolak tawaran senilai Rp 150 juta untuk menjadi pendengung (buzzer) pemerintah.[20] Ia juga mengungkapkan menerima banyak pesan langsung (DM) di media sosial yang memintanya berhenti bersuara, tetapi ia menyatakan tidak akan takut dan tetap melanjutkan advokasinya.[21][22]

Advokasi Kesejahteraan Guru

[sunting | sunting sumber]

Selain isu politik, Jerome juga vokal dalam menyuarakan isu pendidikan, terutama terkait kesejahteraan guru. Pada 3 September 2025, ia secara terbuka mengkritik pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyebut upah guru sebagai amal jariyah. Melalui akun Instagramnya, Jerome menegaskan bahwa profesi guru yang mulia harus selaras dengan tingkat kesejahteraannya. Ia menulis, "Justru karena semulia itulah HARUS berbanding dengan kesejahteraannya. GURU HARUS SEJAHTERA!!" Sikap ini mendapat respons luas dari publik yang menganggapnya sebagai bentuk keberpihakan pada tenaga pendidik di Indonesia.[23]

Kontroversi

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 26 Februari 2023, Jerome bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ugiadam Farhan Firmansyah dan Ekida Firmansyah mengunggah video berjoget di TikTok dengan menggunakan atribut dokter, yang kemudian menjadi viral. Konten tersebut menuai kontroversi karena dianggap menyinggung banyak pihak, terutama para tenaga kesehatan.[24][25] Permohonan maaf disampaikan melalui akun media sosial pada tanggal 28 Februari 2023.[26] Kedua mahasiswa tersebut selanjutnya menjadi talent Mantappu Corp.

  • Masuk dalam Forbes 30 Under 30 Asia pada bulan April 2021.[27][28]
  • Masuk dalam Fortune Indonesia 40 Under 40 pada bulan Februari 2023.
  • IKAPI Awards 2020 untuk kategori "Rookie of The Years" - Mantappu Jiwa (Indonesia International Book Fair 2020)[29][30]
  • Juara 1 Olimpiade National Industrial Engineering ITS tahun 2016
  • Juara 1 Olimpiade Matematika Vektor Nasional Universitas Negeri Malang 2015
  • Juara 2 Regional Olimpiade Farmasi Nasional UNAIR 2015
  • Juara 3 Olimpiade Matematika 2014
  • Pemenang 14th Japanese Speech Content, Suginami Association
  • Amazing Kids Favorite Awards 2024 (GTV) - Big Inspiration Award

Diskografi

[sunting | sunting sumber]
  • "Stay" (bersama Nessie Judge, Oktober 2022)

Penampilan di acara televisi

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "About NihongoMantappu". YouTube.
  2. Ayu Azanella, Luthfia (2019-02-21). "Mengenal Jerome Polin dan Alasan Bikin Vlog Kehidupan Kuliah di Jepang". Kompas.com.
  3. Aprilia Khoirunnisa, Ika (2020-09-29). "Dapat Penghargaan IKAPI Award 2020, 10 Pesona Menawan Jerome Polin". IDN Times. Diakses tanggal 2020-09-30.
  4. Awalia, Nazaroh (2020-01-09). "7 Fakta Jerome Polin, YouTuber dan penulis buku best seller". Bril!o.net. Diakses tanggal 2020-09-30.
  5. Nainggolan, Sri Yanti (21 April 2021). "Jerome Polin Masuk Forbes 30 Under 30 Asia". www.medcom.id. Diakses tanggal 3 April 2024.
  6. Polin Sijabat, Jerome (Januari 2020). Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 14. ISBN 9786020632414. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. 1 2 Polin Sijabat, Jerome (Januari 2020). Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 16. ISBN 9786020632414. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. 1 2 Arela Febriani, Gresnia (18 Agustus 2020). "Kisah Inspiratif Jerome Polin: Jatuh Bangun Raih Beasiswa ke Jepang". Detik. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
  9. Tarmizi Murdianto, Muhammad (2020-01-31). "Fakta Mitsui Bussan Scholarship, Beasiswa Studi Jerome Polin di Jepang". IDN Times. Diakses tanggal 2020-09-30.
  10. Riandi, Ady Prawira; Pareang, Andi Ketteng (27 Maret 2022). "Lulus dari Waseda University, Jerome Polin: Saatnya Lanjut ke Perjalanan Berikutnya". www.kompas.com. Diakses tanggal 3 April 2024.
  11. Kristo, Fino Yurio (15 April 2020). "Jerome Polin Beberkan Awal Mula Jadi YouTuber Tenar". detikinet. Diakses tanggal 2021-09-09.
  12. Mutiah, Dinny (14 Agustus 2021). "Kisah Jehian dan Jerome Polin Kebut Buka Bisnis Minuman Teh Menantea dalam 10 Hari". Liputan 6. Diakses tanggal 2021-09-09.
  13. "Profil Jerome Polin dan Salsa Erwina: Jalur Pedang di Dunia Maya". Tempo. 2025-09-03. Diakses tanggal 2025-09-04.
  14. Dianira, Fabiola. "Ramai 17+8 Tuntutan Rakyat di Medsos, Ini Arti dan Isi Lengkapnya". detikbali. Diakses tanggal 2025-09-04.
  15. "Asal Muasal Gerakan 17+8". Tempo. 2025-09-04. Diakses tanggal 2025-09-04.
  16. TV, Metro. "Ini Isi Lengkap 17 + 8 Tuntutan Rakyat". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2025-09-04.
  17. "Jerome Polin Ajak Rakyat Pasang Profile Picture Pink Hijau, Dukung 17+8 Tuntutan Rakyat". Wartakotalive.com. Diakses tanggal 2025-09-04.
  18. "Jerome Polin Melawan Rasa Takut, Debut Unjuk Rasa di DPR dan Ungkap Sumber Keberaniannya". Tribunnews.com. 2025-09-04. Diakses tanggal 2025-09-04.
  19. Media, Kompas Cyber (2025-09-04). "Ferry Irwandi hingga Jerome Polin Sambangi DPR, Sampaikan 17+8 Tuntutan Rakyat". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-09-04.
  20. "Profil Lengkap Jerome Polin, Influencer yang Tolak Rp150 Juta Untuk Jadi Buzzer". KapanLagi.com. 2025-09-02. Diakses tanggal 2025-09-04.
  21. "Muncul Teguran untuk Influencer, Jerome Polin: Tidak Takut!". Tempo. 31 Agustus 2025 | 21.01 WIB. Diakses tanggal 2025-09-04.
  22. Sumiyati (2025-09-02). "Dihujani DM Suruhan Diam, Jerome Polin: Gak Takut, Lawannn!". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-09-04.
  23. "Jerome Polin Tegas Bela Guru, Kritik Pernyataan Menag Soal Upah Amal Jariyah". suara.com. Diakses tanggal 2025-09-04.
  24. Syarifah, Sayyidatus (2023-02-28). "5 Kontroversi Jerome Polin yang Tuai Hujatan di Media Sosial". detikHOT. Diakses tanggal 2023-02-28.
  25. Yefta Christopherus Asia Sanjaya (2023-02-28). Rizal Setyo Nugroho (ed.). "Kemenkes dan FK UI Buka Suara soal Jerome Polin Joget di TikTok dengan Kalimat "Mohon Maaf Kami Sudah Berusaha Semaksimal Mungkin"". Kompas.com. Diakses tanggal 2023-02-28.
  26. Desideria, Benedikta (27 Februari 2023). "Klarifikasi Video Viral Joget Koas dan Jerome Polin, Farhan: Sebagai Calon Dokter Saya Malu". Liputan6.com. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
  27. "Q&A Group". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-04-23.
  28. "Sukses Bikin Agensi yang Naungi Belasan Youtuber, Jerome Polin dan Kakaknya Masuk Forbes 30 Under 30". www.wartaekonomi.co.id. 2021-04-22. Diakses tanggal 2021-04-23.
  29. Mediana. (28 September 2020). "Ikapi Awards Kembali Diberikan kepada Penulis Muda". Kompas.id | Diakses pada 16 Juli 2025
  30. Diandra Sandi, Elisabeth (2020-09-29). "Berkat "Mantappu Jiwa", Jerome Polin Raih Penghargaan IKAPI Awards". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-09-30.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Dengarkan versi lisan dari artikel ini (6 menit)
noicon
Ikon Wikipedia Lisan
Berkas suara ini dibuat berdasarkan revisi dari artikel ini per tanggal 14 September 2022 (2022-09-14), sehingga isinya tidak mengacu pada revisi terkini.