Bukalapak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bukalapak
PT. Bukalapak.com
200px
Jenis situs
Perseroan terbatas
BahasaIndonesia
MarkasJakarta, Indonesia
Tokoh pentingAchmad Zaky (Founder dan CEO)

Muhammad Fajrin Rasyid (Co-Founder dan President)

Nugroho Herucahyono (Co-Founder dan CTO)
Situs webwww.bukalapak.com
Peringkat Alexa115 (hingga Agustus 2018)[1]
Diluncurkan10 Januari 2010
StatusAktif

Bukalapak merupakan salah satu pusat perbelanjaan daring (online marketplace) di Indonesia (biasa dikenal juga dengan jaringan toko daring ) yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Bukalapak. Bukalapak didirikan pada 10 Januari 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid di sebuah rumah kos di Bandung, Jawa Barat.[2] Bukalapak telah menjadi 1 dari 4 unicorn asal Indonesia pada tahun 2017.[3] Bukalapak secara konsisten berupaya memperluas literasi digital dan membangun usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bukalapak didirikan pada tahun 2010 oleh Achmad Zaky beserta dua orang temannya semasa berkuliah di Institut Teknologi Bandung, Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono[5].Bukalapak memiliki makna yang sederhana yaitu semua orang bisa menggelar barang dagangan nya tanpa modal yang besar dan melakukan transaksi di sebuah lapak digital. Nama Bukalapak juga sangat lekat dengan kehidupan masyarakat di Indonesia dalam hal jual beli. Momentum awal bagi kemajuan Bukalapak adalah ketika tren pengguna sepeda lipat melonjak pada tahun 2010. Pada saat itu, terdapat banyak komunitas yang menjual berbagai sepeda dan aksesorisnya dengan harga terjangkau sehingga meramaikan dan meningkatkan pertumbuhan pengguna di Bukalapak secara signifikan.

Pendanaan[sunting | sunting sumber]

Setelah berdiri kurang lebih satu tahun, Bukalapak mendapat penambahan modal dari Batavia Incubator[6][7] (perusahaan gabungan dari Rebright Partners yang dipimpin oleh Takeshi Ebihara, Japanese Incubator dan Corfina Group). Di tahun 2012, Bukalapak menerima tambahan investasi dari GREE Ventures[8]yang dipimpin oleh Kuan Hsu. Pada bulan Maret 2014, Bukalapak mengumumkan investasi oleh Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures[9][10], Dari laporan keuangan EMTEK tahun 2015 (pemilik 49% saham Bukalapak), diketahui bahwa Bukalapak telah mendapatkan dana investasi dari EMTEK total hingga Rp439 miliar[11] .

Pendiri[sunting | sunting sumber]

Achmad Zaky[sunting | sunting sumber]

Achmad Zaky (lahir di Sragen, Jawa Tengah, 24 Agustus 1986) merupakan pendiri dan menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak sejak tahun 2010. Zaky mendapat gelar Sarjana Informatika dengan predikat cum laude dari Institut Teknologi Bandung. Pada tahun 2016 Zaky menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo. Tanda Kehormatan ini merupakan penghargaan negara yang diberikan oleh Presiden atas jasa dan darma bakti seseorang kepada bangsa dan negara sehingga bisa dijadikan teladan bagi orang lain[12]. Achmad Zaky dianggap telah berperan secara aktif memajukan perekonomian pelaku UKM melalui online marketplace melalui pemanfaatan teknologi internet untuk memperluas pangsa pasar UKM serta mengembangkan platform Bukalapak yang telah dirintisnya sehingga berdampak tinggi terhadap masyarakat (high impact)[13]

Muhammad Fajrin Rasyid[sunting | sunting sumber]

Muhammad Fajrin Rasyid (lahir di Jakarta, 11 September 1986) merupakan Co-Founder dan President Bukalapak yang bertanggung jawab atas inisiatif strategi perusahaan dan rencana jangka panjang serta kemitraan dengan pihak eksternal. Sebelumnya, Fajrin menduduki jabatan Chief Financial Officer (CFO) Bukalapak selama tujuh tahun. Muhammad Fajrin Rasyid merupaka lulusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan IPK 4.0. Sebelum bergabung di Bukalapak, Fajrin pernah bekerja sebagai Konsultan di Boston Consulting Group (BCG) dan di tahun 2011 Fajrin memutuskan untuk keluar dari BCG dan menjadi bagian dari Bukalapak. Pada tahun 2016, Fajrin terpilih menjadi CFO of The Year versi Majalah SWA[14].

Nugroho Herucahyono[sunting | sunting sumber]

Nugroho Herucahyono (lahir di Karanganyar, 7 maret 1987) merupakan co-founder dan Chief Technology Officer (CTO) Bukalapak. Sama seperti Zaky dan Fajrin, Nugroho juga mendapatkan gelar Sarjana Teknik Informatika dari Institut Teknologi Bandung. Bersama Achmad Zaky, Nugroho bekerja siang dan malam untuk mewujudkan mimpi bersama mereka tersebut. Memakan waktu hampir dua bulan non-stop, akhirnya website Bukalapak dirampungkan dan berhasil hadir ditengah-tengah masyarakat pada Januari 2010.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Penghargaan Achmad Bakrie XVI 2018 - Teknologi dan Kewirausahaan
  • Youtube Pulse 2018 - Best Ads - Nego Cincai [3]</ref>
  • Citra Pariwara 2017 – Bronze – Digital Viral and Email Marketing [15]
  • Citra Pariwara 2017 – Silver – Digital Integrated Campaign [16]
  • Tangrams Awards – E-commerce Asia Pacific
  • EY Entrepreneur of The Year – Achmad Zaky – Technology and Digital Category
  • PR Awards Marketing Magazine Southeast Asia 2017 – Best PR-led Integrated Communications & Best Direct-to-Consumer PR Campaign
  • PR Indonesia Awards 2017 – Bronze – Program PR Sub Kategori Digital PR
  • YouTube - Video Terpopuler di Indonesia - Pendekar Jari Sakti (Medok)
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo - Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya
  • Millward Brown - Top 50 Most Valuable Indonesia Brands 2016

Asal mula[sunting | sunting sumber]

Bukalapak awal mulanya terkenal dari para penghobi sepeda. Hadir secara bersamaan dengan trend sepeda lipat dan fixed gear yang berlangsung dari kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung yang kemudian menyebar ke berbagai kota lainnya di Indonesia. Kedekatan dengan komunitas sepeda tidak bisa dipungkiri sebab Bukalapak besar karena adanya komunitas sepeda yang waktu tahun 2011 sedang meledak.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Bukalapak dianggap oleh komunitas sepeda khususnya para pedagang sepeda yang menghancurkan harga pasar. Banyak toko sepeda yang memprotes keberadaan Bukalapak karena menawarkan harga terlalu miring.[butuh rujukan]

Pada 13 Februari 2019, cuitan Twitter pribadi Achmad Zaky terkait Industri 4.0 yang menyinggung presiden baru menjadi viral. Sehingga lahirlah gerakan #uninstallbukalapak yang juga menjadi trending topic di Twitter.[17][18] Ia tak menyebut sumber data yang dia gunakan untuk perbandingan anggaran tersebut, namun warganet menuduhnya salah mengutip data dari tahun 2013 dan menggunakannya untuk tahun 2016.[19] Kini cuitannya telah dihapus dan ia telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut.[19][20] Achmad Zaky pun sudah bertemu dengan Jokowi untuk menyelesaikan hal tersebut dengan kepala dingin.[21][22]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ . Alexa Internet, Inc Site Info https://www.alexa.com/siteinfo/bukalapak.com Site Info Periksa nilai |url= (bantuan). Diakses tanggal 6 Maret 2019.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  2. ^ "Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia". id.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-08. 
  3. ^ https://tekno.kompas.com/read/2018/01/10/18310737/resmi-bukalapak-jadi-startup-unicorn-ke-4-indonesia
  4. ^ "Bukalapak dan Misinya Bantu Pelaku UMKM di Indonesia | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-05. 
  5. ^ "Achmad Zaky – Endeavor Indonesia". endeavorindonesia.org. Diakses tanggal 2019-03-05. 
  6. ^ "Batavia Incubator Resmi diluncurkan, Umumkan Portofolio Pertama Mereka | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-05. 
  7. ^ Batavia Incubator Launches, Invests in Bukalapak.com TechinAsia, 15 Juli 2011
  8. ^ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-05. 
  9. ^ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-05. 
  10. ^ Identifying and funding the next big startups from Southeast Asia Singapore based investor Takeshi Ebihara
  11. ^ GREE Ventures reveals more on investment strategy with Bukalapak’s funding E27, 11 September 2012
  12. ^ Jul 2016, Jeko I. R. 21; Wib, 18:03. "Bukalapak Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Jokowi". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-03-05. 
  13. ^ "Kisah Perjuangan CEO Bukalapak Meraih Kesuksesan". Warta Ekonomi. 2017-09-04. Diakses tanggal 2019-03-05. 
  14. ^ Media, Kompas Cyber. "Fajrin Rasyid Diangkat Jadi Presiden Bukalapak". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-03-05. 
  15. ^ [1]
  16. ^ [2]
  17. ^ Silaban, Martha Warta (2019-02-15). "Uninstall Bukalapak, Muncul Viral LupaBapak, TutupLapak..." Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-02. 
  18. ^ Prabowo, Haris. "Uninstall Bukalapak: Wajah Brutal Masyarakat dan Politikus". tirto.id. Diakses tanggal 2019-03-02. 
  19. ^ a b "Tagar Uninstall Bukalapak dan cuitan Achmad Zaky: Berapa sebenarnya anggaran litbang Indonesia?" (dalam bahasa Inggris). 2019-02-15. Diakses tanggal 2019-03-02. 
  20. ^ Sidik, Syahrizal. "Dari Uninstall Bukalapak sampai Berakhir di Uninstall Jokowi". news (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-02. 
  21. ^ Prasetia, Andhika. "Jokowi: Stop Uninstall Bukalapak". detiknews. Diakses tanggal 2019-03-02. 
  22. ^ Media, Kompas Cyber. "Jokowi: Stop "Uninstall" Bukalapak!". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-03-02. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]