Bukalapak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Bukalapak.com Tbk.
Bukalapak (2020).svg
Jenis usahaPerseroan terbatas
Jenis situs
Perdagangan
BahasaIndonesia
Simbol sahamIDX: BUKA
MarkasJakarta, Indonesia
Pendiri
Tokoh penting
  • Teddy Oetomo (Presiden dan CSO)
  • Willix Halim (Presiden Direktur/CEO)
  • Natalia Firmansyah (Direktur Keuangan/CFO)
Situs webwww.bukalapak.com
Peringkat Alexa194 (Dunia, September 2020)[1]
11 (Indonesia, September 2020)[1]
KomersialYa
Diluncurkan10 Januari 2010
StatusDaring

PT Bukalapak.com Tbk. merupakan salah satu perusahaan perdagangan elektronik Indonesia. Mulanya perusahaan ini dibentuk oleh pemilik brand shopping lokal melalui grup kepemilikannya yang didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid pada tahun 2010. Bukalapak awalnya merupakan toko daring yang memungkinkan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk merambah ke dunia maya.[2] Perusahaan tersebut kini telah melakukan ekspansi ke berbagai lini bisnis lain, termasuk membantu meningkatkan penjualan para warung tradisional lewat layanan Mitra Bukalapak.[3] Pada tahun 2017, Bukalapak masuk ke dalam jajaran startup unicorn Indonesia.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Logo Bukalapak (2016–23 Maret 2020)

Bukalapak didirikan pada tanggal 10 Januari 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid di sebuah rumah kos[5] semasa berkuliah di Institut Teknologi Bandung.[6]

Pendanaan[sunting | sunting sumber]

Setelah berdiri kurang lebih satu tahun, Bukalapak mendapat penambahan modal dari Batavia Incubator[7][8] (perusahaan gabungan dari Rebright Partners yang dipimpin oleh Takeshi Ebihara, Japanese Incubator dan Corfina Group). Pada tahun 2012, Bukalapak menerima tambahan investasi dari GREE Ventures yang dipimpin oleh Kuan Hsu. Pada bulan Maret 2014, Bukalapak mengumumkan investasi oleh Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures yang merupakan bagian dari pendanaan Seri A.[9][10][11] Pada Februari 2015, Bukalapak mengumumkan pendanaan Seri B dengan masuknya Grup Emtek yang memiliki stasiun televisi SCTV, Indosiar dan O Channel. Emtek masuk ke Bukalapak melalui anak perusahaannya yaitu PT Kreatif Media Karya (KMK Online).[12][13] Sumber lain menyebut Emtek sebenarnya sudah bergabung sejak 2014.[9] Baik Bukalapak maupun Emtek tidak menyebutkan berapa dana investasi yang dikucurkan. Namun, dari laporan keuangan EMTEK tahun 2015, diketahui bahwa Bukalapak telah mendapatkan dana investasi dari Emtek hingga Rp 439 miliar.[14]

Pada Januari 2019, Bukalapak mengumumkan telah mendapat pendanaan dari Asia Growth Fund yang diprakarsai Mirae Asset dan Naver Corp. Meski menolak memberikan keterangan perihal jumlah dana yang diperoleh, namun Mirae Asset mengkonfirmasi nilainya mencapai US$ 50 juta atau sekitar Rp 706 miliar.[15] Oktober 2019, Bukalapak mendapat dana dari Shinhan Financial Group Co Ltd dari Korea Selatan dengan nilai yang tidak disebutkan. Ini merupakan bagian dari pendanaan Seri F yang menggenjot valuasi Bukalapak hingga mencapai US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp35 triliun.[16] Selain Shinhan GIB, Emtek dan sejumlah investor Bukalapak sebelumnya juga mengikuti pendanaan Seri F. Dalam laporan perusahaan Emtek yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tanggal 27 Mei 2019, PT KMK Online memiliki saham 35,17% saham di Bukalapak.[17]

Akuisisi dan Investasi[sunting | sunting sumber]

Oktober 2018, Bukalapak mengakuisisi perusahaan ecommerce barang bekas pakai bernama Prelo. Tujuan akuisisi pada perusahaan rintisan yang bermarkas di Bandung tersebut bertujuan memperoleh sumber daya manusia untuk Bukalapak.[18]

Unit usaha[sunting | sunting sumber]

Berikut ini anak-anak perusahaan Bukalapak:

  • PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI)
  • PT Buka Mitra Indonesia (BMI)
  • PT Buka Mitra Properti (BMP)
  • PT Buka Investasi Bersama (BIB)
  • PT Buka Usaha Indonesia (BUI)
  • PT Buka Labs Indonesia (BLI)
  • PT Anugrah Bisnis Cakrabuana (ABC)
  • PT Bina Unggul Kencana (BUK)
  • PT Kolaborasi Kreasi Investama (KKI)
  • PT Allo Fresh Indonesia (AFI)
  • PT Five Jack
  • Bukalapak Pte Ltd
  • Buka Australia Pty Ltd
  • Five Jack Co Ltd (FJ)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Penghargaan Achmad Bakrie XVI 2018 - Teknologi dan Kewirausahaan[19]
  • Youtube Pulse 2018 - Best Ads - Nego Cincai[20]
  • Citra Pariwara 2017 – Bronze – Digital Viral and Email Marketing[21]
  • Citra Pariwara 2017 – Silver – Digital Integrated Campaign[22]
  • Tangrams Awards – E-commerce Asia Pacific[23]
  • EY Entrepreneur of The Year – Achmad Zaky – Technology and Digital Category[24]
  • PR Awards Marketing Magazine Southeast Asia 2017 – Best PR-led Integrated Communications & Best Direct-to-Consumer PR Campaign[25]
  • PR Indonesia Awards 2017 – Bronze – Program PR Sub Kategori Digital PR
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo - Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya[26]
  • Millward Brown - Top 50 Most Valuable Indonesia Brands 2016

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

  • Pada 13 Februari 2019, cuitan Twitter pribadi Achmad Zaky terkait Industri 4.0 yang menyinggung presiden baru menjadi viral. Sehingga lahirlah gerakan #uninstallbukalapak yang juga menjadi trending topic di Twitter.[27][28] Ia tak menyebut sumber data yang dia gunakan untuk perbandingan anggaran tersebut, namun warganet menuduhnya salah mengutip data dari tahun 2013 dan menggunakannya untuk tahun 2016.[29] Kini cuitannya telah dihapus dan ia telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut.[29][30] Achmad Zaky pun sudah bertemu dengan Jokowi untuk menyelesaikan hal tersebut dengan kepala dingin.[31][32]
  • Pada Maret 2019, seorang peretas Pakistan yang menggunakan nama Gnosticplayers mengklaim telah mencuri data pengguna milik Bukalapak dan situs informasi karier asal Indonesia, Youthmanual.[33] Peretas mengatakan telah mencuri 13 juta akun Bukalapak dari 26 juta akun daring di enam situs internet. Bukalapak mengonfirmasi ada upaya serangan dari peretas namun mengklaim tidak ada data pribadi konsumen yang berhasil dicuri.[34][35][36][37]
  • Pada September 2019, Bukalapak menjadi sorotan karena kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan pada ratusan karyawannya.[38] Bukalapak mengkonfirmasi kabar ini meski tak memberikan informasi mengenai berapa banyak karyawannya yang terkena dampak restrukturisasi.[39]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Bukalapak.com Site Info". Alexa Internet. Amazon.com. Diakses tanggal September 09, 2020. 
  2. ^ Putri, Liviani (23 July 2018). "Achmad Zaky Founded Bukalapak to Improve Small Businesses". Prestige. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 March 2019. Diakses tanggal 28 March 2019. 
  3. ^ "Indonesia's Newest Unicorn Eyes Top Slot With Help From Kiosks". Bloomberg LP. September 20, 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 August 2019. Diakses tanggal August 1, 2019. 
  4. ^ "Bukalapak officially becomes Indonesia's fourth unicorn startup". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 March 2019. Diakses tanggal 28 March 2019. 
  5. ^ "Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia". id.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-08. 
  6. ^ "Achmad Zaky – Endeavor Indonesia". endeavorindonesia.org. Diakses tanggal 2019-03-05. 
  7. ^ "Batavia Incubator Resmi diluncurkan, Umumkan Portofolio Pertama Mereka | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-05. 
  8. ^ Batavia Incubator Launches, Invests in Bukalapak.com TechinAsia, 15 Juli 2011
  9. ^ a b Purnomo, Herdaru. "Dari Emtek hingga Alibaba, Ini Investor di Balik Bukalapak! - Halaman 3". tech. Diakses tanggal 2019-10-21. 
  10. ^ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-05. 
  11. ^ Identifying and funding the next big startups from Southeast Asia Singapore based investor Takeshi Ebihara
  12. ^ "BukaLapak Peroleh Pendanaan Seri B dari Anak Perusahaan Grup EMTEK | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-21. 
  13. ^ "Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia". id.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-21. 
  14. ^ GREE Ventures reveals more on investment strategy with Bukalapak’s funding E27, 11 September 2012
  15. ^ "Bukalapak Kantongi Pendanaan Baru 706 Miliar Rupiah dari Mirae Asset dan Naver Corp | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-21. 
  16. ^ Media, Kompas Cyber. "Bukalapak Dapat Suntikan Dana dari Perusahaan Korea Selatan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-10-21. 
  17. ^ "Fajrin Ungkap Fokus Bukalapak Pasca Disuntik Modal Investor Korea - Katadata News". katadata.co.id. 2019-10-07. Diakses tanggal 2019-10-21. 
  18. ^ "EKSPANSI PERUSAHAAN RINTISAN : Bukalapak Akuisisi Prelo | Sumatra Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-10-21. 
  19. ^ BeritaSatu.com. "Empat Tokoh Raih Achmad Bakrie Awards". beritasatu.com. Diakses tanggal 2019-03-25. 
  20. ^ Triwijanarko, Ramadhan (2018-09-03). "Masih Ingat Kampanye Nego Cincai Bukalapak? Seperti Ini Kisahnya". Marketeers - Majalah Bisnis & Marketing Online - Marketeers.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-08. 
  21. ^ Liputan6.com (2017-12-11). "Video Kampanye Bukalapak Sabet 3 Piala Citra Pariwara 2017". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-09-08. 
  22. ^ Liputan6.com (2017-12-11). "Video Kampanye Bukalapak Sabet 3 Piala Citra Pariwara 2017". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-09-08. 
  23. ^ "Bukalapak Raih Penghargaan Tangrams Awards". SWA.co.id (dalam bahasa Inggris). 2017-10-09. Diakses tanggal 2019-03-25. 
  24. ^ "Achmad Zaky Bukalapak Jadi Tokoh Wirausaha Teknologi & Digital versi EY | Teknologi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-03-25. 
  25. ^ "Winners | PR Awards 2017 Southeast Asia". Diakses tanggal 2019-03-25. 
  26. ^ Jul 2016, Jeko I. R. 21; Wib, 18:03. "Bukalapak Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Jokowi". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-03-25. 
  27. ^ Silaban, Martha Warta (2019-02-15). "Uninstall Bukalapak, Muncul Viral LupaBapak, TutupLapak..." Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-02. 
  28. ^ Prabowo, Haris. "Uninstall Bukalapak: Wajah Brutal Masyarakat dan Politikus". tirto.id. Diakses tanggal 2019-03-02. 
  29. ^ a b "Tagar Uninstall Bukalapak dan cuitan Achmad Zaky: Berapa sebenarnya anggaran litbang Indonesia?" (dalam bahasa Inggris). 2019-02-15. Diakses tanggal 2019-03-02. 
  30. ^ Sidik, Syahrizal. "Dari Uninstall Bukalapak sampai Berakhir di Uninstall Jokowi". news (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-02. 
  31. ^ Prasetia, Andhika. "Jokowi: Stop Uninstall Bukalapak". detiknews. Diakses tanggal 2019-03-02. 
  32. ^ Media, Kompas Cyber. "Jokowi: Stop "Uninstall" Bukalapak!". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-03-02. 
  33. ^ Media, Kompas Cyber. "Bukalapak Bantah Jutaan Akun Penggunanya Dicuri Hacker". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-10-21. 
  34. ^ Purnomo, Herdaru. "Wah! Hacker Klaim Retas 13 Juta Akun Bukalapak, Benarkah?". fintech (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-22. 
  35. ^ Afifa, Laila (2019-06-28). "Bukalapak Sets Strategies to Achieve Decacorn Status". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-22. 
  36. ^ Post, The Jakarta. "Bukalapak says hackers failed to steal users' personal data". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-22. 
  37. ^ "Klaim Hacker Pakistan Curi Data Jutaan Akun, Bukalapak Akui Pernah Diserang". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-07-22. 
  38. ^ Redaksi. "Bukalapak PHK Seratus Karyawan & Rencana Ubah Rugi ke Profit". tech. Diakses tanggal 2019-10-21. 
  39. ^ Putri, Virgina Maulita. "Bukalapak PHK Karyawan, Ini 6 Fakta di Baliknya". detikinet. Diakses tanggal 2019-10-21. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]