GoTo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
GoTo
Perseroan terbatas terbuka
Kode emitenIDX: GOTO
IndustriTeknologi informasi
Didirikan10 Desember 2015 (sebagai PT Aplikasi Karya Anak Bangsa)
17 Mei 2021 (merger Gojek dan Tokopedia)
9 November 2021 (sebagai PT GoTo Gojek Tokopedia)[1]
Pendiri
Kantor
pusat
,
Tokoh
kunci
  • Garibaldi Thohir (Presiden Komisaris)
  • Wishnutama (Komisaris)
  • William Tanuwijaya (Komisaris)
  • Patrick Cao (Presiden)
  • Andre Soelistyo (Presiden Direktur/CEO)
  • Jacky Lo (Direktur Keuangan/CFO)
  • Melissa Siska Juminto (Direktur/CHRO)
  • Pablo Malay (CCO)
  • Amaresh Mohan (CRO)
  • Kevin Aluwi (Direktur)[2]
  • Catherine Sutjahyo (Direktur)
Produk
DivisiGoTo Financial
Situs webwww.gotocompany.com

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (ditulis GoTo) adalah perusahaan ekosistem digital berbasis teknologi Indonesia, yang dibentuk sebagai penggabungan antara Gojek dan Tokopedia. Berbasis di Jakarta, GoTo adalah salah satu dari lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp452 triliun per 11 April 2022.[3] GoTo memiliki tiga lini bisnis utama, yaitu layanan atas permintaan (on-demand service), perdagangan elektronik/e-dagang (e-commerce), dan teknologi finansial (financial technology).

GoTo bermula sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi daring, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, yang menggunakan jenama Gojek. Perusahaan kemudian berubah nama menjadi GoTo setelah bergabungnya Tokopedia, salah satu lokapasar daring terbesar di Indonesia, pada tahun 2021. GoTo menawarkan layanan-layanan seperti transportasi roda dua (GoRide), roda empat (GoCar), layanan logistik on-demand (GoSend), lokapasar (Tokopedia), hingga pembayaran digital (GoPay).

Pada tahun 2022, GoTo menjadi dekakorn pertama yang menjadi perusahaan terbuka di bursa efek kawasan Asia Tenggara,[4] dengan nilai penawaran umum sebesar Rp15,8 triliun (sekitar US$1,1 miliar),[5] yang menjadikan IPO GoTo terbesar di Indonesia, ketiga di Asia, dan kelima di dunia, pada periode Januari-April 2022.[6]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

GoTo berawal dari perusahaan-perusahaan penyedia layanan berbasis digital asal Indonesia.

Gojek[sunting | sunting sumber]

Gojek berdiri pada tahun 2010 dalam bentuk pusat panggilan (call center) bagi pengemudi ojek roda dua di Jakarta, yang pada mulanya menangani 20 pengemudi ojek.[7] Dari pusat panggilan, Gojek kemudian beralih ke dalam bentuk aplikasi telepon pintar berbasis iOS dan Android, pada tahun 2015. Pada tahun yang sama, Gojek mulai mendapatkan dukungan pendanaan Seri A dari investor.[7] Pendanaan ini diterima dari NSI Ventures.[8] Gojek berada di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, yang didirikan badan hukumnya pada 10 Desember 2015 dan saat itu sahamnya dikuasai Nadiem Makarim (20,05%, sebagai pendiri) dan sejumlah investor, seperti Sequoia Capital, NTH Gemma Inc. dan NSI Moto Holdings Ltd.[1]

Pada tahun 2016, setelah menerima pendanaan dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Market,[9] Gojek resmi menjadi perusahaan unikorn pertama di Indonesia, yaitu perusahan rintisan dengan valuasi sekurang-kurangnya AS$1 miliar. Dalam periode ini Gojek mengalami pertumbuhan yang pesat, dengan jumlah pesanan yang mencapai lebih dari 300.000 pesanan per hari.[7]

Tokopedia[sunting | sunting sumber]

Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 17 Agustus 2009, sebagai lokapasar antarkonsumen (customer-to-customer marketplace). Setelah memulai bisnis lokapasarnya, Tokopedia kemudian mengembangkan berbagai layanan lainnya, termasuk di antaranya produk teknologi finansial pada tahun 2016, serta layanan gudang pintar bernama TokoCabang (kemudian berubah menjadi Dilayani Tokopedia), yaitu pusat pemenuhan (fulfillment center) untuk membantu pemrosesan transaksi lebih cepat dan dekat.

Pendanaan awal Tokopedia didapatkan dari Indonusa Dwitama pada tahun 2009, dilanjutkan dengan sejumlah pemodal ventura lainnya seperti East Ventures (2010),[10] Cyber Agent Ventures (2011),[11] Netprice (2012),[12] dan SoftBank Ventures Korea (2013).[13] Pada tahun 2014, Tokopedia menjadi perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara yang menerima investasi sebesar US$100 juta dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc (SIMI).[14][15]

Pada tahun 2017, Tokopedia menerima investasi sebesar US$1,1 miliar dari Alibaba yang merupakan raksasa e-dagang asal Tiongkok.[16] Pada Desember 2018, Tokopedia kembali mengumumkan telah berhasil mendapat pendanaan senilai US$1,1 miliar dari sejumlah investor. Seri pendanaan tersebut dipimpin SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group.[17] Valuasi Tokopedia setelah mendapatkan seri pendanaan ini diperkirakan mencapai US$7 miliar.[18]

Penggabungan Gojek dan Tokopedia[sunting | sunting sumber]

Pada 17 Mei 2021, Tokopedia dan Gojek mengumumkan resmi menggabungkan diri dan membentuk GoTo.[19] Selain menjadi singkatan dari nama kedua perusahaan, nama GoTo juga berasal dari kata "gotong royong".[20] Dalam proses merger ini, sebenarnya PT Tokopedia diakuisisi menjadi anak usaha perusahaan Gojek (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa). PT Aplikasi Karya Anak Bangsa kemudian mengganti namanya menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia. Komposisi kepemilikan saham saat itu (bahkan sebelum merger) dikuasai oleh banyak pemilik, dalam saham tipe A-Z yang masing-masing kurang dari 10%.[1]

Setelah Gojek dan Tokopedia bersatu, gabungan perusahaan tersebut diklaim memberikan dampak sekitar 2% kontribusi ke PDB Indonesia.[21]

Perusahaan Terbuka[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 15 Maret 2022, melalui paparan publik, GoTo mengumumkan rencananya untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). GoTo memaparkan rencana penghimpunan dana sebesar Rp15,2 triliun (setara US$1,1 miliar), sehingga berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal di Indonesia.[22]

Pada tanggal 11 April 2022, perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui proses IPO dengan melepas 3,43% sahamnya ke publik dengan harga penawaran Rp338. IPO ini berhasil meraup dana Rp15,8 triliun.[23][24]

Produk dan Jasa[sunting | sunting sumber]

GoTo adalah perusahaan digital yang menawarkan produk dan jasa yang dibagi dalam tiga kategori utama, yaitu layanan atas permintaan (on-demand service), perdagangan elektronik/e-dagang (e-commerce), dan teknologi finansial (financial technology).

On-Demand Services[sunting | sunting sumber]

GoTo menawarkan layanan on-demand melalui Gojek, salah satu platform on-demand terbesar di Indonesia. Layanan yang ditawarkan oleh Gojek meliputi:

  • Layanan mobilitas: transportasi yang dapat dipesan melalui aplikasi Gojek. Layanan mobilitas tersedia dalam bentuk roda dua (dengan jenama GoRide), roda empat (GoCar), dan kerja sama dengan perusahaan taksi BlueBird (GoTaxi).
  • Layanan pesan antar makanan: layanan untuk memesan makanan dan minuman dari restoran mitra, melalui GoFood. Selain itu, terdapat pula layanan pesan antar untuk kebutuhan sehari-hari (GoMart), dan layanan dapur bersama (cloud kitchen).
  • Logistik: layanan pengiriman barang on-demand dengan menggunakan kendaraan roda dua dan berbagai jenis roda empat. Layanan logistik on-demand roda dua dan roda empat menggunakan jenama GoSend, dan layanan mobil boks dengan nama GoBox.

E-Commerce[sunting | sunting sumber]

GoTo menawarkan layanan e-commerce melalui Tokopedia. Tokopedia mengklaim telah menjangkau 99% kota di seluruh Indonesia, dengan 865 juta produk terdaftar, dan sekitar 12 juta penjual terdaftar.[25] Layanan yang ditawarkan Tokopedia meliputi:

  • Lokapasar (marketplace): menghubungkan para mitra pedagang dengan konsumen.
  • Toko resmi (official store): diluncurkan sebagai fasilitas bisnis-ke-konsumen (business-to-consumer) berupa perusahaan-perusahaan nasional dan internasional.
  • Dagang instan (instant commerce): melalui nama Tokopedia NOW!, layanan belanja kebutuhan sehari-hari yang dikirimkan dalam waktu kurang dari dua jam.
  • Logistik dan pemenuhan: menyediakan pilihan produk dan layanan yang tersedia paling dekat untuk konsumen, mendukung pengiriman yang cepat dan murah.

Financial Technology[sunting | sunting sumber]

GoTo menawarkan layanan financial technology melalui GoTo Financial. Layanan yang ditawarkan GoTo Financial mencakup:

  • Pembayaran bagi konsumen (consumer payments): dengan nama GoPay, layanan ini menyediakan opsi pembayaran bagi konsumen untuk berbagai transaksi, baik di dalam ekosistem GoTo (misalnya untuk pembelanjaan di Tokopedia atau Gojek), serta di gerai luring.
  • Layanan keuangan: berbagai layanan keuangan nonbank untuk konsumen, termasuk GoPayLater Akhir Bulan dan GoModal.
  • Solusi bisnis: layanan point of sale atau pengelolaan transaksi melalui Moka dan GoBiz.

Anak perusahaan[sunting | sunting sumber]

  • PT Dompet Karya Anak Bangsa (GoTo Financial)
    • PT Dompet Anak Bangsa (Gopay)
      • PT MVCommerce (Ponselpay)
    • PT Multi Adiprakarsa Manunggal (Spots)
    • PT Midtrans
    • Moka Technology Solutions Pte Ltd
    • PT Gofin Karya Anak Bangsa
      • PT Rekan Usaha Mikro Anda (Mapan)
      • PT Mapan Global Reksa (Findaya)
      • Gofin Labs India Pte Ltd
      • Coins.ph Pte Ltd
      • PT Multifinance Anak Bangsa
    • PT Moka Teknologi Indonesia (Moka)
    • Velox Pay Southeast Asia Holdings Pte Ltd
      • Velox Pay Singapore Pte Ltd
      • Lotus Pay Joint Stock Company
        • WePay Payment Service Co Ltd
    • PT Bank Jago Tbk (22.16%)
  • PT Paket Anak Bangsa (Gosend)
  • PT Produksi Kreatif Anak Bangsa (Gostudio)
    • PT Digital Karya Anak Bangsa (Goplay)
    • PT Liveme Broadcast Indonesia (liveme)
  • PT Global Loket Sejahtera (Gotix)
  • PT Lintas Promosi Global (Promogo)
  • PT Solusi Arta Anak Bangsa
  • Gojek Singapore Pte Ltd
  • Velox Technology Holdings Pte Ltd
  • Velox Southeast Asia Holdings Pte Ltd
    • Goviet Technology Tradinh Joint Stock Company
    • Gosend Co Ltd
    • Gocar Technology Company
    • Velox Digital Singapore Pte Ltd
  • PT Tokopedia
    • Tokopedia Pte Ltd
    • PT Semangat Logistik Andalan
    • PT Satria Abadi Terpadu

PT Swift Enabler Solutions

    • PT Swift Logistics Solutions
    • PT Swift Shipment Solutions
    • Bintang Kecil Pte Ltd
      • Bridestory Pte Ltd
        • PT Cerita Bahagia
    • PT Semangat Gotong Royong (Dhanapala)
    • PT Semangat Digital Bangsa
  • GoProducts Engineering India LLP
  • PT Semangat Bambu Runcing
  • PT Jaya Data Semesta
  • PT Gojek Indonesia (Gojek)
    • LaunchYard Technologies Pvt Ltd (AirCTO)
    • CodeIgnition Software Solutions Pvt Ltd
    • C42 Engineering India Pvt. Ltd.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk meraih penghargaan Kategori Industri Jasa Teknologi Digital dalam acara Indonesia Most Acclaimed Company 2022 with Outstanding Provision Multi-Service Ecosystem Through Digital Platform.[26]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

GoTo digugat oleh PT Terbit Financial Technology lantaran kemiripan merek dagang.[27] PT Terbit Financial Technology mengaku merugi akibat nama mereka dipakai.[28] Namun, pihak GoTo menuduh gugatan yang dilayangkan PT Terbit Financial Technology tidak berasalan, karena PT Terbit Financial Technology dinilai tidak aktif menggunakan dan memanfaatkan merek GoTo.[29]

Pasca-IPO, harga saham GoTo sempat melorot hingga Rp 194/lembar. Hal ini membuat Telkom Indonesia, yang lewat anak usahanya Telkomsel dulu menyuntikkan investasi Rp 6,3 triliun ke perusahaan ini, mencatatkan unrealized loss yang mencapai Rp 881 miliar. Walaupun Telkom membantah kerugian, mengklaim sudah meraih untung Rp 2,5 triliun[30] dan menyebut banyak peluang dalam investasi dan kerjasama bersama GoTo, namun tidak sedikit analis dan politisi yang menafsirkan adanya konflik kepentingan dalam investasi tersebut, antara Menteri BUMN Erick Thohir dan saudaranya Garibaldi Thohir yang memegang sejumlah saham di GoTo.[31][32]

Hal ini kemudian menjadi perhatian sejumlah pihak, seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat.[33] Meskipun demikian, ada yang berpendapat, campur tangannya DPR dalam polemik GoTo tidak lebih dari upaya mempolitisir kasus ini.[34] Selain itu, sampai dengan saat ini, kapitalisasi pasar dari saham GoTo sudah mencapai Rp 455 triliun lebih menyalip saham Telkom. Hal itu membuat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berada di posisi ketiga sebagai perusahaan berkapitalisasi pasar terbesar di BEI.[35]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Prospektus GOTO 2021
  2. ^ "Akhirnya Resmi Merger, Gojek dan Tokopedia Jadi GoTo". ItWorks (dalam bahasa Inggris). 2021-05-17. Diakses tanggal 2021-06-09. 
  3. ^ idxchannel. "Cermati 10 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di BEI, GOTO Masuk Empat Besar". https://www.idxchannel.com/. Diakses tanggal 2022-08-11.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  4. ^ Rahadian, Lalu. "BEI Pamer GoTo Jadi Decacorn yang Pertama Listing di ASEAN". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2022-08-11. 
  5. ^ GoTo Gojek Tokopedia (2022-04-11). "GoTo Resmi Menjadi Perusahaan Tercatat di Bursa Efek Indonesia". GoTo. Diakses tanggal 2022-08-11. 
  6. ^ Liputan6.com (2022-04-11). "GoTo Resmi Listing di BEI, Catatkan IPO Terbesar Ketiga di Asia pada 2022". liputan6.com. Diakses tanggal 2022-08-11. 
  7. ^ a b c "Tentang". www.gojek.com. Diakses tanggal 2022-03-21. 
  8. ^ Liputan6.com (2018-02-13). "Seluk Beluk Perjalanan Go-Jek Menjadi Startup Unicorn". liputan6.com. Diakses tanggal 2022-03-21. 
  9. ^ "KKR, Warburg Pincus, Farallon and Capital Group Private Markets Make Substantial Investment in GO-JEK, Indonesia's Leading On-Demand Mobile Platform". www.businesswire.com (dalam bahasa Inggris). 2016-08-04. Diakses tanggal 2022-03-21. 
  10. ^ "Tokopedia Terima Dana Investasi dari East Ventures | DailySocial". web.archive.org. 2010-11-20. Diakses tanggal 2022-08-11. 
  11. ^ "Tokopedia Dapatkan Pendanaan dari CyberAgent Ventures Jepang, Sekarang Dinilai Seharga US$7 juta | DailySocial.id". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-11. 
  12. ^ "Tokopedia Dapatkan Investasi Baru dari Perusahaan Asal Jepang Netprice | DailySocial.id". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-11. 
  13. ^ Media, Kompas Cyber (2013-06-12). "Tokopedia Dapat Suntikan Dana dari Softbank Korea". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-08-11. 
  14. ^ Mac, Ryan. "SoftBank And Sequoia Capital Make First Investment In Indonesia With $100 Million Into Tokopedia". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-11. 
  15. ^ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-11. 
  16. ^ Liputan6.com (2017-08-17). "Alibaba Suntik Rp 14,7 Triliun ke Tokopedia". liputan6.com. Diakses tanggal 2022-08-11. 
  17. ^ "Tech in Asia Indonesia - Menghubungkan Ekosistem Startup Indonesia". id.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-11. 
  18. ^ "Tech in Asia Indonesia - Menghubungkan Ekosistem Startup Indonesia". id.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-11. 
  19. ^ Laucereno, Sylke Febrina. "Gojek-Tokopedia Merger, Ini Jajaran Direksinya". detikfinance. Diakses tanggal 2021-05-17. 
  20. ^ Tim. "Asal-usul Nama Goto, Hasil Gojek-Tokopedia Merger". detikinet. Diakses tanggal 2021-05-17. 
  21. ^ "GoTo: Go Far, Go Together". www.gotocompany.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-09. 
  22. ^ GoTo Gojek Tokopedia (2022-03-15). "GoTo Umumkan Penawaran Umum Perdana Saham di Bursa Efek Indonesia". GoTo. Diakses tanggal 2022-08-11. 
  23. ^ Lepas 3,43 Persen Saham, Gojek Tokopedia (GOTO) Incar Rp13,7 Triliun dari IPO
  24. ^ Resmi IPO di Tengah Gejolak Pasar Global, IPO GOTO Masih Menarik Bagi Investor
  25. ^ Tokopedia. "Beranda". Tokopedia. Diakses tanggal 2022-08-11. 
  26. ^ Genpi, YASSERINA (23 Mei 2022). "Berinovasi di Bidang Digital, 103 Perusahaan Raih Penghargaan". Genpi.co. Diakses tanggal 23 Mei 2022. 
  27. ^ Ramai Sengeketa...
  28. ^ Digugat karena merek...
  29. ^ Goto hadapi masalah...
  30. ^ Kronologi Perjalanan Investasi Telkom di GoTo, Untung atau Buntung
  31. ^ Gaduh Konflik Kepentingan Anak Usaha Telkom Borong Saham GOTO, Lahirkan Distrust
  32. ^ Polemik Investasi Telkom di GOTO
  33. ^ Ditanya Panja DPR, Begini Perjalanan Investasi Telkom di GoTo
  34. ^ Ekonom: Kegaduhan Investasi Telkomsel di GoTo Lebih Banyak Nuansa Politik
  35. ^ Market Cap GOTO Rp455 Triliun, Selisih Rp50 Triliun dengan Telkom

Pranala luar[sunting | sunting sumber]