Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandar Udara Husein Sastranegara)
Lompat ke: navigasi, cari
Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara
Lanud.png
Lambang Lanud
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Cabang Lambang TNI AU.png TNI Angkatan Udara
Tipe unit Pangkalan Udara Militer
Bagian dari Komando Operasi Angkatan Udara I
Moto "Prayatna Kerta Gegana"
Situs web www.tni-au.mil.id
Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara
IATA: BDO · ICAO: WICC
Informasi
Jenis bandara Publik/Militer
Pemilik Indonesia
Pengelola PT Angkasa Pura II
Melayani Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Lokasi Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Ketinggian MDPL 2.436 kaki (742 m)
Situs web www.huseinsastranegara-airport.co.id
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
ft m
11/29 7.381 2.250 Aspal

Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di Jalan Pajajaran Nomor. 156, kelurahan Husen Sastranegara, kecamatan Cicendo, kota Bandung (ibu kota provinsi Jawa Barat).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pesawat bomber Martin B-10 milik Angkatan Udara Tentara Kerajaan Hindia Belanda di Lapangan Terbang Andir (1937)

Pada awalnya Bandar Udara Husein Sastranegara merupakan sebuah peninggalan Pemerintah Hindia Belanda dengan sebutan Lapangan Terbang Andir, yaitu suatu nama lokasi di mana lapangan terbang tersebut berada. Nama Husein Sastranegara diambil dari nama seorang pilot militer AURI yang telah gugur pada saat latihan terbang di Yogyakarta tangal 26 September 1946. Pada masa penjajahan Jepang daerah tersebut dijadikan basis Pasukan Udara Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.[1]

Pada tahun 1920 Belanda mendirikan sebuah lapangan terbang yang diberi nama Lucthvaart Aflending atau Vliegveld Andir. Setelah tahun 1942, lapangan terbang tersebut kemudian di ambil alih oleh Jepang sampai tahun 1945. Ketika Indonesia telah merdeka, keadaan lapangan udara pada saat itu sempat mengalami keadaan vakum dari tahun 1945 hingga tahun 1949. Setelah itu, lapangan terbang tersebut di ambil alih oleh AURI sebagai pangkalan militer pada tahun 1969 sampai 1973. Sampai akhirnya tahun 1973 lapangan terbang tersebut boleh dipergunakan untuk penerbangan komersial.[1]

Pada tahun 1974 mulai dilakukan kegiatan pelayanan lalu lintas dan angkutan udara komersial secara resmi yaitu dengan berdirinya kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan nama Stasiun Udara Husein sastranegara Bandung untuk kepentingan kegiatan penerbangan komersial sipil. Selanjutnya pada tahun 1983 berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 68/HK 207/PHB-83 tanggal 19 Februari 1983, klasifikasi Pelabuhan Udara ditingkatkan dari kelas III mejadi kelas II. Pada Tahun 1994 dilaksanakan Pengalihan Pengelolaan Bandar Udara dari Departemen Perhubungan kepada PT. Angkasa Pura II sesuai PP RI Nomor 26 Thn 1994 tanggal 30 Agustus 1994 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara RI ke dalam Modal sahan PT. Angkasa Pura II.[1]

Maskapai Penerbangan[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan 
AirAsia Johor Bahru, Kuala Lumpur—Internasional
Batik Air Denpasar/Bali, Palembang
Citilink Balikpapan, Batam, Denpasar/Bali, Makassar, Medan, Palembang, Pekanbaru, Surabaya
Express Air Bandar Lampung, Jambi, Padang, Palembang, Pontianak
Garuda Indonesia Denpasar/Bali, Surabaya
Indonesia AirAsia Denpasar/Bali, Kuala Lumpur—Internasional, Singapura
Kal Star Aviation Semarang
Lion Air Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Denpasar/Bali, Makassar, Manado, Medan, Surabaya, Yogyakarta
Malindo Air Kuala Lumpur—Internasional
NAM Air Surabaya
SilkAir Singapura
Susi Air Cilacap
Wings Air Bandar Lampung, Semarang, Surakarta/Solo, Yogyakarta

Transportasi Darat[sunting | sunting sumber]

Taksi[sunting | sunting sumber]

Taksi Primkopau Husein Sastranegara memberlakukan tarif tetap ke berbagai macam tujuan di kota Bandung dan daerah sekitarnya termasuk Cimahi. Berbeda dengan bandara lainnya di Indonesia, hanya Taksi Primkopau Husein Sastranegara yang diperbolehkan untuk mengantarkan penumpang. Tiket taksi dapat dibeli di loket di pintu keluar bandara baik domestik atau internasional. Bagaimana pun juga, seluruh taksi diperbolehkan untuk mengantarkan penumpang menuju bandara.

Angkutan kota[sunting | sunting sumber]

Angkutan kota yang dikenal juga dengan angkot , tersedia setiap saat menuju ke terminal umum. Angkot merupakan alternatif transportasi paling ekonomis. Angkutan kota (angkot) yang melintasi kawasan Husein Sastranegara ini menuju ke Terminal Cicaheum, Ciroyom, Cibeureum dan Cijerah.

Angkot dari bandara ini sangat mudah didapat karena lokasi bandara yang sangat dekat dengan pusat kota. Bahkan dengan berjalan kaki, hanya dibutuhkan waktu 10-menit untuk menuju jalan utama yang terlayani oleh angkot.

Sewa mobil[sunting | sunting sumber]

Bandara ini juga menyediakan sewa mobil dari operator lokal dan internasional meliputi: TRAC, Avis, Thrifty dan Hertz.

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Dengan berjalan dengan jarak 200-meter, anda akan mendapatkan Stasiun Andir.

Referensi[sunting | sunting sumber]