Lompat ke isi

Museum Sri Baduga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Museum Sri Baduga
ᮙᮥᮞᮦᮅᮙ᮪ ᮞᮢᮤᮘᮓᮥᮌ
Museum Sri Baduga
PetaKoordinat: 6°56′27″S 107°36′24″E / 6.94083°S 107.60667°E / -6.94083; 107.60667
Didirikan1974
LokasiJl. BKR. No 185, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia[1]
Akses transportasi umumTrans Metro Bandung: Koridor 4 (Tegallega)
Prangko Museum Sri Baduga, Bandung

Museum Sri Baduga merupakan sebuah museum yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat.[2] Arsitektur museum ini dirancang menyerupai rumah panggung dengan suhunan panjang yang mencerminkan rumah khas Jawa Barat.[3][4]

Museum ini dikelola oleh pemerintah provinsi Jawa Barat, yang mulai didirikan pada tahun 1974 dengan memanfaatkan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega, yang kemudian diresmikan pada tanggal 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Daoed Joesoef.[5][6][7][8]

Penamaan museum ini diambil dari gelar salah seorang raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja sebagaimana tertulis pada Prasasti Batutulis. Dan kemudian ditetapkan melalui Kepmendikbud nomor 02223/0/1990 tanggal 4 April 1990.[5]

Koleksi di Museum Sri Baduga mencakup 10 klasifikasi,

Geologika

[sunting | sunting sumber]

Benda-benda koleksi yang dipelajari dalam berbagai disiplin ilmu mencakup batuan, mineral, fosil, serta formasi alami lainnya seperti granit dan andesit.[9]

Biologika

[sunting | sunting sumber]

Benda koleksi yang termasuk kategori objek penelitian dalam disiplin ilmu biologi antara lain tengkorak atau rangka manusia, tumbuhan, dan hewan, baik yang berupa fosil maupun yang masih ada.[9]

Etnografika

[sunting | sunting sumber]

Benda koleksi yang menjadi objek penelitian antropologi adalah hasil-hasil budaya atau benda-benda yang menggambarkan identitas suatu etnis.[9]

Arkeologika

[sunting | sunting sumber]

Benda koleksi yang merupakan hasil budaya manusia masa lampau dan menjadi objek penelitian arkeologi meliputi tinggalan budaya dari masa prasejarah hingga masuknya pengaruh Barat.[9]

Historika

[sunting | sunting sumber]

Benda koleksi yang memiliki nilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejarah mencakup kurun waktu sejak masuknya pengaruh Barat hingga masa kini (sejarah modern). Benda-benda ini pernah digunakan dalam peristiwa-peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan organisasi masyarakat, seperti negara, kelompok, atau tokoh tertentu.[9]

Numisamatika/Heraldika

[sunting | sunting sumber]

Numismatika mencakup setiap mata uang atau alat tukar (token) yang sah. Heraldika mencakup setiap tanda jasa, lambang, dan tanda pangkat resmi, termasuk cap atau stempel.[9]

Filologika

[sunting | sunting sumber]

Benda koleksi yang menjadi objek penelitian filologi berupa naskah kuno yang ditulis tangan dan menguraikan berbagai hal atau peristiwa.[9]

Keramologika

[sunting | sunting sumber]

Benda koleksi yang terbuat dari bahan tanah liat yang dibakar berupa barang pecah belah.[9]

Seni Rupa

[sunting | sunting sumber]

Benda koleksi yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui objek-objek dua atau tiga dimensi.[9]

Teknologika

[sunting | sunting sumber]

Setiap benda atau kumpulan benda yang mencerminkan perkembangan teknologi dari tradisional hingga modern.[9]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Astanaanyar". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 30 Mei 2025. ;
  2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (25 Desember 2023). "Daftar Museum di Kota Bandung". Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung. Diakses tanggal 3 Juni 2025.
  3. Bandung, Website Resmi Kota. "Museum Sri Baduga: Asyiknya Mengenal Budaya Sunda". https://www.bandung.go.id. Diakses tanggal 2024-05-20.
  4. Suwandi, Suyartono (2024-03-06). Hidayah Di Jawa Barat, Bogor Dan Saya. Nas Media Pustaka. hlm. 130–133. ISBN 978-623-155-554-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 "Museum Negeri Provinsi Jawa Barat Sri Baduga - Sistem Registrasi Nasional Museum". Sistem Registrasi Nasional Museum Kemdikbud (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-20.
  6. Aksan, Hermawan (2024-06-04). Pendidikan Budaya & Karakter Bangsa 3: Demokratis, Gotong Royong hingga Cinta Tanah Air. Nuansa Cendekia. hlm. 77. ISBN 978-602-350-848-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Suganda, Her (2011). Wisata Parijs van Java: sejarah, peradaban, seni, kuliner, dan belanja. Penerbit Buku Kompas. hlm. 83–84. ISBN 978-979-709-537-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. Asiarto, Luthfi; Ramdhan, Agus (1999-01-01). Perkembangan Permuseuman di Indonesia dari Pelita I-VI. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
  9. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat". sribaduga.jabarprov.go.id. Diakses tanggal 2024-05-20.