Pemilihan umum Wali Kota Padang 2013

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Pemilihan umum Wali Kota Padang 2013
Bendera Indonesia
2008 ←
30 Oktober 2013
dan 5 Maret 2014
→ 2018

  Mahyeldi Padang.png Desri Ayunda (cropped).jpg
Calon Mahyeldi Ansharullah Desri Ayunda
Partai PKS Independen
Pendamping Emzalmi James Hellyward
Suara rakyat 148.864 147.168
Persentase 50,29% 49,71%

Lokasi Sumatera Barat Kota Padang.svg

Letak Kota Padang di provinsi Sumatera Barat

Wali kota dan wakil wali kota petahana

Fauzi Bahar dan Mahyeldi Ansharullah
PAN

Wali kota dan wakil wali kota terpilih

Mahyeldi Ansharullah dan Emzalmi
PKS

Pemilihan umum Wali Kota Padang 2013 (selanjutnya disebut Pilkada Kota Padang) akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2013 dan 5 Maret 2014 untuk menentukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang periode 2014–2019.[1][2] Ini merupakan pemilihan kepada daerah kedua di Padang yang dilakukan secara langsung menggunakan sistem pencoblosan. Wali kota terpilih sedianya akan dilantik pada 18 Februari 2014, menggantikan Fauzi Bahar yang telah menjabat selama dua periode sejak tahun 2004.[3]

Pilkada Kota Padang sedianya dijadwalkan pada tanggal 23 Oktober, tetapi diundur atas usulan DPRD setempat mengingat pada tanggal tersebut warga Padang yang akan menunaikan ibadah haji masih berada di Mekkah.[2] Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), pilkada ini akan menjadi pemilihan kepala daerah terakhir di Indonesia jelang pemilihan umum legislatif 2014 mendatang.[2][4]

KPU Padang telah menetapkan pasangan calon yang akan bersaing pada tanggal 28 Agustus, disusul pengundian nomor urut kandidat pada tanggal 1 September.[5]

Kandidat[sunting | sunting sumber]

Rapat pleno penetapan nomor urut peserta Pilwako Padang 2018

Berdasarkan data KPU, pemilihan umum Wali Kota Padang tercatat sebagai pemilihan kepala daerah dengan calon independen terbanyak di Indonesia.[6] Dari 10 pasang calon, tujuh di antaranya maju lewat jalur independen dan sisanya diusung oleh koalisi partai politik. Mereka akan memperebutkan 580 ribu suara warga Kota Padang pada 30 Oktober 2013. Sebelumnya, ada sekitar 20-an nama yang digadang-gadangkan maju sebagai wali kota.[1][7][8][9]

Pengundian nomor urut 10 calon wali kota dan wakil wali kota diadakan pada 1 September 2013 di Kantor KPUD Padang.[10]

Perolehan suara[sunting | sunting sumber]

Kandidat Putaran ke-1 Putaran ke-2
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Emma—Wahyu 25.599 8,17%
Michel—Januardi 48.704 15,56%
Desri—James 59.845 19,11% 147.166 49,71%
Asnawi—Surya 12.626 4,03%
Ibrahim—Nardi 14.845 4,74%
Kandris—Indra 13.762 4,39%
Maigus—Armalis 36.465 11,60%
Indra—Yefri 4.470 1,43%
Syamsuar—Mawardi 4.616 1,47%
Mahyeldi—Emzalmi 92.218 29,4% 148.864 50,29%
100% 100%
Suara sah 313.146 96,77% 296.030 98,60%
Suara tidak sah 10.448 3,23% 4.197 1,40%
100% 100%
Partisipasi pemilih 323.594 57,71% 300.227 53,6%
Pemilih terdaftar 560.723 100% 560.286 100%
Grafik (putaran ke-1)[11]
Emma—Wahyu
  
8.17%
Michel—Januardi
  
15.56%
Desri—James
  
19.11%
Asnawi—Surya
  
4.03%
Ibrahim—Nardi
  
4.74%
Kandris—Indra
  
4.39%
Maigus—Armalis
  
11.60%
Indra—Yefri
  
1.43%
Syamsuar—Mawardi
  
1.47%
Mahyeldi—Emzalmi
  
29.45%
Grafik (putaran ke-2)
Desri—James
  
49.71%
Mahyeldi—Emzalmi
  
50.29%

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]