Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Rumpun Ilmu Kesehatan
Universitas Indonesia
Signature Fakultas Kesehatan Masyarakat UI
Signature FKM UI[1]
Moto Building Healthy Life for Brighter Future[2]
Moto dalam bahasa Indonesia Membangun Hidup Sehat untuk Masa Depan yang Lebih Cerah[2]
Didirikan 1 Juli 1965
Jenis Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum[3]
Dekan dr. Agustin Kusumayati M.Sc Ph.D
Staf akademik 117 (2013)[4]
Jumlah mahasiswa 2542 (2013)[4]
Sarjana 1515 (2013)[4]
Magister 914 (2013)[4]
Doktor 113 (2013)[4]
Lokasi Depok, Jawa Barat, Indonesia
Kampus

Kampus Urban
Alamat

  • Fakultas Kesehatan Masyarakat, Jalan Prof. Dr. Bahder Djohan, Kampus UI Depok
  • Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan, Jalan Prof. Dr. Bahder Djohan, Kampus UI Depok

Luas lahan:

Guru Besar Aktif 28 profesor
Warna Ungu
    
Olahraga Voli, Futsal, Basket, Tenis, Tenis Meja, Catur, Renang
Julukan Kontingen FKM UI
Afiliasi
Situs web http://www.fkm.ui.ac.id/
DEPARTEMEN & KELOMPOK STUDI
Departemen
Kelompok Studi
PUSAT PENELITIAN
Pusat Riset
  • Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan
  • Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan
  • Pusat Kajian Kesehatan Lingkungan dan Industri
  • Pusat Kajian dan Terapan Kesehatan dan Keselataman Kerja
  • Pusat Penelitian Kesehatan
  • Pusat Riset Epidemiologi dan Surveilans
  • Pusat Riset Kesehatan untuk Krisis dan Bencana
Pusat Ventura
  • Pusat Kajian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
  • Pusat Kajian Biostatistika dan Informatika Kesehaan
  • Pusat Kajian Positive Deviance
  • Pusat Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
  • Pusat Penelitian Keluarga Sejahtera
JALUR PENERIMAAN
PROGRAM PENDIDIKAN
SARJANA
(S1)
MAGISTER
(S2)
SIMAK UI
DOKTOR
(S3)
SIMAK UI
MAHASISWA ASING
(S1, S2, S3)
TINGKAT SELEKTIVITAS/KEKETATAN
S1 Kesehatan Masyarakat
(Reg)

SNMPTN

  • 2.53% (2014)[6]
  • 2.4% (2013)[6]
  • 4.29% (2012)[6]

SBMPTN

  • 2.63% (2013) [7]

SIMAK UI

  • 1.62% (2013) [7]
S1 Gizi
(Reg)

SNMPTN

  • 2.22% (2014) [8]
  • 1.73% (2013)[8]
  • 2.95% (2012)[8]

SBMPTN

  • 2.20% (2013) [7]

SIMAK UI

  • 1.22% (2013) [7]
S1 Kesehatan Lingkungan
(Reg)

SNMPTN

  • 2.05% (2014) [9]

SBMPTN

  • Belum ada data/prodi baru dibuka 2014

SIMAK UI

  • Belum ada data/prodi baru dibuka 2014
S1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(Reg)

SNMPTN

  • Belum ada data/prodi baru dibuka 2015

SBMPTN

  • Belum ada data/prodi baru dibuka 2015

SIMAK UI

  • Belum ada data/prodi baru dibuka 2015
Situs Resmi Penerimaan UI

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) merupakan bagian dari kelompok Rumpun Ilmu-Ilmu Kesehatan UI (RIK) Universitas Indonesia dimana pendirian fakultas ini bertujuan untuk mencetak ahli dan profesional kesehatan masyarakat yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saat ini, FKM UI dipimpin oleh Dekan FKM UI dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D dengan masa bakti 2014 - 2017. FKM UI merupakan fakultas kesehatan masyarakat tertua di Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Rintisan FKM UI[sunting | sunting sumber]

Perkembangan awal permulaan berdirinya Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, tidak lepas dari perkembangan ilmu kesehatan masyarakat di Indonesia dan juga sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Awalnya terjadi wabah cacar dan kolera pada jaman kolonial Belanda yang masuk di Indonesia pada tahun 1927 dan tahun 1937. Di sisi lain, terjadinya peningkatan angka kematian bayi di Indonesia sejak tahun 1807. Pemerintahan Belanda pada era Gubernur Jenderal Daendels telah melakukan upaya-upaya kesehatan untuk menekan angka kematian bayi salah satunya pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan, akan tetapi upaya ini tidak berlangsung lama karena langkanya tenaga pelatih kebidanan.[10] Kemudian, tahun 1930 dimulai lagi dengan didaftarnya para dukun bayi sebagai penolong dan perawatan persalinan. Selanjutnya baru pada tahun 1952 pada zaman kemerdekaan pelatihan secara cermat dukun bayi tersebut dilaksanakan lagi.

Dokter Bosch, kepala pelayanan kesehatan sipil dan militer dan dr. Bleeker di Indonesia, pada tahun 1851 mendirikan Sekolah Dokter Jawa (Dokter-Djawa School). Kemudian berubah nama menjadi STOVIA (School Tot Oplelding Van Indiche Arsten) pada 1896. Pada tahun 1927, STOVIA berubah menjadi sekolah kedokteran dan akhirnya sejak berdirinya Universitas Indonesia tahun 1947 berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kedua sekolah tersebut mempunyai andil yang sangat besar dalam menghasilkan tenaga medis yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia.

Melihat kenyataan lapangan, dipandang perlu penambahan ilmu dan pengalaman khusus dalam bidang kesehatan masyarakat, termasuk ilmu dan pengalaman dalam pendidikan kesehatan masyarakat (health education). Pada era 1960-an, berdiri Fakultas Kedokteran di beberapa kota besar di Indonesia sedangkan Fakultas Kesehatan Masyarakat belum ada. Sementara itu, Fakultas Kedokteran hanya menghasilkan tenaga-tenaga ahli atau spesialis bidang kedokteran klinik. Pada masa itu, tenaga-tenaga ahli kesehatan masyarakat pada umumnya lulusan luar negeri yang jumlahnya sangat sedikit. Dirasakan benar kekurangan jumlah tenaga ahli kesehatan masyarakat untuk dapat menangani masalah-masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sedangkan dari aspek pembiayaan, pendidikan ke luar negeri dirasakan sebagai beban sangat berat bagi pemerintah Indonesia.

Dalam kaitan itu Dokter Mochtar, Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia (FK UI) mengajukan gagasan mendirikan Fakultas Kesehatan Masyarakat.[11]. Namun, sebelum gagasannya terwujud beliau gugur dalam kecelakaan pesawat terbang pada tanggal 24 Januari 1961.[12] Pada tahun yang sama, penerusnya Dokter Sajono Sumodidjojo, mengambil langkah untuk mewujudkan gagasan tersebut. Beliau mengajukan usulan proyek kepada Rektor Universitas Indonesia yang kala itu dijabat oleh Sjarif Thajeb, Dekan FKUI dan Perwakilan WHO di Indonesia. Selanjutnya, pada akhir tahun 1964 karena desakan kebutuhan yang besar, maka Dokter Sajono mengirim surat kepada Rektor Univesitas Indonesia dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa FKM harus segera didirikan.

FKM UI Tahun 1965 - 1980[sunting | sunting sumber]

Dengan Surat keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 26 tahun 1965 tanggal 26 Februari 1965 diputuskan bahwa Fakultas Kesehatan Masyarakat dibentuk di bawah naungan Universitas Indonesia. Pada tanggal 13 Maret 1965 Panitia Persiapan Pembentukan FKM UI terbentuk yang anggotanya terdiri dari wakil-wakil FK UI, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Departemen Tenaga Kerja. Selanjutnya terbit Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 153/1965 yang memperbaiki SK yang terdahulu nomor 26 tahun 1965 yang menetapkan tanggal berdirinya FKM UI yaitu 1 Juli 1965. Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no.5581/SEKRET/BUP/65 memutuskan dan menunjuk dokter Sajono Sumodidjojo sebagai dekan pertamanya.

Tujuan pembentukan FKMUI pada saat itu adalah : (1) Menghasilkan tenaga kesehatan yang terlatih dalam bidang kesehatan masyarakat untuk pelayanan kesehatan. (2) Menghasilkan tenaga kesehatan yang terlatih dalam bidang kesehatan masyarakat untuk perguruan tinggi. (3) Memberikan pendidikan keahlian dalam bidang kesehatan masyarakat bagi lulusan perguruan tinggi seperti dokter, dokter gigi, dokter hewan, apoteker, insinyur, dan memberikan pendidikan lanjutan bagi tenaga para medis yang telah lulus tingkat akademi, seperti akademi penilik kesehatan, akdemi gizi dan akademi perawat.

Pada permulaannya, penyelanggaraan FKM UI dilakukan bersama-sama dengan Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Pencegahan FKUI karena FKM UI tidak mempunyai sarana pendidikan yang meliputi gedung, tenaga pengajar maupun penunjang administrasi. Saat itu, perkuliahan dilaksanakan Perkuliahan dilaksanakan dalam Gedung Mikrobiologi Kesehatan Masyarakat FK UI di Jalan Pegangsaan Barat 16. Dalam suasana prihatin karena langkanya dana dan tenaga, pimpinan fakultas terus berusaha untuk mengembangkan FKM UI, sehingga mampu berdiri sebagai Fakultas yang dapat menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh dunia kesehatan masyarakat khusunya masyarakat Indonesia yang sedang membangun.

Pada awalnya, program pendidikan FKM UI hanya menerima mahasiswa yang berasal dari bidang kesehatan, yaitu lulusan tingkat fakultas (terdiri dari sarjana medik/dokter) dan tingkat akademi (terdiri dari sarjana muda paramedik berbagai bidang kesehatan seperti: penilik kesehatan/sanitasi, gizi, dan keperawatan). Lama pendidikan bagi kedua kategori mahasiswa tersebut sama yaitu satu tahun dan gelar yang diberikan kepada lulusan pada waktu itu kurang ada ketegasan apakah gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) atau Doktorandus (Drs). Penggunaan gelar Drs ini tidak disalahkan untuk pendidikan yang sifatnya lebih tinggi dari akademi/sarjanan muda. Kemudian, sekitar tahun 1968 atau 1969, ada perubahan dalam lama program pendidikan yaitu bagi mahasiswa yang sarjana muda/paramedik, yang semula satu tahun kini menjadi dua tahun, sedangkan bagi mahasiswa yang berlatar belakang sarjana/dokter tetap satu tahun dengan gelar SKM. Para dosen pada waktu itu lengkap dan berkualitas, baik dari segi pendidikan maupun lapangan kerja. Di antara para dosen itu dapat disebutkan: Prof. Dr. Sajono, Prof. Dr. Bagiastra dan dr. Herman Soesilo (ketiganya almarhum dan memperoleh MPH dalam bidang PH Administration). Kemudian: Prof. Dr. Dradjat Prawiranegara (alm, MPH Nutrition), Prof. dr. Karimuddin (alm, MPH Environment & Occupational Health), Prof. dr. Gambiro (alm, MPH MCH), dr. Budiharsana dan Prof. dr. Widodo Talogo (alm, MPH Epidemiologi), dr. Wiryawan Djojosoegito dan dr. Liem Tjae Lie (alm, MPH Health Education) dan Prof. dr. Gani KS (alm, MPH Statistik).

Untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi FKM dan juga untuk lebih memacu perkembangannya, maka pada tanggal 10 April 1972 Rektor Universitas Indonesia membentuk apa yang dikenal dengan staf inti FKM UI yang terdiri dari : dr. Iwan Sutjahja, MPH (sebagai ketua), dr. Does Sampoerno, MPH (Sekretaris dan empat orang anggota, yaitu : dr. Budi Harsana, MPH, dr. Kusuma Surya Gani, MPH, dr. Sujana Jatiputra, MPH dan dr. Gambiro Prawirosudirdjo, MPH.

Pada sekitar tahun 1971 dengan bantuan WHO dan USAID dibentuk Proyek Pengembangan Tenaga Ahli Pendidikan Kesehatan Masyarakat, atau Health Education Manpower Development Project, yang lebih dikenal dengan Proyek HES. Proyek tersebut selain bermaksud mengadakan tenaga ahli atau spesialis dalam bidang pendidikan kesehatan masyarakat, juga dimaksudkan untuk memperkuat FKM UI. Melalui proyek tersebut direncanakan untuk dihasilkan sebanyak sekitar 60 orang tenaga ahli HE (HES) yang akan ditempatkan di pusat dan di daerah. Separuh dari jumlah HES tersebut akan dididik di berbagai universitas di Amerika, sedangkan separuhnya lagi akan dididik di dalam negeri, yaitu di FKM UI.

Proyek pengembangan tenaga pendidik kesehatan ini berjalan 5 tahun. Setelah melakukan berbagai persiapan, antara lain mengirim tenaga dosen ke luar negeri, mempersiapkan kurikulum, fasilitas, dan sebagainya, maka pada sekitar tahun 1973 FKM UI mulai menyelenggarakan program pendidikan (tingkat manajerial atau magister) tenaga HES ini. Latar belakang calon tenaga HES yang diterima harus sudah sarjana, dokter atau non-dokter, meliputi: sarjana pendidikan, ilmu sosial, psikologi, dan antropologi. Program pendidikan yang disiapkan bagi calon HES itu lamanya antara 1,5 – 2 tahun. Bagi sarjana non kesehatan, lama pendidikan dua tahun ditambah setengah tahun magang di lapangan, sedangkan bagi sarjana/dokter, lama pendidikan satu tahun di FKM UI ditambah setengah tahun magang di lapangan. Magang itu dilakukan bersama dengan mereka yang sarjana non-kesehatan. Di lapangan, ini mereka melakukan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan pendidikan kesehatan dalam program kesehatan di tempat mereka magang.

Dengan bantuan berbagai pihak, antara lain Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (Dirjen Pendidikan Tinggi), Rektor UI, Konsorsium Ilmu Kedokteran, Departemen Kesehatan, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), USAID, CMB, Universitas Hawai, maka pada bulan September 1972 selesailah disusun oleh staf inti Rencana Lima Tahun Pengembangan FKM UI.

Dalam perkembangan selanjutnya dari staf inti ini, dibentuklah 3 macam panitia, yaitu Panitia Akademik Riset dan pelayanan, Panitia Administrasi dan Keuangan, dan Panitia Kemahasiswaan dan Alumni. Dengan terpilih dan ditetapkannya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor. 6345/C/1973 tanggal 14 Februari 1973 dan tersusunnya organisasi yang dianggap memadai pada waktu itu, maka staf intipun dibubarkan. Selain itu usaha-usaha pembangunan gedung FKMUI di Jalan Proklamasi 16 terus dilaksanakan, sehingga akhirnya pada 16 Juni 1973 gedung tersebut diresmikan oleh rektor UI Prof. DR. Ir. Soemantri Brodjonegoro, dan diberi nama Gedung Mochtar, untuk mengenang jasa-jasa pendiri FKM UI.

FKM UI Tahun 1980 - 2000[sunting | sunting sumber]

Pada akhir tahun 1980-an FKM UI mulai menyelenggarakan program pendidikan S1 kesehatan masyarakat bagi lulusan SMA. Ini sehubungan dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan bahwa fakultas adalah institusi pendidikan dengan keharusan menerima mahasiswa lulusan SMA untuk memperoleh gelar sarjana (S1) di samping pendidikan pascasarjana (lanjutan) S2 dan S3. Waktu pendidikan untuk S1 (SKM) adalah 8 semester atau 4 tahun. Pada awal dimulainya pendidikan 4 tahun ini mahasiswa dengan dasar akademi masih ada dan digabung dengan mahasiswa yang 4 tahun pada 2 tahun terakhir. Lambat laun mahasiswa berlatar belakang pendidikan akademi tidak ada. Lulusan dengan gelar SKM ini memperoleh muatan HE dan Promkes terliput dalam perkulihan PH dengan program dasarnya antara lain: Administrasi Kesehatan, Kesehatan lingkungan dan Kesehatan Kerja, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP), Statistik dan kependudukan, Gizi dan Epidemiologi.

Pada sekitar tahun 1994-1995 dengan dukungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Kesehatan dan USAID dibentuk Faculties of Public Health Development Project (Proyek pengembangan Fakultas Kesehatan Masyarakat di Indonesia). Proyek ini adalah Proyek Kerjasama selama 5 tahun dengan tujuannya adalah membentuk 4 (empat) Fakultas Kesehatan Masyarakat di Perguruan Tinggi Negeri baru di Indonesia, yaitu di Universitas Sumatera Utara (FKM USU) di Medan, Universitas Diponegoro (FKM UNDIP) di Semarang, Universitas Airlangga (FKM UNAIR) di Surabaya, dan Universitas Hasanuddin (FKM UNHAS) di Ujungpandang (sekarang Makassar). FKM UI sebagai Fakultas Kesehatan Masyarakat yang paling tua berfungsi sebagai Pembina. Ketua Project Management Unit (PMU) dari kegiatan tersebut adalah Prof. dr Does Sampoerno, MPH.[13]

Dengan proyek tersebut untuk mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di tiap FKM telah diseleksi sejumlah staf pengajar untuk mengikuti pendidikan tingkat S2 maupun S3 baik di luar negeri (USA) maupun diberbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain pengembangan program riset di bidang kesehatan masyarakat dan dukungan hardware, software, kelengkapan perpustakaan melalui proyek tersebut juga dikembangkan pendidikan tenaga ahli kesehatan masyarakat lulusan SMA yang dikenal sebagi program “S1 4 (empat) tahun”. Ini untuk melengkapi program “S1 2 (dua) tahun” yang peserta programnya adalah mereka yang tamat pendidikan tingkat akademi. Dengan demikian Pendidikan Kesehatan Masyarakat di Indonesia berkembang bukan hanya tingkat S1, S2, tetapi juga sampai tingkat Doktor (S3). Proyek berakhir pada tahun 2000/2001.

Pada saat itu, jumlah FKM di PTN di Indonesia sebanyak 5 buah, dan masing-masing telah menerima mahasiswa baru FKM lulusan SMU (yang dimulai tahun 1996 melalui jalur UMPTN) dan setiap FKM menampung antara 50-80 mahasiswa baru setiap tahunnya. Di beberapa FKM juga mulai dengan program pendidikan S2 di bidang Kesehatan Masyarakat. Sesudah proyek selesai 5 FKM membentuk Badan kerjasama FKM di Indonesia yang bertujuan untuk saling memperkuat dan tukar pengalaman demi kemajuan Ahli Kesehatan Masyarakat di Indonesia.

FKM UI Tahun 2000 - Sekarang[sunting | sunting sumber]

Kiprah FKM UI membangun kesehatan masyarakat kian menguat seiring dibutuhkannya tenaga ahli bidang kesehatan masyarakat. FKM UI terus memberi kesempatan bagi lulusan SMA ataupun Diploma 3 Bidang Kesehatan untuk mengenyam pendidikan di institusi pendidikan kesehatan masyarakat tertua di Indonesia. Untuk mewujudkan universitas riset berkelas dunia, penyelenggaraan program Diploma 3 bidang Administrasi Rumah Sakit, Keselamatan & Kesehatan Kerja, Kehumasan Pelayanan Kesehatan, Manajemen Informasi Kesehatan & Rekam Medis, Promosi & Pendidikan Kesehatan, dan Manajemen Pelayanan Rumah Sakit yang diselenggarakan oleh FKM UI kemudian ditutup pada tahun 2004.

Pada program sarjana kesehatan masyarakat, lulusan SMA dinamakan kelas reguler dengan lama studi empat tahun, dan kelas ekstensi yang ditunjukan untuk lulusan Diploma 3 Bidang Kesehatan dengan lama studi 3 tahun. Pada tahun 2008, FKM UI membuka program pendidikan sarjana gizi yang sebelumnya merupakan bagian dalam kelompok peminatan kesehatan masyarakat dengan gelar Sarjana Gizi (S.Gz). Setelahnya, tahun 2014, FKM UI membuka program pendidikan sarjana Kesehatan Lingkungan (S.KL) untuk lulusan SMA, dan tahun 2015 program pendidikan Sarjana Kesehatan dan Keselamatan Kerja (dengan gelar S.KKK) untuk lulusan SMA dibuka untuk memenuhi ahli kesehatan di bidang K3.

Sejalan dengan itu, UI membangun gedung rumpun ilmu kesehatan sejak 2011. Pembangunan gedung rumpun ilmu kesehatan dimaksudkan untuk menyinergikan dan memperkuat kerumpunan ilmu-ilmu kesehatan yang ada di Universitas Indonesia. Selain itu, pendirian rumah sakit pendidikan Universitas Indonesia yang ada di lingkungan kampus UI Depok sebagai sarana praktikum mahasiswa rumpun ilmu kesehatan.

Dekan Fakultas[sunting | sunting sumber]

Dekan FKM UI saat ini dipimpin oleh dr. Agustin Kusumayati M.Sc Ph.D dibantu oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan (Wadek 1) Dr. dr. Sabarinah, M.Sc. dan Wakil Dekan Bidang SDM dan Administrasi Umum (Wadek 2) dr. Asri C. Adisasmita, MP.H., Ph.D dengan masa bakti 2014 - 2017.[14]

Berikut ini adalah daftar dekan UI dari masa ke masa:

No Nama Dekan Asal Departemen Periode Masa Bakti Keterangan Referensi
Tahun Mulai Tahun Selesai
1 Prof. dr. Sajono Sumodidjojo, MPH - - 1965 1970 Dekan pertama [12]
2 Prof. dr. T. Karimuddin, MPH. - - 1970 1973 - [12]
3 dr. Iwan Sutjahja, MPH - - 1973 1976 - [12]
4 Dr. dr. H. Fahmi Dja'fa Saifuddin, MPH Epidemiologi I 1976 1981 - [12]
5 Prof. (Emeritus) dr. Does Sampoerno, MPH Administrasi dan Kebijakan Kesehatan - 1981 1984 - [12]
6 Prof. dr. Alex Papilaya, DTPH Administrasi dan Kebijakan Kesehatan - 1984 1986 - [12]
(4) Dr. dr. H. Fahmi Dja'fa Saifuddin, MPH Epidemiologi II 1986 1991 - [12]
7 dr. Kemal N. Siregar, S.KM, M.A, Ph.D Biostatistika dan Ilmu Kependudukan - 1991 1995 - [12]
8 Prof. dr. Ascobat Gani, MPH, DrPH Administrasi dan Kebijakan Kesehatan I 1995 1997 - [12]
II 1997 2000 - [12]
9 Prof. Dr. dr. Sudarto Ronoatmodjo, SKM, M.Sc Epidemiologi - 2000 2004 - [12]
10 Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany, MPH Administrasi dan Kebijakan Kesehatan - 2004 2008 - [15]
11 Drs. Bambang Wispriyono, Apt., Ph.D Kesehatan Lingkungan - 2008 2012 - [16]
Transisi 2012 2014 diperpanjang (sebagai pejabat dekan) [17]
12 dr. Agustin Kusumayati M.Sc Ph.D Kesehatan Lingkungan - 2014 2017 Masih menjabat [14]

Program Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sarjana (S1)[sunting | sunting sumber]

FKM UI mengelola 4 program studi pada tingkat sarjana yaitu Ilmu Kesehatan Masyarakat, Gizi, Kesehatan Lingkungan, dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Beberapa program studi baru dibuka dalam menjawab tantangan jaman untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program studi baru dibuka yaitu S1 Gizi yang dibuka pertama kali tahun 2008, kemudian Program S1 Kesehatan Lingkungan tahun 2014, dan program S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada 2015.[18] Adapun program sarjana (S1) yang ditawarkan FKM UI:

Ilmu Kesehatan Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Program studi Kesehatan Masyarakat bertujuan menghasilkan sarjana (S1) yang memiliki jati diri dan ciri kompetensi yang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan masyarakat serta mampu mendukung program pembangunan kesehatan di Indonesia melalui kebijakan khususnya di bidang kesehatan masyarakat. Adapun kompetensi lulusan S1 Sarjana Kesehatan Masyarakat:

  • Mampu melakukan kajian dan analisis bidang kesehatan masyarakat (Analysis and Assessment)
  • Memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat (Basic public health sciences)
  • Mampu merencanakan dan mengembangkan kebijakan (Policy development and program planning)
  • Mampu melakukan komunikasi efektif (Communication)
  • Mampu merencanakan dan mengelola sumber dana (Financial planning and management/Resource)
  • Mampu mengidentifikasi determinan sosial budaya (Cultural competency/local wisdom)
  • Mampu melakukan pemberdayaan masyarakat (Community dimensions of practice)
  • Mampu memimpin dan berfikir sistem (Leadership and systems thinking/total system)

S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat memiliki peminatan diantaranya:

  1. Biostatistik
  2. Informatika Kesehatan
  3. Manajemen Informasi Kesehatan
  4. Epidemiologi
  5. Manajemen Asuransi Kesehatan
  6. Manajemen Pelayanan Kesehatan
  7. Manajemen Rumah Sakit
  8. Kesehatan Lingkungan
  9. Kesehatan Reproduksi
  10. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (mulai 2015 berdiri menjadi program studi)
  11. Mutu Layanan Kesehatan
  12. Promosi Kesehatan
  13. Bidan Komunitas (program khusus kerjasama dengan Depkes RI)

Program studi S1 Kesehatan Masyarakat terbagi menjadi kelas reguler dan ekstensi:

  • Kelas reguler merupakan kelas yang diperuntukan lulusan setara SMA yang lulus maksimal 3 (tiga) tahun selepas SMA. Untuk dapat diterima menjadi mahasiswa Program Sarjana Reguler peserta harus mengikuti dan lulus ujian seleksi baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan SIMAK UI
  • Kelas Ekstensi merupakan kelas yang diperuntukan lulusan Program Diploma III bidang kesehatan dimana jalur ujian masuk melalui SIMAK UI Program Ekstensi.

Gizi[sunting | sunting sumber]

Meningkatnya masalah-masalah yang timbul akibat transisi epidemiologi di bidang gizi, pesatnya pertumbuhan industri pangan, jumlah dan tuntutan mutu institusi pelayanan gizi dan makanan disamping peningkatan prevalensi penyakit baik infeksi maupun degeneratif yang berakar pada kurang gizi sejak masa kehamilan, dan timbulnya masalah obesitas sejak usia dini meningkatkan beragam problematika gizi kini dan akan datang sehingga memerlukan penanganan yang profesional.

Untuk dapat mengatasi masalah-masalah gizi kini dan akan datang tersebut, yang berarti juga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia yang masih terpuruk, diperlukan tenaga sarjana gizi yang mampu mengelola program gizi dan kesehatan baik di bidang institusi maupun masyarakat mulai dari perencanaan hingga evaluasi dengan dilandasi pemahaman teoritis yang kuat.

Kebutuhan terhadap sarjana di bidang gizi baik (dari kualitas yang prima maupun kuantitas) terlihat dari kecenderungan peningkatan jumlah peminat bidang studi gizi di FKM UI yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan bahkan menjadi hampir 100% pada tahun 2007 dibanding dengan tahun sebelumnya.

Kompetensi lulusan program pendidikan sarjana gizi adalah:

  • Menguasai dasar dasar ilmiah, substansi dan ketrampilan dalam bidang gizi sehingga mampu mengidentifikasi, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah gizi.
  • Menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan di bidang gizi dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat yang sesuai dengan tata kehidupan bersama
  • Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang gizi sesuai dengan bakatnya dengan berpedoman pada pendidikan sepanjang hayat
  • Membangun kehidupan di masyarakat yang bermoral dan beretika

Program studi S1 Gizi hanya membuka kelas reguler yang diperuntukan untuk lulusan SMA dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru UI.

Kesehatan Lingkungan[sunting | sunting sumber]

FKM UI membuka program studi S1 Kesehatan Lingkungan untuk menyiapkan tenaga ahli di bidang kesehatan lingkungan/sanitarian untuk menjawab tantangan global seperti pemanasan global merupakan penyebab emisi karbon, gas-gas rumah kaca dan bahan pencemar lainnya, yang pada gilirannya mengakibatkan perubahan dan penurunan kualitas lingkungan serta mempengaruhi kesehatan dan kesinambungan kehidupan manusia (Diseases accurrences bounded to ecosystem and culture).

Program studi S1 Gizi hanya membuka kelas reguler yang diperuntukan untuk lulusan SMA dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru UI.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja[sunting | sunting sumber]

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah ilmu dan seni yang mengkaji kejadian penyakit dan cidera pada populasi pekerja. K3 merupakan perpaduan multidisplin ilmu antara ilmu kesehatan, ilmu perilaku, ilmu alam, teknologi, dan lain-lain. Ilmu K3 mengkaji bagaimana seseorang dapat bekerja secara sehat dan selamat melalui pengelolaan resiko (antisipasi, rekognisi, evaluasi, dan pengendalian) di tempat kerja yang berpotensi menyebabkan penyakit dan cidera pada kelompok pekerja.

Program Studi S1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas reguler dan ekstensi.

Magister (S2)[sunting | sunting sumber]

Jenjang S2 adalah program lanjutan bagi lulusan S1. Untuk dapat berkuliah di S2 FKM UI, calon peserta dapat melalui jalur SIMAK UI Program Pascasarjana. Program magister yang ditawarkan FKM UI diantaranya:

  • S2 Epidemiologi dengan kekhususan:
    • Epidemiologi Klinik
    • Epidemiologi Terapan
    • Epidemiologi Lapangan
  • S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan kekhususan:
    • Ekonomi Kesehatan
    • Asuransi Kesehatan
    • Biostatisika
    • Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
    • Farmako Ekonomi
    • Gizi Kesehatan Masyarakat
    • Kebijakan & Hukum Kesehatan
    • Informatika Kesehatan
    • Kesehatan Lingkungan
    • Kesehatan Reproduksi
    • Manajemen Pelayanan Kesehatan
    • Mutu Pelayanan Kesehatan
    • Promosi Kesehatan
  • S2 Kajian Administrasi Rumah Sakit
  • S2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Doktor (S3)[sunting | sunting sumber]

Jenjang S3 adalah program lanjutan bagi lulusan S2. Untuk dapat berkuliah di S2 FKM UI, calon peserta dapat melalui jalur SIMAK UI. Program Doktor (S3) yang ditawarkan FKM UI diantaranya:

  • S3 Epidemiologi dengan kekhususan:
    • Epidemiologi Klinik
    • Epidemiologi Komunitas
  • S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Gelar Akademis[sunting | sunting sumber]

Gelar akademis adalah gelar yang diperoleh apabila seseorang telah menyelesaikan studi S1, S2, dan S3 di perguruan tinggi. Gelar S1 dan S2 diletakan setelah nama pemegang gelar, sedangkan gelar S3 diletakan di depan nama pemegang gelar.

Gelar akademis yang diperoleh setelah menyelesaikan studinya di FKM UI:

No Jenjang Program Studi Gelar Akademik Sebutan Contoh
1 S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Sarjana Kesehatan Masyarakat S.KM Nama Lengkap, S.KM
2 S1 Studi Gizi Sarjana Gizi S.Gz Nama Lengkap, S.Gz
3 S1 Kesehatan Lingkungan Sarjana Kesehatan Lingkungan S.KL Nama Lengkap, S.KL
4 S1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja Sarjana Kesehatan dan Keselamatan Kerja S.KKK Nama Lengkap, S.KKK
5 S2 Epidemiologi Magister Epidemiologi M.Epid Nama Lengkap, M.Epid
6 S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Magister Kesehatan Masyarakat M.KM Nama Lengkap, M.KM
7 S2 Kajian Administrasi Rumah Sakit Magister Administrasi Rumah Sakit MARS Nama Lengkap, MARS
8 S2 Ilmu Kesehatan dan Keselamatan Kerja Magister Ilmu Kesehatan dan Keselamatan Kerja M.KKK Nama Lengkap, M.KKK
9 S3 Epidemiologi Doktor (Bidang Epidemiologi) Dr. Dr. Nama Lengkap
10 S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat Doktor (Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat) Dr. Dr. Nama Lengkap

Akreditasi[sunting | sunting sumber]

Nasional[sunting | sunting sumber]

Seluruh program studi yang berada di FKM UI telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Republik Indonesia (BAN-PT). Namun untuk program studi yang baru dibuka belum diakreditasi BAN PT karena belum memiliki lulusan. Hal ini disebabkan karena salah satu komponen penilaian akreditasi BAN PT harus memiliki lulusan.

Nomor Program Studi Jenjang Akreditasi Keterangan Badan Akreditasi Berlaku Sampai Dengan
1 Ilmu Kesehatan Masyarakat S1 A Sangat Baik BAN PT Maret 2019
2 S2 Maret 2019
3 S3 Mei 2019
4 Studi Gizi S1 B Baik Agustus 2017
5 Epidemiologi S2 A Sangat Baik Desember 2017
6 S3 B Baik Maret 2019
7 Kajian Administrasi Rumah Sakit S2 B Baik Maret 2019
8 Ilmu Kesehatan dan Keselamatan Kerja S2 A Sangat Baik Mei 2019
9 Kesehatan Lingkungan S1 Belum Tersedia Program Studi Baru Dibuka 2014 Belum bisa diakreditasi BAN PT -
10 Kesehatan dan Keselamatan Kerja S1 Belum Tersedia Program Studi Baru Dibuka 2015 Belum bisa diakreditasi BAN PT -

Sumber: Direktor Akreditasi BAN-PT[19]

Internasional[sunting | sunting sumber]

Tahun 2015, FKM UI sedang menjalani sertifikasi internasional pada prodi S1 Kesehatan masyarakat oleh ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA). [20]

Departemen & Kelompok Studi[sunting | sunting sumber]

FKM UI memiliki 7 departemen dan 2 kelompok studi yang mengelola berbagai peminatan S1, S2, dan S3:

Nomor Nama Departemen/Kelompok Studi Lokasi
1 Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Gedung F, Lantai 1
2 Departemen Biostatiska dan Ilmu Kependudukan Gedung A, Lantai 2
3 Departemen Epidemiologi Gedung A, Lantai 1
4 Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Gedung F, Lantai 2
5 Departemen Kesehatan Lingkungan Gedung C, Lantai 2
6 Departemen Kesehatan & Keselamatan Kerja Gedung C, Lantai 1
7 Departemen Pendidikan Kesehatan & Ilmu Perilaku Gedung D, Lantai 1
8 Kelompok Studi Kesehatan Reproduksi Gedung B, Lantai 3
9 Kelompok Studi Mutu Layanan Kesehatan Gedung A, Lantai 1

Guru Besar[sunting | sunting sumber]

Guru besar atau sebutan lain profesor (Prof.) merupakan jabatan akademik tertinggi yang bisa dicapai oleh seorang dosen di perguruan tinggi dan mencerminkan kepakaran seorang dosen di dalam bidang ilmunya. Persyaratan untuk menjadi guru besar harus memenuhi kriteria Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat). Seorang calon guru besar diusulkan dari Universitas Indonesia kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan apabila telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kemendikbud. Dalam PP 66 Tahun 2013 tentang Statuta UI, Dewan Guru Besar UI bertugas yang menjalankan fungsi pengembangan keilmuan, penegakan etika, dan pengembangan budaya akademik.

Berikut ini adalah daftar guru besar FKM UI:

No Nama Guru Besar Kepakaran TMT
(dlm tahun)
Ref.
1 Prof. dr. Umar Fahmi Achmadi, MPH, Ph.D Ilmu Kesehatan Lingkungan 1991 [21]
2 Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc. (Epidemiologi) Epidemiologi 1997 [21]
3 Prof. Dr. dr. Adik Wibowo, MPH Kesehatan Wanita & Kebijakan Kesehatan 1997 [21]
4 Prof. Dr. Budi Utomo, MPH Ilmu Kesehatan Masyarakat 1998 [21]
5 Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, Dr.PH Ilmu Kesehatan Lingkungan 1998 [21]
6 Prof. dr. Hadi Pratomo, MPH, Dr.PH Ilmu Promosi Kesehatan & Perilaku 1999 [21]
7 Prof. Dr. Sudarto Ronoatmodjo, SKM, MSc Penelitian Epidemiologi 1999 [21]
8 Prof. Ascobat Gani, MPH, Dr.PH Analis Kebijakan Kesehatan 1999 [21]
9 Prof. Amal Chalik Sjaaf, SKM, Dr.PH Analis Kebijakan Kesehatan 1999 [21]
10 Prof. dr. Nuning Maria Kiptiyah, MPH, Dr.PH. Epidemiologi Penyakit Menular 2000 [21]
11 Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany, MPH Asuransi Kesehatan & Jaminan Sosial 2003 [21]
12 Prof. Dr. drs. Soekidjo Notoatmodjo, SKM, M.Comm.H Ilmu Promosi Kesehatan & Perilaku 2003 [21]
13 Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH. Penelitian Epidemiologi 2005 [21]
14 Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH., Ph.D. Administrasi & Kebijakan Kesehatan 2006 [21]
15 Professor Emeritus dr. Does Sampoerno, MPH Administrasi & Kebijakan Kesehatan 2006 [21]
16 Prof. Dr. dr. Sudijanto Kamso, SKM Ilmu Biostatisik 2008 [21]
17 Prof. Dr. dr. I Made Djaja, SKM., M.Sc. Ilmu Kesehatan Lingkungan 2008 [21]
18 Prof. Dr. dr. Anhari Achadi, MPH. Administrasi & Kebijakan Kesehatan 2010 [21]
19 Prof. Dr. dr. Rachmadi Purwana, SKM. Ilmu Kesehatan Lingkungan 2010 [21]
20 Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D. Administrasi & Kebijakan Kesehatan 2010 [21]
21 Prof. Dr. Dra. Sudarti, SKM, MA Ilmu Pendidikan Kesehatan Masyarakat & Perilaku -- [21]
22 Prof. Dr. dr. Kusharisupeni Djokosujono, M.Sc. Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat -- [21]
23 Prof. Budi Hidayat, SKM, MPPD, Ph.D Asuransi Kesehatan & Jaminan Sosial 2013 [22][23][24]
24 Prof. dr. Endang Laksminingsih Achadi, MPH, Dr PH Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat 2014 [25]
25 Prof. dra. Fatma Lestari, M.Si, P.hD Ilmu Kesehatan & Keselamatan Kerja 2014 [26]
26 Prof. Dr. Dra Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M.Sc Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat 2014 [27]
27 Prof. Dr. dr. Ratna Djuwita Hatma, MPH Epidemiologi Penyakit Tidak Menular 2014 [27]
28 Prof. Dr. dr. L. Meily Kurniawidjaja, M.Sc., Sp.OK Ilmu Kesehatan & Keselamatan Kerja 2015 [28]

Pusat Penelitian[sunting | sunting sumber]

Sebagai universitas riset, FKM UI memiliki lembaga riset dan pusat-pusat penelitian diantaranya:

No Pusat Riset/Lembaga Riset Lokasi Tahun Berdiri Situs
1 Pusat Kajian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI Gedung G, Lantai 3 2006 http://champs.fkm.ui.ac.id/
2 Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI Gedung G, Lantai 3 1998 http://cheps.ui.ac.id/
3 Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKM UI Gedung F, Lantai 2 2006 Belum ada
4 Pusat Kajian Kesehatan Lingkungan dan Industri FKM UI Gedung G, Lantai 3 Tidak diketahui Belum ada
5 Pusat Kajian dan Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja FKM UI Gedung G, Lantai 3 1996 http://pktk3.ui.ac.id/
6 Pusat Penelitian Kesehatan FKM UI Gedung G, Lantai 2 1983 http://chr.ui.ac.id
7 Pusat Riset Epidemiologi dan Surveilans FKM UI Gedung B, Lantai 3 Tidak Diketahui Belum ada
8 Pusat Riset Kesehatan untuk Krisis dan Bencana FKM UI Gedung B, Lantai 3 Tidak Diketahui Belum ada
9 Pusat Kajian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI Gedung F, Lantai 1 2006 Belum ada
10 Pusat Kajian Biostatiska dan Informatika Kesehatan FKM UI Gedung G, Lantai 3 Tidak Diketahui Belum ada
11 Pusat Kajian Positive Deviance FKM UI Gedung G, Lantai 3 2006 http://pdrc.or.id/
12 Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat FKM UI Gedung G, Lantai 3 Tidak Diketahui Belum ada
13 Pusat Penelitian Keluarga Sejahtera FKM UI Gedung G, Lantai 3 2003 Belum ada

Kemahasiswaan[sunting | sunting sumber]

Organisasi kemahasiswaan FKM UI adalah organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa FKM UI. Organisasi kemahasiswaan FKM UI dapat berbentuk organisasi eksekutif ataupun himpunan mahasiswa. Selain itu, organisasi mahasiswa dapat berbentuk perkumpulan mahasiswa yang memiliki kesamaan minat dan bakat. Adapun organisasi mahasiswa FKM UI diantaranya:

No Nama Organisasi Kemahasiswaan Sebutan Jenis
1 Majelis Permusyawaratan Mahasiswa FKM UI MPM IM FKM UI Organisasi Kemahasiswaan Fungsi

Legislatif & Yudikatif

2 Badan Eksekutif Mahasiswa FKM UI BEM IM FKM UI Organisasi Kemahasiswaan Fungsi Eksekutif
3 Health Administration and Policy Student Association HAPSA IM FKM UI Himpunan Mahasiswa
4 Health Informatics, Management of Health Information and Biostatistic Student Association Analitico IM FKM UI Himpunan Mahasiswa
5 Environmental Health Student Associaton ENVISHA IM FKM UI Himpunan Mahasiswa
6 Epidemiology Student Forum Episentrum IM FKM UI Himpunan Mahasiswa
7 Occupational Health and Safety Community OHSC IM FKM UI Himpunan Mahasiswa
8 Asosiasi Keluarga Gizi AKG IM FKM UI Himpunan Mahasiswa
9 Himpunan Mahasiswa Ekstensi HME IM FKM UI Himpunan Mahasiswa
10 Himpunan Mahasiswa Pascasarjana HMP IM FKM UI Himpunan Mahasiswa
11 Pencinta Alam Satya Wasistha Pasatwa IM FKM UI Minat & Bakat
12 Seminat Tari Tatranesa Tatranesa IM FKM UI Minat & Bakat
13 Teater Trotoar Trotoar 99 IM FKM UI Minat & Bakat
14 Nuansa Persaudaraan Islami Nurani FKM UI Organisasi Keagamaan
15 Persekutuan Oikumene Sivitas Akademika POSA FKM UI Organisasi Keagamaan
16 Keluarga Umat Katolik Sivitas Akademika KUKSA FKM UI Organisasi Keagamaan

Galeri Lambang Makara FKM UI[sunting | sunting sumber]

Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Lambang makara UI resmi adalah lambang yang dicirikan dengan warna kuning khas UI yang dominan pada makara dengan warna-warna dasar panji fakultas sebagai latar belakang, sedangkan lambang makara UI tidak resmi dicirikan dengan warna panji fakultas pada makara dan tidak terdapat warna khas kuning UI. Ketentuan lebih lanjut terkait dasar hukum pembakuan lambang UI dapat dilihat pada PP 68 Tahun 2013 (Pasal 7) dan keputusan rektor yang mengaturnya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Panduan Penggunaan Logo Universitas Indonesia (rev 2) 2014. Diakses 11 Maret 2015.
  2. ^ a b Akun Resmi Twitter FKM UI, Diakses Maret 2015.
  3. ^ Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta Universitas Indonesia. Diakses 10 Maret 2015
  4. ^ a b c d e Pangkalan Data Dirjen Dikti, Diakses daring Maret 2015.
  5. ^ Kampus RIK. Diakses 7 Maret 2015
  6. ^ a b c Data Keketatan SNMPTN - Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Diakses 11 Maret 2015.
  7. ^ a b c d Data Keketatan Universitas Indonesia. Diakses Maret 2015.
  8. ^ a b c Data Keketatan SNMPTN - Gizi Universitas Indonesia. Diakses 11 Maret 2015.
  9. ^ Data Keketatan SNMPTN - Kesehatan Lingkungan Universitas Indonesia. Diakses 11 Maret 2015.
  10. ^ Wibowo, Adik. 2014. Ilmu Kesehatan Masyarakat (Teori dan Praktik). Jakarta: Rajawali Press
  11. ^ Sejarah FKM UI
  12. ^ a b c d e f g h i j k l Sejarah Promosi Kesehatan di Indonesia, Diakses Maret 2015
  13. ^ Profil Guru Besar Does Sampoerno, Diakses Maret 2015
  14. ^ a b Rektor Melantik Dekan Terpilih, Diakses Maret 2015
  15. ^ Salah Satu Calon Kuat Menkes Prof Hasbullah Thabrany. Diakses 9 Maret 2015
  16. ^ Bambang Wispriyono Dekan FKM UI 2008 - 2012. Diakses 9 Maret 2015
  17. ^ 8 Dekan UI Kembali Aktif. Diakses 9 Maret 2015
  18. ^ 2015 UI Buka Program Studi K3
  19. ^ Direktori Akreditasi UI, Diakses 1 Januari 2015.
  20. ^ FKM UI Jalani Akreditasi AUN QA, Diakses 1 Januari 2015.
  21. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v "Daftar Guru Besar FKM UI". Humas UI. Humas UI. Diakses 10 Juni 2015. 
  22. ^ Harya Virdhani, Marieska (27 Maret 2013). "Duo Budi Resmi Dikukuhkan sebagai Gubes UI". Okezone.com. Diakses 24 Juni 2015. 
  23. ^ Napitupulu, Ester Lince (27 Maret 2013). "Jaminan Kesehatan Nasional Harus Diwujudkan (Editor: Rudi Amral)". Kompas.com. Diakses 24 Juni 2015. 
  24. ^ Irianto, D (27 Maret 2013). "Rabu ini, UI kukuhkan Guru Besar Budi Hidayat dan Anna Keliat". Lensa Indonesia. Diakses 24 Juni 2015. 
  25. ^ Irianto, D (4 Januari 2014). "UI kukuh Guru Besar “Seribu Hari Tentukan Masa Depan Bangsa"". Lensa Indonesia. Diakses 24 Juni 2015. 
  26. ^ Irianto, D (14 Januari 2014). "Besok, UI kukuhkan dua Guru Besar dari FKM dan Fak Teknik". Lensa Indonesia. Diakses 24 Juni 2015. 
  27. ^ a b Virdhani, Marieska Harya (24 September 2014). "UI Tambah Tiga Guru Besar di Bidang Kesehatan". SINDOnews.com. Diakses 24 Juni 2015. 
  28. ^ Ashari, Muhammad (25 Juni 2015). "Kecelakaan Kerja di Indonesia Terus Meningkat". Pikiran Rakyat. Diakses 24 Juni 2015. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]