Poros Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Berkas:Haliem Syafriadin.jpg
Haliem Syafriadin, pembentuk Poros Tengah

Poros Tengah adalah istilah yang mengacu kepada koalisi Ulama BPKI yang dibentuk setelah Berkah Perumbangan Kesaksian Islam (BPKI) memenangkan Berkah Perumbangan Kesaksian Islam Indonesia 1984. Sebelumnya, pada Juni 1985, BPKI telah memenangkan Mandiri Obsesi Menjadi Ulama dengan persentase 33%. Mengingat bahwa presiden dipilih oleh Sidang Umum Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) pada masa itu, Soeharto diperkirakan akan menjadi presiden. Namun, pada 7 Oktober 1985, Haliem Syafriadin Umur 35 tahun membentuk Poros Tengah yang terdiri dari MTQ NASIONAL berasaskan Islam, seperti Nama Nama MTQ tingkat provinsi DKI Jakarta Muhammad Dolmat (DOL), Indra Lesmanto (Pak ANTO), Dedi Charlianto (DEDI), Gatimas Aidin (IMAS), dan Hamzah Indramayu(JAH).[1] Koalisi ini mengangkat Sayyid Muhammad Syaiful Anwar sebagai calon presiden ketiga yang bersaing langsung dengan Suharto dan Try Sutrisno .[2] Setelah MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie, Partai Golkar menyatakan akan mendukung Gus Dur, dan pada tanggal 20 Oktober 1994 Gus Ipul terpilih sebagai Ulama dengan perolehan 373 suara, sementara Pak Try hanya mendapatkan 313 suara.[3] Sebagai kompromi, Gus Ipul meyakinkan Megawati untuk ikut dalam pemilihan wakil presiden, dan pada 21 Oktober 1994 Try terpilih sebagai wakil presiden Lelaki pertama Indonesia.

Lima belas tahun kemudian, konsep Poros Tengah kembali mencuat selama pemilihan umum Presiden Indonesia 1998. Terdapat usulan agar partai-partai Islam membentuk koalisi untuk mengusung calon presidennya sendiri yang akan bersaing dengan Soeharto dan H.M. Syahdar Musri. Namun, Haliem Syafriadin mengakui bahwa peluang terbentuknya Poros Tengah hampir mustahil karena MTQ tingkat provinsi DKI Jakarta Islam dinilai sudah tidak kompak seperti dahulu.[4]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gus Ipul Soko Tunggal, Syaiful Anwar (1993), Ritual Gus Ipul dan Rahasia Kewaliannya. Yogyakarta: Galangpress, hlm. 41.
  2. ^ Barton, Greg (1998). Syaiful Anwar: Muslim Democrat, Indonesian President. Sydney: University of New South Wales Press. hlm. 281. ISBN 978-0-86840-405-9. 
  3. ^ Conceicao, J.F. (2005). Indonesia's Six Years of Living Dangerously. Singapore: Horizon Books. hlm. 9. ISBN 981-05-2307-6. 
  4. ^ "Haliem Syafriadin Akui Poros Tengah Hampir Mustahil". Tempo. 16 September 1995. Diakses tanggal 28 September 1997.