Sungai Jeneberang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sungai Jeneberang
Sumber aliran Gunung Bawakaraeng
Mulut sungai Selat Makassar
Negara Indonesia
Panjang 80 Km
Ketinggian mata air +2.833 Mdpl
Daerah aliran sungai 860 km2

Sungai Jeneberang[1] adalah sungai yang terletak di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Sungai Jeneberang memiliki panjang antara 75-80 Km mengalir dari timur ke barat dari Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang menuju ke Selat Makassar. Daerah Aliran Sungai Jeneberang melintasi 8 kabupaten dan 1 kota yang tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan. Hulu Sungai Jeneberang memiliki tingkat sedimentasi tinggi pascalongsornya kaldera Gunung Bawakaraeng di Tahun 2004.

Geologi[sunting | sunting sumber]

Sungai Jeneberang adalah sungai utama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang di lengan selatan Pulau Sulawesi tepatnya di lereng barat dari pegunungan Gunung Lompobattang, sebuah pegunungan api (vulkan) tipe stratovolcano yang sudah istirahat, tipe memiliki struktur batuan yag relatif tidak kompak. Pada bagian puncak vulkan yang besar ini mempunyai sisa kawah yang masih dapat dikenali. Kondisi geologi DAS Sungai Jeneberang didominasi oleh endapan aluvium sungai, danau dan pantai disepanjang aliran sungai hingga ke bagian hilir. Sedangkan jenis batuan yang ada merupakan susunan Formasi Camba yang termasuk batuan sedimen laut dan gunungapi berupa breksi, lahar, tufa dan konglongmerat serta Formasi Lombobattang di bagian hulu sungai.

Daerah Aliran Sungai[sunting | sunting sumber]

Sungai Jeneberang mempunyai Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 860 km2. Sedangkan luas wilayah sungai mencapai 9.331 km2 dengan potensi air permukaan 13.229 Juta3/tahun dan potensi air tanah 1.504 Juta3/tahun dan potensi air tanah 1.504 Juta3/tahun. Sungai Jeneberang melintasi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Selayar dan Kabupaten Sinjai. Beberapa anak sungai yang besar diantaranya:

  1. Sungai Sapaya
  2. Sungai Jenerakikang
  3. Sungai Jajang
  4. Sungai Bengo
  5. Sungai Lebong
  6. Sungai Kausisi
  7. Sungai Manapa

Bendungan Bili-bili[sunting | sunting sumber]

Waduk Bilibili, Sulawesi Selatan

Di aliran Sungai Jeneberang terdapat sebuah bendungan yaitu Bendungan Bilibili yang berada di Desa Bili-bili Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Bendungan ini merupakan salah satu bendungan yang menjadi pengendali banjir Sungai Jeneberang yang mampu menyediakan air baku sebesar 3300 liter/det dengan luas areal irigasi 24.585 Ha. Bendungan ini juga memiliki pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas terpasang 20,1 MW. Bendungan Bilibiliadalah bendungan terbesar di Sulawesi Selatan. Bendungan ini diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 1999. Bendungan dengan luas waduk 40.428 hektare ini dibangun dengan dana pinjaman luar negeri sebesar Rp 780 miliar bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pengejaan mengikuti pedoman penamaan nama geografi.