Arema FC

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Arema Indonesia)
Lompat ke: navigasi, cari
Arema FC
Arema FC 2017 logo.png
Nama lengkap Arema Football Club
Julukan Singo Edan
Didirikan 11 Agustus 1987
Stadion Stadion Kanjuruhan
(Kapasitas: 42,449)
Pemilik Yayasan Arema
Manajer Bendera Indonesia Ruddy Widodo
Pelatih Bendera Indonesia Joko Susilo
Asisten Pelatih Bendera Indonesia
Liga Liga 1
2017 9th
Situs web Situs web resmi klub
Kelompok suporter Aremania
Aremanita
Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga
Soccerball current event.svg Musim ini

Arema FC (dahulu bernama Arema Malang), atau biasa disebut dan dikenal sebagai Arema, adalah sebuah klub sepak bola yang berasal dari Malang, Jawa Timur, Indonesia. Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987, Arema mempunyai julukan "Singo Edan". Dalam Liga 1, Arema ber- "home base" di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang dan Stadion Gajayana, Kota Malang. Arema adalah tim sekota dari Persema Malang, Persekam Metro, dan Malang United. Di musim 2010-11, di acara launching sempat menggunakan nama Arema FC,[1] namun dua hari kemudian kembali lagi ke nama Arema Indonesia.[2]

Sejak hadir di persepakbolaan nasional, Arema telah menjadi ikon dari warga Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) dan sekitarnya. Sebagai perwujudan dari simbol Arema, hampir di setiap sudut kota hingga gang-gang kecil terdapat patung dan gambar singa.[3] Kelompok suporter mereka dipanggil Aremania dan Aremanita (untuk pendukung wanita)

Sejarah tentang Arema[sunting | sunting sumber]

Nama Arema pada masa Kerajaan[sunting | sunting sumber]

Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis dalam Kitab Negarakertagama. Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara. Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Kemudian bisa menguasai Selat Malaka. Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam. Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.

Nama Arema di dekade '80-an[sunting | sunting sumber]

Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema. Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema. Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang. Arema adalah akronim dari Arek Malang. Arema kemudian menjelma menjadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang. Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga. Selain tinju, sepak bola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya. Sehingga kelahiran tim sepak bola Arema adalah sebuah keniscayaan.

Awal mula berdirinya PS Arema[sunting | sunting sumber]

Arema Football Club (Persatuan Sepak Bola Arema, nama resminya) lahir pada 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepakbolaan di Malang. Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang bagai sebuah magnet bagi Arek Malang. Stadion Gajayana – home base klub pemerintah itu – selalu disesaki penonton. Di mana posisi Arema waktu itu? Yang pasti, klub itu belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepak bola. Ia masih jadi sebuah “utopia”.

Adalah Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang setelah sebelumnya membangun klub Perkesa 78 bersama Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86.

Berkat hubungan baik antara Dirk dengan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepak bola, maka SIWO PWI Malang mengadakan seminar sehari untuk melihat "Sudah saatnyakah Kota Malang memiliki klub Galatama?" Drs. Heruyogi sebagai Ketua SIWO dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar itu di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep, Kota Malang dengan tema "Klub Galatama dan Kota Malang", dengan nara sumber antara lain; Bapak Acub Zainal (Administratur Galatama), dari Pengda PSSI Jatim, Komda PSSI Kota Malang, dan Dr. Ubud Salim, MA. Acara itu dibuka oleh Bapak Wali kota Tom Uripan (Alm). Hasil atau rekomendasi yang didapatkan dari seminar yaitu: Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatana yang professional.

Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada, yaitu gabungan dari Armada dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng. Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86. Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.

Dari sinilah, Acub Zaenal lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive. Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akta notaris Pramu Haryono SH–almarhum–No 58. Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus.

Dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul. Agustus itu identik dengan Zodiac Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop).

Perjalanan Arema di Galatama[sunting | sunting sumber]

Di awal keikutsertaan Arema di Kompetisi Galatama, gerilya mencari pemain dilakukan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan. Pemain-pemain seperti Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra Surabaya), sampai kiper Dony Latuperisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI karena kasus suap, direkrut. Pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe, juga bergabung. Hanya saja, masih ada kendala yakni menyangkut mess pemain. Beruntung, Bandar Udara Abdul Rachman Saleh mau membantu dan menyediakan barak prajurit Paskhas TNI AU untuk tempat penampungan pemain. Selain barak, lapangan Pagas Abdurrahma Saleh, juga dijadikan tempat berlatih. Praktis Maryanto dan kawan-kawan ditampung di barak. TNI-AU memberikan andil yang besar pada Arema.

Sempat ada kendala, yakni masalah dana, masalah utama yang kelak terus membelit Arema. Sepulang dari Jakarta, Acub Zaenal sepakat menjadi penyandang dana.

Prestasi Arema bisa dibilang seperti pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama, Arema F.C. tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen. Namun demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama. Dengan modal pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Mecky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dan eks pelatih PSSI M Basri, Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.

Perjalanan Arema di Ligina[sunting | sunting sumber]

Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema tercatat sudah tujuh kali masuk putaran kedua. Sekali ke babak 12 besar (1996/1997) dan enam kali masuk 8 besar (1999/2000, 2001, 2002, 2005, 2006 dan 2007). Walaupun berprestasi lumayan, Arema tidak pernah lepas dari masalah dana. Hampir setiap musim kompetisi masalah ini selalu menghantui sehingga tak heran hampir setiap musim manajemen klub selalu berganti. Pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim. Hal tersebut yang kemudian membuat pengelolaan Arema diserahkan ke Bentoel (PT Bentoel Internasional Tbk) pada pertengahan musim kompetisi 2003, meskipun pada akhirnya Arema terdegradasi ke Divisi I. Sejak kepemilikan Arema dipegang oleh Bentoel, prestasi Arema semakin meningkat; menjuarai Divisi 1 pada 2004, juara Copa Indonesia pada 2005 dan 2006, serta juara Piala Soeratin LRN U-18 pada 2007. Pada tahun 2006 dan 2007 Arema dan Benny Dollo mendapatkan penghargaan dari Tabloid Bola sebagai tim terbaik dan Pelatih terbaik.

Perjalanan Arema di ISL[sunting | sunting sumber]

Monumen Singa Bola dari warga yang didedikasikan untuk Arema

Pada Kompetisi Liga Super Indonesia ke-1 2008-2009 Arema berada di urutan ke-10. Dua bulan Setelah kompetisi usai, tepatnya 3 Agustus 2009 di Hotel Santika Malang pemilik klub Arema, PT Bentoel Investama, Tbk melepas Arema ke kumpulan orang-orang peduli terhadap Arema (konsorsium).[4] Pelepasan Arema ini adalah dampak dari penjualan saham mayoritas Bentoel ke British American Tobacco. Sebelumnya ada wacana untuk menggabungkan Arema dengan Persema Malang menjadi satu, namun wacana tersebut ditolak oleh Aremania.

Pada musim kompetisi 2009/2010,Arema yang ditukangi oleh Robert Rene Alberts berhasil meraih gelar Juara Liga Super Indonesia dan Runner-up Piala Indonesia.

Legalitas[sunting | sunting sumber]

Pemilik[sunting | sunting sumber]

Secara hukum pemilik Arema adalah Yayasan Arema. Berdasarkan pengesahan SK Menkumham No. AHU-AH.01.06-317 pada tanggal 9 Mei 2012 atas akta Yayasan Arema yang dibuat oleh Notaris Nurul Rahadianti disebutkan bahwa pengurus Yayasan Arema adalah;

Pada saat Arema dikelola oleh Bentoel, Badan Hukum yang digunakan adalah PT. Arema Indonesia. Badan Hukum tersebut tetap digunakan oleh Yayasan Arema setelah Bentoel mengembalikan Arema kepada Yayasan pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2015. Pada saat dikembalikan kepada Yayasan pada tahun 2009 tersebut, susunan Pemegang saham PT. Arema Indonesia adalah Yayasan Arema sebesar 13 lembar saham (93%, mayoritas) dan Lucky Andriandana Zainal sebesar satu lembar saham (7%), yang diberikan sebagai penghormatan kepada beliau sebagai pendiri Arema. Direktur Utama PT. Arema Indonesia adalah Iwan Budianto dan General Manager adalah Ruddy Widodo.

Sejak 2015 Yayasan Arema membentuk badan hukum baru sebagai pengelola Arema FC akibat dari adanya larangan menggunakan PT. Arema Indinesia dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akibat adanya klaim kepemilikan dari pihak di luar Yayasan Arema. Badan Hukum baru yang digunakan dan didaftarkan oleh Arema sejak 2015 adalah PT. Arema Aremania Bersatu Bersaudara Indonesia (AABBI).

Pengelola[sunting | sunting sumber]

Nama[sunting | sunting sumber]

Arema sempat beberapa kali berganti nama:

  • PS Arema Malang (1987 - 1995)
  • PS Arema Bentoel (1995 - 2009)
  • Arema Indonesia FC (2009 - 2013)
  • Arema Cronus FC (2013 - 2016)
  • Arema FC (2017 - Sekarang)

[sunting | sunting sumber]

Pemain[sunting | sunting sumber]

Skuat terkini[sunting | sunting sumber]

Per 8 Agustus 2017.

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
1 Bendera Indonesia GK Kurnia Meiga Hermansyah
3 Bendera Lebanon DF Jad Noureddine
4 Bendera Indonesia DF Syaiful Indra Cahya
5 Bendera Indonesia DF Bagas Adi Nugroho
6 Bendera Indonesia MF Hanif Abdurrauf Sjahbandi
7 Bendera Indonesia DF Benny Wahyudi
10 Bendera Indonesia FW Cristian Gonzáles
11 Bendera Argentina MF Esteban Gabriel Vizcarra
12 Bendera Indonesia MF Hendro Siswanto
14 Bendera Indonesia MF Arif Suyono
15 Bendera Indonesia FW Sunarto
17 Bendera Indonesia MF Dio Permana
18 Bendera Indonesia MF Adam Alis
19 Bendera Indonesia MF Ahmad Bustomi
20 Bendera Kolombia MF Juan Pablo Pino Puello
No. Pos. Pemain
21 Bendera Indonesia MF Nasir
27 Bendera Indonesia FW Dedik Setiawan
29 Bendera Indonesia FW Andrianto
31 Bendera Indonesia DF Junda Irawan
33 Bendera Indonesia GK Dwi Kuswanto
41 Bendera Indonesia FW Dendi Santoso
44 Bendera Brasil DF Arthur Cunha Da Rocha Kapten
77 Bendera Indonesia FW Dalmiansyah Matutu
87 Bendera Indonesia DF Johan Ahmad Farizi
89 Bendera Indonesia DF Oky Derry Andryan
90 Bendera Turkmenistan MF Ahmet Ataýew
93 Bendera Indonesia GK Utam Rusdiana
94 Bendera Indonesia MF Ferry Aman Saragih
98 Bendera Indonesia MF Muhammad Rafli
 ? Bendera Indonesia GK Ahmad Ibnu Adam

Transfer 2015-2016[sunting | sunting sumber]

Rekor musim ke musim[sunting | sunting sumber]

Musim Liga Piala IIC Asia Topskor tim
Komp. Main M S K GM GK Poin Pos Nama Gol
2011-12 ISL 34 10 8 16 45 51 38 12 SF 16 Besar Bendera Brasil Marcio Souza 8
2013 ISL 34 21 6 7 70 33 66 2 Bendera Indonesia Cristian Gonzales 19
2014 ISL 26 17 6 4 64 23 46 SF Juara 16 Besar Bendera Indonesia Samsul Arif 16
2015 ISL
2016 ISC A
Juara Peringkat kedua Promosi Degradasi

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Liga Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Galatama
  • Indonesia Super League
  • Divisi Satu Liga Indonesia

Piala Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Piala Galatama
    • Runner-Up (1) : 1992
  • Piala Indonesia

Turnamen Nasional[sunting | sunting sumber]

Rekor Kemenangan-Kekalahan Terbesar[sunting | sunting sumber]

Menang[sunting | sunting sumber]

  • (Tandang) 05-09-2014 Persijap FC (8-0)
  • (Kandang) 19-06-2011 Bontang FC (8-0)[5]
  • (Tandang) 02-10-2010 Bontang FC (5-0)[6]

Kalah[sunting | sunting sumber]

  • (Kandang) 28-02-2009 Persipura (0-5)
  • (Tandang) 26-01-2003 Persipura (0-6)
  • (Tandang) 07-03-2011 Persipura (1-6)

Partisipasi di Liga[sunting | sunting sumber]

Galatama[sunting | sunting sumber]

 
Title Liga Seri Tahun Nama Pelatih Urutan Akhir Prestasi
Galatama VIII 1987/88 Sinyo Aliandoe 6 (14 Tim)
Galatama IX 1988/89 Sinyo Aliandoe/Andi M Teguh 8 (18 Tim) Top Scorer Mecky Tata (18)
Galatama X 1990 Andi M Teguh 4 (18 Tim)
Galatama XI 1990/92 Andi M Teguh 4 (20 Tim) Top Scrorer Singgih Pitono (21)
Galatama XII 1992/93 M Basri/Gusnul Yakin 1 (17 Tim) Juara, Top Scorer Singgih Pitono (16)
Galatama XIII 1993/94 Gusnul Yakin 6 (Babak Penyisihan)17 Tim di bagi 2 Group

Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

 
Title Kompetisi Seri Tahun Nama Pelatih Urutan Akhir Prestasi
Liga Dunhill I 1994/95 Halilintar Gunawan Penyisihan (6 dari 17 tim)
Liga Dunhill II 1995/96 Gusnul Yakin Penyisihan (12 dari 16 tim)
Liga Kansas III 1996/97 Suharno Babak 12 Besar
Ligina IV 1997/98 Gusnul Yakin Dihentikan (kerusuhan politik)
Ligina V 1998/99 Hamid Asnan/Winarto Penyisihan (3 dari 6 tim)
Liga Bank Mandiri VI 1999/00 M. Basri Babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri VII 2001 Daniel Roekito Babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri VIII 2002 Daniel Roekito Babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri IX 2003 Terry Wetton/Gusnul Yakin/Henk Wullems 19 (22 Tim) Degradasi
Liga Pertamina (Divisi 1) X 2004 Benny Dollo 1 Juara Promosi ke Liga Djarum
Liga Djarum XI 2005 Benny Dollo Babak 8 Besar
Liga Djarum XII 2006 Benny Dollo Babak 8 Besar
Liga Djarum XIII 2007 Miroslav Janů Babak 8 Besar

Liga Super Indonesia[sunting | sunting sumber]

 
Title Liga Seri Tahun Nama Pelatih Urutan Akhir Prestasi
ISL Djarum Super I 2008/09 Bambang Nurdiansyah/Gusnul Yakin 10
ISL Djarum Super II 2009/10 Robert Rene Alberts 1 Juara
ISL Djarum Super III 2010/11 Miroslav Janů 2 Runner up
IPL IV 2011/2012 Milomir Šešlija
IPL V 2013 Dejan Antonic
ISL VI 2012 Suharno 12
ISL VII 2012/2013 Rahmad Darmawan 2 Runner Up
ISL VIII 2013/2014 Suharno 3
ISL (dihentikan) IX 2014/2015 Suharno/Joko Susilo (caretaker) 5 -
ISC (sementara) - 2016 Milomir Šešlija 2 Runner Up

Partisipasi di Level Asia[sunting | sunting sumber]

Musim Kompetisi Babak Klub Kandang Tandang
1993–94 Asian Club Championship Babak penyisihan Bendera Vietnam Quảng Nam Đà Nẵng 1–0 2–1
Babak pertama Bendera Thailand Thai Farmers Bank 2–2 1–4
2007 AFC Champions League Group Bendera Jepang Kawasaki Frontale 1–3 0–3
Grup Bendera Korea Selatan Chunnam Dragons 0–1 0–2
Grup Bendera Thailand Bangkok University 1–0 0–0
2011 AFC Champions League Grup Bendera Jepang Cerezo Osaka 0–4 1–2
Grup Bendera Korea Selatan Jeonbuk Hyundai Motors 0–4 0–6
Grup Bendera Republik Rakyat Tiongkok Shandong Luneng 1–1 0–5
2012 AFC Cup Grup Bendera Myanmar Ayeyawady United 1–1 3–0
Grup Bendera Vietnam Navibank Saigon 6–2 1–3
Grup Bendera Malaysia Kelantan 1–3 0–3
Babak 16 Besar Bendera Hong Kong Kitchee 2–0
Perempat final Bendera Arab Saudi Ettifaq 0–2 0–2
2014 AFC Cup Grup Bendera Malaysia Selangor FA 1–0 1–1
Grup Bendera Vietnam Hanoi T&T 1–3 1–2
Grup Bendera Maladewa Maziya 3–2 3–1
Babak 16 Besar Bendera Hong Kong Kitchee 0-2

Pelatih[sunting | sunting sumber]

 
Nama Kebangsaan Tahun
Sinyo Aliandoe Bendera Indonesia 1987-1989
Andi M. Teguh (Alm) Bendera Indonesia 1989-1992
M Basri Bendera Indonesia 1992-1993, 2000
Gusnul Yakin Bendera Indonesia 1993-94, 1995-96, 1997-98, 2003, 2008-09
Halilintar Gunawan Bendera Indonesia 1994-1995
Suharno Bendera Indonesia 1996-97
Hamid Asnan (Alm) Bendera Indonesia 1998
Winarto Bendera Indonesia 1998-1999
Daniel Roekito Bendera Indonesia 2001-2002
Terry Wetton Bendera Australia 2003
Henk Wullems Bendera Belanda 2003
Benny Dollo Bendera Indonesia 2004 - 2006
Miroslav Janů (Alm) Bendera Ceko 2006 - 2007
Bambang Nurdiansyah Bendera Indonesia 2008 (5 bulan)
Robert Rene Alberts Bendera Belanda 2009 - 2010
Miroslav Janů (Alm) Bendera Ceko 2006-07, 2010-11
Milomir Šešlija (IPL) Bendera Bosnia dan Herzegovina 2011-2012 (2 bulan)
Dejan Antonić (IPL) Bendera Serbia 2011-2012 (5 bulan)
Wolfgang Pikal (ISL) Bendera Austria 2011
Joko Susilo (ISL) Bendera Indonesia 2011
Suharno (Alm) (ISL) Bendera Indonesia 2012
Rahmad Darmawan Bendera Indonesia 2012 - 2013
Suharno (Alm) Bendera Indonesia 2013 - 2015
Joko Susilo Bendera Indonesia 2015 - 2016, 2017 - sekarang
Milomir Šešlija Bendera Bosnia dan Herzegovina 2016 - 2017
Aji Santoso Bendera Indonesia 2017

Pemain terkenal[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Asing[sunting | sunting sumber]

Mantan pemain[sunting | sunting sumber]

[sunting | sunting sumber]

[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]