Arema Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Arema Indonesia
Logo Arema Malang.png
Nama lengkapArema Indonesia
JulukanSingo Edan
Berdiri
  • 11 August 1987; 34 tahun lalu (11 August 1987) sebagai PS Arema
  • 2009 (sebagai Arema Indonesia)
StadionStadion Gajayana, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur
(Kapasitas: 25.000)
PemilikPT Arema Indonesia[butuh rujukan]
ManagerRamadea Adrindata Zaenal
PelatihRedy Suprianto
LigaLiga 3
Liga 3 2019 Jawa TimurGrup F
Kelompok suporterAremania

Arema Indonesia dahulu dikenal dengan nama Arema Malang adalah klub sepak bola Indonesia yang berasal dari Malang, Provinsi Jawa Timur. Saat ini Arema Indonesia bermain di Liga 3.

Arema Indonesia merupakan tim se-daerah dengan Arema FC , Persema Malang, Persekam Malang, Persikoba Batu, Malang United, NZR Sumbersari, Singhasari FC, Kanjuruhan FC dan ASIFA yang berada di daerah Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Arema Indonesia yang saat ini bermain di Liga 3 Jawa Timur dahulunya merupakan salah satu tim papan atas yang bermain di liga tertinggi sepak bola di Indonesia, tetapi semuanya berubah setelah terjadinya dualisme Arema yang menjadikan tim Arema Indonesia menjadi 2 tim yang berbeda, bukan hanya beda nama tapi juga beda nasib. Pada tahun 2011, ketua Yayasan Arema Indonesia saat itu Muhammad Nur bersama Lucky Acub Zaenal mendaftarkan Arema Indonesia untuk mengikuti kompetisi resmi saat itu bernama IPL yang pada musim kedua diputuskan oleh PSSI menjadi kompetisi ilegal karena konflik internal PSSI saat itu. Sementara itu di dalam Yayasan Arema itu sendiri ternyata ada kubu yang tidak setuju dengan keinginan ketua Yayasan Arema yang memasukkan Arema ke kompetisi IPL yaitu kubu Rendra Kresna (sekretaris Yayasan Arema) yang notabene sudah mengundurkan diri sebelumnya. Kubu Rendra Kresna beralasan saat pelepasan saham Arema oleh pemilik Arema yang terdahulu yaitu PT Bentoel, pihak Rendralah yang mendapat amanat dan berhak atas arah tujuan Arema. Dua kubu ini kemudian sama-sama membentuk klub, yang mana keduanya mengikuti kompetisi yang berbeda. PT Arema Indonesia pimpinan M. Nur yang mendapat suntikan dana dari konsorsium Ancora mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (IPL) dengan tetap memakai nama Arema Indonesia, sementara Arema versi Rendra Kresna mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia dan memakai nama Arema Cronus.

Dalam perkembangan terkini, dualisme itu masih tetap ada. Langkah PSSI dengan mengabulkan semua permohonan klub terhukum dan klub baru membuat Arema kembali terbagi dua. Arema Indonesia sebagai klub yang terhukum karena mengikuti Liga ilegal (LPI) akhirnya setelah melalui kongres PSSI pada tahun 2017 di Bandung diperbolehkan mengikuti kompetisi resmi lagi namun harus dimulai dari Liga Nusantara.[1] Sementara Arema Cronus yang berkompetisi di Liga Super Indonesia berganti nama menjadi Arema FC dan tetap mengikuti kompetisi teratas di Indonesia yang sekarang berganti nama menjadi Liga 1 hingga kini.[2]

[sunting | sunting sumber]

Arema sempat beberapa kali berganti nama:

  • PS Arema (1987 - 1995)
  • Arema Malang (1995 - 2009)
  • Arema Indonesia (2009 - sekarang)

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Liga Domestik[sunting | sunting sumber]

Piala Domestik[sunting | sunting sumber]

Turnamen Pra-Musim[sunting | sunting sumber]

Rekor musim ke musim[sunting | sunting sumber]

Liga domestik[sunting | sunting sumber]

Arema Malang (1987-2008)
Arema Indonesia (2009-sekarang)

Piala domestik[sunting | sunting sumber]

Arema Malang (1987-2008)
Arema Indonesia (2009-sekarang)

Kompetisi internasional[sunting | sunting sumber]

Pemain terkenal[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Asing[sunting | sunting sumber]

AFC[sunting | sunting sumber]

CAF[sunting | sunting sumber]

CONMEBOL[sunting | sunting sumber]

UEFA[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ PSSI pulihkan status 7 klub terhukum. Website resmi PSSI. Diakses tanggal 30/09/2019.
  2. ^ 30 tahun Arema dan dualisme yang tak kunjung usai. Kompasiana.com. Diakses tanggal 30/09/2019

Pranala luar[sunting | sunting sumber]