Kuncoro
| Informasi pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Kuncoro | ||
| Tanggal lahir | 7 Maret 1973 | ||
| Tempat lahir | Singosari, Malang, Indonesia | ||
| Tanggal meninggal | 18 Januari 2026 (umur 52) | ||
| Tempat meninggal | Malang, Indonesia | ||
| Tinggi | 1,73 m (5 ft 8 in) | ||
| Posisi bermain | Defender, Midfielder | ||
| Karier junior | |||
| Kaki Mas Dampit | |||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Tampil | (Gol) |
| 1991-1996 1996-1997 1997-1998 1998-1999 1999-2000 2001 2002 2003 2003 2004 2005 2007 2008 2009 2010 |
Arema Malang ASGS Mitra Surabaya Persija Jakarta PSM Makassar Arema Malang Gelora Putra Delta Perseden Denpasar Persik Kediri Persijap Jepara Persegi Gianyar Persipro Probolinggo PSIR Rembang PSMP Mojokerto Persikubar/Persebaya DU | ||
| Tim nasional | |||
| 1994-1998 | Indonesia | ||
| Kepelatihan | |||
| 2012–2026 | Arema FC (Asisten pelatih) | ||
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik | |||
Kuncoro (7 Maret 1973 – 18 Januari 2026) adalah seorang mantan pemain sepak bola Indonesia, Saat ini ia menjadi pelatih untuk Arema FC. Kuncoro juga pernah memperkuat Indonesia di Piala Kemerdekaan 1994 waktu itu ia memperkuat PSSI Harimau (sekadar untuk diketahui PSSI pada saat itu menurunkan dua tim, PSSI Garuda dan PSSI Harimau) dan Piala Tiger 1998. Kuncoro bermain sebagai bek kanan, stoper dan gelandang. Bersama tiga tim ia meraih gelar, pertama Arema Malang di Kompetisi Galatama XII 1992/1993, serta di Kompetisi Liga Indonesia PSM Makassar 1999/2000, dan Persik Kediri 2003.

Ia terkenal sebagai pemain yang mempunyai tempramen tinggi, maka tidak jarang ia selalu mendapatkan kartu dari wasit. Pada bulan April 2000 Ia sempat menggegerkan dunia persepak bolaan nasional ketika ia bersama Kurniawan Dwi Yulianto dan Mursyid Effendi terlibat dalam kasus pesta shabu-shabu di Hotel Weta Surabaya, ketika sehari sebelum PSM Makassar bertanding lawan Petrokimia Putra di Stadion Tri Dharma Gresik. Akibatnya ia mendapatkan hukuman dari Komdis PSSI.[1] Saat ini ia telah mengikuti kursus pelatih lisensi C. Kursus itu sebagai upaya untuk menyusul teman-teman seangkatannya yang lebih dulu menjadi pelatih, seperti Widodo C. Putro, Aji Santoso dan Suwandi H.S.
Pada tanggal 18 Januari 2026, Kuncoro meninggal dunia akibat serangan jantung saat bermain sepak bola di Stadion Gajayana, Malang.[2]
Gelar
[sunting | sunting sumber]- Juara: Galatama XII 1992/93
- Runner up: Piala Galatama 1992
- Juara: Liga Indonesia 1999/2000
- Juara: Liga Indonesia 2003
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ http://ip52-214.cbn.net.id/id/arsip/2000/07/24/OR/mbm.20000724.OR112096.id.html%5B%5D
- ↑ "Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia". Kompas.com. 18 Januari 2026. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Kuncoro, Pemain Gaek yang Masih Terus Bertahan