Mitra Kutai Kartanegara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Mitra Kukar
Logo Mitra Kukar
Nama lengkap Persatuan Sepakbola Mitra Kutai Kartanegara
Julukan Barisan Kukar
Naga Mekes
Didirikan 2003
Stadion Stadion Madya Tenggarong, Kutai Kartanegara, Indonesia
(Kapasitas: 35.000)
Ketua Umum Bendera Indonesia Endri Erawan
Sekretaris Bendera Indonesia Trias Slamet
Bendahara Bendera Indonesia Aji Ari Junaidi
Manajer Bendera Indonesia Roni Fauzan
Pelatih Bendera Indonesia Subangkit
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Sukardi "Kardok" dan Joice Sorongan
Dokter Tim Bendera Indonesia dr. Radjiman
Liga Liga Super Indonesia
2013 Liga Super (Peringkat 3)
Situs web Situs web resmi klub
Kelompok suporter Mit-Man (Mitra Mania)
Kostum kandang
Kostum tandang

Mitra Kutai Kartanegara (disingkat: Mitra Kukar) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Klub ini memiliki julukan sebagai Barisan Kuat dan Kekar dan Naga Mekes, sementara kelompok pendukungnya bernama Mit-Man (Mitra Mania). Seluruh pertandingan kandang Mitra Kukar dimainkan di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang[1].

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Cikal bakal Mitra Kukar adalah klub Niac Mitra asal Surabaya yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Mitra Surabaya. Pada Tanggal 16 Juni 1983, Niac Mitra berkesempatan melakukan pertandingan persahabatan melawan Arsenal yang saat itu sedang melakukan tur pertandingan di Asia Tenggara. Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Gelora 10 November dan disaksikan kurang lebih 30.000 penonton tersebut, Arsenal yang saat itu diperkuat pemain-pemain terbaiknya seperti David O'Leary, Pat Jennings, Kenny Sansom, Brian Talbot, Alan Sunderland dan Graham Rix harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-0. Dua gol dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Fandi Ahmad pada menit ke 37 dan Joko Malis lima menit sebelum pertandingan usai. [2] Ketika Mitra Surabaya terdegradasi ke Divisi Satu Liga Indonesia pada tahun 1999, klub ini dibeli pemilik Barito Putra dari Banjarmasin yakni H. Sulaiman HB dan pindah markas ke ibu kota Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Sejak itu Mitra Surabaya berganti nama menjadi Mitra Kalteng Putra (MKP).

Pada tahun 2001, Mitra Kalteng Putra degradasi ke Divisi Dua Liga Indonesia. Kesulitan keuangan yang dialami Mitra Kalteng Putra dalam menjalani roda kompetisi akhirnya membuat klub ini kembali pindah markas ke Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2003 dengan status dipinjamkan.

Mitra Kalteng Putra kemudian berganti nama lagi menjadi Mitra Kukar saat menjalani kompetisi Divisi Dua Liga Indonesia musim 2003 hingga sukses menapak ke kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia pada musim 2004. Status Mitra Kukar secara resmi menjadi milik Kutai Kartanegara setelah klub ini dibeli dari H. Sulaiman HB dengan harga Rp. 1,5 miliar pada tahun 2005.

Skuat Mitra Kukar musim 2011/2012 dengan kostum kandang
Skuat Mitra Kukar musim 2011/2012 dengan kostum tandang

Di musim 2007, Mitra Kukar berhasil lolos ke Divisi Utama Liga Indonesia musim 2008 setelah sukses menduduki posisi sebagai juara Grup IV sekaligus melaju babak semifinal Divisi Satu Liga Indonesia musim 2007. Namun, Mitra Kukar gagal melangkah ke babak final setelah kalah dari Persikad Depok melalui adu penalti.

Mitra Kukar untuk pertama kalinya mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia sejak musim 2008. Setelah 3 tahun berlaga di Divisi Utama, Mitra Kukar akhirnya menembus kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim 2011/2012 setelah meraih predikat Juara III Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. [3]

Mitra Kukar di Musim 2015-2016[sunting | sunting sumber]

Setelah kompetisi ISL 2015 dihentikan akibat kisruh PSSI dengan Kemenpora, beberapa turnamen diselenggarakan seperti turnamen Piala Presiden 2015, Piala Jenderal Sudirman 2015, Piala Gubernur Kaltim 2016, hingga Piala Bhayangkara 2016. Di ajang Piala Presiden, Mitra Kukar diperkuat 26 pemain dan 5 diantaranya adalah pemain yang dipinjamkan dari klub Semen Padang, yaitu Zulchrizal Abdul Gamal, Hendra Bayauw, Eka Ramdani, Saepulloh Maulana, dan Airlangga Sutjipto. Mitra Kukar juga mempunyai 3 pemain asing saat itu, yakni OK John (Nigeria), Guy Junior (Kamerun), dan Carlos Raul Sciucatti (Argentina). Mitra Kukar hanya mampu menembus babak semifinal karena dikalahkan oleh juara turnamen tersebut, Persib Bandung. Mitra Kukar akhirnya berhasil menjadi juara ke-4 setelah dalam laga tempat ke-3, mereka dikalahkan Arema Cronous 2-0.

Pada turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015, Mitra Kukar diperkuat 26 pemain. 3 pemain asing Mitra Kukar kali ini berasal dari Brasil, yaitu Arthur Cunha, Rodrigo Ost, dan Patrick Cruz. Ada 5 pemain yang telah bergabung di Mitra Kukar, yaitu Shahar Ginanjar, Bayu Pradana, Syakir Sulaiman, Noval Fandianur, dan Monieaga Bagus Suwardi. Tim ini sukses menjadi juara setelah mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-1. Salah satu pemain asing mereka, Patrick Cruz menjadi top skor dengan torehan 7 gol. Pemain asal Papua, Rudolof Yanto Basna menjadi pemain terbaik di turnamen ini.

Berlanjut ke turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016. Di sini, Mitra Kukar diperkuat 24 pemain. Akan tetapi 2 pemain asing mereka, Patrick Cruz dan Rodrigo Ost tidak dapat tampil di turnamen ini. Patrick hengkang ke T-Team F.C. di Malaysia, sedangkan Rodrigo terpaut cedera. Maka dari itu, Mitra Kukar mendatangkan 2 pemain anyar yang juga asal Brasil, yaitu Romario Reginaldo Alves dan Adriano Guerra Strack. Selain itu, ada 8 pemain lokal yang bergabung, yaitu Ferry Rotinsulu, Siswanto, Muhammad Fauzan Jamal, Hendra Bayauw, Saepulloh Maulana, Ronald Setmot, Zikri Akbar, dan Mahdi Fahri Albaar (yang menggantikan Zulkifli Syukur yang cedera). Akan tetapi, usut punya usut ternyata Mitra Kukar gagal lolos babak penyisihan grup dan menempati juru kunci di grupnya. Ini membuat pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra memutuskan untuk mengundurkan diri.

Saat ini, di turnamen Piala Bhayangkara 2016, Mitra Kukar terus berbenah diri. Mitra Kukar telah mempersiapkan 24 pemain. Setelah Romario dan Adriano dicoret, kembali mendatangkar pemain asal Brasil, yakni Marlon Da Silva De Moura. Ada pula Rodrigo Ost yang telah bergabung kembali dengan Mitra Kukar usai cederanya pulih. Di sini, Mitra Kukar juga mendaftarkan pemain lokal yang baru bergabung, yakni Anindito Wahyu Erminarno, Geri Mandagi, Arifki Eka Putra, Dian Irawan, Sutanto Tan, Joko Sidik, dan Rudi Widodo yang dipinjamkan dari Surabaya United. Mitra Kukar juga menunjuk Subangkit sebagai pelatih pengganti Jafri Sastra. Di turnamen ini, Mitra Kukar kembali tersingkir lebih awal. Kini, Mitra Kukar mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi ISC 2016 mendatang.

Skuat[sunting | sunting sumber]

Manajemen Mitra Kukar telah mendaftarkan 24 pemainnya di Piala Bhayangkara 2016[4] . Ada beberapa pemain yang tidak didaftarkan, tapi tetap masuk dalam bagian skuat Naga Mekes, seperti Zulkifli Syukur dan Ferry Rotinsulu.

Per 17 Maret 2016

No. Posisi Pemain Negara
Kiper
1 Kiper Ferry Rotinsulu      Indonesia
12 Kiper Shahar Ginanjar      Indonesia
35 Kiper Riki Pambudi      Indonesia
47 Kiper Geri Mandagi      Indonesia
Bek
3 Bek Zulkifly Syukur      Indonesia
4 Bek Arthur Cunha Da Rocha      Brasil
6 Bek Zulchrizal Abdul Gamal      Indonesia
16 Bek Saepulloh Maulana      Indonesia
27 Bek Zikri Akbar      Indonesia
24 Bek Michael Orah      Indonesia
33 Bek Syahrizal Syahbuddin      Indonesia
Gelandang
7 Gelandang Arifki Eka Putra      Indonesia
10 Gelandang Rodrigo Ost Dos Santos      Brasil
13 Gelandang Bayu Pradana Andriatmo Kapten      Indonesia
23 Gelandang Hendra Bayauw      Indonesia
26 Gelandang Muhammad Bachtiar      Indonesia
29 Gelandang Septian David Maulana      Indonesia
31 Gelandang Dian Irawan      Indonesia
Striker
8 Penyerang Rudi Widodo (pinjaman)     Indonesia
9 Penyerang Marlon Da Silva      Brasil
11 Penyerang Dinan Yahdian Javier      Indonesia
17 Penyerang Ronald Setmot      Indonesia
19 Penyerang Joko Sidik      Indonesia
21 Penyerang Anindito Wahyu Erminarno      Indonesia
88 Penyerang Sutanto Tan      Indonesia
99 Penyerang Yogi Rahadian      Indonesia

Transfer 2015-2016[sunting | sunting sumber]

Masuk[sunting | sunting sumber]

No. Pos. Nama Pindah Dari Type
MF Bendera Indonesia Muhammad Bachtiar Bendera Indonesia Persiba Balikpapan Released
DF Bendera Indonesia Zulchrizal Abdul Gamal Bendera Indonesia Semen Padang F.C. Released
GK Bendera Indonesia Shahar Ginanjar Bendera Indonesia Persib Bandung Released
DF Bendera Brasil Arthur Cunha Da Rocha Bendera Brasil Uberaba Sport Club Released
MF Bendera Brasil Rodrigo Ost Dos Santos Bendera Brasil Rio Preto Esporte Clube Released
MF Bendera Indonesia Bayu Pradana Andriatmo Bendera Indonesia Persiba Balikpapan Released
GK Bendera Indonesia Ferry Rotinsulu Free Agent Released
DF Bendera Indonesia Saepulloh Maulana Bendera Indonesia Semen Padang F.C. Released
DF Bendera Indonesia Zikri Akbar Bendera Indonesia Persija Jakarta Released
MF Bendera Indonesia Hendra Bayauw Bendera Indonesia Semen Padang F.C. Released
FW Bendera Indonesia Ronald Setmot Bendera Indonesia Persipura Jayapura Released
GK Bendera Indonesia Geri Mandagi Bendera Indonesia Persiba Balikpapan Released
FW Bendera Brasil Marlon Da Silva De Moura Bendera Brasil Boavista SC Released
MF Bendera Indonesia Arifki Eka Putra Bendera Indonesia Persiba Balikpapan Released
FW Bendera Indonesia Joko Sidik Bendera Indonesia Persiba Balikpapan Released
MF Bendera Indonesia Dian Irawan Bendera Indonesia Gresik United Released
FW Bendera Indonesia Anindito Wahyu Erminarno Bendera Indonesia Persis Solo Released
FW Bendera Indonesia Sutanto Tan Bendera Indonesia Bali United Pusam F.C. Released
FW Bendera Indonesia Rudi Widodo Bendera Indonesia Surabaya United (pinjaman) Released

Keluar[sunting | sunting sumber]

No. Pos. Nama Pindah Ke Type
GK Bendera Indonesia Ravi Murdianto Bendera Indonesia PS TNI Released
GK Bendera Indonesia Joice Sorongan sebagai Pelatih kiper Mitra Kukar
DF Bendera Indonesia Lopenda Bendera Indonesia Pusamania Borneo F.C. Released
MF Bendera Indonesia Fajar Handika Bendera Indonesia Madura United FC Released
FW Bendera Indonesia Rachmat Affandi Bendera Indonesia Persija Jakarta Released
DF Bendera Nigeria Onorionde Kughegbe Bendera Indonesia Persija Jakarta Released
MF Bendera Argentina Carlos Raul Sciucatti Released
FW Bendera Kamerun Guy Junior Released
FW Bendera Brasil Patrick Dos Santos Cruz Bendera Malaysia T-Team F.C. Released
MF Bendera Indonesia Syakir Sulaiman Bendera Indonesia Bali United Pusam F.C. Released
GK Bendera Indonesia Rivky Mokodompit Bendera Indonesia Semen Padang F.C. Released
MF Bendera Indonesia Defri Rizki Bendera Indonesia Semen Padang F.C. Released
DF Bendera Indonesia Noval Fandianur Bendera Indonesia PON Kaltim Released
FW Bendera Indonesia Monieaga Bagus Suwardi Released
DF Bendera Indonesia Faisal Rizal Samberbory Bendera Indonesia Persiba Balikpapan Released
MF Bendera Indonesia Siswanto Bendera Indonesia Persegres Gresik United Released
DF Bendera Indonesia Muhammad Fauzan Jamal Bendera Indonesia Persijap Jepara Released
MF Bendera Brasil Adriano Guerra Strack Released
FW Bendera Brasil Romario Reginaldo Alves Released
DF Bendera Indonesia Mahdi Fahri Albaar Bendera Indonesia PON Malut Released
DF Bendera Indonesia Rudolof Yanto Basna Bendera Indonesia Persib Bandung Released
MF Bendera Indonesia Rizky Pellu Bendera Indonesia PSM Makassar Released
MF Bendera Indonesia Hendra Ridwan Released

Pemain yang mempunyai caps internasional (senior)[sunting | sunting sumber]

Pemain Negara Caps gol Tahun aktif Tahun di klub
Zulkifly Syukur Bendera Indonesia Indonesia 18 (0) 2010– 2012-
Zulham Zamrun Bendera Indonesia Indonesia 4 (2) 2011– 2011-
Raphael Guillermo Eduardo Maitimo Bendera Indonesia Indonesia 5 (1) 2012– 2013-
Ahmad Amirudin Bendera Indonesia Indonesia 2 (0) 2006– 2013-
Bima Sakti Tukiman Bendera Indonesia Indonesia 55 (?) 1995–2001 2014-
Gunawan Dwi Cahyo Bendera Indonesia Indonesia 1 (0) 2011– 2014-
Diego Muhammad Bendera Indonesia Indonesia 2 (0) 2012– 2014-
Dian Agus Prasetyo Bendera Indonesia Indonesia 0 (0) 2008– 2014-
Erick Weeks Lewis Bendera Liberia Liberia 5 (?) 2005– 2014-

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Gelar[sunting | sunting sumber]

  • Juara (3): 1980-82, 1982-83, 1987-88
  • Runner up (1): 1988-89
  • Runner up (1): 1992

Pelatih[sunting | sunting sumber]

Jabatan Nama
Pelatih kepala Bendera Indonesia Subangkit
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Sukardi "Kardok"
Pelatih Kiper Bendera Indonesia Joice Sorongan
Kit Man Bendera Indonesia Yansah
Tim Doktor Bendera Indonesia dr. Radjiman
Masseur Bendera Indonesia Uthe

Daftar Pelatih[sunting | sunting sumber]

  1. Eddy Simon - Indonesia (2003)
  2. Hernan Clavito Godoy - Chili (2004)
  3. Solekan - Indonesia (2004)
  4. Vata Matanu Garcia - Angola (2005)
  5. Ivan Venkov Kolev - Bulgaria (2006)
  6. Sukardi - Indonesia (2006)
  7. Mustaqim - Indonesia (2007)
  8. Jacksen Tiago - Brasil (2008)
  9. Nus Yadera - Indonesia (2008)
  10. Mustaqim - Indonesia (2009)
  11. Benny Dollo - Indonesia (2010/2011)
  12. Simon McMenemy - Inggris (2011/2012)
  13. Stefan Hansson - Swedia (2012/2015)
  14. Scott James Cooper - Inggris (2015)
  15. Jafri Sastra - Indonesia (2015-2016)
  16. Subangkit - Indonesia (2016-sekarang)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]