Lompat ke isi

Divisi Utama Liga Indonesia 1994–1995

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Divisi Utama Liga Indonesia
Musim1994–1995
Tanggal27 November 1994 – 30 Juli 1995
JuaraPersib
Gelar Divisi Utama 1
ke-6 Gelar Indonesia
DegradasiPS Bengkulu
Warna Agung
PSIR
PSIM
Piala Champions AsiaPersib
Piala Winners AsiaPetrokimia Putra
Jumlah pertandingan559
Jumlah gol1.417 
(2,53 per pertandingan)
Pencetak gol
terbanyak
Peri Sandria
(34 goal)
Kemenangan kandang
terbesar
Pelita Jaya 10–2 Persijatim
(14 Juni 1995)
Kemenangan tandang
terbesar
PS Bengkulu 1–6 Pelita Jaya
(15 April 1995)
Persijatim 0–5 Arseto
(15 April 1995)
Warna Agung 0–5 Semen Padang
(7 Mei 1995)
Pertandingan terbanyak golPelita Jaya 10–2 Persijatim
(14 Juni 1995)

Liga Indonesia 1994–1995 Divisi Utama (dikenal sebagai Liga Dunhill karena alasan sponsor) adalah musim perdana dari Liga Indonesia Divisi Utama, divisi teratas sepak bola Indonesia setelah penggabungan Perserikatan dan Galatama. Musim dimulai pada 27 November 1994 dan berakhir pada 30 Juli 1995. Liga ini diikuti oleh 34 klub. Persib memenangkan gelar juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra 1–0 di final.[1]

Latar Belakang

[sunting | sunting sumber]

Liga ini dimulai pada tahun 1994. Minimnya penjualan tiket di Galatama dan minimnya aspek komersial di Perserikatan membuat PSSI mengambil keputusan berani. Persatuan Sepak Bola Indonesia memutuskan untuk membentuk liga profesional baru yang disebut Divisi Utama Liga Indonesia sebagai penggabungan Galatama dan Perserikatan.[2]

Akibat penggabungan tersebut, terdapat 34 klub perdana di liga ini. Dua klub yang seharusnya terdegradasi ke Divisi Utama, Persiba dan PS Bengkulu, diizinkan untuk berkompetisi, sementara PS Aceh Putra memilih untuk mundur. Untuk mengatasi masalah ini, liga dibagi menjadi dua divisi regional dengan masing-masing divisi terdiri dari 17 klub. Empat klub teratas dari masing-masing divisi kemudian memasuki babak kedua yang dimainkan dalam format penyisihan grup yang terdiri dari dua grup yang masing-masing terdiri dari empat klub. Kemudian, dua klub teratas dari setiap grup melaju ke babak sistem gugur (semifinal dan final) di mana mereka akan bermain untuk memperebutkan gelar juara.[1]

Pergeseran liga ke bentuk yang lebih komersial membuat PSSI bergerak mencari sponsor untuk menopang roda liga. Dunhill, produsen rokok asal Inggris, merupakan perusahaan pertama yang terjun dan menjadi sponsor utama perdana liga. Akibat sponsorship ini, Dunhill menggelontorkan dana hingga Rp4,5 miliar per musim dan memberikan subsidi sebesar Rp100 juta untuk setiap klub Divisi Utama. Dunhill juga memberikan hadiah sebesar Rp75 juta untuk juara, Rp50 juta untuk runner-up, dan Rp25 juta untuk pemain terbaik liga. Dana yang diberikan Dunhill terbilang cukup tinggi untuk standar keuangan pada tahun 1994. Oleh karena itu, Divisi Utama Liga Indonesia kemudian diberi nama Liga Dunhill.[3]

Sebelum liga bergulir, PSSI juga mencabut larangan pemain asing berlaga di liga yang telah aktif sejak 1982 itu. Hal ini berdampak pada beberapa klub yang mendatangkan pemain-pemain bintang dan veteran dunia.[4]

Ringkasan Musim

[sunting | sunting sumber]

Duel perdana liga baru ini mempertemukan para juara edisi terakhir dari masing-masing kompetisi pada 27 November 1994. Pelita Jaya adalah juara terakhir Galatama, sementara Persib adalah juara Perserikatan 1993–94. Pertandingan berakhir 1-0 untuk Pelita Jaya, dengan striker Montenegro mereka Dejan Gluščević menjadi pemain pertama yang mencetak gol di liga utama baru tersebut pada menit ke-60.[2] Pada akhir tahap pertama, PS Bengkulu, Warna Agung, PSIR, dan PSIM terdegradasi dari liga. Gelombang pertama pemain asing yang datang ke liga terbukti tidak efektif dalam meningkatkan hasil, sehingga klub-klub harus merombak susunan pemain asing mereka tepat sebelum tahap kedua dimulai.[5]

Persib akhirnya menjadi juara liga perdana. "Maung Bandung", yang hanya finis sebagai runner-up Divisi Barat, meraih gelar juara berkat kemenangan tipis 1-0 atas Petrokimia Putra di final yang digelar di Stadion Utama Gelora Senayan pada 30 Juli 1995.[1] Namun, final tersebut diwarnai kontroversi karena gol striker Petrokimia Jacksen F. Tiago dianulir karena offside pada menit ke-30. Meskipun demikian, Sutiono Lamso mencetak gol di menit ke-76 untuk Persib dan mereka mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.[6] Ironisnya, gelar juara hanya diraih oleh tim yang beranggotakan pemain lokal, sementara sebagian besar penantang gelar memiliki setidaknya satu pemain asing.[4] Sementara itu, penyerang Bandung Raya Peri Sandria menjadi pencetak gol terbanyak pertama liga. 34 gol yang ia cetak merupakan rekor liga yang bertahan selama 22 tahun hingga Sylvano Comvalius mencetak 37 gol di Liga 1 2017.[7]

Stadion dan lokasi

[sunting | sunting sumber]
Lokasi tim di Divisi Utama Liga Indonesia 1994–1995.
Biru: Wilayah Barat; Merah: Wilayah Timur

Perlengkapan dan sponsor

[sunting | sunting sumber]

Semua perlengkapan tim disediakan oleh Adidas dan disponsori oleh Dunhill sebagai bagian dari kesepakatan sponsor liga.[8][9]

Pemain asing

[sunting | sunting sumber]
Klub Visa 1 Visa 2 Visa 3 Visa 4 Visa 5
Persiraja
PSMS
PSDS
Semen Padang Brasil Claudio Luzardi Brasil Claudio Oliveira Pantai Gading Didier Kessack
PS Bengkulu
Persita
Warna Agung
Persija
Persijatim
Pelita Jaya Kamerun Maboang Kessack Kamerun Roger Milla Republik Federal Yugoslavia Milorad Bajovic
Persib
Bandung Raya Kamerun Olinga Atangana Kamerun Tibidi Alexis Republik Federal Yugoslavia Dejan Gluščević
PSIS
BPD Jateng
PSIR
Persiku
Arseto
PSIM
Mataram Putra
Persema
Arema
Persegres
Petrokimia Putra Brasil Carlos de Mello Brasil Jacksen Tiago Trinidad dan Tobago Darryl Sinerine
Persebaya
Mitra Surabaya Brasil Gomes Oliveira Nigeria Stoyan Nigeria Kapuya
Assyabaab
Gelora Dewata Angola Vata Matanu Garcia Angola Alfonso Abel Campos Angola Jeremie Mboh Nyetam
Persiba
Pupuk Kaltim Brasil Francisco Jose Soares Kamerun Justin Imandi Kamerun J.P. Mbvoum Mayoh Rumania Iulian Minea Rumania Iulian Pomuhaci
Putra Samarinda
Barito Putera
PSM
Persipura
Medan Jaya Rumania Jijie Claudio Rumania Cinca Marius Zaire Makukula Kuyangana

Babak pertama

[sunting | sunting sumber]

Wilayah Barat

[sunting | sunting sumber]
Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi atau degradasi
1 Pelita Jaya 32 24 5 3 78 25 +53 77 Lolos ke babak kedua
2 Persib (C) 32 20 9 3 54 15 +39 69
3 Bandung Raya 32 19 10 3 68 26 +42 67
4 Medan Jaya 32 15 11 6 46 29 +17 56
5 Semen Padang 32 14 10 8 45 25 +20 52
6 Persiraja 32 14 10 8 37 41 4 52
7 Arseto 32 14 6 12 46 38 +8 48
8 Persita 32 13 6 13 43 41 +2 45
9 PSMS Medan 32 11 8 13 37 36 +1 41
10 PSDS 32 10 11 11 38 45 7 41
11 Mataram Putra 32 11 6 15 24 31 7 39
12 Persiku 32 10 7 15 30 37 7 37
13 Persija[a] 32 11 5 16 42 51 9 35
14 BPD Jateng 32 8 10 14 42 50 8 34
15 Persijatim 32 6 6 20 29 71 42 24
16 PS Bengkulu (R) 32 5 5 22 28 69 41 20 Degradasi ke Divisi Satu
17 Warna Agung (R) 32 2 5 25 24 81 57 11
Sumber: RSSSF
(R) Degradasi.
Catatan:
  1. Persija dikenai sanksi pengurangan tiga poin karena mengundurkan diri dari pertandingan melawan Bandung Raya pada 1 Juni 1995.[10]

Wilayah Timur

[sunting | sunting sumber]
Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi atau degradasi
1 Petrokimia Putra 32 17 9 6 62 31 +31 60 Lolos ke babak kedua
2 Pupuk Kaltim 32 15 12 5 58 27 +31 57
3 ASGS 32 17 6 9 57 45 +12 57
4 Barito Putera 32 17 5 10 51 31 +20 56
5 Gelora Dewata 32 15 9 8 50 27 +23 54
6 Arema 32 15 7 10 44 41 +3 52
7 Mitra Surabaya 32 15 5 12 45 34 +11 50
8 Persipura 32 13 9 10 40 42 2 48
9 Persebaya 32 12 10 10 45 40 +5 46
10 PSM 32 11 10 11 31 32 1 43
11 Putra Samarinda 32 11 8 13 32 41 9 41
12 Persema 32 11 6 15 33 43 10 39
13 PSIS 32 10 9 13 28 43 15 39
14 Persegres 32 8 8 16 33 49 16 32
15 Persiba 32 8 6 18 26 49 23 30
16 PSIR[a] (R) 32 5 9 18 26 52 26 21 Degradasi ke Divisi Satu
17 PSIM (R) 32 2 12 18 14 48 34 18
Sumber: RSSSF
(R) Degradasi.
Catatan:
  1. PSIR dikurangi tiga poin karena meninggalkan pertandingan melawan PSIM pada 1 Juni 1995.

Babak kedua

[sunting | sunting sumber]

Babak kedua dimainkan dari tanggal 19 hingga 26 Juli 1995.[1] Pertandingan diadakan di Stadion Utama Gelora Senayan di Jakarta.

Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1 Pupuk Kaltim 3 1 2 0 3 2 +1 5 Lolos ke babak gugur
2 Barito Putera 3 1 2 0 3 2 +1 5
3 Bandung Raya 3 1 1 1 4 3 +1 4
4 Pelita Jaya 3 0 1 2 2 5 3 1
Sumber: RSSSF
Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1 Persib 3 2 1 0 5 1 +4 7 Lolos ke babak gugur
2 Petrokimia Putra 3 1 2 0 5 2 +3 5
3 ASGS 3 1 1 1 4 6 2 4
4 Medan Jaya 3 0 0 3 2 7 5 0
Sumber: RSSSF

Babak gugur

[sunting | sunting sumber]
 
SemifinalFinal
 
      
 
28 Juli – Jakarta
 
 
Pupuk Kaltim0
 
30 July – Jakarta
 
Petrokimia Putra1
 
Petrokimia Putra0
 
28 July – Jakarta
 
Persib1
 
Persib1
 
 
Barito Putera0
 

Semifinal

[sunting | sunting sumber]
Pupuk Kaltim0–1Petrokimia Putra
Laporan Widodo 54'
Penonton: 60.000
Wasit: Widyanto Nugroho (Semarang)

Persib1–0Barito Putera
Kekey Zakaria 80' Laporan
Penonton: 70.000
Wasit: Khairul Agil (DKI Jakarta)
Petrokimia Putra0–1Persib
Sutiono 76'
Penonton: 90,000
Wasit: Zulkifli Chaniago

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Pencetak gol terbanyak

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar pencetak gol terbanyak dari musim 1994–1995.[1]

Peringkat Pemain Klub Gol
1 Indonesia Peri Sandria Bandung Raya 34
2 Indonesia Buyung Ismu Pelita Jaya 30
3 Republik Federal Yugoslavia Dejan Gluščević Bandung Raya 22
4 Angola Vata Matanu Garcia Gelora Dewata 21
Indonesia Sutiono Lamso Persib 21
5 Indonesia Widodo C. Putro Petrokimia Putra 18

Pemain terbaik

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 Herfiyana, Novan (11 Desember 2009). "Indonesia 1994/95". RSSSF. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2003-04-23. Diakses tanggal 2010-05-31.
  2. 1 2 Widyantara, Gunawan (26 November 2013). "Sejarah Hari Ini (27 November): Laga Pembuka Liga Indonesia 1994/95". Goal. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-26. Diakses tanggal 2020-03-13.
  3. Fauzan, Herdanang Ahmad (14 Mei 2019). "Shopee dan Sejarah Sponsor Titel di Liga Sepakbola Indonesia". tirto.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-08-31. Diakses tanggal 2020-03-13.
  4. 1 2 redaksi (2017-05-17). "Dominasi Pemain Asing di Sepakbola Indonesia". Pandit Football Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-16.
  5. Sena, Indra Citra (23 Maret 2017). "Pemain Asing di Liga Indonesia, Gerbong Pertama Tak Sesuai Harapan". JUARA.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-06-30. Diakses tanggal 2020-03-19.
  6. "(30 JULI 1995) PERSIB Juara Liga Indonesia I 1994-1995". PERSIB. 30 Juli 2020. Diakses tanggal 2021-02-08.
  7. Robert (12 November 2017). "Top Skor Liga 1: Cetak 37 Gol, Sylvano Comvalius Ukir Rekor Baru di Indonesia". Bolalob - Situsnya Anak Futsal!. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-23. Diakses tanggal 2020-03-16.
  8. Prasetya, Dhion (2020-04-11). "Daftar Jersey Kandang Persebaya Sejak Ligina 1994/95 Hingga Liga 1 2020". Emosi Jiwaku. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-09-19. Diakses tanggal 2021-02-07.
  9. Sufiyanto, Tengku (2016-08-23). "Cerita Produk Rokok yang Pernah 'Merajai' Sepakbola Indonesia". INDOSPORT.com. Diakses tanggal 2021-02-07.
  10. redaksi (2014-06-01). "On this day 1995, Awal Mula Persija Jakarta Dimusuhi Publik Bandung". Pandit Football Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-06-03. Diakses tanggal 2021-02-08.
  11. Adi, Juni (2019-12-21). "Daftar Lengkap Pemain Terbaik di Liga Indonesia dari Masa ke Masa". INDOSPORT.com. Diakses tanggal 2021-02-07.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]