Hendro Siswanto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Hendro Siswanto
Informasi pribadi
Nama lengkapHendro Siswanto
Tanggal lahir12 Maret 1990 (umur 31)
Tempat lahirTuban, Jawa Timur, Indonesia
Tinggi1,72 m (5 ft 7 12 in)
Posisi bermainGelandang
Informasi klub
Klub saat iniBorneo F.C.
Karier senior*
TahunTimTampil(Gol)
2007Persida Sidoarjo
2008Persepam Pamekasan
2008–2009PSIS Semarang
2009–2010Persiba Balikpapan28(4)
2010–2011Persela Lamongan20(2)
2011–2012Arema Indonesia (IPL)5(0)
2012–2021Arema FC39(1)
2021–Borneo FC
Tim nasional
2007Indonesia U-193(1)
2008Indonesia U-21
2009-2012Indonesia U-2312(0)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 28 Mei 2016.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 21 November 2011

Hendro Siswanto (lahir di Tuban, Jawa Timur, 12 Maret 1990; umur 31 tahun) adalah pemain sepak bola Indonesia yang musim ini (2021) resmi pindah ke klub Borneo FC di Liga 1.[1] Dia berposisi sebagai gelandang.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Hendro lahir di dusun Rembes, Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Desa Gesikharjo terletak di 12 kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten Tuban. Dusun yang menjadi tempat Hendro lahir dan tumbuh merupakan salah satu sentra Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Tuban. Keluarga Hendro juga bekerja sebagai nelayan.[2]

Karier[sunting | sunting sumber]

Pada 2007, ia membela Persida Sidoarjo dan menyeberang ke Madura dan bergabung dengan Persepam. PON 2008 Kaltim menjadi babak baru bagi Hendro. Ia membawa Jatim mempertahankan medali emas sekaligus membuka jalan menuju kompetisi tertinggi Indonesia.[2]

PSIS Semarang[sunting | sunting sumber]

Usia Hendro baru 18 tahun kala itu. Ia berangkat ke Semarang dengan tekad menembus skuat utama PSIS Semarang di ISL. Kala itu PSIS melakukan penghematan dengan memaksimalkan pemain muda. Hendro mendapat tempat di tim inti dan bisa mengembangkan bakatnya. PSIS sebagai klub ISL pertama yang ia bela tak mulus di musim perdana ISL. Kondisi keuangan yang kembang kempis membuat manajemen kelimpungan. Hendro berjuang dengan pemain muda lainnya seperti Gunawan Dwi Cahyo, Feri Ariawan, Herry Susilo, dan Johan Yoga Utama.[2]

Arema Cronus[sunting | sunting sumber]

Hendro mendapat tawaran dari Arema Indonesia yang saat itu berlaga di IPL 2011-2012. Hanya lima pertandingan, Hendro pindah ke Arema ISL, yang kini menjadi Arema Cronus, hingga sekarang. Sebagai pemain yang menempati posisi gelandang, Hendro harus bersaing dengan pemain senior macam Ahmad Bustomi dan Gustavo Lopez.[2]

2014[sunting | sunting sumber]

Hendro hanya tampil selama 777 menit.[2]

2016[sunting | sunting sumber]

Hendro Siswanto mendapat sanksi larangan bermain di dua laga kompetisi ISC akibat kartu merah yang didapatnya saat bermain melawan Madura United di Madura 6 Mei 2016. Putusan komisi disiplin kompetisi ISC yang baru diterima Rabu, 18 Mei 2016 malam itu tak urung mendatangkan banyak pertanyaan bagi kubu Arema. Ia absen saat Arema bertanding melawan Persegres pada 27 Mei dan saat tandang ke kandang PSM pada 12 Juni 2016. Dua laga itu masuk sebagai daftar laga pekan ke 5 dan ke 6.[3]

Borneo FC[sunting | sunting sumber]

Pada musim ini (2021) Hendro resmi meneken kontrak dengan klub asal Samarinda, Borneo FC. Manajemen Borneo FC, tidak tanggung-tanggung dan mengontrak Hendro selama 2 tahun. Mereka berharap kehadiran Hendro di tim itu, mampu membawa Borneo FC agar lebih maju dan berprestasi.[1]

Karier tim nasional[sunting | sunting sumber]

Pada SEA Games 2011, Hendro memperkuat Timnas U-23 Indonesia yang berhasil memperoleh Perak.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Bagus Putra Pamungkas (18 Februari 2021). "Alasan Hendro Siswanto Tinggalkan Arema FC Setelah Sembilan Tahun". JawaPos. Diakses tanggal 23 Mei 2021. 
  2. ^ a b c d e Hendro Siswanto, Anak Nelayan Ingin Jadi Juragan Hijab
  3. ^ Hendro Siswanto Disanksi Larangan Main di Dua Laga

Pranala luar[sunting | sunting sumber]