Umuh Muchtar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Umuh Muchtar
Umuh Muchtar.jpg
Persib Bandung
Informasi pribadi
Lahir 2 Juni 1948 (umur 70)
Bendera Indonesia Bandung, Jawa Barat

Umuh Muchtar, biasa dipanggil Uwak Haji atau Haji Umuh (lahir di Bandung, Jawa Barat, 2 Juni 1948; umur 70 tahun) adalah manajer sekaligus pelatih Persib Bandung, kesebelasan sepak bola asal Bandung. Pria yang satu ini, sepertinya, sudah tak asing lagi di mata pencinta sepak bola Jawa Barat. Kumisnya yang sering menghiasi headline tabloid dan koran seantero Jawa Barat apalagi saat Persib Bandung menjadi juara Liga Super Indonesia 2014. Komentarnya pun dikenal berani, baik pada tim ataupun kondisi persepak bolaan Tanah Air.

Karier Manajemen[sunting | sunting sumber]

Umuh mulai menjadi bagian dari manejemen Persib pada kompetisi Liga Indonesia 2007/2008 dengan jabatan sebagai Asisten Manajer.

Tahun 2008, Umuh menjadi Manajer Persib menggantikan Jaja Sutardja. Jabatan yang diembannya hingga saat ini.

22 Juli 2009 Umuh diserahi mandat oleh Dada Rosada (Ketua Badan Pengelola Persib) untuk menjadi Direktur PT. PBB menggantikan Chandra Solehan. Beberapa bulan berselang, Umuh berhasil membawa konsorsium pengusaha untuk menjadi investor PT. PBB, salah satunya adalah Erick Thohir yang pada akhirnya menjadi komisaris utama Persib saat itu. Posisi Umuh tahun 2009-2011 di Persib adalah komisaris merangkap direktur merangkap manajer tim.

25 Mei 2011, Umuh mundur dari jabatan direktur PT. PBB.[1]

Dibawah bimbingannya, Persib menjadi salah satu tim terkuat di Indonesia. Uwak Haji Umuh Muchtar pun terkenal karena perilaku royalnya dalam memberikan bonus kepada para pemain jika target - target mereka tercapai. Tidak lupa juga Umuh suka untuk mengajak para pemainnya nguseup atau memancing untuk melepas penat selepas bertanding.

Dengan berhasilnya Persib Bandung menjuarai Indonesia Super League, Uwak Haji bisa disandingkan dengan manajer sekelas Alex Ferguson atau Jose Mourinho karena kesamaan sifatnya yakni mengedepankan kepentingan tim. Dengan segala keahliannya tersebut maka Wak Haji Umuh akan terus memajukan dunia persepak bolaan Indonesia

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • ^ Mulai tanggal 25 mei, saya sudah tidak aktif lagi sebagai dirut PT PBB. Sedangkan untuk posisi sebagai manajer tim, saya tidak tahu,