Persatuan Sepak Bola Malaysia
| AFC | |
|---|---|
| Didirikan | 1933 |
| Afiliasi FIFA | 1954 |
| Afiliasi AFC | 1954[1] |
| Afiliasi AFF | 1984 |
| Presiden | Tok Dalang |
| Website | www |
Persatuan Bolasepak Malaysia (Jawi Melayu: ڤرساتوان بولا سيڤق مليسيا, transliterasi: 'Persatuan Bola Sepak Malaysia'), dalam bahasa Inggris bernama Football Association of Malaysia atau FAM, adalah organisasi yang bertanggung jawab untuk mengatur hal-hal terkait persepakbolaan nasional Malaysia. Kantor pusatnya terletak di Kelana Jaya, Petaling Jaya, Selangor Darul Ehsan. FAM merupakan anggota resmi AFC dan FIFA. Presidennya saat ini adalah Datuk Haji Hamidin Bin Haji Mohd Amin.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Awal 1900-an
[sunting | sunting sumber]Inggris berperan penting dalam penyebaran sepak bola di Malaysia karena pada waktu itu Malaysia merupakan salah satu wilayah kekuasaannya. Sepak bola diperkirakan sudah dimainkan di Malaysia sejak awal abad ke-20 dengan ditandai banyaknya klub-klub sepak bola yang didirikan, terutama di Selangor, Kuala Lumpur, Perak, Johor, dan Negeri Sembilan.
1951
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 1951, Perdana Menteri Malaysia pertama, Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, dipercaya menjadi presiden Persatuan Bolasepak Malaysia.
1974-1984
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 1974, jabatan presiden PBM digantikan oleh Perdana Menteri Malaysia kedua, Tun Abdul Razak, yang hanya menjabat selama satu tahun. Pada tahun 1976, jabatan tersebut kemudian dipegang oleh Tan Sri Datuk Seri Setia Raja Hamzah Haji Abu Samah, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Malaysia saat itu.
Kontroversi Pemalsuan Dokumen
[sunting | sunting sumber]Komite Disiplin FIFA telah menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain – Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano – karena pelanggaran terhadap pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) yang berkaitan dengan pemalsuan dan bukti palsu.
FAM telah mengajukan permintaan kelayakan kepada FIFA, dan dalam prosesnya, menggunakan dokumen yang telah dimanipulasi untuk memungkinkan para pemain tersebut tampil.
Ketujuh pemain tersebut bermain untuk Malaysia melawan Vietnam pada putaran ketiga kualifikasi Piala Asia AFC Arab Saudi 2027 pada tanggal 10 Juni 2025.[2]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Asian soccer championship next year". The Straits Times. National Library Board. 27 May 1954. hlm. 14. Diakses tanggal 28 February 2018.
• "ASIAN SOCCER FINALS IN SINGAPORE May be used as Olympic series". The Singapore Free Press. National Library Board. 5 October 1954. Diakses tanggal 28 February 2018.
• "Singapore to meet Indonesia in Asian Soccer Tourney". The Straits Times. National Library Board. 14 June 1955. Diakses tanggal 28 February 2018. - ↑ https://inside.fifa.com/legal/judicial-bodies/news/fifa-sanctions-football-association-of-malaysia-and-seven-players
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Situs web resmi
- Malaysia pada situs web resmi FIFA.
- Malaysia pada situs resmi AFC.