Yangon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Yangon
bahasa Myanmar: ရန်ကုန်
Rangoon
Kota
Bagian Downtown Yangon pada sore hari
Bagian Downtown Yangon pada sore hari
Logo resmi Yangon
Logo
Yangon berlokasi di Burma
Yangon
Yangon
Lokasi dari Yangon (Rangoon), Myanmar
Koordinat: 16°48′LU 96°09′BT / 16,8°LU 96,15°BT / 16.800; 96.150
Negara Myanmar
Pembagian Yangon Region
Settled 6th century AD
Pemerintahan
 • Mayor Aung Thein Lynn
Area[1][2]
 • Total 23,118 mil² (598,75 km2)
Populasi (2010)[3]
 • Total 4.348.000
 • Kepadatan Bad rounding here0.00.019/sq mi (Bad rounding here7.3×10−5/km2)
 • Ethnicities Bamar. Rakhine. Mon. Kayin. Burmese Chinese. Burmese Indians. Anglo-Burmese
 • Agama Buddha. Kristen. Islam
Zona waktu MST (UTC+6:30)
Kode wilayah 1, 80, 99
Situs web www.yangoncity.com.mm
MyanmarYangon.png

Yangon (ရန္ကုန္), dulunya Rangoon, populasi 4.504.000 jiwa (2001), adalah ibu kota Myanmar hingga 7 November 2005, saat status ibu kota berpindah ke Pyinmana. Kota ini terletak di Sungai Yangon, dekat Teluk Martaban. Produk ekspornya berupa beras, kayu jati, minyak bumi, kapas dan bijih metal.

Yangon ditemukan pada abad ke-6, pada saat itu berupa desa nelayan. Raja Alaungapaya menguasainya dari orang Mon pada 1753 dan menamakannya dari "Dagon" menjadi nama sekarang "Yangon", berarti "kesudahan seluruh permusuhan". Yangon dikuasai Britania pada 1852 sekaligus menjadi ibu kota Myanmar. Yangon mengalami kerusakan parah pada gempa bumi dan tsunami tahun 1930.

Pada 8 Maret 1942 semasa Perang Dunia II, pasukan Jepang menduduki kota ini.

Pendahuluan[sunting | sunting sumber]

Jalan di Kota Yangon

Hampir di seluruh penjuru kota Yangon terdapat pagoda yang besar maupun kecil. Disamping itu juga terdapat beberapa masjid, klenteng dan gereja peninggalan masa lalu yang masih berfungsi baik sampai saat ini.

Itu semua menandakan bahwa masyarakat Yangon sangat religius menjalankan agamanya masing-masing. Penduduk Yangon masih sangat menjaga dan berusaha mempertahankan budaya bangsanya. Sebagai contoh, kaum lelaki dan perempuannya ke mana-mana memakai kain panjang yang disebut longyi.

Gedung dan bangunan di dalam kota tidak ada yang terlalu menjulang tinggi seperti gedung-gedung di negara lain. Malah masih sangat banyak bangunan yang bergaya lama atau berarsitektur peninggalan kolonial Britania Raya.

Kebiasaan kaum lelakinya makan sirih (bida) dan kaum perempuannya memakai bedak dingin terlihat di sudut-sudut kota. Moda transportasinya bus kota misalnya masih banyak yang kuno seperti angkutan di Jakarta tahun 70 an. Becak kayuh penumpangnya ada di samping yang menghadap ke depan dan ke belakang. Mobil-mobil stirnya ada di kanan dan berjalan di jalur kanan. Listrik masih suka padam. Angkutan umum plat nomornya berwarna merah termasuk taksi dan bus. Taksi hampir 90% tidak pakai argo walau ada argonya. jumlah taksi lebih banyak dari mobil pribadi.

Di Yangon tidak ada sepeda motor, karena dilarang masuk kota. Pemandangan ini sangat berbeda dibandingkan dengan Vietnam atau Indonesia.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Yangon memiliki iklim tropis. Di musim dingin, terdapat lebih sedikit curah hujan di Yangon daripada di musim panas. Menurut Köppen dan Geiger, iklim ini diklasifikasikan sebagai Aw. Suhu di sini rata-rata 27.3 °C. Curah hujan tahunan rata-rata adalah 2378 mm.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Third Regional EST Forum: Presentation of Myanmar" (PDF). Singapore: Ministry of Transport, Myanmar. 17–19 March 2008. 
  2. ^ Zin Nwe Myint (2006). Frauke Krass, Hartmut Gaese, Mi Mi Kyi, ed. Megacity yangon: transformation processes and modern developments. Berlin: Lit Verlag. p. 264. ISBN 3-8258-0042-3. 
  3. ^ "United Nations World Urbanization Prospects, 2007 revision". Esa.un.org. Diakses tanggal 2010-04-27. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]