Nil Maizar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Nil Maizar
Nil Maizar pelatih timnas.jpg
Informasi pribadi
Nama lengkapNil Maizar
Tanggal lahir2 Januari 1970 (umur 48)
Tempat lahirBendera Indonesia Payakumbuh, Sumatera Barat,
Indonesia
Tinggi1,68 m (5 ft 6 in)
Posisi bermainBek
Karier junior
1980–1986Persepak Payukumbuh
1986–1987Diklat Padang
1987–1988Diklat Ragunan
Karier senior*
TahunTimTampil(Gol)
1990Sparta Prague
1992–1997Semen Padang
1997–1999PSP Padang
Tim nasional
1991Indonesia U-23
1987–1991Indonesia II
1990Indonesia
Kepelatihan
2000–2003Semen Padang U-21
2004–2005Semen Padang (asisten)
2009–2010Semen Padang (asisten)
2010–2012Semen Padang
2012–2013Indonesia
2014Putra Samarinda
2015-SekarangSemen Padang
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik.

Nil Maizar (lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, 2 Januari 1970; umur 48 tahun) adalah seorang mantan pemain yang kemudian menjadi pelatih sepak bola Indonesia. Ia merupakan mantan pemain belakang Semen Padang FC dan juga pernah menjadi pelatih tim nasional sepak bola Indonesia.[1]

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Ia lahir di Payakumbuh pada 2 Januari 1970. Pendidikan awal didapatnya dari SD Negeri 4 Teladan Payakumbuh (1977-1983) dan SMP Negeri 1 Payakumbuh (1983-1986). Ia kemudian masuk ke SMA Negeri 39 Jakarta dan lulus pada tahun 1989.[2]

Pemain[sunting | sunting sumber]

Junior[sunting | sunting sumber]

Ia memulai kariernya di klub kampung halamannya, Persepak Payakumbuh, di usia 10 tahun pada 1980.[3] Enam tahun kemudian, ia bergabung dengan Diklat Padang, tetapi hanya setahun kemudian, ia terpilih ke Diklat Ragunan.

Garuda II[sunting | sunting sumber]

Nil merupakan anggota tim nasional Indonesia Garuda II pada periode 1989-1991. Pada tahun 1990, Nil sempat merasakan magang di klub elite Sparta Prague di Republik Ceko. Selama enam bulan berada di klub tersebut, Nil bersama rekannya di timnas, Agus Yuwono, tampil di kompetisi kasta kedua.[4] Ia ditangani oleh pelatih legendaris Ceko, Josef Masopust.[4]

Semen Padang[sunting | sunting sumber]

Setelah kembali dari Ceko, Nil bermain di Semen Padang selama lima tahun (1992-1997). Ia ikut serta dalam skuat Kabau Sirah yang memenangi Piala Galatama pada 21 Juli 1992, mengalahkan Arema Malang dengan skor 1-0.[5] Ia kemudian dua tahun bermain untuk PSP Padang sebelum memutuskan pensiun pada 1999.

Sambil menekuni sepak bola sebagai profesinya, Nil juga tercatat sebagai mahasiswa Universitas Ekasakti Padang pada 1992 sampai 1999, dimana ia meraih gelar sarjana ekonomi.[2]

Pelatih[sunting | sunting sumber]

Semen Padang[sunting | sunting sumber]

Arcan Iurie ditunjuk menjadi pelatih Semen Padang pada tahun 2009, saat klub tersebut masih di Divisi Utama Liga Indonesia. Nil ditunjuk sebagai asistennya. Duet tersebut berhasil mengantarkan Semen Padang ke Liga Super Indonesia 2010-11 lewat kemenangan 1-0 kontra Persiram Raja Ampat pada 29 Mei 2010 di Stadion Manahan.[6]

Polemik bergulir saat manajemen Semen Padang tidak memperpanjang kontrak sang pelatih asal Moldova.[7] Nil justru ditunjuk menjadi pelatih kepala Semen Padang.[8]

Pada musim perdananya, Nil berhasil membawa Semen Padang ke posisi keempat Liga Super. Saat klub memutuskan bergabung ke Liga Prima untuk musim 2011-12, Nil tetap melatih SP.

Timnas Indonesia[sunting | sunting sumber]

Prestasi Nil di Padang menarik perhatian PSSI. Kebetulan, posisi pelatih kepala tim nasional sepak bola Indonesia masih belum jelas seiring pemecatan Alfred Riedl dan desakan timnas U23 untuk menarik Aji Santoso, caretaker pelatih tim senior, ke tim mereka. Akhirnya, PSSI lewat koordinator tim nasional Bob Hippy resmi menetapkan Nil sebagai pelatih tim nasional Indonesia pada 13 April 2012.[9]. Ia didampingi oleh Fabio Oliveira, staf pelatih Persija IPL. Sementara itu, posisinya sebagai pelatih kepala Semen Padang digantikan oleh direktur teknik Suhatman Imam.[10] Ia sempat berjanji kepada publik Padang untuk kembali melatih Kabau Sirah.[11]

Turnamen pertama Nil sebagai pelatih timnas adalah Piala Internasional Palestina 2012 pada Mei 2012. Indonesia tergabung dalam grup B bersama Mauritania dan Kurdistan, dan PSSI menggelar pemusatan latihan pada akhir April. Nil terpaksa meninggalkan pelatnas di Yogyakarta untuk mengikuti kursus kepelatihan yang digelar oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman dari tanggal 23 April sampai 12 Mei di Koeln.[12] Pelatnas diserahkan kepada asistennya Oliveira, dan Nil sendiri baru bisa menyusul timnas ke Palestina pada 12 Mei.[13] Hasil yang diraih tim cukup baik, dimana Mauritania berhasil dikalahkan 2-0, tetapi tertahan imbang 1-1 oleh Kurdistan. Di semifinal, Indonesia dikalahkan tuan rumah Palestina 2-1.

Ia memimpin tim nasional langsung di Piala SCTV, meskipun takluk 2-0 dari Korea Utara pada 10 September 2012 di Gelora Bung Tomo, Surabaya.[14]

Piala AFF 2012[sunting | sunting sumber]

Saat konflik dualisme di internal PSSI semakin meruncing, Nil tetap bersama tim yang ia persiapkan untuk Piala AFF 2012 di Malaysia. Usahanya untuk memanggil beberapa pemain kunci yang berlaga di Liga Super gagal, karena liga tersebut, yang notabene dibawah kontrol Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia, melarang pemainnya bergabung dengan tim nasional. Meskipun begitu, PSSI tetap bersikeras mendaftarkan enam pemain ISL, meskipun keenam nama tersebut tidak pernah berangkat.[15]

Meskipun disertai kritik keras publik, alhasil, Nil hanya bisa membawa sederet pemain yang belum dikenal publik ke Malaysia. Notabene hanya Irfan Bachdim, Andik Vermansyah dan Bambang Pamungkas yang ada di tim tersebut. Sisanya Nil memanggil beberapa pemain yang dinaturalisasi seperti Tony Cussel dan Jhonny van Beukering, serta Arthur Irawan yang bermain di Espanyol.[16]

Indonesia hanya berhasil menduduki peringkat ketiga Grup B, setelah mengantongi empat poin dari tiga laga (menahan imbang Laos, mengalahkan Singapura tetapi ditaklukkan Malaysia), otomatis gagal melaju ke fase berikutnya.

Pada awal Februari 2013, PSSI resmi menggaet pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco sebagai pelatih kepala tim nasional, lewat mekanisme g-to-g antara kedua negara. Otomatis posisi Nil (dan Aji Santoso selaku pelatih tim U23) dikabarkan akan tergusur.[17] Meskipun sempat dianulir Djohar Arifin Husin sendiri selaku ketua PSSI, Nil dan asistennya resmi dipecat pada 27 Februari, bersama sekretaris jenderal Halim Mahfudz.[18] Nil sempat menyatakan memasrahkan urusan tersebut kepada PSSI, meskipun kontraknya masih ada sampai 2016,[19] tetapi ia tetap meminta PSSI menyelesaikan kewajibannya untuk membayar gajinya yang tertunggak.[20] PSSI akhirnya baru menunaikan kewajiban tersebut pada 19 April.[21]

Putra Samarinda[sunting | sunting sumber]

Setelah memutuskan berhenti dari dunia politik, pada 2014 Nil Maizar kembali melatih dan menjadi pelatih Putra Samarinda sejak putaran ke-2 Liga hingga Oktober 2014 untuk menggantikan Mundari Karya yang mengundurkan diri.[22]

Politik[sunting | sunting sumber]

Setelah dipecat dari tim nasional, Nil memutuskan maju sebagai calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2014 lewat Nasional Demokrat.[23] Ia akan bertanding di daerah pemilihan Sumatera Barat II. Meskipun begitu, Nil menyatakan bahwa ia tidak akan meninggalkan sepak bola, dan menyebut pencalonannya sebagai anggota DPR adalah sebuah "panggilan jiwa".[24]. Namun karier politiknya tak berlangsung lama, pada 2014 ia kembali menjadi pelatih klub Putra Samarinda.[22]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Profil Tim ISL 2015: Nil Maizar dan Janji di Semen Padang" Liputan6.com, 15 Februari 2015. Diakses 02 November 2015.
  2. ^ a b Curriculum vitae Nil Maizar untuk daftar calon sementara pemilihan umum legislatif Indonesia 2014 di situs resmi Komisi Pemilihan Umum
  3. ^ Ary Wibowo, "Patriotisme Nil Maizar". Kompas, 20 November 2012
  4. ^ a b Saktiawan Sinaga, "Nil Maizar Ambisi Bawa Semen Padang Juara". BOLA, 15 Desember 2011
  5. ^ Arsip RSSSF untuk Piala Galatama 1992
  6. ^ "Semen Padang, Selamat Datang Di ISL". Duniasoccer, 29 Mei 2010
  7. ^ Rijal Piliang, "SP Tak Perpanjang Kontrak Arcan Iurie". Goal.com, 23 Juli 2010
  8. ^ "RESMI: Nil Maizar Besut Semen Padang". Biangbola.com, 28 Juli 2010
  9. ^ Wirawan Kusuma, "PSSI Tunjuk Nil Maizar Jadi Pelatih Timnas Senior". Kompas, 13 Apri 2012
  10. ^ Arie Firdaus, "Ditinggal Nilmaizar, Semen Padang Yakin Juara LPI". Tempo, 16 April 2012
  11. ^ "Tinggalkan Semen Padang, Nil Maizar Menangis". BOLA, 15 April 2012
  12. ^ Muhammad Ruffy, "Nil Maizar Tinggalkan Timnas Ke Jerman". Goal.com, 20 April 2012
  13. ^ Arie Firdaus, "Pelatih Nil Maizar Susul Timnas ke Palestina". Tempo, 13 Mei 2013
  14. ^ Muchamad Syuhada dan Zaky Al-Yamani, "Nil Maizar: Indonesia Sudah Bermain Maksimal". VIVA.co.id, 11 September 2012
  15. ^ Ruslan Burhani, "Pemain ISL tetap didaftarkan ke Piala AFF". ANTARA, 24 Oktober 2012
  16. ^ Amba Dini Sekarningrum, "Nil Maizar panggil pemain yang merumput di Eropa". Sindonews, 8 November 2012
  17. ^ "PSSI Gaet Pelatih Argentina, Nilmaizar dan Aji Santoso Dipecat?". Tribunnews, 7 Februari 2013.
  18. ^ "Exco Pecah, Halim dan Nil Maizar Dipecat". MetroTV, 27 Februari 2013
  19. ^ Arie Firdaus, "Pasrahnya Nilmaizar". Tempo, 9 Februari 2013
  20. ^ Amalia Dwi Septi, bola/read/2013/04/09/163731/2215715/76/nil-maizar-sabar-menanti-pelunasan-gaji-oleh-pssi "Nil Maizar Sabar Menanti Pelunasan Gaji oleh PSSI". Detik.com, 9 April 2013
  21. ^ Amalia Dwi Septi, bola/read/2013/04/18/152617/2223993/76/tunggakan-gaji-nil-maizar-telah-selesai "Tunggakan Gaji Nil Maizar Telah Selesai". Detik.com, 18 April 2013
  22. ^ a b http://bola.viva.co.id/news/read/544310-kontrak-segera-berakhir--nil-maizar-belum-tentukan-pilihan
  23. ^ Muhammad Rizki, "Nilmaizar Daftar Bakal Caleg NasDem". Tempo, 17 April 2013
  24. ^ Marco Tampubolon, Luzman Rifqi Karami, "Nil Maizar Ungkap Alasannya Maju Jadi Caleg NasDem". VIVA.co.id, 18 April 2013