Jhon van Beukering

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Jhonny van Beukering
Jhon van Beukering.jpg
Jhon van Beukering saat bermain untuk Feyenoord Rotterdam.
Informasi pribadi
Nama lengkapJhon van Beukering
Tanggal lahir29 September 1983 (umur 35)
Tempat lahirVelp[1], Belanda
Tinggi1,82 m (6 ft 0 in)*[2]
Karier junior
Velpse Boys
VVO
De Graafschap
Vitesse
Karier senior*
TahunTimTampil(Gol)
2000–2004Vitesse49(8)
2002–2003Zwolle (Pinjaman)6(2)
2004–2007De Graafschap92(49)
2007–2010N.E.C.47(15)
2009–2010De Graafschap (Pinjaman)9(2)
2010Go Ahead Eagles4(1)
2010–2011Feyenoord3(0)
2011–2012Pelita Jaya FC2(0)
2012Dordrecht0(0)
2012–2013FC Presikhaaf3(3)
2013–MASV Arnhem
Tim nasional
2012Indonesia1(0)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 14 November 2012.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 22:33, 1 Desember 2012 (UTC)

Jhon "Jhonny" van Beukering (lahir di Velp, Gelderland, 29 September 1983; umur 35 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Belanda dari keturunan (Eurasia) Indo, saat ini ia bermain untuk MASV Arnhem. Dia biasa berposisi sebagai penyerang.

Karier[sunting | sunting sumber]

Vitesse[sunting | sunting sumber]

Setelah bermain untuk beberapa klub amatir, Vitesse melihat bakatnya, dan tertarik akademi remaja Vitesse setelah beberapa penampilkan besar dalam tim remaja De Graafschap. Pada musim 2000/2001 ia membuat debut pertama untuk skuat utama Vitesse. Van Beukering mencetak 2 gol dalam 3 pertandingan ketika ia bermain dimusim itu. Musim berikutnya ia mendapat tempat dalam lineup awal untuk klub dan mencetak 3 gol.[3]

Pada musim 2002/2003 ia hampir tidak pernah dimainkan (hanya 6 kali), sehingga ia dipinjamkan ke FC Zwolle. Di FC Zwolle ia juga memainkan 6 pertandingan, mencetak 2 gol. Musim berikutnya pinjaman di FC Zwolle diperpanjang, dan Van Beukering mencetak 3 gol dalam 14 pertandingan.

De Graafschap[sunting | sunting sumber]

Van Beukering kembali ke mantan klubnya De Graafschap dalam liburan musim dingin. Dengan 9 gol dalam 11 pertandingan ia memainkan peran penting dalam De Graafschap promosi untuk Eredivisie pada akhir musim 2003/2004. Di Eredivisie ia bermain 31 pertandingan untuk De Graafschap, mencetak 9 gol. Pada akhir musim dia cedera lutut berat dan tidak bisa bermain selama lebih dari setengah tahun.

De Graafschap, yang kemudian terdegradasi, dapat kembali menggunakan jasa Van Beukering setelah paruh musim Eerste Divisie. Van Beukering kembali mencetak gol segera sekembalinya ia dari cedera.

Feyenoord[sunting | sunting sumber]

Pada awal bulan Desember, ia meneken kontrak dengan Feyenoord.[4] Dia menjadi dikenal karena kecepatannya yang lamban sehingga diberi julukan Jhonny of the Burger King karena berat badannya yang kelebihan.[5]

Pelita Jaya FC[sunting | sunting sumber]

Setelah bermain di Feyenoord, Jhon van Beukering dilaporkan telah menandatangani kontrak 3 tahun dengan klub asal Indonesia Pelita Jaya FC.[6] Ia akan mulai bermain dengan mereka di Liga Super Indonesia 2011-12.

Tim nasional[sunting | sunting sumber]

Meskipun pernah beberapa kali bermain untuk Timnas Junior Belanda, van Baukering tidak pernah bermain untuk timnas senior, sehingga ia setuju saat Tim nasional sepak bola Indonesia memintanya untuk menjadi warga negara Indonesia. Dia diundang untuk bermain menghadapi Uruguay, tetapi terhalang oleh peraturan Indonesia yang melarang kewarganegaraan ganda. Namun baru-baru ini, dia bersedia untuk melepas kewarganegaraan belanda untuk menjadi warganegara Indonesia.[7] Pengucapan sumpahnya dilakukan pada 10 Oktober 2011, sehingga dia sudah memenuhi syarat untuk bergabung dengan Tim nasional sepak bola Indonesia. [8]

Debut pertama resmi dengan Timnas Indonesia adalah ketika mereka menantang Timor-Leste di Stadion Gelora Bung Karno November 14, 2012. Dia memberi assist untuk Bambang Pamungkas mencetak satu-satunya gol dalam permainan. Debut resmi di Tim Nasional Indonesia pada saat babak penyisihan grup Piala Suzuki AFF 2012 melawan Malaysia, dia masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Dan pada akhirnya Indonesia kalah dari Malaysia dengan skor 2-0.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]


Pranala luar[sunting | sunting sumber]