Benteng Marlborough

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Benteng Marlborough

Benteng Marlborough (Inggris:Fort Marlborough) adalah benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1714-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris.[1] Konon, benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi samudera Hindia. Benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu; sehingga penghuninya terpaksa mengungsi ke Madras. Mereka kemudian kembali tahun 1724 setelah diadakan perjanjian. Tahun 1793, serangan kembali dilancarkan. Pada insiden ini seorang opsir Inggris, Robert Hamilton, tewas. Dan kemudian pada tahun 1807, residen Thomas Parr juga tewas. Keduanya diperingati dengan pendirian monumen-monumen di kota Bengkulu oleh pemerintah Inggris.

Marlborough masih berfungsi sebagai benteng pertahanan hingga masa Hindia Belanda tahun 1825-1942, Jepang tahun 1942-1945, dan pada perang kemerdekaan Indonesia. Sejak Jepang kalah hingga tahun 1948, benteng itu manjadi markas Polri. Namun, pada tahun 1949-1950, benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda. Setelah Belanda pergi tahun 1950, benteng Marlborough menjadi markas TNI-AD. Hingga tahun 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Dilihat dari atas, Benteng Marlborough terlihat seperti kura-kura: kepala kura-kura adalah pintu utama, badannya adalah benteng itu sendiri.[1] Bentuk ini merupakan tipikal benteng dari Eropa; Marlborough merupakan benteng pertahanan Inggris yang dibangun oleh East India Company (EIC) tahun 1714-1719.[1]

Benteng ini berada di tanah seluas 44.000 meter2; Ukuran fisiknya sekitar 240 x 170 m. Ketinggian dinding bervariasi dari 8 sampai 8.50 meter, dengan ketebalan 1.85 sampai 3 meter. Pertahanan benteng terdiri dari 72 meriam.[1] Di dalam benteng terdapat beberapa baris bangunan dengan atap berbentuk segitiga. Bangunan tersebut memiliki (krepyak) teras dengan barisan tiang besi.[1] Catatan yang ada mengatakan bangunan ini difungsikan sebagai barak, penjara, dan kantor.[1] Di bagian tengah benteng ini juga terdapat lapangan besar yang berfungsi sebagai halaman dalam.[2]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f Kebudayaan., Indonesia. Departemen Pendidikan dan. Forts in Indonesia (edisi ke-First edition). Senayan, Jakarta. ISBN 9789791274616. OCLC 841187637. 
  2. ^ Forts In Indonesia. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2012.