Batuan vulkanik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Batuan vulkanik atau batuan beku vulkanik adalah batuan yang terbentuk dari magma yang meletus dari gunung berapi. Dengan kata lain, yang membedakannya dengan batuan beku lainnya adalah memiliki asal vulkanik. Seperti semua jenis batuan, konsep batuan vulkanik adalah konsep artifisial, dan di alam, batuan vulanik juga mencakup batuan subvulkanik (hipabisal) dan batuan metamorf . Untuk alasan ini, di geologi, batuan vulkanik dan batuan hipabisal dangkal tidak selalu diberlakukan secara terpisah. Dalam konteks perisai benua di zaman Prakambrium , istilah "vulkanik" dipakai hanya sebatas untuk batuan metavulkanik.

Batuan vulkanik adalah salah satu jenis batuan yang paling umum ditemukan di permukaan bumi, khususnya di lautan. Di darat, mereka sangat umum di batas antar lempeng dan di provinsi-provinsi banjir basal (flood basalt). Teks halaman.[1]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Kondisi dan Ukuran[sunting | sunting sumber]

Tekstur[sunting | sunting sumber]

Batuan vulkanik biasanya berbutir halus atau memiliki tekstur afanitik hingga gelas(kaca). Mereka sering mengandung klas dan fenokris batuan lainnya .Fenokris adalah kristal yang lebih besar dari matriks dan dapat diidentifikasi dengan mata telanjang. Porfiri rombik (porfiri belah ketupat) adalah salah satu contoh fenokris besar yang tertanam dalam matriks yang berbutir sangat halus.

Batuan vulanik sering memiliki tekstur vesikula yang disebabkan oleh adanya void - void atau lubang-lubang yang ditinggalkan oleh volatildan terperangkap dalam lava cair. Pumis adalah sebuah batuan yang sangat vesikular dan diproduksi oleh erupsi vulkanik eksplosif.

.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Petrology". Encyclopedia Britannica. 11. studylight.org. 1991.