Kuta, Megamendung, Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lambang Kabupaten Bogor.png
Kuta
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBogor
KecamatanMegamendung
Luas180,20 Ha km²
Jumlah penduduk6.093 jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Sejarah Desa[sunting | sunting sumber]

Desa Kuta sebagaimana definisi desa menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia.

Desa Kuta Kecamatan Megamendung merupakan desa hasil pemekaran dari Desa induk yaitu Desa Sukagalih, yang dilaksanakan pemekarannya pada tahun 1983, yang pada saat itu masih menginduk pada Kecamatan Cisarua Dati II Bogor.

Pemekaran tersebut di dasarkan pada luasnya wilayah dan kepadatan penduduk yang mengakibatkan kesulitan dalam segala pengurusan administrasi kependudukan dan pertanahan.

Adapun periode kepemimpinan Desa Kuta dan desa Kuta sejak tahun 1983 adalah sebagai berikut ;

No Nama Kepala Desa Tahun Menjabat
1 Alawansyah Sudarman 1983 - 1985
2 Karwa wijaya 1985 - 1994
3 Nana Diana WD 1994 - 1995
4 Yanto SUkmawa 1995 - 2002
5 H. Ruslan Efendi 2002 - 2007
6 Kusnadi 2008 - 2014
7 H. Palah 2014 Sampai Sekarang

Geografi[sunting | sunting sumber]

Desa Kuta terletak di Jl. Warudoyong nomor 11 dan berbatasan langsung antar Kecamatan Megamendung dengan Kecamatan Cisarua, jarak tempuh 7 km ke Kecamatan Megamendung dan mempunyai unsur pembantu Pemerintah terbawah, terdiri dari 4 Rukun Warga ( RW ), dan 20 Rukun Tetangga ( RT ).

A.1. LUAS WILAYAH

Desa Kuta dengan luas : 180,20 Ha dan merupakan daerah daratan Tinggi dengan ketinggian dari permukaan laut 900 mdpl dengan suhu udara 24 C 27 C. Jarak tempuh dari pusat Pemerintahan dalam melaksanakan hubungan dan komunikasi kerja dengan Pemerintah diatasnya secara berjenjang sebagai berikut :

Dengan Kantor Kecamatan berjarak : 7 Km.

Dengan Ibukota Kabupaten berjarak : 35 Km.

Dengan Ibukota Propinsi berjarak : 105 Km.

A. 2 BATAS WILAYAH:

Utara Desa Sukagalih
Selatan Desa Sukagalih
Barat Desa Kopo
Timur Desa Citeko

A. 3. IKLIM

Desa Kuta mempunyai 2 ( dua ) Iklim yaitu penghujan dan kemarau. Iklim yang mempengaruhi adalah iklim tropis dengan angin bertiup dari arah utara ke selatan dengan kecepatan 15 km dan curah hujan tara rata 26,4 mm / tahun.

Demografi[sunting | sunting sumber]

1. Jumlah penduduk Jumlah Penduduk Desa Kuta sampai dengan bulan Maret 2017 tercatat sebanyak : 5.862 jiwa, terdiri dari laki laki : 3.114 jiwa dan perempuan : 2.748 jiwa dan jumlah Kepala Keluarga : 1769 Kepala Keluarga. Secara rinci klasifikasi penduduk sebagai berikut :

Jumlah Penduduk Berdasarkan Kewarganegaraan:

No Uraian Kewarnegaraan Jumlah
1 Warga Negara Indonesia Laki-Laki 3.114
2 Warga Negara Indonesia Perempuan 2.748

Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur :

Kelompok Umur Laki-Laki Perempuan Jumlah Rasio
a. Usia 0 - 5 Tahun 3 3 6 1,00
b. Usia 5 - 7 tahun 54 47 101 1,15
c. Usia 7 - 13 Tahun 337 274 611 1,23
d. Usia 13 - 16 Tahun 172 173 345 0,99
e. Usia 16 - 19 Tahun 155 186 341 0,83
f. Usia 19 - 23 Tahun 229 267 496 0,83
g. Usia 23 - 30 Tahun 454 513 967 0,88
h. Usia 30 - 40 Tahun 628 506 1.134 1,24
i. Usia 40 - 56 Tahun 641 463 1.104 1,38
j. Usia 56 - 65 Tahun 230 143 373 1,61
k. Usia 65 - 75 Tahun 115 114 229 1,01
l. Usia > 75 Tahun 96 59 155 1,63
Jumlah 3.114 2.748 5.862 1,15

Dilihat dari berbagai aspek, Desa Kuta merupakan sebagai salah satu tempat jalur pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

2. PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi pembangunan manusia seutuhnya guna mencerdaskan dan meningkatkan kehidupan bangsa. Pendidikan dimaksud sebagai wadah untuk membina, mendidik dan memajukan pola pikir bangsa Indonesia agar tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berilmu, disiplin, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mempunyai dedikasi yang tinggi dalam melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa

Tingkat kemajuan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi penduduk dalam hal pendidikan, penyedia sarana prasarana yang memadai.

Perkembangan pendidikan 1 tahun terakhir tahun 2011 dan tingkat partisipasi sekolah menunjukkan perkembangan kearah yang lebih baik, terlihat dari jumlah siswa.

Prasarana Pendidikan

TK (Taman Kanak-kanak)/TPA/PAUD

Jumlah Sekolah : 2 Buah

Jumlah Murid : 73 Orang

Jumlah Guru : 4 Orang

SD (Sekolah Dasar) Negeri

Jumlah Sekolah : 2 Buah

Jumlah Murid : 535 Orang

Jumlah Guru : 17 Orang

SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) Swasta

Jumlah Sekolah : 1 Buah

Jumlah Murid : 49 Orang

Jumlah Guru : 8 Orang

SMUN (Sekolah Menengah Umum) Negeri

Jumlah Sekolah : -- Buah

Jumlah Murid : -- Orang

Jumlah Guru : -- Orang

KEADAAN SOSIAL EKONOMI

Keadaan ekonomi erat kaitannya dengan sumber mata pencaharian penduduk dan merupakan jantung kehidupan bagi manusia, setiap orang senantiasa berusaha mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing, dari jumlah penduduk 6.093 jiwa yang usia pekerjaan dan pencari kerja diperkirakan sebanyak 3.230 jiwa. Secara umum dapat dijelaskan bahwa Desa Kuta bermata pencaharian Petani , buruh tani dan Pedagang, sedangkan Buruh kasar, Karyawan Swasta, Pegawai Negeri Sipil, ABRI, Petani, pertukangan dan pensiunan jumlahnya relatif kecil.

Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Pokok

a. Petani, terdiri dari :

     - Pemilik tanah : 283 Orang
    - Petani penggarap : 363 Orang
    - Buruh tani : 485 Orang

b. Pengusaha terdiri dari;

     - Pengusaha besar :    12  Orang
     - Pengusaha menengah :  117  Orang
     - Pengusaha kecil :  215  Orang

c. Pengrajin : 4 Orang

d. Buruh industri : 42 Orang

e. Buruh bangunan : 878 Orang

f. Buruh pertambangan : Orang

g. Buruh perkebunan : 387 Orang

h. Pedagang : 739 / 395 Orang

i. Pengemudi : 56 Orang

j. Pegawai Negeri Sipil : 7 Orang

k. TNI/POLRI : 5 Orang

Keadaan Sosial Budaya

Masyarakat Desa Kuta adalah masyarakat yang religi dan agamis, terbukti dengan kegiatan peribadatannya yang masih kental dan kegiatan-kegiatan ibadah yang terus menerus dilaksanakan, berikut ini adalah klasifikasi penduduk berdasarkan agama :

Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama :

Islam : 6.084 Orang

Katolik : 9 Orang

Protestan : ------ Orang

Hindu : ------ Orang

Budha : ------ Orang

Sikap dan pola hidup masyarakat Desa Kuta merupakan cermin dan nilai-nilai kehidupan beragama. Sebagai masyarakat yang beragama, tentunya memerlukan sarana peribadatan sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, antara lain:

- Masjid : 10 Unit

- Musholla : 25 Unit

- Majelis Taklim : 8 Unit

- Gereja : - Unit

- Pura : - Unit

KESEHATAN

Masalah kesehatan adalah salah satu hal yang sangat penting dalam pembinaan bangsa guna mencapai cita-cita manusia seutuhnya yang sehat jasmani dan rohani. Kesehatan dapat mempengaruhi daya tahan tubuh manusia untuk tetap sehat segar dan kuat, tentunya diimbangi dengan perawatan pemeriksaan kesehatan secara medis, atau ilmu kesehatan dan ilmu kedokteran.

Upaya kami dengan Instansi terkait, dalam hal ini Puskesmas untuk pelayanan kesehatan masyarakat, antara lain

Peningkatan Gizi Keluarga

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada Balita yang ada disetiap Posyandu, pemeriksaan kesehatan kepada Ibu hamil.

Pencegahan penyakit, Vaksinasi Filariasis (Kaki Gajah), imunisasi polio bagi Balita, pemberian Vitamin A.

Penyuluhan Kesehatan dan Penyakit, antara lain Demam Berdarah Dengue, Flu Burung, Chikungunya, dan sejenisnya.

Penanganan bagi Balita yang kekurangan Gizi dengan memberikan susu dan makanan yang bernutrisi.

Penyuluhan Kesehatan tentang bagaimana menjaga dan memelihara lingkungan dengan membersihkan rumah masing-masing dan lingkungan sekitarnya.

Pemanfaatan pekarangan dengan ditanami sayur mayur dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Tabulapot dan Tabulakar.

Sebagai penunjang kegiatan tersebut di atas dibutuhkan sarana kesehatan yang tersedia di wilayah Kelurahan Dua antara lain:

1. Pos KB Keluarga : 1 Unit.

2. Posyandu : 8 Unit.

3. Klinik Bersalin/BKIA : - Unit.

4. Praktek Dokter/Bidan : 1 Unit.

5. Paraji : 10 orang

6. Keluarga Berencana (KB)

a. Jumlah Pos/Klinik KB : 1 Unit.

b. Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) : 1.154 Pasang

c. Jumlah Akseptor KB :

- Pil : 313 orang

- IUD : 5 orang

- Kondom : 2 orang

- Suntik : 311 orang

- Inplan : 13 orang

3. EKONOMI MASYARAKAT

Ekonomi masyarakat perlu ditingkatkan melalui upaya ekonomi produktif setiap individu. Sarana perekonomian/perdagangan di Desa Sukamaju, antara lain :

1. Koperasi : -- Buah

2. Pasar : -- Buah

3. Warung/Kedai : 6 Buah

4. Kios Kelontong : 52 Buah

5. Bengkel : 10 Buah

6. Toko : 2 Buah

7. Percetakan/Sablon : -- Buah

8. Material/Toko Bangunan : 4 Buah

9. Swalayan : - Buah

10. Waserba : 1 Buah

KONDISI PEMERINTAHAN DESA

. Pembagian Wilayah Desa

Desa Kuta terbagi menjadi 3 (tiga) kampung besar dan 5 kampung kecil yaitu : kampung Pasir Warudoyong, kampung Pakancilan, kampung Kuta, babakan , Tarikolot, Goleah, kampung Pasir Idong dan Legok Oncom.

Desa Kuta terbagi 2 dusun, 4 Rukun Warga dan 20 Rukun Tetangga. Dengan kepadatan penduduk 0.32 per Kilometer.

Penggunaan lahan oleh masyarakat desa sukamaju dapat dilihat Sbb.:

1. Tanah sawah

a. Irigasi teknis : 45 Ha

     b.   Irigasi setengah teknis :   --    Ha
     c.   Irigasi sederhana :    8    Ha
     d.   Tanah tadah hujan :  11,5    Ha

2. Tanah kering

a. Pemukiman : 90 Ha

b. Pekarangan : 23 Ha

c. Tegal/perkebunan : 15 Ha

d. Ladang/tanah huma : 3 Ha

e. Ladang pengembalaan : -- Ha

3. Lahan basah

a. Rawa : 1 Ha

b. Situ : -- Ha

4. Hutan

a. Hutan konservasi : -- Ha

b. Hutan pelestarian alam : -- Ha

c. Hutan sejenis : -- Ha

d. Huatn rawan : -- Ha

e. Hutan lindung : -- Ha

f. Hutan produksi : -- Ha

g. Hutan suaka alam : -- Ha

h. Hutan wisata : -- Ha

i. Hutan kota : -- Ha

j. Lain-lain : -- Ha

5. Perkebunan

a. Perkebunan Negara : -- Ha

b. Perkebunan swasta : -- Ha

c. Perkebunan rakyat : -- Ha

Dalam menjalankan tugas dan fungsi dibidang Pemerintahan, Pembangunan dan kemasyarakatan, ditunjang dengan keuangan yang bersumber dari :

Pendapatan asli desa;

Alokasi Dana Desa;

Perimbangan keuangan Pusat dan Daerah (PDRD);

Bantuan Pemerintah Propinsi dan bantuan dari Pemerintah pusat melalui program PNPM Mandiri perdesaan

Swadaya dan partisipasi masyarakat.

    STRUKTUR ORGANISASI

Berdasarkan Peraturan Daerah kabupaten Bogor Nomor 9 tahun 2006, Desa Kuta menggunakan pola Minimal, Kepala Desa dibantu oleh seorang Sekretaris Desa yang membawahi 3 Kepala Urusan yaitu :

Kaur Keungan

Kaur Umum dan Tata Usaha

Kaur Perencanaan

Dalam menjalankan tugasnya Kepala desa dibantu oleh 2 Kepala dusun dan seorang Bendahara umum desa.

Kontak Kantor Desa Telpon : 0251 8298588