Kiarapandak, Sukajaya, Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Desa Kiarapandak
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Bogor
Kecamatan Sukajaya
Pemerintahan
 • Kepala desa Iwan Setiawan
Jumlah penduduk 6.450 Orang
Kepadatan -

Kiarapandak adalah desa di kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

LEGENDA DESA[sunting | sunting sumber]

Konon  kabarnya di kampung Cipatat ada sebuah bukit dan gunung-gunung yang mengelilingi sebuah kampong dimana tempat tersebut oleh pemerintahan Belanda dijadikan Perkebunan Teh dan Pabrik pengolahan Teh  dengan para pegawainya adalah warga setempat dan pendatang yang oleh Pemerintah Belanda dipaksa untuk bekerja diperkebunan tersebut dengan upah yang tidak seberapa dengan upah yang tidak memadai untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Warga tetap semangat mengerjakan pekerjaan tersebut karna tidak ada lagi mata pencaharian yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan bercocok tanampun tidak boleh  karma semua lahan yang ada dikuasai oleh Pemerintah Belanda. Pusat Pemerintahan Belanda kebetulan berada di kampung Cipatat, dimana kampung Cipatat tersebut diambil dari nama tumbuhan yang bernama Patat yang umbinya bisa dimakan dan dijadikan obat panas dalam dan daunnya bisa dimanfaatkan untuk membungkus makanan yang bernama bacang makanan favorit masyarakat pada masa itu dan sampai sekarang makanan tersebut masih ada dan setelah kemerdekaan warga setempat kembali hidup bebas dan sesuai dengan perintah Bupati Bogor Ipik Gandamanah menginstruksikan untuk membentuk Pemerintahan Desa maka warga masyarakat bermusyawarah dalam satu tempat ketua adat yang terletak di kampung Urug yang ketua adatnya pada masa itu bernama Abah Sapri untuk merundingkan tokoh –tokoh Masyarakat yang bisa dijadikan sebagai pemimpin di Desa tersebut dan supaya bisa dikenal oleh warga masyarakat.

TERBENTUKNYA DESA KIARAPANDAK[sunting | sunting sumber]

Setelah berakhirnya masa penjajahan Pemerintahan Belanda sesuai perintah Bupati Bogor Ipik Gandamanah, Desa Kiarapandak mengadakan Pemilihan Kepala Desa yang di pilih langsung oleh warga masyarakat  yang berlokasi di Kampung Ciparahu yang sekarang masuk wilayah Desa Kiarasari Pada tanggal 27 Bulan Juni Tahun 1951, dengan jumlah calon 5 (lima) orang. Calon yang terpilih pada waktu itu adalah Bapak Hamdani, beliau menjabat Kepala Desa di Kiarapandak selama 4 Priode 32 Tahun berturut-turut dan nama Desa menjadi nama Kiarapandak nama tersebut  diambil dari nama pohon Kiara yang tumbuh di kebun blok sinampeul yang lokasinya tidak jauh dari kampung Cipatat, pohon tersebut tumbuh dengan sendirinya bukan sengaja ditanam oleh warga dengan tinggi kurang lebih 2 meter (“pondok” menurut istilah warga setempat) maka dari itu Desa tersebut dinamakan KIARAPANDAK. 

kunjungi situsnya di www.kiarapandak.desa.id