Wanaherang, Gunung Putri, Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Wanaherang
Kelurahan
250px
Koordinat: 8°25′32″LS 162°33′06″BT / 8,4256166°LS 162,551728°BT / -8.4256166; 162.551728
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Bogor
Pemerintahan
 • Lurah ?
 • Sekkel ?
Luas
 • Total 7.66 km2 (2.96 sq mi)
Populasi (2004)
 • Total 125.000
 • Kepadatan Bad rounding here16,000/km2 (Bad rounding here42,000/sq mi)
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode pos 16965

Wanaherang adalah desa di kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Kelurahan ini memiliki kodepos 16965.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wanaherang sudah berdiri sebagai kota tepatnya sejak Hindia Belanda, tepatnya sekitar kurang lebih tahun 1908 serta menjadi kota yang dihuni oleh masyarakat pribumi dan orang Eropa. Banyak hotel-hotel, perumahan, jalur kereta api dan stasiun kereta api dibangun pada dekade 1920-an. Saat itu wilayah ini terbagi atas 4 kecamatan atau onderdistrik dan 28 kampung, yaitu:

  1. Onderdistrik Wanaherang Zuid dengan jumlah 7 kampung
  2. Onderdistrik Wanaherang Noord dengan jumlah 7 kampung
  3. Onderdistrik Wanaherang Oost dengan jumlah 7 kampung
  4. Onderdistrik Wanaherang West dengan jumlah 7 kampung

Wanaherang berkembang pesat setelah adanya jaringan transportasi sekitar tahun 1887 dan dibukanya kantor pos dan stasiun kereta api sekitar tahun 1935.

Desa ini merupakan pemekaran dari desa Cicadas yang berdiri sejak tanggal 2 Oktober 1978 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH Tk. II Jawa Barat nomor 151/1978 tentang pemecahan desa di Kabupaten DATI II Bogor, Tangerang, Bekasi, Subang dan Cirebon, dengan kepala desa pertama bernama ABDULLAH yang menjabat kurang lebih 1 tahun, kemudian diganti oleh MAHMUDI yang menjabat kurang lebih 3 tahun.

Penghuni[sunting | sunting sumber]

Waktu itu, sejak tahun 1905 desa Wanaherang ini telah dihuni manusia, waktu itu tahun 1905 penduduknya masih 500-600 orang, serta meningkat mencapai 800 orang di tahun 1908, saat menjadi kota atau gemeente, kemudian mencapai 850 orang di tahun 1916, saat dibangun kantor pos di desa ini, kemudian meningkat mencapai 900 orang di tahun 1920-an dan kemudian mencapai 950 orang di tahun 1930-an, kemudian bertambah mencapai 975 orang, saat pembangunan kantor telepon, gedung-gedung, perumahan-perumahan, pasar, jalur, dan stasiun kereta api di daerah ini pada tahun 1934, kemudian bertambah menjadi 990 orang, akibat pembangunan gudang, dan pecinan, peresmian pasar dan diresmikannya jalur trem antara Wanaherang - Cileungsi (kemudiam bercabang hingga ke Bantargebang) - Jonggol (kemudian bercabang hingga ke Cianjur) - Cibarusah, Wanaherang - Jabung, Wanaherang - Palokan Ilir - Bantargebang, Wanaherang - Sukaraja - Sirnagalih, dan Wanaherang - Jatikarya (kemudian berlanjut sampai Cibubur di tahun 1939), di tahun 1939, 1.000 orang di tahun 1940-an, 1.120 orang di tahun 1943, sesaat masa penjajahan Jepang, 1.150 orang di tahun 1945, sesaat Indonesia merdeka, dan 1.200 orang di tahun 1950-an, serta mencapai 3.000 orang pada dekade 1960-an, kemudian pada tahun 1980-an, setelah maraknya komplek perumahan, penduduknya meningkat mencapai 9.000 orang, kemudian pada tahun 1990-an, penduduk di desa ini telah bertambah mencapai 11.000 orang, pertumbuhan penduduk itu dikarenakan adanya pertumbuhan penumpang kereta api yang naik dan turun di Stasiun Wanaherang, Bogor. Kemudian, pada tahun 1995, setelah banyaknya angkutan umum berjenis mini bus dan dinonaktifkannya kereta api Depok - Jabung, Depok - Jonggol - Cibarusa, serta lintas cabang, penduduk di desa ini bertambah mencapai 11.500 orang dan pada tahun 2000-an mencapai 12.500 orang, serta pada tahun 2005 mencapai 20 ribu orang dan pada tahun 2010 menurut SP 2010, penduduk desa Wanaherang akhirnya bertambah menjadi 40 ribu jiwa.

Pertumbuhan penduduk desa Wanaherang dari masa ke masa[sunting | sunting sumber]

Penduduk desa Wanaherang

Tahun Jumlah penduduk Pertumbuhan penduduk
1905 500 jiwa -
1908 800 jiwa
1916 850 jiwa
1920-an 900 jiwa
1930-an 950 jiwa
1934 975 jiwa
1939 990 jiwa
1940-an 1.000 jiwa
1943 1.120 jiwa
1945 1.150 jiwa
1950-an 1.200 jiwa
1960-an 3.000 jiwa
1980-an 9.000 jiwa
1990-an 11.000 jiwa
1995 11.500 jiwa
2000-an 12.500 jiwa
2005 20.000 jiwa
2010 40.000 jiwa

Yang ada di kelurahan ini[sunting | sunting sumber]

Disini terdapat pasar dan eks-stasiun kereta api Wanaherang. Dahulu (sebelum 1990-an) disini terdapat stasiun kereta api dengan jumlah jalur yang terbanyak (19-20 jalur) yang dimiliki 4 perusahaan swasta yang berbeda, kantor telepon dan kantor pos yang dibangun pada masa kolonial Hindia Belanda.

Namun kantor pos telah ditutup awal tahun 1993 sejak menurunnya jumlah kiriman melalui kantor pos di akhir tahun 1992. Selain itu, stasiun kereta api telah ditutup pada menurunnya jumlah penumpang kereta api jurusan Bulakjagung (akibat Krisis finansial Asia 1997), jurusan Jabung (akhir tahun 1995), jurusan Jonggol (bulan Mei 1998), jurusan Sirnagalih (akibat Krisis finansial Asia 1997) dan jurusan Cibubur (kemungkinan bulan Mei 1998).

Selain itu, kantor telepon tetap dibuka sampai saat ini.

Transportasi umum[sunting | sunting sumber]

Angkutan kota[sunting | sunting sumber]

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Dahulu di daerah ini