Karanggede, Boyolali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Karanggede
Lokasi Kecamatan Karanggede ing Kabupaten Boyolali
Peta lokasi Kecamatan Karanggede
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBoyolali
Pemerintahan
 • CamatDrs.Gatot Murdiyanto
Populasi
 • Total37,723 jiwa(2.010) jiwa
Kode pos
57381
Kode Kemendagri33.09.14 Edit the value on Wikidata
Luas45.03 km²
Desa/kelurahan16

Karanggede adalah sebuah Kota Kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Berada pada jalur provinsi dan jalan alternatif dari Semarang - Solo atau Semarang - Sragen. Kecamatan Karanggede telah menyediakan segala fasilitas bagi masyarakat salah satunya adalah pasar. Pasar Karanggede merupakan pasar terbesar dan terlengkap di Karanggede, bahkan kebanyakan pembeli adalah warga luar Karanggede. Selain pasar, di Karanggede juga terdapat rumah sakit, salah satunya adalah Rumah Sakit Sisma Medika Karanggede. Rumah Sakit Sisma Medika Karanggede merupakan rumah sakit terbesar di Karanggede yang didirikan tahun 2001, merupakan rumah sakit ber tipe D dan memiliki fasilitas lengkap.

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian wilayah administrasi desa di Kecamatan Karanggede, Boyolali

Kecamatan Karanggede terdiri dari 16 desa, antara lain:

  1. Bangkok
  2. Bantengan
  3. Dologan
  4. Grogolan
  5. Karangkepoh
  6. Kebonan
  7. Klari
  8. Klumpit
  9. Manyaran
  10. Mojosari
  11. Pengkol
  12. Pinggir
  13. Sempulur
  14. Sendang
  15. Sranten
  16. Tegalsari

Di dalam kecamatan Karanggede sendiri tidak dapat desa yang bernama 'Karanggede'. Kantor Kecamatan Karanggede sebagai pusat administratifnya terdapat pada desa Kebonan. Desa yang memiliki daerah terluas adalah desa Manyaran dengan luas 537,0235 Ha, sedangkan yang terkecil adalah desa Kebonan dengan luas 164,6750 Ha. [1]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk kecamatan Karanggede per 2018 adalah sejumlah 45.982 jiwa, terdiri atas 23.008 laki-laki dan 22.920 perempuan.[2] Kepadatan penduduk di Karanggede adalah sejumlah 1.100 jiwa/km².[2] Desa dengan jumlah penduduk terbanyak adalah desa Manyaran dengan jumlah penduduk 4.525 jiwa, sedangkan desa dengan penduduk paling sedikit adalah desa Mojosari dengan jumlah penduduk 1.231.[2] Desa dengan tingkat kepadatan penduduk paling rapat adalah desa Kebonan yang menjadi pusat perekonomian kecamatan Karanggede yaitu dengan tingkat kepadatan sebesar 2.269 jiwa/km², sedangkan desa dengan kepadatan paling renggang adalah desa Dologan dengan tingkat kepadatan hanya sebanyak 714 jiwa/km².[2]

Jumlah Penduduk Karanggede tiap 10 tahun dari 1980-sekarang
Tahun Laki-Laki Perempuan Total Kepadatan (jiwa/km²)
1980[3] n/a n/a 33.206 731
1990[4] 18.341 19.413 37.754 904
2000[5] 19.302 20.722 40.024 958
2010[6] 19.526 20.966 40.492 970
2018 (terbaru)[2] 23.008 22.920 45.928 1.100

Agama[sunting | sunting sumber]

Menurut BPS Boyolali, data terakhir yang dimiliki pada 2016 menunjukkan bahwa penduduk di Kecamatan Karanggede adalah mayoritas pemeluk agama Islam yang jumlahnya mencapai 99,08 %.[7] Agama lain yang terdapat di Kecamatan Karanggede adalah agama Kristen yang memiliki presentase 0,67% dan yang paling sedikit adalah Katolik yang ada sebanyak 0,24 %.[7] Desa Sranten merupakan desa yang memiliki kemajemukan paling tinggi dimana dalam desa tersebut terdapat pemeluk 3 agama yaitu Islam, Kristen, dan Katolik yang masing-masing memiliki persentase 95,65%, 3,51 %, dan 0,83 %.[7] Sebagai agama dengan pemeluk paling banyak di Karanggede, masjid terdapat di seluruh desa. Salah satu masjid terbesar dan berada di pusat keramaian Karanggede adalah Masjid Baitul Maghfur yang berada di desa Kebonan. Tempat ibadah agama lain yang terdapat di Karanggede adalah gereja yang ada sebanyak 7 buah.

Keadaan Geografis[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Karanggede memiliki rata-rata ketinggian +/- 250 m dari permukaan air laut (mdpl).[8] Kecamatan Karanggede yang terdiri dari 16 desa termasuk daerah kering, di bagian utara dan tenggara merupakan daerah pegunungan yang membujur dari arah barat ke timur yang tanahnya merupakan tanah kering atau tanah teras, yang tidak begitu subur untuk ditanami (tepatnya di Desa Klari, Bangkok dan Dologan di mana terdapat tambang Bentonit yang pernah dikelola oleh PT Restu Bantolo).[8] Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Karanggede antara lain tanah asosiasi lisotol dan grumosol, dan tanah mediteran coklat tua. [9]

Di daerah Kecamatan Karanggede terdapat dua sungai yang besar, yaitu kali Serang melalui perbatasan sebelah barat (Desa Tegalsari, Desa Kebonan dan Desa Klari), airnya dimanfaatkan untuk pengairan tanah sawah pada Desa Tegalsari, Bantengan, Klumpit, Kebonan, Sranten, Grogolan, Sendang, Mojosari, Pengkol, dan Karangkepoh . Sedangkan sungai yang kedua adalah kali Braholo yang melalui sebelah selatan dan membelok ke utara di perbatasan sebelah timur, airnya juga dimanfaatkan untuk mengairi sawah di Desa Manyaran, Sempulur, Klumpit Mojosari dan Pengkol .[10]

Batas[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Karanggede memiliki batas-batas sebagai berikut:

Utara Kecamatan Wonosegoro
Timur Laut Kecamatan Wonosegoro
Timur Kecamatan Klego
Tenggara Kecamatan Simo
Selatan Kecamatan Simo
Barat Daya LOGO KABUPATEN SEMARANG.png Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang
Barat LOGO KABUPATEN SEMARANG.png Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang dan
LOGO KABUPATEN SEMARANG.png Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang
Barat Laut LOGO KABUPATEN SEMARANG.png Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Mata pencaharian sebagain besar penduduk Karanggede adalah bercocok tanam (petani padi dan palawija), sedang lainnya menjadi pedagang, usaha industri kecil/rumah tangga dan jasa.[10] Per 2015, jumlah penduduk yang menekuni pekerjaan di bidang pertanian (pertanian tanaman pangan, perkebunan dan pertanian lainnya) adalah sebanyak 18.325 orang, bidang peternakan sebanyak 8.055 orang, bidang perdagangan sebanyak 1300 orang, bidang industri pengolahan sebanyak 1.284 orang, dan bidang jasa sebanyak 1.159 orang.

Karanggede memiliki satu pasar umum yaitu Pasar Karanggede yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Boyolali. Pasar ini terletak di desa Kebonan. Pasar ini buka pada setiap hari pasaran wage dan legi. Pasar Karanggede selama puluhan tahun menjadi pusat majunya perdagangan di Karanggede hingga kini. Pasar Karanggede tidak hanya memiliki pembeli dari daerah Karanggede saja, namun juga dari kecamtan-kecamatan lain di sekitarnya seperti Wonosegoro dan Klego, bahkan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang seperti Suruh dan Susukan. Tidak hanya pembelinya, banyak pula pedagang di Pasar Karanggede yang bukan merupakan warga Karanggede. Karanggede juga memiliki satu pasar hewan yang sama-sama berada di desa Kebonan.

Pasar Karanggede di Desa Kebonan

Karanggede juga memiliki berbagai industri pengolahan yang berskala kecil dan kerajinan rumah tangga seperti pengrajin anyaman bambu dan tape ubi kayu yang terdapat di desa Manyaran, Klumpit dan Bantengan, industri tahu terdapat di desa Tegalsari dan Pengkol, pande besi terdapat di desa Klari, dan pengrajin caping bambu di desa Karangkepoh dan Dologan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kecamatan Karanggede Dalam Angka. Boyolali: BPS Kabupaten Boyolali. 2019. hlm. 3. 
  2. ^ a b c d e Kecamatan Karanggede Dalam Angka. Boyolali: BPS Kabupaten Boyolali. 2019. hlm. 11. 
  3. ^ Kecamatan Karanggede Dalam Angka. Boyolali: BPS Kabupaten Boyolali. 1980. hlm. 18. 
  4. ^ Kecamatan Karanggede Dalam Angka. Boyolali: BPS Kabupaten Boyolali. 1990. hlm. 5. 
  5. ^ Kecamatan Karanggede Dalam Angka. Boyolali: BPS Kabupaten Boyolali. 2002. hlm. 19. 
  6. ^ Kecamatan Karanggede Dalam Angka. Boyolali: BPS Kabupaten Boyolali. 2011. hlm. 11. 
  7. ^ a b c Kecamatan Karanggede Dalam Angka. Boyolali: BPS Kabupaten Boyolali. 2017. hlm. 24. 
  8. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :0
  9. ^ "Badan Pusat Statistik Boyolali". Geografi Boyolali. Diakses tanggal 7 April 2020. 
  10. ^ a b Kecamatan Karanggede Dalam Angka. Boyolali: BPS Boyolali. 2019. hlm. xiii.