Mandiraja, Banjarnegara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 7°28′20″S 109°30′48″E / 7.47222°S 109.51333°E / -7.47222; 109.51333

Kecamatan Mandiraja

ꦏꦼꦕꦩꦠꦤ꧀ ꦩꦤ꧀ꦢꦶꦫꦗ

Mandiraja
Kecamatan
Pemerintah kabupaten Banjarnegara
lainya Transkripsi
 • Ejaan LamaMandiradja
 • Pegonمانديراجا
 • Jawaꦩꦤ꧀ꦢꦶꦫꦗ
Julukan: 
-
Motto: 
-
Lagu: -
Lokasi Kecamatan Mandiraja
Negara Indonesia
ProvinsiFlag of Central Java.svg Jawa Tengah
KabupatenBanjarnegara.png Banjarnegara
Hari jadi-
Dibentuk-
Asal namaMandiraja
Desa16
RT387
RW73
Pemerintahan
 • JenisKecamatan
 • CamatTuslam, S.Sos
 • SekretarisEndang Retnowati
Luas
 • Total52,61 km2 (2,031 sq mi)
Peringkat luas wilayah9 di banjarnegara
Ketinggian
132 m (433 ft)
Populasi
 (2010)
 • Total63,779 jiwa
 • Perkiraan 
(2019)
65,515 jiwa
 • Peringkat4 di banjarnegara
 • Kepadatan1,243/km2 (3,220/sq mi)
 • Laki-laki
32,379 jiwa
 • Perempuan
33,018 jiwa
Demonim-
Demografi
 • Suku bangsaJawa (97,82%)
Sunda (1,06%)
Arab (0,47%)
Tionghoa (0,20%)
Lainya (0,45%)[1]
 • AgamaIslam (98,82%)
Kristen (0,82%)
Protestan (0,66%)
Katolik (0,16%)
Kepercayaan (0,22%)
Budha (0,11%)
Konghucu (0,005%)
 • BahasaJawa Banyumasan
Bahasa Indonesia
Zona waktuUTC+7 (WIB)
Kode Pos
53473
Telepon(0286) 411474
GeocodeID-JT
Plat kendaraanR
Kode admistrasi33.04.03
APBD-
PAD-
IPM 0.706 (Tinggi) tahun 2020
Peringkat IPM1 di banjarnegara
Bandar udara Utama-
Pelabuhan utama-
Situs webmandiraja.banjarnegarakab.go.id

Mandiraja (bahasa Jawa: ꦏꦼꦕꦩꦠꦤ꧀ ꦩꦤ꧀ꦢꦶꦫꦗ, translit. kecamatan mandiraja) Adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.[2] Pusat pemerintahan kecamatan, berada di desa Mandirajakulon[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

persentase luas desa di kecamatan mandiraja

Kecamatan Mandiraja merupakan bagian dari wilayah administrasi kabupaten Banjarnegara, terletak di bagian barat daya ditinjau dari tata letak dan geografis dari wilayah tersebut. Tipe daerah atau bentuk permukaan tanahnya termasuk daerah aliran sungai Serayu, yang membentang dari arah yang sama, dibatas utara yang membatasi kecamatan mandiraja dengan kecamatan rakit.

Ketinggian wilayah dari permukaan laut dalam meter menurut desa di kecamatan Mandiraja
Desa Ketinggian
Salamerta 94
Glempang 88
Kebanaran 114
Kaliwungu 132
Somawangi 132
Jalatunda 182
Kebakalan 131
Mandirajawetan 132
Mandirajakulon 132
Banjengan 128
Kertayasa 137
Candiwulan 102
Simbang 113
Purwasaba 91
Blimbing 95
Panggisari 102

Jarak dari ibukota kecamatan ke ibukota kabupaten yang membawahinya sekitar 21 kilometer dan terletak pada ketinggian 132 meter dari permukaan laut. Kondisi wilayahnya terdiri atas daerah dataran dan perbukitan. Desa Salamerta, desa Glempang, desa Kebanaran, desa Somawangi, dan desa Jalatunda merupakan desa dengan kondisi permukaan tanahnya perbukitan, sedangkan 11 desa lainnya merupakan daerah dataran rendah.

Kecamatan ini memiliki sumber daya alam berupa hutan produksi yang dikelola oleh perum perhutani dengan total luas mencapai 687 hektar, sumber daya alam tersebut tersebar di 6 desa yaitu: desa salamerta seluas 150 hektar, Glempang seluas 151 hektar, Kebanaran seluas 81 hektar, Kaliwungu, Jalatunda, Somawangi masing-masing sebanyak 120 hektar, 80 hektar, dan 105 hektar.

Jarak kantor desa ke kantor kecamatan sekitar 0,5-9,0 m Dengan rata-rata jarak 4,5 km, sedangkan jarak kantor desa ke kantor kabupaten antara 20,0-30,0 km, dengan rata-rata jarak 25,10 km.

Luas wilayah desa dan persentase di kecamatan mandiraja
Desa Luas (hektar) Persentase
Salamerta 472,74 8,98
Glempang 569,91 10,83
Kebanaran 521,69 9,92
Kaliwungu 529,73 10,07
Somawangi 690,00 13,11
Jalatunda 684,66 13,01
Kebakalan 86,39 1,64
Mandirajawetan 150,85 2,87
Mandirajakulon 177,97 3,38
Banjengan 124,68 2,37
Kertayasa 343,43 6,53
Candiwulan 111,59 2,12
Simbang 158,50 3,02
Purwasaba 282,16 5,36
Blimbing 97,56 1,85
Panggisari 259,74 4,94
Jumlah 5.261,57 100,00

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Peta lokasi kecamatan mandiraja

Kecamatan Mandiraja terletak diantara 7°46'96.5" Lintang Selatan (LS) hingga 109°50'31.8" Bujur Timur (BT) dan berbatasan dengan:[4]

Utara Kecamatan Rakit dan Kabupaten Purbalingga
Timur Kecamatan Purwanegara
Selatan Kabupaten Kebumen
Barat Kecamatan Purwareja Klampok

Iklim dan Cuaca[sunting | sunting sumber]

Kecamatan mandiraja merupakan daerah iklim tropis, banyaknya curah hujan di kecamatan mandiraja sebesar 85 hari. Kelembaban udara berkisar antara ±50-95% dengan kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan Desember-Maret dan angka terendah terjadi pada bulan Juli-September. Rata-rata curah hujan tahunan di kecamatan mandiraja adalah ±2.586mm/tahun dengan jumlah hari hujan ±188 hari. Musim hujan di kecamatan Mandiraja terjadi pada bulan Oktober-April dan musim kemarau pada bulan Juni-September.[5]

Data iklim Mandiraja
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 33.5
(92.3)
33.2
(91.8)
32.6
(90.7)
30.6
(87.1)
28.2
(82.8)
28.1
(82.6)
27.8
(82)
28.9
(84)
31.6
(88.9)
33.1
(91.6)
33.5
(92.3)
34.7
(94.5)
34.7
(94.5)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.4
(88.5)
31.5
(88.7)
29.9
(85.9)
28.1
(82.6)
27.1
(80.8)
25.8
(78.5)
25
(77.0)
27.6
(81.6)
29.8
(85.6)
31.5
(88.7)
31.7
(89.0)
32.4
(90.4)
29.32
(84.78)
Rata-rata harian °C (°F) 25.3
(77.5)
25.0
(77)
24.3
(75.7)
24.1
(75.4)
22.4
(72.3)
22.8
(73)
23.8
(74.8)
24.2
(75.6)
25.6
(78.1)
25.9
(78.6)
26.0
(78.8)
26.1
(79)
24.63
(76.32)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.2
(73.7)
22.7
(72.9)
22.2
(72.0)
22.1
(71.8)
17.1
(62.8)
17.6
(63.6)
17.6
(63.7)
19.3
(66.7)
20.4
(68.8)
20.5
(68.9)
20.9
(69.7)
21.7
(71.1)
20.44
(68.81)
Rekor terendah °C (°F) 22.2
(72)
21.8
(71.2)
20.5
(68.9)
19.2
(66.6)
16.1
(61)
16.3
(61.3)
16.8
(62.2)
18.3
(64.9)
19.3
(66.7)
20.1
(68.2)
20.5
(68.9)
19.6
(67.3)
16.1
(61)
Presipitasi mm (inci) 776
(30.55)
700
(27.56)
543
(21.38)
222
(8.74)
90
(3.54)
87
(3.43)
60
(2.36)
120
(4.72)
230
(9.06)
455
(17.91)
670
(26.38)
779
(30.67)
4.732
(186,3)
Rata-rata hari hujan atau bersalju 15 18 13 8 4 1 0 0 0 1 4 10 74
% kelembapan 88 87 85 78 75 35 20 15 12 10 17 50 47.7
Rata-rata sinar matahari bulanan 180 172 236 257 280 289 290 291 285 270 250 210 3.010
Sumber: BMKG Kabupaten Banjarnegara.[6]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Secara administrasi kecamatan Mandiraja terdiri dari 16 desa, 387 RT, dan 73 RW. Jumlah perangkat desa dari tahun 2014, sebanyak 188 perangkat desa, dengan rincian jenis kelamin adalah 172 laki-laki dan 16 perempuan. Secara kualitas dari sisi pendidikan SLTA sebesar 53,19% dan dari perguruan tinggi sebesar 21,28%. Perangkat desa dengan kelompok umur dibawah 36 tahun 27,13%, kelompok umur 36-45 tahun sebanyak 32,98%, dan perangkat desa dengan kelompok umur di atas 45 tahun sebanyak 39,89%. Jika ditinjau dari masa kerjanya, sekitar 27,66% perangkat desa memiliki masa kerja yang cukup lama, dengan masa kerja 10-20 tahun dan 57,98% memiliki masa kerja dibawah 10 tahun serta sisanya sebanyak 14,36% memiliki masa kerja lebih dari 21 tahun.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar desa di kecamatan ini:[7]

  1. Banjengan
  2. Blimbing
  3. Candiwulan
  4. Glempang
  5. Jalatunda
  6. Kaliwungu
  7. Kebakalan
  8. Kebanaran
  9. Kertayasa
  10. Mandirajakulon
  11. Mandirajawetan
  12. Panggisari
  13. Purwasaba
  14. Salamerta
  15. Simbang
  16. Somawangi
Daftar Desa Menurut Jumlah RT/RW 2018
Desa RT RW Dusun
Salamerta 21 3 2
Glempang 33 5 5
Kebanaran 26 10 3
Kaliwungu 23 8 3
Somawangi 45 8 4
Jalatunda 38 5 2
Kebakalan 10 3 2
Mandirajawetan 23 3 2
Mandirajakulon 28 4 4
Banjengan 11 3 2
Kertayasa 34 5 5
Candiwulan 14 2 2
Simbang 14 2 2
Purwasaba 31 5 5
Blimbing 13 2 2
Panggisari 23 5 5
Jumlah 387 73 50

Demografi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2010, berdasarkan sensus BPS, kecamatan ini memiliki penduduk sebesar 63.779 jiwa.[8]

Pada tahun 2018, Mandiraja merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di kabupaten Banjarnegara, setelah kecamatan Punggelan, Purwanegara, dan Banjarnegara. Penduduknya berjumlah 65.397 jiwa yang tersebar di 16 desa, terdiri dari 32.379 laki-laki dan 33.018 perempuan dengan perbandingan rasio jenis kelamin sebesar 96,22 persen dengan pertumbuhan penduduk 0,22%.

Dari persebaran penduduk yang ada, desa dengan jumlah penduduk terbesar adalah Somawangi dengan 6.801 jiwa dan desa Kebakalan dengan jumlah penduduk terkecil sebanyak 1.448 jiwa.

Penduduk menurut kelompok umur, dan jenis kelamin di kecamatan Mandiraja 2018
Kelompok umur Laki-laki Perempuan Jumlah
0-4 2.985 2.803 5.788
5-9 3.028 2.755 5.783
10-14 2.957 2.688 5.645
15-19 2.690 2.331 5.021
20-24 2.138 2.375 4.513
25-29 2.048 2.176 4.224
30-34 2.262 2.324 4.586
35-39 2.355 2.350 4.705
40-44 2.363 2.435 4.798
45-49 2.413 2.529 4.942
50-54 1.998 2.286 4.284
55-59 1.771 1.816 3.587
60-64 1.241 1.499 2.740
65-69 900 1.208 2.108
70-74 700 851 1.551
+75 530 592 1.122

Tingkat kepadatan penduduk di kecamatan Mandiraja tahun 2018 mencapai 1.243 jiwa/km², meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.240 jiwa/km². Bila dilihat perdesanya, desa mandirajakulon merupakan wilayah terpadat, dengan 3.101 jiwa/km², dan desa Jalatunda sebagai wilayah paling jarang penduduknya dengan kepadatan hanya 561 jiwa/km².

Pertumbuhan Penduduk Mandiraja 2010-2020.[9]
Desa 2020 2019 2018 2017 2016 2015 2014 2013 2012 2011 2010
Mandirajawetan - - 4.003 3.995 3.985 3.974 3.947 3.925 3.912 3.913 4.474
Mandirajakulon - - 5.629 5.618 5.604 5.589 5.551 5.520 5.488 5.405 5.652
Banjengan - - 2.276 2.270 2.265 2.259 2.244 2.233 2.225 2.224 2.120
Kebakalan - - 1.448 1.444 1.441 1.437 1.426 1.419 1.417 1.410 1.391
Kertayasa - - 5.686 5.673 5.659 5.644 5.606 5.576 5.588 5.597 5.519
Panggisari - - 4.345 4.335 4.325 4.313 4.284 4.260 4.189 4.133 4.251
Blimbing - - 2.486 2.481 2.475 2.468 2.451 2.438 2.402 2.370 2.005
Candiwulan - - 2.433 2.427 2.421 2.415 2.398 2.385 2.368 2.355 Steady 2.099
Simbang - - 2.157 2.152 2.147 2.141 2.127 2.115 2.111 2.081 1.929
Purwasaba - - 6.179 6.166 6.150 6.134 6.093 6.061 6.053 5.992 5.655
Glempang - - 5.383 5.370 5.357 5.343 5.307 5.279 5.249 5.240 4.965
Kebanaran - - 4.257 4.245 4.232 4.221 4.193 4.170 4.158 4.132 4.549
Salamerta - - 4.628 4.619 4.607 4.595 4.563 4.544 4.515 4.475 3.869
Kaliwungu - - 3.773 3.766 3.757 3.747 3.721 3.701 3.652 3.628 3.479
Somawangi - - 6.801 6.784 6.767 6.749 6.703 6.669 6.639 6.643 7.355
Jalatunda - - 3.918 3.909 3.899 3.889 3.863 3.843 3.780 3.627 4.365
Total - 65.515 65.397 65.251 65.092 64.918 64.477 64.138 63.746 63.285 63.779

Penduduk berdasarkan tingkat pendidikan[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Mandiraja menurut ijazah tertinggi yang dimiliki pada tahun 2018

Desa SD/MI SLTP SLTA Diploma Sarjana
Salamerta 1.679 435 185 22 35
Glempang 2.431 564 204 31 51
Kebanaran 1.677 432 246 51 55
Kaliwungu 1.749 423 125 23 15
Somawangi 2.603 694 243 43 38
Jalatunda 1.778 191 59 6 13
Kebakalan 464 283 218 39 53
Mandirajawetan 1.213 787 660 62 107
Mandirajakulon 1.576 1.075 1.008 65 173
Banjengan 881 418 184 24 33
Kertayasa 2.017 932 484 55 101
Candiwulan 882 334 226 42 41
Simbang 980 301 203 9 39
Purwasaba 2.422 913 397 50 45
Blimbing 843 319 214 27 38
Panggisari 1.641 647 409 60 89
Jumlah 24.836 8.748 5.065 609 926

Penduduk menurut agama[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Mandiraja menurut agama yang dianutnya 2018.[10][11]

Desa Islam Protestan Katolik Kepercayaan Budha Konghucu
Salamerta 4.628 0 0 0 0 0
Glempang 5.381 0 0 2 0 0
Kebanaran 4.243 9 0 0 0 0
Kaliwungu 3.770 0 0 3 0 0
Somawangi 6.532 104 8 126 27 4
Jalatunda 3.908 7 0 0 3 0
Kebakalan 1.442 4 2 0 0 0
Mandirajawetan 3.908 32 11 7 45 0
Mandirajakulon 5.444 109 76 0 0 0
Banjengan 2.272 4 0 0 0 0
Kertayasa 5.586 94 9 0 0 0
Candiwulan 2.412 21 0 0 0 0
Simbang 2.157 0 0 0 0 0
Purwasaba 6.163 16 0 0 0 0
Blimbing 2.486 0 0 0 0 0
Panggisari 4.306 31 5 3 0 0
Total 64.638 431 111 141 75 4

Mayoritas Penduduk Kecamatan Mandiraja memeluk agama Islam dan sebagian kecil memeluk agama Kristen, Pemeluk Agama Kristen Kebanyakan bermukim di daerah Mandirajakulon, Somawangi dan Kertayasa. Selain itu terdapat pula penganut agama Budha, Kepercayaan dan Konghucu dalam jumlah yang relatif sedikit. Persentase penganut agama di Kecamatan Mandiraja.

Agama Di Kecamatan Mandiraja
Agama Persen (%)
Islam
  
98.82%
Protestan
  
0.66%
Kepercayaan
  
0.22%
Katolik
  
0.16%
Buddha
  
0.11%
Konghucu
  
0.005%

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

[12]

Produk Unggulan[sunting | sunting sumber]

Produk Unggulan Di beberapa desa di kecamatan Mandiraja :[13]

Desa Produk Unggulan
Kertayasa Batik Tulis, Kerajinan Bambu, Aplikasi Pupuk Sapi
Mandirajawetan Produksi Kulit Lumpia, Pengembangan Pupuk organik
Salamerta Industri Tikar, Industri Emping Melinjo, Gula Merah, Pawon batu, kayu
Simbang Budidaya Ikan Gurame, Dan Ikan Lele
Panggisari Tungku, Pawon, Industri Bata Merah, Pupuk Organik
Kaliwungu Produksi Sari Buah jambu biji merah, sirsak, asam Jawa, keripik pisang rajawali aneka rasa, kerupuk jagung, dan rengginang ketela, budidaya kambing semi insentif, kerajinan bambu
Banjengan Produksi Lanting Ketela, Budidaya Ayam Potong
Purwasaba Pembuatan Tas, Pembuatan Kaos Kaki
Candiwulan Budidaya Ikan Gurame
Glempang Produksi Tepung Errot, Kerajinan Bambu
Kebakalan Kerajinan Anyaman Bambu, Telur Asin, Rengginang Singkong, Aneka Peyek
Mandirajakulon Aneka Keripik
Kebanaran Kerajinan Bambu

Pendapatan Regional[sunting | sunting sumber]

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Mandiraja tahun 2013 mencapai 208,27 milyar. Pertumbuhan ekonomi Mandiraja tahun 2013 sebesar 5,35% lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya. Sebagian besar masyarakat Mandiraja menyandarkan hidupnya pada sektor industri. Kondisi ini dapat dilihat dari tingginya kontribusi sektor industri terhadap pembentukan PDRB Mandiraja sebesar 32,59%.[14]

Besarnya PDRB kecamatan Mandiraja menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku 2012-2014 (Jutaan Rp)
Lapangan usaha 2012 2013 2014
Pertanian 112.841 128.201 134.505
Pertambangan&Penggalian 1.582 1.940 2.031
Industri 157.267 182.424 207.681
Listrik ,Gas dan Air minum 1.988 2.299 2.657
Bangunan 26.282 29.557 33.762
Perdagangan 74.975 81.348 94.141
Angkutan 15.436 17.737 20.231
Bank dan lembaga keuangan 46.112 53.426 60.746
Jasa 56.431 62.823 68.711
PDRB 502.919 559.760 624.270

Industri dan perdagangan[sunting | sunting sumber]

Banyak usaha atau perdagangan di sektor industri pengolahan di Mandiraja pada tahun 2013 adalah 6.767 usaha. Industri pengolahan masih didominasi oleh usaha industri rumah tangga dengan jumlah usaha di sektor rumah tangga sebanyak 6.767 usaha dari total jumlah usaha. Sarana perekonomian di Mandiraja dari tahun ke tahun tidak ada perubahan yang berarti kecuali pada jumlah warung kelontong yang mengalami penurunan pada tahun 2013 sebanyak 12 warung kelontong atau sebesar 12,26% dari tahun sebelumnya tahun 2012, dan yang lebih menarik adalah makin bertambah nya toko swalayan hingga tahun 2013 sebanyak 5 toko swalayan. Pada tahun yang sama, usaha sound system sudah tidak ada lagi keberadaannya.

Indeks Desa Membangun[sunting | sunting sumber]

IDM secara teknokrasi disusun sesuai dengan konsep kebijakan pembangunan desa untuk mencapai 9 tujuan UU desa sebagai amanah UU desa, melaksanakan amanah peraturan presiden no 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 serta sejalan otoritas mandat Perpres no 12 tahun 2015 tentang kementerian desa PDTT dan memegang teguh amanah dan mandat konstitusi UUD 1945 beserta peraturan perundang-undangan yang ada dalam NKRI , memujudkan falsafah negara Pancasila sebagai acuan pembangunan, sekaligus menghormati keberagaman desa dengan paradigma bhinneka tunggal Ika.

Sebagai basis data IDM disusun dengan menggunakan data podes tahun 2014 yang terdiri dari 3 (tiga) dimensi yaitu: 1) sosial 2) ekonomi 3) budaya. Ketiga dimensi terdiri dari variabel dan setiap variabel diturunkan menjadi indikator operasional. Jumlah variabel dalam IDM sebanyak 22 variabel dan indikator sebanyak 52 indikator, indikator mengklarifikasi Desa dalam 5 (lima) status, yakni:[15]

  1.   
    Desa Sangat Tertinggal : nilai IDM < 0,491),
  2.   
    Desa Tertinggal : nilai 0,491 < IDM < 0,599),
  3.   
    Desa Berkembang : nilai 0,599 < IDM < 0,707),
  4.   
    Desa Maju : nilai 0,707 < IDM < 0,815),
  5.   
    Desa Mandiri : nilai IDM > 0,815).
Kode Desa Nama Desa IDM 2020 Status
33004301 Salamerta 0.7033 Desa Maju
33004302 Glempang 0.7206 Desa Maju
33004303 Kebanaran 0.6833 Desa Berkembang
33004304 Kaliwungu 0.6849 Desa Berkembang
33004305 Somawangi 0.6684 Desa Berkembang
33004306 Jalatunda 0.6776 Desa Berkembang
33004307 Kebakalan 0.6740 Desa Berkembang
33004308 Mandirajawetan 0.7819 Desa Maju
33004309 Mandirajakulon 0.8446 Desa Mandiri
33004310 Banjengan 0.6832 Desa Berkembang
33004311 Kertayasa 0.6846 Desa Berkembang
33004312 Candiwulan 0.6722 Desa Berkembang
33004313 Simbang 0.6343 Desa Berkembang
33004314 Purwasaba 0.7827 Desa Maju
33004315 Blimbing 0.6852 Desa Berkembang
34004316 Panggisari 0.7165 Desa Maju

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kendaraan bermotor[sunting | sunting sumber]

Banyaknya kendaraan bermotor di kecamatan Mandiraja menurut desa dan jenisnya 2018.[16][17]

Desa Motor Roda dua Mobil Truk/Bus
Salamerta 217 15 3
Glempang 359 9 4
Kebanaran 297 8 1
Kaliwungu 219 15 2
Somawangi 707 18 6
Jalatunda 203 4 0
Kebakalan 101 6 2
Mandirajawetan 400 22 9
Mandirajakulon 566 29 8
Banjengan 153 4 1
Kertayasa 371 11 4
Candiwulan 132 5 1
Simbang 110 8 2
Purwasaba 494 15 9
Blimbing 156 12 3
Panggisari 382 9 7
Jumlah 4.867 190 62

Pertanian[sunting | sunting sumber]

bendung kali sapi

Padi & Palawija[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2014, Luas tanam padi di kecamatan Mandiraja dari 1.592 hektar menjadi 3.606 hektar. Pada tahun 2015, Lahan sawah dengan total jumlah produksi padi meningkat dari 9.546 ton pada tahun 2014 menjadi 22.943 ton pada tahun 2015. Sedangkan produktivitas padi cenderung berubah-ubah pada 2 tahun terakhir dengan kisaran 59.97 kuintal/ha tahun 2014 dan 63.63 kuintal/ha pada tahun 2015.

Produksi jagung mengalami penurunan dari 4.596 ton pada tahun 2014 menjadi 4.253 ton pada tahun 2015 dengan jumlah luas lahan tanaman jagung seluas 737 hektar menjadi 751 hektar lahan jagung. Produksi ubi kayu dalam dua tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dibandingkan dengan produksi ubi kayu tahun sebelumnya. Pada tahun 2014, tercatat produksi ubi kayu sebesar 21.790 ton yang produktivitasnya mengalami kenaikan pada tahun 2015 hingga 26.073 ton dengan luas jumlah tanam ubi kayu seluas 966 hektar.

Sayur-sayuran[sunting | sunting sumber]

Produksi sayur-sayuran yang ada di kecamatan Mandiraja tahun 2015 antara lain: Kacang panjang sebanyak 345 kuintal, petai sebanyak 828 kuintal, cabai besar sebanyak 360 kuintal, dan beberapa tanaman sayuran seperti cabai rawit, kangkung, dan ketimun. Beberapa produksi buah-buahan yang menjadi unggulan adalah produksi buah pisang sebanyak 844.000 kg, mangga sebanyak 231.300 kg, salak sebanyak 104.000 kg, jambu biji sebanyak 605.000 kg, Sawo sebanyak 68.200 kg, pepaya sebanyak 22.000 kg, dan beberapa buah-buahan antara lain duku, alpukat, belimbing, sirsak, dan jeruk besar. Untuk jenis tanaman perkebunan dengan produksinya berupa lada sebanyak 5,26 ton, kopi sebanyak 9,25 ton, kelapa sebanyak 2.375 ton, dan beberapa jenis tanaman perkebunan seperti tanaman kapulaga dan cengkeh.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Jumlah produksi ternak yang ada di kecamatan Mandiraja adalah ternak sapi dengan populasi sebanyak 655 ekor, dengan produksinya berupa daging sapi sebanyak 16.722 kg daging sapi, populasi kambing sebanyak 8.458 dengan jumlah produksi daging kambing sebanyak 4.899 kg. Populasi domba sebanyak 282 ekor dengan jumlah produksi daging domba sebanyak 561 kg, dan jumlah populasi kelinci sebanyak 977 ekor kelinci. Untuk jenis ternak unggas berupa ternak ayam dengan jumlah populasi sebanyak 299.620 ekor ayam, dan produksi telur ayam sebanyak 1.534.848 butir telur. sedangkan ternak itik sebanyak 12.880 ekor itik, dengan jumlah produksi telur sebanyak 848.016 butir, dan beberapa ternak yang diusahakan seperti ternak lain dengan populasi yang tidak begitu banyak.[18]

Statistik tanaman sayur-sayuran , Buah-buahan, dan tanaman perkebunan di Mandiraja 2015
Uraian Luas Panen Produksi
Cabai besar 8 642
Cabai rawit 4 331
Kangkung 6 435
Kacang panjang 7 830
Ketimun 4 420
Petai 2.685 2.010
Pisang 17.788 844.000
Salak 9.346 92.000
Jambu biji 2.500 86.000
Duku 150 5.000
Pepaya 851 30.000
Durian 16.550 244.200
Alpukat 255 3.700
Belimbing 336 14.800
Sawo 519 36.300
Sirsak 124 7.000
Jeruk besar 100 2.500
Mangga 5.761 1.407.200
Kapulaga 3,5 0,41
Lada 17,00 5,61
Kopi 46,00 9,59
Cengkeh 9,50 0,93
Kelapa 1.327,57 3.327,40

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

Pada sektor pertambangan di Mandiraja terdapat usaha galian golongan C yang meliputi batu, pasir, tanah liat, dan tanah urug. Jumlah pemakaian bahan galian golongan menurut jenisnya galian pengelolaan, dengan jumlah pemakaian bagian galian berupa batu pada tahun 2014 ini sebanyak 9.232 tonase/m³, jumlah pemakaian pasir sebanyak 7.821 tonase/m³, jumlah pemakaian tanah liat sebanyak 52,49 m³, dan jumlah pemakaian tanah urug hanya sebanyak 29,24 m³. Sedangkan untuk luas Pertambangan berupa bahan galian golongan C yang sudah mendapatkan rekomendasi teknis di Mandiraja menurut data tahun 2013 tidak ada.

Sementara di Mandiraja untuk potensi bahan galian dan berat terkait bahan galian golongan C, tahun 2015 dengan jumlah potensi bahan galian sebanyak 4.348.575 m³, dengan berat terka sebanyak 50.743.096 m³. Dari jumlah potensi bahan galian di atas terbagi kedalam potensi bahan galian lempung sebanyak 3.236.075 m³, dan bahan galian zeolite sebanyak 1.112.500 m³, adapun jumlah berat terka bahan galian dengan berat terka bahan galian lempung sebanyak 47.850.596 m³, dan bahan galian zeolite sebanyak 2.892.500 m³.

Perumahan[sunting | sunting sumber]

Banyaknya proyek percontohan rumah sehat oleh PKK di Mandiraja pada tahun 2015 sebanyak 21.370 rumah. Proyek percontohan rumah sehat dikelompokkan menjadi 2 jenis rumah, yaitu rumah sehat dan rumah tidak sehat. Proyek rumah yang dijadikan proyek percontohan oleh PKK sebagai rumah sehat di Mandiraja tahun 2015 sebanyak 14.297 rumah, meningkat dibandingkan tahun 2014 dengan jumlah rumah sehat sebanyak 12.854 rumah sehat. Proyek rumah yang dijadikan percontohan oleh PKK dengan percontohan rumah kurang sehat di Mandiraja tahun 2015 juga meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah rumah kurang sehat sebanyak 7.073 rumah yang dijadikan proyek percontohan oleh PKK. Jumlah keluarga pra sejahtera di kecamatan Mandiraja mengalami kenaikan dari jumlah 5.192 keluarga pada tahun 2014, menjadi 6.445 keluarga pada tahun 2015, dan jumlah keluarga sejahtera mengalami penurunan dari 14.671 keluarga menjadi 13.792 keluarga. Banyaknya proyek percontohan home industri di Mandiraja sebanyak 1.449 proyek. Sebagian besar proyek adalah proyek yang berhubungan dengan sektor pangan dengan persentase sebesar 57,42 persen, sektor lain-lain sebesar 19,81 persen, sektor jasa sebesar 15,60 persen, sektor sandang sebesar 5,73 persen, dan sisanya sebesar 1,45 persen merupakan sektor konveksi.[19]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Anak usia sekolah di kecamatan Mandiraja umur 7-12 tahun masih ada yang belum bersekolah hal ini terlihat dari angka partisipasi sekolah yang kurang dari 100% , anak usia sekolah umur 13-15 tahun yang bersekolah baru 96,40% berarti ada 3,60% tidak bersekolah, sedangkan pada anak usia sekolah 16-18 tahun hanya 52,14% yang bersekolah. Capaian di bidang pendidikan terkait erat dengan dengan fasilitas pendidikan pada jenjang pendidikan SD di Mandiraja tahun ajaran 2018/2019 seorang guru rata-rata mengajar 16 siswa murid SD , semakin tinggi jenjang pendidikan beban guru juga semakin bertambah , untuk jenjang pendidikan SLTP seorang guru rata-rata mengajar 25 orang murid SLTP. Berikut adalah daftar sekolah di kecamatan Mandiraja:[20][21]

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTS SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainya
Negeri 1 44 4 0 1 0 1
Swasta 63 13 6 1 0 0 0
Total 64 57 10 1 1 0 1
Data sekolah di Mandiraja, Banjarnegara
Sumber:Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kecamatan Mandiraja

Daftar Satuan Pendidikan Sekolah Di Kecamatan Mandiraja:[22]

NPSN Nama Satuan Pendidikan Alamat Kelurahan Status
69958100 DIPONEGORO PANGGISARI JL.MASJID HAMDAN AT'TAQWA PANGGISARI Swasta
69852335 KB AL-AMINAH PALAMARTA PURWASABA Swasta
69852325 KB AL-HIDAYAH GLEMPANG RT 03/RW 04 GLEMPANG Swasta
69883029 KB AL-KARIM MANDIRAJAKULON MANDIRAJAKULON Swasta
69972956 KB AL-BAROKAH KERTAYASA RT 06/RW 01 KERTAYASA Swasta
69883027 KB CAKRAWALA JALATUNDA JALATUNDA Swasta
69883025 KB DWI RAHAYU KEBANARAN KEBANARAN Swasta
69883030 KB INSAN KAMIL PANGGISARI PANGGISARI Swasta
69852327 KB KAWRUH UTAMI 2 JALATUNDA JALATUNDA Swasta
69883032 KB KAWRUH UTAMI 1 JALATUNDA JALATUNDA Swasta
69852324 KB MARGI RAHAYU JL.PASAR NO 56 RT 01/RW 03 MANDIRAJAKULON Swasta
69883023 KB NGUDI KAWRUH GLEMPANG GLEMPANG Swasta
69911535 KB NGUDI KAWRUH 2 GLEMPANG GLEMPANG Swasta
69883024 KB NURUL ATHFAL KEBAKALAN KEBAKALAN Swasta
69852330 KB NURUL FATAH JL.PERINTIS KM 02 CANDIWULAN Swasta
69852332 KB PELANGI CERIA KERTAYASA KERTAYASA Swasta
69852334 KB PELITA INSANI MANDIRAJAKULON MANDIRAJAKULON Swasta
69906806 KB QORROTA AYUN 2 KEBANARAN KEBANARAN Swasta
69852338 KB SINAR PELANGI PURWASABA PURWASABA Swasta
69852326 KB TAMAN CERIA SALAMERTA SALAMERTA Swasta
69883019 KB TAMAN CERIA 2 SALAMERTA SALAMERTA Swasta
69852331 KB TUNAS BANGSA BANJENGAN BANJENGAN Swasta
69852323 KB WIDURI KALI PACET WETAN SOMAWANGI Swasta
69883026 KB WISMA MELATI SOMAWANGI SOMAWANGI Swasta
69883028 KB WISMA SIWI SOMAWANGI SOMAWANGI Swasta
69958101 MUSLIMAT NU SALAMERTA SALAMERTA RT 05 RW 02 SALAMERTA Swasta
69955134 POS PAUD BUDI RAHAYU PANGGISARI PANGGISARI Swasta
69740202 RA/BA/TA AL-HIDAYAH MANDIRAJAKULON MANDIRAJAKULON MANDIRAJAKULON Swasta
69740203 RA/BA/TA AL-HIDAYAH PURWASABA PURWASABA RT 02/ RW 05 PURWASABA Swasta
69740204 RA/BA/TA AL MA'ARIF 02 KERTAYASA KERTAYASA RT 03/04 KERTAYASA Swasta
69740205 RA/BA/TA AL MA'ARIF MANDIRAJAWETAN MANDIRAJAWETAN MANDIRAJAWETAN Swasta
69740200 RA/BA/TA AL MA'ARIF MANDIRAJAKULON MANDIRAJAKULON RT 04/02 MANDIRAJAKULON Swasta
69740201 RA/BA/TA AL MA'ARIF KERTAYASA KERTAYASA RT 06/01 KERTAYASA Swasta
69740194 RA/BA/TA BA AISYIYAH BANJENGAN BANJENGAN BANJENGAN Swasta
69740193 RA/BA/TA BA AISYIYAH KEBANARAN KEBANARAN RT 01/07 KEBANARAN Swasta
69740195 RA/BA/TA BA AISYIYAH MANDIRAJAKULON MANDIRAJAKULON RT 02 / 02 MANDIRAJAKULON Swasta
69740196 RA/BA/TA BA AISYIYAH MANDIRAJAWETAN MANDIRAJAWETAN RT 06/01 MANDIRAJAWETAN Swasta
69740197 RA/BA/TA BA AISYIYAH SOMAWANGI SOMAWANGI RT 03/06 SOMAWANGI Swasta
69740206 RA/BA/TA MUSLIMAT NU BLIMBING BLIMBING BLIMBING Swasta
69740207 RA/BA/TA MUSLIMAT NU KEBANARAN KEBANARAN RT 02/08 KEBANARAN Swasta
69740198 RA/BA/TA PURWANIDA MANDIRAJA MANDIRAJAKULON RT 02/02 MANDIRAJAKULON Swasta
69740199 WATHONIYAH GLEMPANG GLEMPANG RT 05/01 GLEMPANG Swasta
69969905 TK AISYIYAH BUSTANUL SOMAWANGI SOMAWANGI SOMAWANGI Swasta
20362571 TK AISYIYAH KALIWUNGU KALIWUNGU KALIWUNGU Swasta
20351934 TK AL AMIN KEBANARAN KEBANARAN KEBANARAN Swasta
20351928 TK BUNGA NUSANTARA SOMAWANGI DUSUN KALIPACET KULON SOMAWANGI Swasta
20351931 TK MA'ARIF AL MASYITOH KALIWUNGU KALIWUNGU KALIWUNGU
20351935 TK Negeri PEMBINA MANDIRAJA JL.RAYA PANGGISARI KM 24 PANGGISARI Negeri
20351925 TK PERTIWI 1 SOMAWANGI SOMAWANGI SOMAWANGI Swasta
20362572 TK PERTIWI 2 KALIWUNGU KALIWUNGU KALIWUNGU Swasta
20351929 TK PERTIWI 2 PANGGISARI PANGGISARI PANGGISARI Swasta
20351930 TK PERTIWI 2 SOMAWANGI SOMAWANGI SOMAWANGI Swasta
20351923 TK PERTIWI GIRI PUTRA SALAMERTA SALAMERTA SALAMERTA Swasta
20351917 TK PERTIWI KALIWUNGU KALIWUNGU KALIWUNGU Swasta
20351921 TK PERTIWI KARTIKA KEBAKALAN KEBAKALAN KEBAKALAN Swasta
20351918 TK PERTIWI KUNCUP HARAPAN PURWASABA PURWASABA Swasta
20351922 TK PERTIWI MANDIRAJAWETAN MANDIRAJAWETAN MANDIRAJAWETAN Swasta
20351916 TK PERTIWI MARDISIWI KEBANARAN KEBANARAN Swasta
20351919 TK PERTIWI MUGI LESTARI BLIMBING BLIMBING BLIMBING
20351924 TK PERTIWI SRI HARTUTI SIMBANG SIMBANG SIMBANG Swasta
20351932 TK PGRI CANDIWULAN CANDIWULAN CANDIWULAN Swasta
69938962 TK PGRI JALATUNDA JALATUNDA JALATUNDA Swasta
20351920 TK PGRI KERTAYASA KERTAYASA KERTAYASA Swasta
20351933 TK PGRI PANGGISARI JL.SERAYU 28 PANGGISARI Swasta
60710734 MIS AL-HIDAYAH PURWASABA PURWASABA RT 02/ RW 05 PURWASABA Swasta
60710735 MIS AL MA'ARIF KEBAKALAN KEBAKALAN RT 03/ RW 01 KEBAKALAN Swasta
60710733 MIS AL MA'ARIF 01 KERTAYASA Desa KERTAYASA KERTAYASA Swasta
60710743 MIS AL MA'ARIF 02 KERTAYASA Desa KERTAYASA RT 08/ RW 05 KERTAYASA Swasta
60710741 MIS AL MA'ARIF MANDIRAJA WETAN MANDIRAJA WETAN RT 7 / RW 2 MANDIRAJA WETAN Swasta
60710740 MIS AL MA'ARIF PANGGISARI Desa PANGGISARI RT 03/RW 01 PANGGISARI Swasta
60710738 MIS AL MA'ARIF SALAMERTA Desa SALAMERTA RT 05/RW 02 SALAMERTA Swasta
60710736 MIS AL MA'ARIF BLIMBING Desa BLIMBING RT 01/RW 02 BLIMBING Swasta
60710742 MIS AL WHATONIYAH Desa GLEMPANG RT 05/RW 01 GLEMPANG Swasta
60710737 MIS MA'ARIF KEBANARAN Desa KEBANARAN RT 01/RW 07 KEBANARAN Swasta
60710744 MIS MUHAMMADIYAH KALIWUNGU RT 01/ RW 06 KALIWUNGU Swasta
60710745 MIS MUHAMMADIYAH BANJENGAN Desa BANJENGAN RT 01 /RW 02 Desa BANJENGAN Swasta
60710739 MIS MUHAMMADIYAH SOMAWANGI Desa SOMAWANGI RT 03/RW 04 Desa SOMAWANGI Swasta
20363506 MTs Al-Hidayah Purwasaba KOMPLEK PONDOK AL-HIDAYAH PURWASABA RT 01/05 Desa PURWASABA Swasta
20363507 MTs Al Ma'arif Mandiraja JL.SUHADA NO.3 MANDIRAJA KULON Swasta
20363508 MTSS MUHAMMADIYAH MANDIRAJA JL.RAYA MANDIRAJA MANDIRAJA KULON Swasta
20338232 SD Negeri 1 CANDIWULAN Desa CANDIWULAN CANDIWULAN Negeri
20338233 SD Negeri 1 GLEMPANG Desa GLEMPANG GLEMPANG Negeri
20338235 SD Negeri 1 JALATUNDA Desa JALATUNDA JALATUNDA Negeri
20338236 SD Negeri 1 KALIWUNGU Desa KALIWUNGU KALIWUNGU Negeri
20338237 SD Negeri 1 KEBAKALAN Desa KEBAKALAN KEBAKALAN Negeri
20338238 SD Negeri 1 KEBANARAN Desa KEBANARAN KEBANARAN Negeri
20338239 SD Negeri 1 KERTAYASA Desa KERTAYASA KERTAYASA Negeri
20338240 SD Negeri 1 MANDIRAJA KULON Desa MANDIRAJA KULON MANDIRAJA KULON Negeri
20337878 SD Negeri 1 MANDIRAJA WETAN Desa MANDIRAJA WETAN MANDIRAJA WETAN Negeri
20338241 SD Negeri 1 PANGGISARI JL.RAYA PANGGISARI PANGGISARI Negeri
20338242 SD Negeri 1 PURWASABA Desa PURWASABA PURWASABA Negeri
20338243 SD Negeri 1 SALAMERTA Desa SALAMERTA RT 6 /RW 1 SALAMERTA Negeri
20338244 SD Negeri 1 SIMBANG Desa SIMBANG SIMBANG Negeri
20338245 SD Negeri 1 SOMAWANGI Desa SOMAWANGI SOMAWANGI Negeri
20338246 SD Negeri 2 CANDIWULAN Desa CANDIWULAN CANDIWULAN Negeri
20338247 SD Negeri 2 GLEMPANG Desa GLEMPANG GLEMPANG Negeri
20338248 SD Negeri 2 JALATUNDA Desa JALATUNDA JALATUNDA Negeri
20338249 SD Negeri 2 KALIWUNGU Desa KALIWUNGU KALIWUNGU Negeri
20338250 SD Negeri 2 KEBAKALAN Desa KEBAKALAN KEBAKALAN Negeri
20337879 SD Negeri 2 MANDIRAJA WETAN Desa MANDIRAJA WETAN RT 09/ RW 02 MANDIRAJA WETAN Negeri
20338251 SD Negeri 2 PANGGISARI Desa PANGGISARI PANGGISARI Negeri
20340549 SD Negeri 2 PURWASABA Desa PURWASABA PURWASABA Negeri
20338252 SD Negeri 2 SALAMERTA Desa SALAMERTA SALAMERTA Negeri
20340834 SD Negeri 2 SIMBANG Desa SIMBANG SIMBANG Negeri
20338266 SD Negeri 2 SOMAWANGI Desa SOMAWANGI SOMAWANGI Negeri
20338253 SD Negeri 3 GLEMPANG Desa GLEMPANG GLEMPANG Negeri
20338254 SD Negeri 3 JALATUNDA JL.KEMOKON km 06 JALATUNDA JALATUNDA Negeri
20338255 SD Negeri 3 KEBANARAN Desa KEBANARAN KEBANARAN Negeri
20338256 SD Negeri 3 MANDIRAJA KULON Desa MANDIRAJA KULON MANDIRAJA KULON Negeri
20340835 SD Negeri 3 MANDIRAJA WETAN Desa MANDIRAJA WETAN MANDIRAJA WETAN Negeri
20338258 SD Negeri 3 PANGGISARI Desa PANGGISARI PANGGISARI Negeri
20338259 SD Negeri 3 PURWASABA Desa PURWASABA PURWASABA Negeri
20338260 SD Negeri 3 SALAMERTA Desa SALAMERTA SALAMERTA Negeri
20340832 SD Negeri 3 SOMAWANGI Desa SOMAWANGI SOMAWANGI Negeri
20338261 SD Negeri 4 GLEMPANG Desa GLEMPANG RT 07/ RW 05 GLEMPANG Negeri
20338262 SD Negeri 4 JALATUNDA Desa JALATUNDA JALATUNDA Negeri
20338263 SD Negeri 4 KALIWUNGU Desa KALIWUNGU KALIWUNGU Negeri
20338264 SD Negeri 4 KEBANARAN Desa KEBANARAN KEBANARAN Negeri
20338265 SD Negeri 4 PURWASABA Desa PURWASABA Depok RT 07/RW 04 PURWASABA Negeri
20340833 SD Negeri 5 SOMAWANGI Desa SOMAWANGI SOMAWANGI Negeri
20338268 SD Negeri 6 SOMAWANGI Desa SOMAWANGI SOMAWANGI Negeri
20338269 SD Negeri 7 SOMAWANGI Desa SOMAWANGI SOMAWANGI Negeri
20338270 SD Negeri BANJENGAN Desa BANJENGAN jln pacor no.9 BANJENGAN Negeri
20338271 SD Negeri BLIMBING Desa BLIMBING BLIMBING Negeri
20303989 SMA Ma'arif Mandiraja jln.kertayasa km.3 MANDIRAJA KERTAYASA Swasta
69762663 SMK Negeri 1 Mandiraja JL.RAYA GLEMPANG GLEMPANG Negeri
20304025 SMP Negeri 1 Mandiraja JL.RAYA Mandiraja km 19 MANDIRAJA KULON Negeri
20304006 SMP Negeri 2 Mandiraja Desa PURWASABA PURWASABA Negeri
20304009 SMP Negeri 3 Mandiraja Desa KALIWUNGU KALIWUNGU Negeri
20354039 SMP Negeri 4 Mandiraja Desa JALATUNDA JALATUNDA Negeri
20340882 SMP Nurul Ambiya Mandiraja RABAK SALAMERTA Swasta
69760755 SMP Plus Riyadul Mustaqim Mandiraja KOMPLEKS MASJID Al-Istiqomah Bantar KERTAYASA Swasta
20341341 SMPLB YPAB BARAMAS MANDIRAJA KEBAKALAN KEBAKALAN Swasta

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Sebagai upaya dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Mandiraja terdapat 2 Puskesmas, 4 Puskesmas pembantu, dan 2 Puskesmas keliling sebagai sarana kesehatan masyarakat, menggerakkan program promosi kesehatan, penanggulangan, dan pencegahan penyakit menular. Semua itu ditangani 2 dokter umum/spesialis, 22 paramedis, dan 29 bidan. Terdapat 6 pondok rumah bersalin desa (polindes) yang bermanfaat untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana. Pada tahun 2015, sudah terdapat 120 pos pelayanan terpadu (posyandu). Dari 13.220 pasangan usia subur, 10.815 pasangan menjadi akseptor KB aktif pada tahun 2015, alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntik dan pil masing-masing sebanyak 62,48% dan 15,20% dari total akseptor KB, sedangkan sisanya sebanyak 22,32% akseptor KB menggunakan alat kontrasepsi lainnya.[23][24]

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Beberapa makanan khas Mandiraja antara lain :

  • Mendoan adalah makanan yang terbuat dari tempe yang diiris tipis kemudian digoreng dengan tepung yang sudah diberi bumbu dan digoreng setengah matang.[25]
  • Tahu masak Adalah sejenis kudapan kupat tahu di kecamatan mandiraja , Di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga Makanan ini disebut Gecot. Makanan ini utamanya terdiri dari kupat landak, tahu, irisan kubis yang sebelumnya di cuci bersih, kecambah, sedikit irisan seledri, kerupuk, perasan jeruk purut, dan disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis.[26]
  • Sroto adalah makanan khas Mandiraja selain sroto sokaraja, makanan ini dapat ditemui di jalan-jalanan umum di Mandiraja . Perbedaan mendasar antara sroto dengan soto pada umumnya terletak pada sambalnya yaitu sambal kacang yang legit menggunakan ketupat bukan nasi serta diberi taburan suwiran daging ayam dan kerupuk.[27]
  • Tahu Brontak Adalah makanan yang terbuat dari tahu dengan isi sayuran didalamnya, tahu ini lalu digoreng menggunakan tepung yang sebelumnya di beri bumbu, makanan ini disebut 'Tahu Brontak' karena saat digoreng sayuran yang berada didalam tahu pada keluar maka sebab itulah makanan ini dinamai Tahu Brontak.[28]
  • Ondol adalah makanan ringan yang ada di kecamatan Mandiraja, Ondol terbuat dari bahan singkong yang diparut lalu di beri bumbu setelah itu digoreng hingga kering. Makanan ringan ini banyak dijumpai di pasar-pasar ataupun pedagang keliling di daerah Mandiraja.

Media massa & Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Daerah Mandiraja dapat menangkap beberapa stasiun televisi, terdiri dari 9 siaran nasional dan 2 siaran lokal seperti:

Signal Nama Pemilik Status
459.250 RTV Rajawali Corpora Nasional
479.250 NET. Net Visi Media Nasional
511.250 Satelit tv[29] Lokal
535.250 Inews MNC Media Nasional
599.250 ANTV Visi Media Asia Nasional
615.250 Indosiar Surya Citra Media Nasional
631.250 RCTI MNC Media Nasional
647.250 MNC TV MNC Media Nasional
663.250 SCTV Surya Citra Media Nasional
671.250 TransTV Trans Media Nasional
695.25 BMS TV Bina Sarana informatika Lokal

Seni Budaya[sunting | sunting sumber]

  • Kentongan adalah kesenian khas Mandiraja, asal kata kentongan sendiri dari sebuah alat yang bernama kentong, dimana alat musik kentong ini adalah alat komunikasi tradisional yang terbuat dari bambu ataupun kayu dan digunakan untuk memberi Informasi kepada masyarakat dengan isyarat atau ketukan-ketukan tertentu.[30]
  • Lengger adalah kesenian khas Mandiraja ataupun Banyumas yaitu berupa tarian tradisional yang dimainkan oleh 2 atau 4 orang perempuan yang di dandani pakaian khas , kesenian Lengger banyumasan ini diiringi musik calung, gamelan yang terbuat dari bambu.[31]
  • Ebeg merupakan bentuk kesenian tari tradisional yang ada di daerah Mandiraja, yang menggunakan kuda lumping yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberikan rambut, tarian Ebeg ini menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang kuda, gerak tari yang menggambarkan kegagahan diperagakan oleh penari Ebeg.[32]
  • Calung adalah sebuah nama Alat musik yang cukup terkenal di wilayah Mandiraja, kata "Calung" sendiri berasal dari bahasa banyumasan yang artinya "CArang wuLUNG"/(bambu Wulung". Calung sendiri adalah alat musik purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu, cara memainkan Calung adalah dengan memukul bilah atau ruas.[33]
  • Bongkel Adalah alat musik yang ada di wilayah kecamatan mandiraja, bentuk alat musik ini mirip dengan angklung . Bongkel merupakan sebuah instrumen musik bambu yang merupakan hasil karya dari masyarakat pedesaan agraris di wilayah Banyumasan.[34]
  • Wayang kulit Pertunjukan wayang kulit di Mandiraja cenderung mengikuti pedalangan gaya gragrag/banyumas Wayang Kulit gragrag sendiri merupakan salah satu gaya pedalangan di tanah Jawa yang lebih dikenal dengan istilah pakeliran dan berperan sebagai bentuk seni Klangenan serta dijadikan wahana untuk mempertahankan nilai etika, devosional dan hiburan yang kualitasnya selalu terjaga dan ditangani sungguh-sungguh oleh pakar seni yang benar. Seni pedalangan Wayang Kulit Di Mandiraja hampir sama dengan gaya Yogya-Solo baik dalam cerita suluk maupun sabetanya , bahasa yang dipergunakan pun tetap mengikuti bahasa pedalangan layaknya, hanya saja para punakawan diucapkan dengan bahasa Jawa Banyumasan . Nama-nama tokoh wayang umumnya sama hanya nama beberapa tokoh yang berbeda seperti Bagong(Surakarta) menjadi bawor Jika dalam punakawan Yogya-Solo sendiri , Bagong merupakan putra bungsu Ki Semar dalam versi Banyumasan menjadi anak tertua, ciri utama dari Wayang Kulit ini adalah nafas kerakyatannya yang kental dan dalang memang berupaya menampilkan realitas dinamika kehidupan yang ada di masyarakat.[35]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Jawa dialek Mandiraja atau Dialek Banyumas atau yang biasa disebut bahasa penginyongan merupakan bahasa yang dituturkan di wilayah Mandiraja, umumnya mereka menggunakan dialek ini untuk berkomunikasi sehari-hari, bahasa Jawa dialek Banyumas dikenal dengan bicaranya yang khas, dialek ini disebut Banyumasan.[36] Beberapa daerah yang menggunakan bahasa Jawa dialek banyumasan antara lain berada di daerah karesidenan Banyumas, sebagian Kebumen dan beberapa desa di kabupaten Pangandaran, Ciamis dan Kota Banjar. Sebagian besar kosakata asli dari dialek Banyumas tidak memiliki kesamaan dengan bahasa Jawa standar, baik secara morfologi maupun fonetik. Berikut berbandingan kosakata dialek Mandiraja dengan Bahasa Jawa Yogya-Solo, Sunda, Indonesia, dan Inggris:[37]

Bahasa Inggris Indonesia Mandiraja Yogya-Solo Sunda
My Aku/Saya Nyong/Enyong Aku Abdi
You Kamu Ko Kowe Anjeun
Very Sangat Pisan/Banget Tenan Pisan
How Bagaimana Kepriwe Piye/kepriye Kumaha
Can Bisa Teyeng Isa Tiasa
Friend Teman Batir Kanca Batur

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata Sawah Desa Somawangi, Mandiraja

Tempat wisata di kecamatan Mandiraja antara lain:[38][39][40]

  • Bukit Watu Sodong

Adalah objek wisata panorama alam dan wisata berkonsep agro berupa barisan pohon durian sepanjang jalan. Masuk lokasi, sebelum memulai perjalanan mendaki bukit watu Sodong menyuguhkan panorama alam yang menakjubkan bagi yang gemar ber-swa foto. Mengunjungi tempat ini adalah, pilihan tepat, karena banyak spot cantik dengan latar belakang pemandangan alam yang indah ada rumah pohon, jembatan kayu, rumah jamur, dan dapat juga dapat berfoto di bebatuan besar eksotik.

Kepala desa Glempang, Nowo Wikarto menjelaskan, nama 'Watu Sodong' konon berasal dari kata watu (batu) dan sodong (rumah babi hutan), yang mengandung arti batu yang digunakan sebagai rumah babi hutan. Awal mulanya, Watu Sodong hanya bukit atau hutan dengan bebatuan besar dan pohon-pohon Pinus yang tumbuh rindang. Saat itu, akses menuju lokasi sangat sulit jangankan kendaraan, jalan kaki saja sulit dan melewati pohon-pohon yang sangat rimbun.

Lahan seluas itu sejak dulu dimanfaatkan warga sekitar untuk membantu perekonomian mereka. Selain ditanami pinus, hutan ini juga ditanami aneka palawija seperti singkong, kacang tanah, jagung, dan ubi. Setelah beberapa tahun, para pemuda di desa Glempang memperbaiki akses jalan menuju hutan agar saat pengambilan hasil kebun warga dapat dengan mudah membawa alat transportasi seperti motor saat menaiki bukit tersebut. Setelah akses jalan terealisasi, para pemuda membuat rencana besar mengubah Watu Sodong menjadi tempat yang dapat dinikmati karena pemandangannya yang indah, seperti melihat matahari terbit di pagi hari, pepohonan yang rimbun serta semilir angin yang menenangkan hati di sore hari. Ide kreatif pemuda mendapat respon positif dari Perum Perhutani untuk mengubah hutan tersebut menjadi kawasan ekowisata dengan nama Bukit Watu Sodong pada 31 Desember 2017.

  • Mandiraja View Garden

Adalah tempat wisata taman bunga di desa Mandirajawetan. Taman bunga Mandiraja view garden menjadi salah satu objek wisata yang dapat dikunjungi oleh pecinta taman bunga. Banyak spot foto dan aneka bunga penuh warna di taman ini. Selain itu, aneka ornamen unik seperti konsep kolam yang dilengkapi tempat duduk, spot bambu kuning, dsn sebagainya. Hamparan warna-warni bunga tersebar di sisi tengah hingga selatan taman, tidak ada biaya tambahan untuk berfoto diberbagai spot swafoto yang ditambahkan oleh pengelola taman bunga, semua spot foto gratis, pengunjung hanya menjaganya agar tidak rusak. Taman bunga ini baru dibuka sekitar pertengahan bulan Desember 2019.

  • Bukit Rumpit Bike Park Salamerta

Sejumlah pemuda di Desa Salamerta menyulap desanya sebagai salah satu tujuan rekreasi alam yang bernama Bukit rumpit bike park. Tempat bagi pecinta olahraga sepeda berwisata alam dan melepas penat. Inisiator Bukit Rumpit Bike Park, Kartono berkata, lokasinya yang berada di jajaran perbukitan kabupaten Banjarnegara bagian selatan menjadi pesona dan tantangan tersendiri. Warga bekerja sama dengan lembaga masyarakat desa hutan dan perhutani karena sebagian besar memang menggunakan lahan milik perhutani. Di lokasi ini, pengunjung dapat menikmati keindahan alam dan jalan kaki mendaki bukit rumpit bike park serta mencoba sensasi naik sepeda di puncak perbukitan. Spot untuk berfoto juga tersedia dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Pengunjung dapat berfoto di atas bebatuan di lorong dan rumah pohon yang dilengkapi dengan pegangan sehingga aman bagi pengunjung. Bagi yang ingin menginap tersedia juga camping ground, sehingga tepat untuk mengisi liburan bersama dengan keluarga.

Khusus bagi pecinta olahraga sepeda gunung terdapat jalur sepanjang 5 km menyusuri puncak perbukitan. Bagi komunitas sepeda gunung harus memesan jadwal terlebih dahulu dengan pengelola karena pada hari libur atau akhir minggu banyak peminat. Tempat ini berawal dari komunikasi di jejaring media sosial tentang potensi wisata alam dengan salah sejumlah anggota komunitas sepeda. Setelah diskusi panjang dan survei ke lokasi, bukit rumpit dinilai cocok dan menantang untuk pecinta sepeda gunung. Kedepannya tempat ini disinergikan dengan sejumlah potensi yang ada seperti agrowisata, wisata industri kreatif berbahan kayu dan bambu, serta industri makanan ringan yang dapat menjadi kampung wisata dan wirausaha.Tingkat kunjungan wisatawan ke bukit rumpit semakin meningkat libur lebaran dan libur akhir pekan jumlah pengunjung di atas 200 orang per-hari, sedangkan komunitas sepeda gunung yang sengaja mencoba jalur sepeda gunung rata-rata di atas 20 orang per-hari khususnya pada hari liburan.[41][42]

  • Wisata Sawah Wates

Merupakan objek wisata yang berlatarbelakang persawahan di Somawangi.[43][44]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kewarganegaraan, Suku bangsa, Agama dan Bahasa sehari-hari Penduduk Indonesia Hasil Sensus Penduduk 2010sp2010.bps.go.id Di akses Tanggal 28 Juni 2020.
  2. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2019. 
  3. ^ "Profil Kabupaten Banjarnegara". banjarnegarakab.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-01. 
  4. ^ Peta Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah lengkap dengan 20 kecamatan www.sejarah-negara.com, Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  5. ^ "Cuaca 25 Hari di Mandiraja". www.accuweather.com. Diakses tanggal 01-09-2019. 
  6. ^ "BMKG Kabupaten Banjarnegara: Mandiraja Indonesia Records and Averages". BMKG. Diakses tanggal 12 Februari 2020. 
  7. ^ "Lampu APILL perempatan gandulekor". mandirajati. 2014-12-20. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  8. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 132. Diakses tanggal 14 Juni 2019. 
  9. ^ Banyaknya Desa kelurahan luas penduduk dan kepadatan menurut kecamatan di kabupaten banjarnegara tahun 2010-2019 banjarnegara.bps.go.id Diakses tanggal 29 maret 2020.
  10. ^ daftar paroki di wilayah Purwokerto parokicilacap.blogspot.com , Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  11. ^ Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Agama Di Kecamatan Mandiraja Tahun 2018-2019 banjarnegara.bps.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  12. ^ Wisata belanja di kabupaten banjarnegara, jawa tengahgpswisataindonesia.info Diakses tanggal 21 Juni 2020
  13. ^ Potensi Di Mandiraja banjarnegarakab.go.id Diakses tanggal 12 februari 2020.
  14. ^ Daftar Perusahaan Bank BRI Unit Mandiraja www.daftarperusahaan.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  15. ^ Dataset Rekapapitulasi Indeks Desa Membangun IDM Tahun 2020 data.go.id Diakses tanggal 21 Juni 2020.
  16. ^ "SPBU 43-534-09 Mandiraja, Jawa Tengah". dilokasi.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  17. ^ [1] Mandiraja Kota Kecil Di Jawa Tengah skyscrapercity.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  18. ^ Blangsakan, the. "Kali Sapi Desa Glempang Kecamatan Mandiraja Terima 40.000 Benih Ikan dari Dinas Perikanan & Kelautan Banjarnegara". theBlangsakan. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  19. ^ PERUMAHAN GREEN PALM RESIDENCE - MANDIRAJA www.rumah.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  20. ^ Daftar Sekolah Di kecamatan Mandiraja banjarnegara.dapodik.org, Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  21. ^ Profil SMKN 1 Mandiraja smkn1mandiraja.wordpress.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  22. ^ Data Referensi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. referensi.data.kemdikbud.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  23. ^ "Puskesmas - Puskesmas Mandiraja I - Jl. Mertadipura No. 01, Kec. Mandiraja, Banjarnegara". lewatmana.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  24. ^ Layanan Puskesmas 2 Mandiraja bkd.banjarnegarakab.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  25. ^ Fimela.com. "Resep Tempe Mendoan Krispi Renyah Enaknya Nagih". fimela.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  26. ^ resep mudah membuat tahu masak kulinerngapak.wordpress.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  27. ^ Reastaurant Soto bancar 1 banjarnegara www.tripadvisor.co.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  28. ^ Hanindya. "Resep Tahu brontak khas banyumas oleh Hanindya". Cookpad. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  29. ^ Satelit Tv Inyongepool, Stasiun Lokal Kebanggaan masyarakat banyumas raya www.medioq.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  30. ^ "Kentongan Banyumas Perlu Dikemas Tarik Minat Wisatawan". Republika Online. 2017-08-18. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  31. ^ Lengger banyumasan, seni budaya daerah yang terus dilestarikan keberadaanya oleh kalangan masyarakat dan pegiat seni daerah successfarmer.blogspot.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  32. ^ Bernas, Harian. "Ebeg, Kuda Kepang Mistis dari Banyumas - bernas.id". www.bernas.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2019-09-01. 
  33. ^ Kompasiana.com. "Calung Sebagai Simbol Budaya Lokal Masyarakat Banyumas". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  34. ^ warisan budaya bongkel warisanbudaya.kemdikbud.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  35. ^ ruwat bumi warisan leluhur warga www.wartamerdeka.info Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  36. ^ Bahasa Banyumasan terancam punah www.beritasatu.com, Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  37. ^ Bupati Luncurkan Aplikasi Kamus Bahasa Banyumas www.banyumaskab.go.id Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  38. ^ "Bukit Watu Sodong di Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  39. ^ "Menikmati Pesona Bukit Watu Sodong". Suara Merdeka. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  40. ^ [2] Bukit Rumpit tempat wisata yang terus berbenah, www.picbear.org Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  41. ^ [3] Objek Wisata bukit Rumpit Mandiraja fahrezy.wordpress.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  42. ^ [4] Bukit Rumpit Bike Park paduan wisata di desa salamerta. www.wisatabanjarnegara.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  43. ^ wates mana wisata tengah sawah wisata viewwisatabanjarnegara.blogspot.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.
  44. ^ Objek Wisata Wates Kaliwungu picpanzee.com Diakses tanggal 12 Februari 2020.

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]