Mandiraja, Banjarnegara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Mandiraja
Kecamatan
Lokasi Kecamatan Mandiraja

Peta lokasi Kecamatan Mandiraja
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Banjarnegara
Pemerintahan
 • Camat Drs Paryono
Luas 52.61 km² (20 sq mi)
Jumlah penduduk 63.679 (Mei 2010)
Kepadatan 1.210 (3,134 sq/mi)
Desa/kelurahan 16

Kecamatan Mandiraja Adalah Sebuah kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Mandiraja terletak di sebelah barat dari Kabupaten Banjarnegara. Jarak Kecamatan Mandiraja dari pusat Kabupaten Banjarnegara adalah sekitar 22 kilometer melalui Kecamatan Kecamatan Purwanegara. Luas wilayahnya 5.261 Hektare² (20,312 sq mi) dan jumlah penduduknya pada Tahun 2010 sebanyak 63.679 Jiwa. Kecamatan Mandiraja terdiri atas 16 Desa, 72 RW, dan 380 RT. Pusat pemerintahan Kecamatan Mandiraja berada di Desa Mandirajakulon.

Sejarah Nama Mandiraja[sunting | sunting sumber]

Mandiraja merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, kecamatan Ini berkembangan menjadi wilayah yang ramai di Banjarnegara, di desa Mandiraja kulon kecamatan Mandiraja terdapat suatu makam kuno yang warga sekitar sebut dengan nama palembahan gedong atau di sebut juga makam mbah gedong di tempat Ini terdapat makam yang tertutup cungkup yang kata warga sekitar merupakan sesepuh pendiri pendiri kecamatan Mandiraja yaitu mbah gedong untuk itulah makam tempat Ini dinamai mbah gedong atau palembahan gedong, mbah gedong mempunyai nama asli R.ng Mertodiharjo konon beliau masih keturunan Dari Sultan Agung Dari Mataram mbah gedong merupakan putra Dari Adipati Wirasesa, berkaitan dengan nama Mandiraja beliau dahulunya tinggal di suatu tempat yang di mana sekitar situ terdapat pohon yang Sangat besar warga sekitar menyebutnya dengan nama pohon mandirogung atau mandiroagung Dari nama pohon mandirogung itulah muncul nama Mandiraja yang selanjutnya digunakan sebagai nama tempat disekitar pohon tersebut Dan sekarang menjadi nama kecamatan , sebagai mana yang dijelaskan oleh juru kunci makam yaitu bapak supri, dalam makam tersebut di bagi menjadi 3 komplek, komplek pertama yaitu disebelah Timur dinamai komplek kawiro kemantren, untuk bagian tengan makam tersebut dinamai cawiyudan, sementara bagian Barat bernama bandayuda

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Banjengan
  2. Blimbing
  3. Candiwulan
  4. Glempang
  5. Jalatunda
  6. Kaliwungu
  7. Kebakalan
  8. Kebanaran
  9. Kertayasa
  10. Mandirajakulon
  11. Mandirajawetan
  12. Panggisari
  13. Purwasaba
  14. Salamerta
  15. Simbang
  16. Somawangi

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Secara Geografis Kecamatan Mandiraja Terletak Di Antara 7°28'42 Lintang Selatan (LS) Dan 109°30'38 Bujur Timur (BT) Dan Berbatasan Dengan :

Utara Kecamatan Rakit dan Kabupaten Purbalingga
Selatan Kecamatan Sempor,Kabupaten Kebumen
Barat Kecamatan Purworejo Klampok
Timur Kecamatan Purwanegara

Letak Geografis[sunting | sunting sumber]

Kali Serayu

Kecamatan Mandiraja mendiami sebelah utara Pegunungan Serayu Selatan hingga ke Zona Depresi Aluvial Serayu dengan ketinggian wilayah antara 100 – 400 m di atas permukaan laut. Sebelah selatan merupakan perbukitan meliputi 6 desa yaitu Desa Salamerta, Desa Kebanaran, Desa Glempang, Desa Somawangi, Desa Kaliwungu dan Desa Jalatunda. Sedangkan 10 desa lain yang merupakan dataran rendah. Titik tertinggi di wilayah ini berada di Bukit Igir Lempuyang (475 m) di perbatasan Desa Somawangi dengan Kabupaten Kebumen. sungai besar yang berada di Kecamatan Mandiraja adalah Kali Serayu dan Kali Sapi. Kecamatan Mandiraja yang beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 25-29 °C.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Sebagian Besar Lahan Produktif Di Kecamatan Mandiraja di tanami padi dan sebagian kecil di tanami Beragam Sayur Mayur dan buah buahan. Desa Dengan Penghasilan Padi Paling Besar Adalah Purwasaba,Somawangi,Blimbing,Candiwulan,Dan Kertayasa.

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk Kecamatan Mandiraja Merupakan Kecamatan Dengan Jumlah Penduduk Terbesar Ke 3 Di Wilayah Kabupaten Banjarnegara Setelah Kecamatan Punggelan Dan Purwanegara. Jumlah penduduk wilayah Kecamatan Mandiraja pada Tahun 2010 Adalah 63.679 Jiwa.

Usia Penduduk Jumlah Persentase
0/4 Tahun 5.945 9,35%
5/9 Tahun 6.365 10,00%
10/14 Tahun 6.875 10,81%
15/19 Tahun 6.245 9,82%
20/24 Tahun 5.978 9,40%
25/29 Tahun 5.431 8,94%
30/34 Tahun 4.948 7.88%
35/39 Tahun 4.833 7.60%
40/44 Tahun 3.090 4.86%
45/49 Tahun 3.086 4,86%
50/54 Tahun 2.569 4.04%
55/59 Tahun 2.410 3,79%
60/64 Tahun 1.946 3.06%
65> Tahun 3.552 5,59%
Jumlah 63.679 100,00%

Maka jumlah keseluruhan penduduk menurut kelompok umur di Kecamatan mandiraja yang berjenis kelamin laki – laki dan Perempuan Hampir berimbang yaitu untuk laki –laki sebanyak 31.176 jiwa atau 49,02 % dan perempuan 32.423 jiwa atau 50,98 %.

Jumlah Penduduk Kecamatan Mandiraja pada tahun 2018 Diperkirakan Adalah 65.813 Ribu jiwa.Dengan Somawangi Sebagai Desa dengan jumlah penduduk terbanyak di ikuti purwasaba ,Mandiraja kulon,kertayasa ,dan glempang Laju pertumbuhan penduduk rata – rata pertahun sebesar 0,80%. Jumlah wanita lebih besar dari penduduk pria, ditunjukkan dengan sex ratio (jenis kelamin) sebesar 96,18 yang berarti dari setiap penduduk wanita 100, terdapat penduduk pria 96 jiwa, jumlah KK pada akhir tahun 2010 tercatat 15.919 KK dengan rata – rata setiap KK 4 jiwa perkepala keluarga. Dapat diketahui bahwa untuk jumlah RW setiap desa rata – rata mempunyai 5 RW dan sedikitnya 2 RW. jumlah RT terbanyak berada di Desa Somawangi yakni sejumlah 45 RT, dan yang paling sedikit 10 RT ada di Desa Kebakalan. Oleh karena itu dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dengan mengedepankan efektifitas dalam pelaksanaan tugas pegawai, maka dorongan serta kemampuan aparat wilayah akan sangat mendukung keberhasilan pelaksanaan pembangunan di segala bidang.

Tahun 1930 1961 1971 1980 1990 2000 2010 2018
Jumlah Penduduk Green Arrow Up.svg 9.364 Green Arrow Up.svg 20.446 Green Arrow Up.svg 29.943 Green Arrow Up.svg 38.790 Green Arrow Up.svg 51.368 Green Arrow Up.svg 60.642 Green Arrow Up.svg 63.679 Green Arrow Up.svg 65.813

Demografi Kecamatan Mandiraja[sunting | sunting sumber]

Demografi Kecamatan Mandiraja Pada Tahun 2010

Desa Penduduk 2010 Pertumbuhan Penduduk Kepadatan Penduduk Kode Desa Luas Hektare²
Somawangi 7.355 - - 3304030012
Purwasaba 5.665 - - 3304030014
Mandirajakulon 5.654 - - 3304030009 -
Kertayasa 5.519 - - 3304030011 -
Glempang 4.965 - - 3304030002 -
Kebanaran 4.549 - - 3304030003 -
Mandirajawetan 4.474 - - 3304030008 -
Jalatunda 4.365 - - 3304030006
Panggisari 4.251 - - 3304030016 -
Salamerta 3.869 - - 3304030001 -
Kaliwungu 3.479 - - 3304030004
Banjengan 2.120 - - 3304030010
Candiwulan 2.099 - - 3304030005
Blimbing 2.005 - - 3304030015
Simbang 1.919 - - 3304030013
Kebakalan 1.391 - - 3304030007 -
Jumlah 63.679 - 1.210 Jiwa/Km² 53473 5.261

Tugas Pokok Dan Fungsi SKPD Kecamatan Mandiraja[sunting | sunting sumber]

Dasar Undang-Undang Nomor 12 tahun 2004 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah kementrian dalam negeri dan otonomi daerah no.50 tahun 2000 tentang pedoman susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah kabupaten/kota dan keputusan bupati banjarnegara nomor 178 tahun 2009 ,tentang tugas pokok dan fungsi serta urean tugas jabatan pada kecamatan kabupaten banjarnegara. dan peraturan daerah kabupaten banjarnegara nomor 18 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja kecamatan dan kelurahan kabupaten banjarnegara (lembaga daerah kabupaten banjarnegara tahun 2008 nomor 18 seri D nomor 5 ,tambahan lembaran kabupaten Banjarnegara nomor (110). Dasar pasal 126 ayat 3 undang Republik Indonesia no 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah ,camat mempunyai tugas pokok membantu bupati dalam menyelenggarakan pemerintahan ,perekonomian dan kemasyarakatan yang meliputi:

  • mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat
  • mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum
  • mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan
  • mengkoordinasikan Pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum
  • mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan
  • membina penyelenggarakan pemerintahan desa/atau kelurahan
  • melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan atau yang belum dapat dilaksanakan pemeritahan desa atau kelurahan.

Potensi/Produk Unggulan Kecamatan Mandiraja[sunting | sunting sumber]

Desa Produk Unggulan
Kertayasa Kerajinan Bambu,Batik Tulis
Mandirajawetan Pupuk organik,produksi kulit lumpia
Salamerta Industri tikar,Emping melinjo,Gula merah,Pawon baru,Kayu
Simbang Budidaya ikan gurame dan ikan lele
Panggisari Pawon Tungku,Industri bata merah dan pupuk organik
Kaliwungu Produksi sari buah ,kerupuk jagung,sale pisang,dan rengginang kelapa budidaya kambing semi inseptif,kerajinan bambu
Banjengan Produksi lanting kelapa ,budidaya ayam potong
Purwasaba Pembuatan tas dan pembuatan kaos kaki
Candiwulan Budidaya Ikan Gurame
Glempang Produksi tepung errot ,kerajinan bambu
Kebakalan Kerajinan anyaman bambu,Telur asin,Rengginang singkong,Aneka Peyek
Mandirajakulon Aneka Kripik
Kebanaran Kerajinan Bambu
Somawangi Industri Gula Merah
Blimbing Kerajinan Anyaman Bambu Industri Bata Merah,Dan Peternakan Unggas
Jalatunda Kerajinan Bambu

Profesi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduk Kecamatan Mandiraja berprofesi sebagai pekerja Wiraswasta,Pelajar/Mahasiswa Dan Ibu Rumah Tangga. Berikut Ini Adalah Jenis Pekerjaan Penduduk Kecamatan Mandiraja Pada Tahun 2010 Berdasarkan Data Dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjarnegara.

Pekerjaan Persentase Jumlah
Wiraswasta 35,16% 22.361
Pelajar/Mahasiswa 18,27% 11.619
Ibu Rumah Tangga 14,76% 9.387
Belum Bekerja 8,76% 5.571
Petani 7,06% 4.490
Pedagang 4,96% 3.154
Pengangguran 4,46% 2.836
Pensiunan 3,86% 2.416
PNS 1,04% 661
Angkutan 0,89% 560
Pengusaha 0,72% 453
TNI-POLRI 0,12% 75
Jumlah 100,00% 63.679

Umumnya penduduk usia produktif pergi merantau atau bersekolah ke kota besar seperti Ke (Jabodetabek), Bandung, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti Sumatera, Bali, dan Kalimantan.Sebagian Kecil Penduduk Kecamatan Mandiraja bekerja di luar negeri seperti Ke  Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Australia, Taiwan, Dan  Arab Saudi. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah Mandiraja adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan Sekolah Dasar Dan Sekolah menengah pertama

Indeks Pembangunan Manusia 2010-2018[sunting | sunting sumber]

IPM Mengukur Pencapaian Rata-Rata sebuah wilayah dalam 3 dimensi dasar pembangunan manusia

  • Hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat kelahiran
  • Pengetahuan yang diukur dengan angka tingkat baca tulis pada orang dewasa (Bobotnya dua per tiga) Dan kombinasi pendudikan dasar ,Menengah atas (bobot satu per tiga)
  • Standar kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari produk domestik bruto per kapita dalam peritasi daya beli.
  • = Naik
  • Steady = Tetap
  • = Turun

Pada umumnya untuk mengubah variabel awal ,sebagai contoh <math>x<math>, kepada sebuah Index bebas antara 0 dan 1 (yang memperbolehkan indeks yang berbeda untuk ditambahkan sebagai satu kesatuan. IPM menggambarkan tiga indikator umum berikut

  • Indeks harapan hidup =
  • Indeks Pendidikan =
    • Angka melek huruf dewasa (ALI) =
    • Gross Enrollment Ratio=
  • Indeks PDB =
Desa IPM/HDI 2010 IPM/HDI 2011 IPM/HDI 2012 IPM/HDI 2013 IPM/HDI 2014 IPM/HDI 2015 IPM/HDI 2016 IPM/HDI 2017 IPM/HDI 2018
Blimbing 0,699 0,699 Steady 0,702 0,704 0,706 0,706 0,707 0,708 0,718
Kebakalan 0,695 Steady 0,696 0,698 0,698 Steady 0,700 0,702 0,704 0,703 0,705
Kertayasa 0,710 0,712 0,713 0,714 0,714 0,716 0,718 0,720 0,727
Simbang 0,687 0,690 0,691 0,693 0,693 Steady 0,694 0,695 0,698 0,702
Mandirajawetan 0,689 Steady 0,690 0,682 0,695 0,697 0,697 Steady 0,697 Steady 0,702 0,716
Candiwulan 0,691 0,692 0,694 0,694 Steady 0,695 0,698 0,699 0,700 0,705
Banjengan 0,686 0,678 0,680 0,685 0,695 0,702 0,700 0,701 0,709
Mandirajakulon 0,678 0,677 0,679 0,680 0,682 0,685 0,686 0,689 0,707
Salamerta 0,672 Steady 0,675 0,677 0,678 0,680 0,681 0,683 0,687 0,700
Panggisari 0,694 0,695 0,696 0,697 0,698 0,700 0,701 0,702 0,715
Kaliwungu 0,697 Steady 0,699 0,700 0,698 0,699 0,700 0,702 0,703 0,710
Glempang 0,684 0,685 0,684 0,685 0,685 Steady 0,687 0,689 0,690 0,708
Kebanaran 0,686 0,687 0,688 0,690 0,690 Steady 0,694 0,695 0,696 0,704
Somawangi 0,679 0,683 0,682 0,685 0,688 0,692 0,694 0,693 0,701
Purwasaba 0,688 0,689 0,692 0,695 0,697 0,697 Steady 0,701 0,702 0,706
Jalatunda 0,669 Steady 0,678 0,678 Steady 0,684 0,689 0,694 0,697 0,700 0,705
Jumlah 0,660 0,667 0,669 0,670 0,678 0,684 0,687 0,701 0,708

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Berikut Daftar Nama Sekolah /Madrasah Yang Berada Di Wilayah Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara

SMK N 1 Mandiraja
  • RA/BA/TA Al-Hidayah Mandiraja Kulon
  • RA/BA/TA Al-Hidayah Purwasaba
  • RA/BA/TA Al Ma'Arif 01 Kertayasa
  • RA/BA/TA Al Ma'Arif 02 Kertayasa
  • RA/BA/TA Al Ma'Arif Mandiraja Kulon
  • RA/BA/TA BA Aisyiyah Banjengan
  • RA/BA/TA BA Aisyiyah Kebanaran
  • RA/BA/TA BA Aisyiyah Mandiraja Kulon
  • RA/BA/TA BA Aisyiyah Mandiraja Wetan
  • RA/BA/TA BA Aisyiyah Somawangi
  • RA/BA/TA Muslimat NU Blimbing
  • RA/BA/TA Muslimat NU Kebanaran
  • RA/BA/TA Purwanida Mandiraja
  • RA/BA/TA Wathoniyah Glempang
  • SDN 1 Purwasaba
  • SDN 2 Purwasaba
  • SDN 3 Purwasaba
  • SDN 4 Purwasaba
  • SDN 1 Jalatunda
  • SDN 2 Jalatunda
  • SDN 3 Jalatunda
  • SDN 4 Jalatunda
  • SDN 1 Glempang
  • SDN 2 Glempang
  • SDN 3 Glempang
  • SDN 4 Glempang
  • SDN 1 Kaliwungu
  • SDN 2 Kaliwungu
  • SDN 3 Kaliwungu
  • SDN 4 Kaliwungu
  • SDN 1 Kertayasa
  • SDN 2 Kertayasa
  • SDN 3 Kertayasa
  • SDN 1 Mandiraja Wetan
  • SDN 2 Mandiraja Wetan
  • SDN 3 Mandiraja Wetan
  • SDN 1 Mandiraja Kulon
  • SDN 2 Mandiraja Kulon
  • SDN 3 Mandiraja Kulon
  • SDN 1 Panggisari
  • SDN 2 Panggisari
  • SDN 3 Panggisari
  • SDN 1 Salamerta
  • SDN 2 Salamerta
  • SDN 3 Salamerta
  • SDN 1 Candiwulan
  • SDN 2 Candiwulan
  • SDN 1 Simbang
  • SDN 2 Simbang
  • SDN 1 Kebakalan
  • SDN 2 Kebakalan
  • SDN 1 Kebanaran
  • SDN 2 Kebanaran
  • SDN 3 Kebanaran
  • SDN 4 Kebanaran
  • SDN 5 Kebanaran
  • SDN 1 Somawangi
  • SDN 2 Somawangi
  • SDN 3 Somawangi
  • SDN 4 Somawangi
  • SDN 5 Somawangi
  • SDN 6 Somawangi
  • SDN 7 Somawangi
  • SDN Blimbing
  • SDN Banjengan
  • SDLB KeBakalan
  • Al Karim
  • MI Al-Hidayah Purwasaba
  • MI Al-Maarif Kebakalan
  • MI Al-Maarif 01 Kertayasa
  • MI Al-Maarif 02 Kertayasa
  • MI Al-Maarif Mandiraja Wetan
  • MI Al-Maarif Panggisari
  • MI Al-Maarif Salamerta
  • MI Al-Maarif Blimbing
  • MI Al-Fathoniyah
  • MI Al-Maarif Kebanaran
  • MI Muhhamadiyah
  • MI Muhhamadiyah Banjengan
  • MI Muhhamadiyah Somawangi
  • SMP Negeri 1 Mandiraja
  • SMP Negeri 2 Mandiraja
  • SMP Negeri 3 Mandiraja
  • SMP Negeri 4 Mandiraja
  • SMP Nurul Ambiya Mandiraja
  • SMP Plus Riyadul Mustaqim Mandiraja
  • SMPLB YPAB Baramas Mandiraja
  • Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Purwasaba
  • Madrasah Tsanawiyah Ma'Arif Mandiraja
  • Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Mandiraja
  • Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Mandiraja
  • SMA Ma'Arif Mandiraja
Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau SMK Perguruan Tinggi Sekolah Luar Biasa
Negeri 5 51 7 1 0 1
Swasta 10 14 3 1 0 0
total 15 66 10 2 0 1
Data Sekolah Di kecamatan Mandiraja

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Makanan Khas Dari Kecamatan Mandiraja Adalah :

  • Mendhoan Makanan Yang paling dikenal di mandiraja adalah mendoan ini adalah makanan yang terbuat dari tempe kedelai istimewaanya pembuatan mendoan ini di proses mulai dari saat membuat tempenya jadi mendoan tak bisa dibuat dari sembarang tempe tempe mendoan adalah tempe tipis yang yang dibuat melebar/menipis untuk membuat mendoan tempe yang diberi tepung yang di bumbui garam,ketumbar,dan daun bawang di goreng sebentar sehingga masih terasa lunak bila digoreng agak lama akan menjadi tempe "muledi" yang sedikit agak liat lebih lama lagi sampai kering maka di sebut tempe keripik.
  • Tahu Brontak,Makanan yang terbuat dari tahu yang diberi tepung di beri bumbu dan digoreng, karena saat di goreng sayuran yang berada di dalam tahu pada keluar maka dinamai berontak.
  • kripik tempe Keripik tempe adalah salah satu makanan ringan khas mandiraja ,makanan ini terbuat dari bahan tempe yang bulat cara menggorengnya Adalah tempe yang berbentuk bulat lalu dipotong tipis² lalu di celupkan ke adonan tepung terigu yang sebelumnya sudah dibumbui goreng hingga kering ,lalu angkat dan tiriskan setelah kering masukan tempe kripik ke toples dan sajikan.
  • sroto Nama sebutan soto untuk wilayah mandiraja perbedaan mendasar sroto dengan soto pada umumnya terletak pada sambalnya yaitu sambal kacang yang legit menggunakan ketupat bukan nasi serta di beri Taburi suwiran daging ayam dan remasan kerupuk.
  • Nopia Makanan Ringan ini cukup populer di mandiraja sebagian orang mandiraja menyebutnya roti kopok, bentuknya putih dari tepung terigu berisi gula jawa nopia sekarang tersedia dalam berbagai rasa seperti rasa durian,Rasa nanas dan rasa strobery.
  • Buntil Adalah makanan khas mandiraja, buntil ini dibuat dari kukusandaun keladi yang di isi parutan kelapa dicampur ikan teri diberi bumbu bawang,cabai,lengkuas,asam,garam dsb. buntil disiram kuah pedasberbahan utama santan dan cabai merah lengkap dengan cabai rawit di biarkan utuh tidak diiris, sangat nikmat dimakan saat hangat dengan nasi baru tanak.
  • Getuk goreng.Merupakan Camilan Khas Mandiraja Cara membuat getuk goreng ini adalah : siapkan bahan utama yaitu singkong atau ubi kayu dan gula merah . singkong di kupas dan di kukus setelah matang tumbuk singkong rebus dengan gula merah dan sedikit garam/uyah Lalu setelah agak halus petak singkong yang sudah agak halus terus goreng di atas minyak yang sudah panas setelah agak kecoklatan angkat dan sajikan.
  • Tahu Masak Adalah makanan khas mandiraja makanan ini mirip dengan Gado-Gado Di Jakarta Dan Kupat Tahu di Magelang. Tahu Masak Sangat Populer Di Mandiraja Makanan Ini Terbuat Dari Bahan Dasar Tahu Putih, Kupat,Kubis,Taoge,Dan Di Lengkapi Sambal Kacang,Kerupuk,Seledri Dan Lainya.
  • Tegean adalah sebutan mandiraja untuk sup sayur berkuah bening yang tampak sangat sederhana tapi menyegarkan.
  • Beberapa jenis makanan tradisional yang di kenal yakni :Lanting ,Awung-Awung, Utri, Ciwel ,Kluban ,Grontol,mireng, golang-galing, lopis, ondol, rujak, ampyang, dampleng, bakwan.Wajik,Serabi.

Minuman Khas[sunting | sunting sumber]

Es Doger Adalah Minuman segar khas mandiraja selain rasanya yang enak es doger juga enak di minum di tempat-tempat yang panas,es doger juga enak jika di minum setelah melakukan kegiatan olahraga es doger berbahan dasar susu dan parutan kelapa di tambah tape,ketan hitam,avokad,pacar cina,tapai,cincau hitam,dan sirup berwarna merah .asal usul nama es doger adalah:singkatan dari dua kata yaitu kata dorong gerobak yang jika disingkat menjadi doger.

Dawet Salah satu minuman khas mandiraja,dawet ayu mudah di temukan di pasar-pasar tradisional ,es dawet ayu asli khas mandiraja lezat serta segar dan sangat cocok diminum pada cuaca panas ,es dawet ditambahkan es batu rasanya yang segar inilah keistimewaan serta keunikan minuman tradisional khas mandiraja yang satu ini.

Suku Bangsa Di Kecamatan Mandiraja[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Mandiraja di huni Oleh berbagai Suku bangsa, Suku jawa adalah Suku asli yang mendiami Kecamatan Mandiraja sejak abad ke 5. Selain Suku Jawa di Kecamatan Mandiraja juga terdapat Etnis lainya seperti Suku sunda yang manyoritas keturunan. Selain Itu ada juga orang Mandiraja yang mempunyai keturunan Dari Arab yang bermukim di wilayah ini semenjak Tahun 1800an. ada juga entis China, Dan lainya

Etnis Di Kecamatan Mandiraja 2018
Etnis Person(%)
Jawa
  
86.3%
Sunda
  
9.13%
Arab
  
2.53%
China
  
1.26%
Lainya
  
0.78%

Budaya Mandiraja[sunting | sunting sumber]

Lengger Mandiraja
  • Lengger adalah kesenian dari Kecamatan Mandiraja dan juga Banyumasan tarian tradisional ini dimainkan oleh 2 hingga 4 orang serupa wanita yang didandani dengan pakaian khas, kesenian Lengger ini diiringi oleh musik calung gamelan yang terbuat dari bambu.
  • Ebeg adalah bentuk tarian khas Mandiraja dengan properti utama berupa ebeg atau kuda kepang kesenian ini menggambarkan kegagahan seorang prajurit berkuda dengan semua atraksinya , biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan penthul dan cepet.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Mandiraja memeluk agama Islam dan Sebagian Kecil Memeluk Agama Katolik dan Kristen Protestan. Agama Kristen Protestan dan Katolik Dalam Jumlah Yang Tergolong Cukup Signifikan mendiami Desa Kertayasa, sebagian desa Candiwulan,Somawangi dan Mandiraja Kulon.Beri jumlah dan persentase besaran agama yang dianut oleh masyarakat Kecamatan Mandiraja Berdasarkan Proyeksi 2015.



Circle frame.svg

Agama di Kecamatan Mandiraja

  Islam (98.81%)
  Katolik (0.66%)
  Protestant (0.23%)
  Kejawen (0.20%)
  Buddha (0.10%)

Masyarakat Mandiraja Yang Beragama Islam Tercatat Sebanyak 98,81% Dari Total Populasi Mandiraja. Sedangkan Agama Katolik Roma,Kristen Protestan Dan Buddha Masing-Masing 0,66% 0,23% Dan 0,10% Ada Juga Aliran Kepercayaan Atau Agama Kejawen Yaitu agama asli orang jawa di wilayah mandiraja ada sekitar 129 orang yang menganut kepercayaan. Sedangkan Untuk Pemeluk Agama Hindu Dan Kong Hu Cu Tercatat Tidak Ada Penduduk Kecamatan Mandiraja Yang Memeluk Agama Hindu/Kong Hu Cu

Media[sunting | sunting sumber]

Di Wilayah Kecamatan Mandiraja Memiliki Beberapa Signal Pemancar Stasiun Tv Terdiri Dari 12 Stasiun Nasional Dan 3 Stasiun Lokal Seperti.

Signal Nama Pemilik Status
599.25 MHz Antv Visi Media Asia Nasional
615.25 MHz Indosiar Surya Citra Media Nasional
647.25 MHz MNCTV MNC Media Nasional
631.25 MHz RCTI MNC Media Nasional
663.25 MHz SCTV Surya Citra Media Nasional
543.25 MHz TVRI Nasional Pemerintah Indonesia Nasional
543.25 MHz TVRI Jawa Tengah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Lokal
607.25 MHz Metrotv Media Group Nasional
487.25 MHz Trans 7 Trans Media Nasional
671.25 MHz Transtv Trans Media Nasional
559.25 MHz Tvone Visi Media Asia Nasional
535.25 MHz inewstv MNC Media Nasional
544.75 MHz RTV Rajawali Corpora Nasional
479.25 MHz NET. Indika Group Nasional
695.25 MHz BMSTv PT Citra Banyumas Televisi Lokal
511.25 MHz Satelit Tv PT.Satelit Media Group Lokal

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Mandiraja Merupakan Daerah Tropis Yang Terletak Di Dataran Rendah Dan Sebagian Di Daerah Pegunungan, Seperti Halnya Daerah Lainya di Indonesia, Suhu Udara Tahunan Rata-Rata 26 °C Suhu Tahunan Terpanas 31, 7 °C Dan Titik Terendah 15,4 °C Dan Curah Hujan Rata-Rata 2000/3000 mililiter/tahun Dengan Kecepatan angin 16 km/jam.

Kecamatan Mandiraja Akan Memasuki Musim Penghujan Pada Bulan Oktober Hingga Maret Pada Bulan Oktober-November Curah HujanCukup Lebat Dengan curah hujan 1.800 milimeter/Tahun Sedangkan pada puncak musim penghujan terjadi pada bulan Desember-awal maret dengan curah hujan hingga 3.100 milimeter. Musim Kemarau Di Kecamatan mandiraja terjadi dari bulan april hingga september. pada puncak musim panas pada bulan mei mempunyai suhu udara rata-rata 25,64 °C

Data iklim Mandiraja
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.6
(85.2)
29.8
(85.6)
30.4
(86.7)
30.6
(87.0)
29.2
(84.6)
27.4
(81.3)
24.4
(76.0)
30.1
(86.1)
30.7
(87.3)
30.1
(86.2)
30.6
(87.1)
31.7
(89.0)
29.55
(85.18)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.6
(70.8)
21.2
(70.2)
20.9
(69.7)
20.6
(69.1)
18.2
(64.7)
17.8
(64.0)
15.6
(60.0)
20.7
(69.3)
21.1
(69.9)
21.6
(70.8)
21.7
(71.0)
21.7
(71.1)
20.22
(68.38)
Presipitasi mm (inci) 726
(28.58)
526
(20.71)
390
(15.35)
180
(7.09)
130
(5.12)
90
(3.54)
40
(1.57)
36
(1.42)
89
(3.5)
120
(4.72)
380
(14.96)
700
(27.56)
3.407
(134,12)
Rata-rata hari hujan atau bersalju 18 17 14 17 8 5 2 1 3 8 12 15 9
Rata-rata sinar matahari bulanan 121 109 98 89 67 54 76 91 109 121 143 154 1.143
Sumber: weatherbase


Pariwisata Mandiraja[sunting | sunting sumber]

Bukit Rumpit Adalah Salah Satu Tempat Wisata Yang Terkenal Di Kecamatan Mandiraja, bukit Ini bertempat di desa salamerta, bukit Ini mempunyai ketinggian 450 meter di atas permukaan air laut.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]