Mandiraja, Banjarnegara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 7°28′20″S 109°30′48″E / 7.47222°S 109.51333°E / -7.47222; 109.51333

Mandiraja
ꦩꦤꦢꦶꦫꦗ
Kota di Indonesia
Lambang Mandiraja
Lambang
Semboyan: Mandiraja Bermartabat
(Beriman, Mandiri, Hebat)
Peta lokasi kota Mandiraja di Jawa Tengah

Peta lokasi Mandiraja
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Luas
 • Total52.61 km2 (20.31 sq mi)
Peringkat luas83
Penduduk
 • Total63,679 jiwa (2.010) [1]
65,397 jiwa (2.018) [2]
 • Peringkat95
 • Kepadatan1,243/km2 (3,220/sq mi)
 • Peringkat60
Demografi
 • Suku bangsaSuku Jawa
 • AgamaIslam 98,82%
Kristen 0,66%
Kepercayaan 0,22%
Katolik 0,16%
Budha 0,11%
Konghucu 0,005%
Zona waktuWIB (UTC+7)
Kode telepon0286
Kelurahan16 Desa
Situs webwww.banjarnegarakab.go.id

Mandiraja (Hanacaraka: ꦏꦼꦕꦩꦠꦤ ꦩꦤꦢꦶꦫꦗ ) adalah kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.[3] Mandiraja merupakan kota kecamatan terbesar ke-2 di kabupaten Banjarnegara, setelah Kecamatan Banjarnegara. Pusat pemerintahan kecamatan, berada di desa Mandirajakulon.[4]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Persentase luas Desa di kecamatan Mandiraja

Kecamatan Mandiraja merupakan bagian dari wilayah administrasi kabupaten Banjarnegara, terletak di bagian barat daya ditinjau dari tata letak dan geografis dari wilayah tersebut. Tipe daerah atau bentuk permukaan tanahnya termasuk daerah aliran sungai Serayu, yang membentang dari arah yang sama, dibatas utara yang membatasi kecamatan mandiraja dengan kecamatan rakit.

Ketinggian wilayah dari permukaan laut dalam meter menurut desa di kecamatan Mandiraja
Desa Ketinggian
Salamerta 94
Glempang 88
Kebanaran 114
Kaliwungu 132
Somawangi 132
Jalatunda 182
Kebakalan 131
Mandirajawetan 132
Mandirajakulon 132
Banjengan 128
Kertayasa 137
Candiwulan 102
Simbang 113
Purwasaba 91
Blimbing 95
Panggisari 102

Jarak dari ibukota kecamatan ke ibukota kabupaten yang membawahinya sekitar 21 kilometer dan terletak pada ketinggian 132 meter dari permukaan laut. Kecamatan Mandiraja memiliki luas wilayah 52,61 kilometer persegi. Kondisi wilayahnya terdiri atas daerah dataran dan perbukitan. Desa Salamerta, desa Glempang, desa Kebanaran, desa Somawangi, dan desa Jalatunda merupakan desa dengan kondisi permukaan tanahnya adalah perbukitan, sedangkan 11 desa lainnya merupakan daerah dataran rendah. Kecamatan mandiraja memiliki sumber daya berupa hutan produksi yang dikelola oleh perum perhutani dengan total luas mencapai 687 hektar, sumber daya alam tersebut tersebar di 6 desa yaitu: desa salamerta seluas 150 ha, Glempang seluas 151 ha, Kebanaran seluas 81 ha, Kaliwungu, Jalatunda, Somawangi masing-masing sebanyak 120 ha, 80 ha, dan 105 ha. Jarak kantor desa ke kantor kecamatan sekitar 0,5-9,0 m Dengan rata-rata jarak 4,5 km, sedangkan jarak kantor desa ke kantor kabupaten antara 20,0-30,0 km, dengan rata-rata jarak 25,10 km.

Luas Wilayah Desa dan persentase di kacamatan Mandiraja

Desa Luas (hektar) Persentase
Salamerta 472,74 8,98
Glempang 569,91 10,83
Kebanaran 521,69 9,92
Kaliwungu 529,73 10,07
Somawangi 690,00 13,11
Jalatunda 684,66 13,01
Kebakalan 86,39 1,64
Mandirajawetan 150,85 2,87
Mandirajakulon 177,97 3,38
Banjengan 124,68 2,37
Kertayasa 343,43 6,53
Candiwulan 111,59 2,12
Simbang 158,50 3,02
Purwasaba 282,16 5,36
Blimbing 97,56 1,85
Panggisari 259,74 4,94
Jumlah 5.261,57 100,00

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Lokasi kecamatan Mandiraja di kabupaten Banjarnegara

Kecamatan Mandiraja terletak diantara 7°46'96.5"S hingga 109°50'31.8"E dan berbatasan dengan:[5]

Utara Kecamatan Rakit dan Kabupaten Purbalingga
Timur Kecamatan Purwanegara
Selatan Kabupaten Kebumen
Barat Kecamatan Purwareja Klampok

Iklim dan Cuaca[sunting | sunting sumber]

[6] Kecamatan mandiraja merupakan daerah iklim tropis, banyaknya curah hujan di kecamatan mandiraja 85 hari. Kelembaban udara berkisar antara ±50-95% dengan kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan Desember-Maret dan angka terendah terjadi pada bulan Juli-September . Rata-rata curah hujan tahunan di kecamatan mandiraja adalah ±2.586mm/tahun dengan jumlah hari hujan ±188 hari . Musim hujan di kecamatan mandiraja terjadi pada bulan Oktober-April dan musim kemarau pada bulan Juni-September .[7]

Data iklim Mandiraja
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 28.6
(83.5)
28.9
(84.0)
29.9
(85.9)
28.1
(82.6)
27.1
(80.8)
25.8
(78.5)
25
(77.0)
27.6
(81.6)
27.8
(82.0)
28.4
(83.1)
28.6
(83.5)
28.8
(83.8)
27.88
(82.19)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.2
(73.7)
22.7
(72.9)
22.2
(72.0)
22.1
(71.8)
21.6
(70.8)
19.3
(66.7)
18.3
(65.0)
19.3
(66.7)
20.4
(68.8)
20.5
(68.9)
20.9
(69.7)
21.7
(71.1)
21.02
(69.84)
Presipitasi mm (inci) 776
(30.55)
700
(27.56)
543
(21.38)
222
(8.74)
90
(3.54)
87
(3.43)
60
(2.36)
120
(4.72)
230
(9.06)
455
(17.91)
670
(26.38)
779
(30.67)
4.732
(186,3)
Rata-rata hari hujan atau bersalju 19 28 13 8 4 1 0 0 0 1 10 17 101
% kelembapan 85 85 85 83 82 80 80 80 75 70 80 85 80.8
Sumber: BMKG Kabupaten Banjarnegara.[8]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kantor camat Mandiraja

Secara administrasi kecamatan Mandiraja terdiri Dari 16 desa , 387 RT dan 73 RW. Jumlah perangkat desa dari tahun 2014, sebanyak 188 perangkat desa, dengan rincian jenis kelamin adalah 172 perangkat desa laki-laki dan hanya 16 perangkat desa perempuan. Secara kualitas bisa dilihat dari sisi pendidikan SLTA sebesar 53,19% dari yang berpendidikan perguruan tinggi sebesar 21,28%, hal ini menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya perangkat desa yang berpendidikan SLTA keatas diharapkan akan lebih mampu dan lebih baik kinerja dan kualitasnya jumlah perangkat desa dilihat dari kelompok umur maka banyaknya perangkat desa dengan kelompok umur dibawah 36 tahun 27,13% , kelompok umur 36-45 tahun sebanyak 32,98% , dan perangkat desa dengan kelompok umur di atas 45 tahun sebanyak 39,89%. Jika ditinjau dari masa kerjanya , sekitar 27,66% perangkat desa memiliki masa kerja yang cukup lama, dengan masa kerja 10-20 tahun dan 57,98% memiliki masa kerja dibawah 10 tahun Serta sisanya sebanyak 14,36% memiliki masa kerja lebih dari 21 tahun.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Jalan utama Mandiraja

Berikut adalah daftar desa di kecamatan ini:[9][10]

  1. Banjengan
  2. Blimbing
  3. Candiwulan
  4. Glempang
  5. Jalatunda
  6. Kaliwungu
  7. Kebakalan
  8. Kebanaran
  9. Kertayasa
  10. Mandirajakulon
  11. Mandirajawetan
  12. Panggisari
  13. Purwasaba
  14. Salamerta
  15. Simbang
  16. Somawangi
Desa RT RW Dusun
Salamerta 21 3 2
Glempang 33 5 5
Kebanaran 26 10 3
Kaliwungu 23 8 3
Somawangi 45 8 4
Jalatunda 38 5 2
Kebakalan 10 3 2
Mandirajawetan 23 3 2
Mandirajakulon 28 4 4
Banjengan 11 3 2
Kertayasa 34 5 5
Candiwulan 14 2 2
Simbang 14 2 2
Purwasaba 31 5 5
Blimbing 13 2 2
Panggisari 23 5 5
Jumlah 387 73 50

Demografi[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan penduduk Mandiraja

Pada tahun 2010, berdasarkan sensus BPS, kecamatan ini memiliki penduduk sebesar 63.679 jiwa.[11]

Pada tahun 2018 kecamatan Mandiraja merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar ke-3 di kabupaten Banjarnegara, setelah kecamatan Punggelan dan Purwanegara yaitu 65.397 jiwa yang tersebar di 16 desa, terdiri dari 32.379 jiwa penduduk laki-laki dan 33. 018 jiwa penduduk perempuan dengan perbandingan rasio jenis kelamin atau sex ratio sebesar 96,22 persen dengan pertumbuhan penduduk sebesar 0,62%. Sedangkan dari persebaran penduduk yang ada, desa dengan jumlah penduduk terbesar yakni desa Somawangi dengan 6.767 jiwa dan desa Kebakalan dengan jumlah penduduk terkecil yaitu sebanyak 1.441 jiwa.

Banyaknya penduduk menurut kelompok umur, dan jenis kelamin di kecamatan Mandiraja 2017
Kelompok umur Laki-laki Perempuan Jumlah
0-4 2.883 2.894 5.777
5-9 3.007 2.761 5.768
10-14 2.856 2.773 5.629
15-19 2.685 2.326 5.011
20-24 2.220 2.283 4.503
25-29 2.025 2.190 4.215
30-34 2.182 2.403 4.585
35-39 2.288 2.405 4.693
40-44 2.332 2.459 4.791
45-49 2.415 2.510 4.925
50-54 2.002 2.275 4.277
55-59 1.821 1.757 3.578
60-64 1.362 1.367 2.729
65-69 991 1.091 2.082
70-74 725 816 1.541
±75 516 631 1.147

Tingkat kepadatan penduduk di kecamatan mandiraja mencapai 1.243 jiwa per kilometer persegi, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 1.240 jiwa. Bila dilihat perdesanya, desa mandirajakulon merupakan wilayah terpadat, dengan 3.101 jiwa per kilometer persegi, desa Jalatunda sebagai wilayah paling jarang penduduknya dengan kepadatan hanya 561 jiwa per kilometer persegi.

Tabel Pertumbuhan Penduduk Mandiraja 2009-2019
Desa 2019 2018 2017 2016 2015 2014 2013 2012 2011 2010 2009
Mandirajawetan - 4.003 3.995 3.985 3.974 3.947 3.925 3.912 3.913 4.474 4.473
Mandirajakulon - 5.629 5.618 5.604 5.589 5.551 5.520 5.488 5.405 5.652 5.630
Banjengan - 2.276 2.270 2.265 2.259 2.244 2.233 2.225 2.224 2.120 2.115
Kebakalan - 1.448 1.444 1.441 1.437 1.426 1.419 1.417 1.410 1.391 1.380
Kertayasa - 5.686 5.673 5.659 5.644 5.606 5.576 5.588 5.597 5.519 5.507
Panggisari - 4.345 4.335 4.325 4.313 4.284 4.260 4.189 4.133 4.251 4.208
Blimbing - 2.486 2.481 2.475 2.468 2.451 2.438 2.402 2.370 2.005 1.909
Candiwulan - 2.433 2.427 2.421 2.415 2.398 2.385 2.368 2.355 Steady 2.099 2.099
Simbang - 2.157 2.152 2.147 2.141 2.127 2.115 2.111 2.081 1.929 1.923
Purwasaba - 6.179 6.166 6.150 6.134 6.093 6.061 6.053 5.992 5.655 5.631
Glempang - 5.383 5.370 5.357 5.343 5.307 5.279 5.249 5.240 4.965 4.963
Kebanaran - 4.257 4.245 4.232 4.221 4.193 4.170 4.158 4.132 4.549 4.516
Salamerta - 4.628 4.619 4.607 4.595 4.563 4.544 4.515 4.475 3.869 3.803
Kaliwungu - 3.773 3.766 3.757 3.747 3.721 3.701 3.652 3.628 3.479 3.472
Somawangi - 6.801 6.784 6.767 6.749 6.703 6.669 6.639 6.643 7.355 7.306
Jalatunda - 3.918 3.909 3.899 3.889 3.863 3.843 3.780 3.627 4.365 4.364
Total - 65.397 65.251 65.092 64.918 64.477 64.138 63.746 63.285 63.679 63.419

Pendapatan Regional[sunting | sunting sumber]

Bank BRI Mandiraja

[12]

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencerminkan seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh sesuatu wilayah dalam satu tahun . PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2013 mencapai 559,76 milyar rupiah, sedangkan menurut harga konstan 2000. PDRB Mandiraja tahun 2013 mencapai 208,27 milyar . Pertumbuhan ekonomi Mandiraja tahun 2013 sebesar 5,35% lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya. Sebagian besar masyarakat Mandiraja menyandarkan hidupnya pada sektor industri . Kondisi ini bisa dilihat dari tingginya kontribusi sektor industri terhadap pembentukan PDRB Mandiraja sebesar 32,59%, PDRB dapat mencerminkan Tingkat produktivitas tiap penduduk.

Besarnya PDRB kecamatan Mandiraja menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku 2012-2014 (Jutaan Rp)
Lapangan usaha 2012 2013 2014
Pertanian 112.841 128.201 134.505
Pertambangan&Penggalian 1.582 1.940 2.031
Industri 157.267 182.424 207.681
Listrik ,Gas dan Air minum 1.988 2.299 2.657
Bangunan 26.282 29.557 33.762
Perdagangan 74.975 81.348 94.141
Angkutan 15.436 17.737 20.231
Bank dan lembaga keuangan 46.112 53.426 60.746
Jasa 56.431 62.823 68.711
PDRB 502.919 559.760 624.270

Industri dan perdagangan[sunting | sunting sumber]

Persentase perdagangan di kecamatan Mandiraja

Banyaknya usaha atau perdagangan di sektor industri pengolahan di Mandiraja pada tahun 2013 sebanyak 6.767 usaha. Industri pengolahan masih didominasi oleh usaha industri rumah tangga dengan jumlah usaha di sektor rumah tangga sebanyak 6.767 usaha dari total jumlah usaha. Sarana perekonomian di Mandiraja dari tahun ke tahun tidak ada perubahan yang berarti kecuali pada jumlah warung kelontong yang mengalami penurunan pada tahun 2013 sebanyak 12 warung kelontong atau sebesar 12,26% dari tahun sebelumnya tahun 2012 , dan yang lebih menarik adalah makin bertambah nya toko swalayan hingga tahun 2013 sebanyak 5 toko swalayan yang sudah barang tentu akan sangat membantu dalam penyediaan barang yang dibutuhkan Tampa harus pergi belanja ke kota kabupaten atau toko swalayan lainnya di luar Mandiraja , sedangkan banyaknya usaha persewaan juga tidak mengalami penambahan yang berarti, akan tetapi pada tahun 2013 usaha sound system sudah tidak lagi keberadaannya.

Indeks Desa Membangun[sunting | sunting sumber]

Logo indeks desa membangun desa

Indeks Desa membangun adalah alat bantu 'teknokrasi' pengukuran perkembangan status kemandirian desa melalui analisa dan nilai komposit seluruh nilai skoring masing-masing indikator terpilih berdasarkan konsep kebijakan pembangunan yang ditetapkan serta otoritas kewenangan, tugas dan fungsi kementerian desa, PDTT. Dengan demikian hasil analisa IDM dalam penetapan status kemandirian desa akan dapat menjadi alat bantu pengintegrasian perencanaan. Menyadari desa secara esensial merupakan pemerintahan otonomi tingkat 4, tingkatkan paling dasar (pondasi) dari 4 lapis struktur NKRI (pusat, provinsi, kabupaten/kota, desa) sekaligus masyarakat desa adalah entitas komunitas bangsa Nusantara yang terkecil (inti) maka harus dapat dipastikan penyusunan IDM berdasarkan subtansi berbagai regulasi dalam kerangka pelaksanaan kebijakan konsep pembangunan nasional yang Paripurna dalam semua aspek yang telah ditetapkan secara nasional , selain hal tersebut , juga harus dapat dipastikan IDM telah sejalan dengan strategi pencapaian sasaran strategis jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang secara berkelanjutan. IDM secara teknokrasi disusun sesuai dengan konsep kebijakan pembangunan desa untuk mencapai 9 tujuan UU desa sebagai amanah UU desa, melaksanakan amanah peraturan presiden no 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 serta sejalan otoritas mandat Perpres no 12 , 2015 tentang kementerian desa PDTT dan memegang teguh amanah dan mandat konstitusi UUD 1945 beserta peraturan perundang-undangan yang ada dalam NKRI , memujudkan falsafah negara Pancasila sebagai acuan pembangunan , sekaligus menghormati keberagaman desa dengan paradigma bhinneka tunggal Ika. Sebagai basis data IDM disusun dengan menggunakan data podes tahun 2014 yang terdiri dari 3 (tiga) dimensi yaitu: 1) sosial 2) ekonomi 3) budaya. Ketiga dimensi terdiri dari variabel dan setiap variabel diturunkan menjadi indikator operasional . Jumlah variabel dalam IDM sebanyak 22 variabel dan indikator sebanyak 52 indikator, indikator mengklarifikasi Desa dalam 5 (lima) status, yakni:[13]

  1. Desa Sangat Tertinggal : nilai IDM < 0,491),
  2. Desa Tertinggal : nilai 0,491 < IDM < 0,599),
  3. Desa Berkembang : nilai 0,599 < IDM < 0,707),
  4. Desa Maju : nilai 0,707 < IDM < 0,815),
  5. Desa Mandiri : nilai IDM > 0,815).
Kode Desa Nama Desa IDM Status
33004301 Salamerta 0.6245 Berkembang
33004302 Glempang 0.6677 Berkembang
33004303 Kebanaran 0.6506 Berkembang
33004304 Kaliwungu 0.6419 Berkembang
33004305 Somawangi 0.6792 Berkembang
33004306 Jalatunda 0.6317 Berkembang
33004307 Kebakalan 0.6028 Berkembang
33004308 Mandirajawetan 0.6858 Berkembang
33004309 Mandirajakulon 0.7495 Maju
33004310 Banjengan 0.6351 Berkembang
33004311 Kertayasa 0.6923 Berkembang
33004312 Candiwulan 0.6228 Berkembang
33004313 Simbang 0.6226 Berkembang
33004314 Purwasaba 0.6554 Berkembang
33004315 Blimbing 0.6312 Berkembang
34004316 Panggisari 0.6609 Berkembang

Penduduk berdasarkan tingkat pendidikan[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Mandiraja menurut ijazah tertinggi yang dimiliki pada tahun 2018

Desa SD/MI SLTP SLTA Diploma Sarjana
Salamerta 1.679 435 185 22 35
Glempang 2.431 564 204 31 51
Kebanaran 1.677 432 246 51 55
Kaliwungu 1.749 423 125 23 15
Somawangi 2.603 694 243 43 38
Jalatunda 1.778 191 59 6 13
Kebakalan 464 283 218 39 53
Mandirajawetan 1.213 787 660 62 107
Mandirajakulon 1.576 1.075 1.008 65 173
Banjengan 881 418 184 24 33
Kertayasa 2.017 932 484 55 101
Candiwulan 882 334 226 42 41
Simbang 980 301 203 9 39
Purwasaba 2.422 913 397 50 45
Blimbing 843 319 214 27 38
Panggisari 1.641 647 409 60 89
Jumlah 24.836 8.748 5.065 609 926

Penduduk menurut agama[sunting | sunting sumber]

Gereja Santo Mikhael Mandirajakulon

Tabel Penduduk Kecamatan Mandiraja menurut agama yang dianutnya 2018.[14][15]

Desa Islam Protestan Katolik Kepercayaan Budha Konghucu
Salamerta 4.628 0 0 0 0 0
Glempang 5.381 0 0 2 0 0
Kebanaran 4.243 9 0 0 0 0
Kaliwungu 3.770 0 0 3 0 0
Somawangi 6.532 104 8 126 27 4
Jalatunda 3.908 7 0 0 3 0
Kebakalan 1.442 4 2 0 0 0
Mandirajawetan 3.908 32 11 7 45 0
Mandirajakulon 5.444 109 76 0 0 0
Banjengan 2.272 4 0 0 0 0
Kertayasa 5.586 94 9 0 0 0
Candiwulan 2.412 21 0 0 0 0
Simbang 2.157 0 0 0 0 0
Purwasaba 6.163 16 0 0 0 0
Blimbing 2.486 0 0 0 0 0
Panggisari 4.306 31 5 3 0 0
Total 64.638 431 111 141 75 4

Mayoritas Penduduk Kecamatan Mandiraja memeluk agama Islam dan sebagian kecil memeluk agama Kristen, Agama Kristen Kebanyakan bermukim di daerah Mandirajakulon, Somawangi dan Kertayasa. Selain itu ada juga masyarakat mandiraja yang menganut agama Budha, Kepercayaan dan Konghucu dalam jumlah kecil. Persentase penganut agama di Kecamatan Mandiraja.

Agama Di Kecamatan Mandiraja
Agama Persen (%)
Islam
  
98.82%
Protestan
  
0.66%
Kebatinan
  
0.22%
Katolik
  
0.16%
Buddha
  
0.11%
Konghucu
  
0.005%

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kendaraan bermotor[sunting | sunting sumber]

Terminal Mandiraja

Banyaknya kendaraan bermotor di kecamatan Mandiraja menurut desa dan jenisnya 2018.[16]

Desa Motor Roda dua Mobil Truk/Bus
Salamerta 217 15 3
Glempang 359 9 4
Kebanaran 297 8 1
Kaliwungu 219 15 2
Somawangi 707 18 6
Jalatunda 203 4 0
Kebakalan 101 6 2
Mandirajawetan 400 22 9
Mandirajakulon 566 29 8
Banjengan 153 4 1
Kertayasa 371 11 4
Candiwulan 132 5 1
Simbang 110 8 2
Purwasaba 494 15 9
Blimbing 156 12 3
Panggisari 382 9 7
Jumlah 4.867 190 62

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Bendungan kali sapi desa glempang

Luas tanam tanaman padi di kecamatan Mandiraja dari 1.592 hektar pada tahun 2014 menjadi 3.606 hektar lahan sawah pada tahun 2015, dengan total jumlah produksi padi yang meningkat dari 9.546 ton pada tahun 2014 menjadi 22.943 ton pada tahun 2015. Sedangkan produktivitas padi cenderung berubah-ubah pada 2 tahun terakhir dengan kisaran 59.97 kwintal/ha tahun 2014 dan 63.63 kwintal/ha pada tahun 2015. Produksi jagung mengalami penurunan dari 4.596 ton pada tahun 2014 menjadi 4.253 ton pada tahun 2015 dengan jumlah luas lahan tanaman jagung seluas 737 hektar menjadi 751 hektar lahan jagung, produksi ubi kayu dalam dua tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dibandingkan dengan produksi ubi kayu tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 tercatat produksi ubi kayu sebesar 21.790 ton yang berarti produktivitasnya mengalami kenaikan hingga 26.073 ton pada tahun 2015 dengan luas jumlah tanam ubi kayu seluas 966 hektar. Produksi sayur-sayuran yang ada di kecamatan Mandiraja tahun 2015 antara lain : Kacang panjang sebanyak 345 kwintal , petai sebanyak 828 kwintal, cabai besar sebanyak 360 kwintal, dan beberapa tanaman sayuran yang cukup banyak produksinya adalah tanaman sayuran seperti tanaman cabai rawit, kangkung dan ketimun. Beberapa produksi buah-buahan yang menjadi unggulan di kecamatan Mandiraja adalah produksi buah pisang sebanyak 844.000 kg, mangga sebanyak 231.300 kg, salak sebanyak 104.000 kg, jambu biji sebanyak 605.000 kg, Sawo sebanyak 68.200 kg, pepaya sebanyak 22.000 kg, dan beberapa buah-buahan antara lain duku, alpukat , belimbing, sirsak, dan jeruk besar. Untuk jenis tanaman perkebunan dengan produksinya berupa lada sebanyak 5,26 ton, kopi sebanyak 9,25 ton, kelapa sebanyak 2.375 ton, dan beberapa jenis tanaman perkebunan seperti tanaman kapulaga dan cengkeh. Sedangkan jumlah produksi ternak yang ada di kecamatan Mandiraja adalah ternak sapi dengan populasi sebanyak 655 ekor, dengan produksinya berupa daging sapi sebanyak 16.722 kg daging sapi, populasi kambing sebanyak 8.458 dengan jumlah produksi daging kambing sebanyak 4.899 kg. Populasi domba sebanyak 282 ekor dengan jumlah produksi daging domba sebanyak 561 kg, dan jumlah populasi kelinci sebanyak 977 ekor kelinci. Untuk jenis ternak unggas berupa ternak ayam dengan jumlah populasi sebanyak 299.620 ekor ayam, dan produksi telur ayam sebanyak 1.534.848 butir telur. sedangkan ternak itik sebanyak 12.880 ekor itik, dengan jumlah produksi telur sebanyak 848.016 butir, dan beberapa ternak yang diusahakan seperti ternak lain dengan populasi yang tidak begitu banyak. [17]

Statistik tanaman sayur-sayuran , Buah-buahan, dan tanaman perkebunan di Mandiraja 2015
Uraian Luas Panen Produksi
Cabai besar 8 642
Cabai rawit 4 331
Kangkung 6 435
Kacang panjang 7 830
Ketimun 4 420
Petai 2.685 2.010
Pisang 17.788 844.000
Salak 9.346 92.000
Jambu biji 2.500 86.000
Duku 150 5.000
Pepaya 851 30.000
Durian 16.550 244.200
Alpukat 255 3.700
Belimbing 336 14.800
Sawo 519 36.300
Sirsak 124 7.000
Jeruk besar 100 2.500
Mangga 5.761 1.407.200
Kapulaga 3,5 0,41
Lada 17,00 5,61
Kopi 46,00 9,59
Cengkeh 9,50 0,93
Kelapa 1.327,57 3.327,40

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

Pada sektor pertambangan di Mandiraja terdapat usaha galian golongan C yang meliputi batu, pasir, tanah liat, dan tanah urug . Jumlah pemakaian bahan galian golongan menurut jenisnya galian pengelolaan , bahwa jumlah pemakaian bagian galian berupa batu pada tahun 2014 ini sebanyak 9.232 tonase/m³ , jumlah pemakaian pasir sebanyak 7.821 tonase/m³, jumlah pemakaian tanah liat sebanyak 52,49 m³, dan jumlah pemakaian tanah urug hanya sebanyak 29,24 m³. Sedangkan untuk luas Pertambangan berupa bahan galian golongan C yang sudah mendapatkan rekomendasi teknis di Mandiraja menurut data tahun 2013 tidak ada. Sementara di Mandiraja untuk potensi bahan galian dan berat terkait bahan galian golongan C , tahun 2015 dengan jumlah potensi bahan galian sebanyak 4.348.575 m³, dengan berat terka sebanyak 50.743.096 m³. dari jumlah potensi bahan galian di atas terbagi kedalam potensi bahan galian lempung sebanyak 3.236.075 m³, dan bahan galian zeolite sebanyak 1.112.500 m³, adapun jumlah berat terka bahan galian dengan berat terka bahan galian lempung sebanyak 47.850.596 m³, dan bahan galian zeolite sebanyak 2.892.500 m³.

Perumahan[sunting | sunting sumber]

Banyaknya proyek percontohan rumah sehat oleh PKK di Mandiraja pada tahun 2015 sebanyak 21.370 rumah. Proyek percontohan rumah sehat dikelompokkan menjadi 2 jenis rumah, yaitu rumah sehat dan rumah tidak sehat. Proyek rumah yang dijadikan proyek percontohan oleh PKK sebagai rumah sehat di Mandiraja tahun 2015 sebanyak 14.297 rumah, meningkat dibandingkan tahun 2014 dengan jumlah rumah sehat sebanyak 12.854 rumah sehat. Proyek rumah yang dijadikan percontohan oleh PKK dengan percontohan rumah kurang sehat di Mandiraja tahun 2015 juga meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah rumah kurang sehat sebanyak 7.073 rumah yang dijadikan proyek percontohan oleh PKK. Jumlah keluarga pra sejahtera di kecamatan Mandiraja mengalami kenaikan dari jumlah 5.192 keluarga di tahun 2014, menjadi 6.445 keluarga di tahun 2015, dan jumlah keluarga sejahtera mengalami penurunan dari 14.671 keluarga menjadi 13.792 keluarga. Banyaknya proyek percontohan home industri di Mandiraja sebanyak 1.449 proyek. Sebagian besar proyek adalah proyek yang berhubungan dengan sektor pangan dengan persentase sebesar 57,42 persen, sektor lain-lain sebesar 19,81 persen, sektor jasa sebesar 15,60 persen, sektor sandang sebesar 5,73 persen, dan sisanya sebesar 1,45 persen merupakan sektor konveksi.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

SMK negeri 1 Mandiraja

Anak usia sekolah di kecamatan Mandiraja umur 7-12 tahun masih ada yang belum bersekolah hal ini terlihat dari angka partisipasi sekolah yang kurang dari 100% , anak usia sekolah umur 13-15 tahun yang bersekolah baru 83,89% berarti ada 16,11% tidak bersekolah, sedangkan pada anak usia sekolah 16-18 tahun hanya 14,47% yang bersekolah. Capaian di bidang pendidikan terkait erat dengan dengan fasilitas pendidikan pada jenjang pendidikan SD di Mandiraja tahun ajaran 2018/2019 seorang guru rata-rata mengajar 16 siswa murid SD , semakin tinggi jenjang pendidikan beban guru juga semakin bertambah , untuk jenjang pendidikan SLTP seorang guru rata-rata mengajar 25 orang murid SLTP. Berikut adalah daftar sekolah di kecamatan Mandiraja:[18][19]

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTS SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainya
Negeri 52 44 4 0 1 0 1
Swasta 12 13 5 1 0 0 0
Total 64 57 9 1 1 0 1
Data sekolah di Mandiraja, Banjarnegara
Sumber:Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kecamatan Mandiraja

Daftar Satuan Pendidikan Sekolah Di Kecamatan Mandiraja:[20]

NPSN Nama Satuan Pendidikan Alamat Kelurahan Status
60710734 MIS AL-HIDAYAH PURWASABA PURWASABA RT 02/ RW 05 PURWASABA SWASTA
60710735 MIS AL MA'ARIF KEBAKALAN KEBAKALAN RT 03/ RW 01 KEBAKALAN SWASTA
60710733 MIS AL MA'ARIF 01 KERTAYASA DESA KERTAYASA KERTAYASA SWASTA
60710743 MIS AL MA'ARIF 02 KERTAYASA DESA KERTAYASA RT 08/ RW 05 KERTAYASA SWASTA
60710741 MIS AL MA'ARIF MANDIRAJA WETAN MANDIRAJA WETAN RT 7 / RW 2 MANDIRAJA WETAN SWASTA
60710740 MIS AL MA'ARIF PANGGISARI DESA PANGGISARI RT 03/RW 01 PANGGISARI SWASTA
60710738 MIS AL MA'ARIF SALAMERTA DESA SALAMERTA RT 05/RW 02 SALAMERTA SWASTA
60710736 MIS AL MA'ARIF BLIMBING DESA BLIMBING RT 01/RW 02 BLIMBING SWASTA
60710742 MIS AL WHATONIYAH DESA GLEMPANG RT 05/RW 01 GLEMPANG SWASTA
60710737 MIS MA'ARIF KEBANARAN DESA KEBANARAN RT 01/RW 07 KEBANARAN SWASTA
60710744 MIS MUHAMMADIYAH KALIWUNGU RT 01/ RW 06 KALIWUNGU SWASTA
60710745 MIS MUHAMMADIYAH BANJENGAN DESA BANJENGAN RT 01 /RW 02 DESA BANJENGAN SWASTA
60710739 MIS MUHAMMADIYAH SOMAWANGI DESA SOMAWANGI RT 03/RW 04 DESA SOMAWANGI SWASTA
20363506 MTSS AL-HIDAYAH PURWASABA KOMPLEK PONDOK AL-HIDAYAH PURWASABA RT 01/05 DESA PURWASABA SWASTA
20363507 MTSS AL MA'ARIF MANDIRAJA JL.SUHADA NO.3 MANDIRAJA KULON SWASTA
20363508 MTSS MUHAMMADIYAH MANDIRAJA JL.RAYA MANDIRAJA MANDIRAJA KULON SWASTA
20338232 SD NEGERI 1 CANDIWULAN DESA CANDIWULAN CANDIWULAN NEGERI
20338233 SD NEGERI 1 GLEMPANG DESA GLEMPANG GLEMPANG NEGERI
20338235 SD NEGERI 1 JALATUNDA DESA JALATUNDA JALATUNDA NEGERI
20338236 SD NEGERI 1 KALIWUNGU DESA KALIWUNGU KALIWUNGU NEGERI
20338237 SD NEGERI 1 KEBAKALAN DESA KEBAKALAN KEBAKALAN NEGERI
20338238 SD NEGERI 1 KEBANARAN DESA KEBANARAN KEBANARAN NEGERI
20338239 SD NEGERI 1 KERTAYASA DESA KERTAYASA KERTAYASA NEGERI
20338240 SD NEGERI 1 MANDIRAJA KULON DESA MANDIRAJA KULON MANDIRAJA KULON NEGERI
20337878 SD NEGERI 1 MANDIRAJA WETAN DESA MANDIRAJA WETAN MANDIRAJA WETAN NEGERI
20338241 SD NEGERI 1 PANGGISARI JL.RAYA PANGGISARI PANGGISARI NEGERI
20338242 SD NEGERI 1 PURWASABA DESA PURWASABA PURWASABA NEGERI
20338243 SD NEGERI 1 SALAMERTA DESA SALAMERTA RT 6 /RW 1 SALAMERTA NEGERI
20338244 SD NEGERI 1 SIMBANG DESA SIMBANG SIMBANG NEGERI
20338245 SD NEGERI 1 SOMAWANGI DESA SOMAWANGI SOMAWANGI NEGERI
20338246 SD NEGERI 2 CANDIWULAN DESA CANDIWULAN CANDIWULAN NEGERI
20338247 SD NEGERI 2 GLEMPANG DESA GLEMPANG GLEMPANG NEGERI
20338248 SD NEGERI 2 JALATUNDA DESA JALATUNDA JALATUNDA NEGERI
20338249 SD NEGERI 2 KALIWUNGU DESA KALIWUNGU KALIWUNGU NEGERI
20338250 SD NEGERI 2 KEBAKALAN DESA KEBAKALAN KEBAKALAN NEGERI
20337879 SD NEGERI 2 MANDIRAJA WETAN DESA MANDIRAJA WETAN RT 09/ RW 02 MANDIRAJA WETAN NEGERI
20338251 SD NEGERI 2 PANGGISARI DESA PANGGISARI PANGGISARI NEGERI
20340549 SD NEGERI 2 PURWASABA DESA PURWASABA PURWASABA NEGERI
20338252 SD NEGERI 2 SALAMERTA DESA SALAMERTA SALAMERTA NEGERI
20340834 SD NEGERI 2 SIMBANG DESA SIMBANG SIMBANG NEGERI
20338266 SD NEGERI 2 SOMAWANGI DESA SOMAWANGI SOMAWANGI NEGERI
20338253 SD NEGERI 3 GLEMPANG DESA GLEMPANG GLEMPANG NEGERI
20338254 SD NEGERI 3 JALATUNDA JL.KEMOKON km 06 JALATUNDA JALATUNDA NEGERI
20338255 SD NEGERI 3 KEBANARAN DESA KEBANARAN KEBANARAN NEGERI
20338256 SD NEGERI 3 MANDIRAJA KULON DESA MANDIRAJA KULON MANDIRAJA KULON NEGERI
20340835 SD NEGERI 3 MANDIRAJA WETAN DESA MANDIRAJA WETAN MANDIRAJA WETAN NEGERI
20338258 SD NEGERI 3 PANGGISARI DESA PANGGISARI PANGGISARI NEGERI
20338259 SD NEGERI 3 PURWASABA DESA PURWASABA PURWASABA NEGERI
20338260 SD NEGERI 3 SALAMERTA DESA SALAMERTA SALAMERTA NEGERI
20340832 SD NEGERI 3 SOMAWANGI DESA SOMAWANGI SOMAWANGI NEGERI
20338261 SD NEGERI 4 GLEMPANG DESA GLEMPANG RT 07/ RW 05 GLEMPANG NEGERI
20338262 SD NEGERI 4 JALATUNDA DESA JALATUNDA JALATUNDA NEGERI
20338263 SD NEGERI 4 KALIWUNGU DESA KALIWUNGU KALIWUNGU NEGERI
20338264 SD NEGERI 4 KEBANARAN DESA KEBANARAN KEBANARAN NEGERI
20338265 SD NEGERI 4 PURWASABA DESA PURWASABA Depok RT 07/RW 04 PURWASABA NEGERI
20340833 SD NEGERI 5 SOMAWANGI DESA SOMAWANGI SOMAWANGI NEGERI
20338268 SD NEGERI 6 SOMAWANGI DESA SOMAWANGI SOMAWANGI NEGERI
20338269 SD NEGERI 7 SOMAWANGI DESA SOMAWANGI SOMAWANGI NEGERI
20338270 SD NEGERI BANJENGAN DESA BANJENGAN jln pacor no.9 BANJENGAN NEGERI
20338271 SD NEGERI BLIMBING DESA BLIMBING BLIMBING NEGERI
20303989 SMAS MA'ARIF MANDIRAJA jln.kertayasa km.3 MANDIRAJA KERTAYASA SWASTA
69762663 SMK Negeri 1 Mandiraja JL.RAYA GLEMPANG GLEMPANG NEGERI
20304025 SMP NEGERI 1 MANDIRAJA JL.RAYA Mandiraja km 19 MANDIRAJA KULON NEGERI
20304006 SMP Negeri 2 Mandiraja DESA PURWASABA PURWASABA NEGERI
20304009 SMP NEGERI 3 MANDIRAJA DESA KALIWUNGU KALIWUNGU NEGERI
20354039 SMP NEGERI 4 MANDIRAJA DESA JALATUNDA JALATUNDA NEGERI
20340882 SMP NURUL AMBIYA MANDIRAJA RABAK SALAMERTA SWASTA
69760755 SMP PLUS RIYADUL MUSTAQIM MANDIRAJA KOMPLEKS MASJID Al-Istiqomah Bantar KERTAYASA SWASTA

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Puskesmas 2 Mandiraja

Sebagai upaya dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Mandiraja terdapat 2 Puskesmas 4 postu dan 2 puskesling sebagai sarana untuk menanggulangi masalah kesehatan masyarakat, menggerakkan program promosi kesehatan, penanggulangan dan pencegahan penyakit menular semua itu ditangani langsung oleh tenaga ahlinya dibidang kesehatan, dengan 2 dokter umum/spesialis 22 paramedis dan 29 bidan. Salah satu bentuk upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat yang didirikan masyarakat atas dasar musyawarah sebagai kelengkapan dari pembangunan masyarakat desa di kecamatan Mandiraja terdapat 6 pondok rumah bersalin Desa (polindes) yang bermanfaat untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana. Pada tahun 2015 di Mandiraja terdapat 120 pos pelayanan terpadu (posyandu) sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama ibu dan anak dalam pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari dan untuk masyarakat. Dari 13.220 pasangan usia subur , 10.815 pasangan menjadi akseptor KB aktif pada tahun 2015, alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntik dan pil masing-masing sebanyak 62,48% dan 15,20% dari total akseptor KB, sedangkan sisanya sebanyak 22,32% akseptor KB menggunakan alat kontrasepsi lainnya. Beberapa Puskesmas di kecamatan Mandiraja:[21]

  • Puskesmas 1 Mandiraja
  • Puskesmas 2 Mandiraja[22]

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Mendoan Mandiraja

Beberapa makanan khas Mandiraja antara lain :

  • Mendoan adalah makanan yang terbuat dari tempe yang diiris tipis kemudian digoreng dengan tepung yang sudah diberi bumbu dan digoreng setengah matang. [23]
  • Tahu masak Adalah sejenis kudapan kupat tahu di kecamatan mandiraja , makanan ini utamanya terdiri dari kupat landak , tahu isi , irisan kubis yang telah direbus sebentar, kecambah, sedikit, irisan seledri, kerupuk ,dan disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis.[24]
  • Sroto adalah makanan khas Mandiraja selain sroto sokaraja , makanan ini dapat ditemui di jalan-jalanan umum Mandiraja . Perbedaan sroto dengan soto adalah , jiko soto kebanyakan berkuah bening atau santan maka sroto menggunakan bumbu kacang sebagai pelengkap . [25]
Sroto bancar Mandiraja

[26]

  • Tahu Brontak Adalah makanan yang terbuat dari tahu dengan isi sayuran didalamnya, tahu ini lalu digoreng menggunakan tepung yang sebelumnya di beri bumbu, makanan ini disebut 'Tahu Brontak' karena saat digoreng sayuran yang berada didalam tahu pada keluar maka sebab itulah dinamai Tahu Brontak. [27]
  • Ondol adalah makanan ringan di kecamatan Mandiraja , makanan ini dapat ditemukan di daerah Banyumasan dan sekitarnya , Ondol terbuat dari singkong yang diparut lalu di beri bumbu setelah itu digoreng hingga kering.
Ondol dan combro

[28]

Seni Budaya[sunting | sunting sumber]

Bongkel Banyumasan
  • Kentongan[29]
  • Lengger [30]
  • Ebeg[31]
  • Calung adalah sebuah nama Alat musik yang berasal dari daerah Mandiraja , kata "Calung" sendiri berasal dari bahasa banyumasan yang artinya "CArang wuLUNG"/(bambu Wulung". Calung sendiri adalah alat musik purwarupa jenis idiofon yang terbuat dari bambu, cara memainkan Calung adalah dengan memukul bilah atau ruas.[32]
  • Bongkel Adalah alat musik yang berasal dari daerah Banyumasan , bentuk alat musik ini mirip dengan angklung . Bongkel merupakan sebuah instrumen musik bambu yang merupakan hasil karya dari masyarakat pedesaan agraris di wilayah Banyumasan.[33]
  • Wayang kulit [34]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Bukit Rumpit di Mandiraja

[35]

Tempat wisata di kecamatan Mandiraja antara lain:[36][37]

  • Bukit Watu Sodong
  • Bukit Rumpit bike park salamerta
  • Wisata Sawah Wates, Somawangi[38] [39]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010
  2. ^ Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia 2018. Jakarta. ISSN 0126-2912. '
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  4. ^ "Profil - Kabupaten Banjarnegara". banjarnegarakab.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-01. 
  5. ^ Peta Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah lengkap dengan 20 kecamatan www.sejarah-negara.com
  6. ^ arti lambang daerah banjarnegara docplayer.info
  7. ^ "Cuaca 25 Hari di Mandiraja". www.accuweather.com. Diakses tanggal 01-09-2019. 
  8. ^ "BMKG Kabupaten Banjarnegara: Mandiraja Indonesia Records and Averages". Diakses tanggal 18 July 2018.  Teks "publisherBMKG" akan diabaikan (bantuan)
  9. ^ "Lampu APILL perempatan gandulekor". mandirajati. 2014-12-20. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  10. ^ "Kecamatan Mandiraja 53473, Kab. Banjarnegara - Daftar Kode POS, hal 1". m.nomor.net. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  11. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 132. Diakses tanggal 14 Juni 2019. 
  12. ^ Daftar Perusahaan Bank BRI Unit Mandiraja www.daftarperusahaan.com
  13. ^ dataset rekapapitulasi indeks desa membangun idm tahun 2018 data.go.id
  14. ^ daftar paroki di wilayah Purwokerto parokicilacap.blogspot.com
  15. ^ Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Agama Di Kecamatan Mandiraja Tahun 2014-2015 Banjarnegara.bps.go.id
  16. ^ "SPBU 43-534-09 Mandiraja, Jawa Tengah". dilokasi.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  17. ^ Blangsakan, the. "Kali Sapi Desa Glempang Kecamatan Mandiraja Terima 40.000 Benih Ikan dari Dinas Perikanan & Kelautan Banjarnegara". theBlangsakan. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  18. ^ Daftar Sekolah Di kecamatan Mandiraja Banjarnegara.dapodik.org
  19. ^ Profil SMKN 1 Mandiraja smkn1mandiraja.wordpress.com
  20. ^ Data Referensi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. referensi.data.kemdikbud.go.id
  21. ^ "Puskesmas - Puskesmas Mandiraja I - Jl. Mertadipura No. 01, Kec. Mandiraja, Banjarnegara". lewatmana.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  22. ^ Layanan Puskesmas 2 Mandiraja bkd.banjarnegarakab.go.id
  23. ^ Fimela.com. "Resep Tempe Mendoan Krispi Renyah Enaknya Nagih". fimela.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  24. ^ cara membuat tahu masak kulinerngapak.wordpress.com
  25. ^ Reastaurant Soto bancar 1 banjarnegara www.tripadvisor.co.id
  26. ^ Kuliner di Desa Somawangi ,Mandiraja desasomawangi.blogspot.com
  27. ^ Hanindya. "Resep Tahu brontak khas banyumas oleh Hanindya". Cookpad. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  28. ^ 17 kuliner di daerah banyumas paling www.abangnji.com
  29. ^ "Kentongan Banyumas Perlu Dikemas Tarik Minat Wisatawan". Republika Online. 2017-08-18. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  30. ^ Lengger banyumasan successfarmer.blogspot.com
  31. ^ Bernas, Harian. "Ebeg, Kuda Kepang Mistis dari Banyumas - bernas.id". www.bernas.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2019-09-01. 
  32. ^ Kompasiana.com. "Calung Sebagai Simbol Budaya Lokal Masyarakat Banyumas". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  33. ^ warisan budaya bongkel warisanbudaya.kemdikbud.go.id
  34. ^ ruwat bumi warisan leluhur warga www.wartamerdeka.info
  35. ^ wisata sawah di jateng traveling.com
  36. ^ "Bukit Watu Sodong di Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  37. ^ "Menikmati Pesona Bukit Watu Sodong". Suara Merdeka. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  38. ^ wates mana wisata tengah sawah wisata viewwisatabanjarnegara.blogspot.com
  39. ^ watessomawangi picpanzee.com

Pranala luar[sunting | sunting sumber]